Suami Ku Raja Iblis

Suami Ku Raja Iblis
Saling Menjaga


__ADS_3

Semua duplikat tubuh Alex kembali menjadi satu, Salsa yang dari tadi tanpa sadar dipukul oleh Zion sambil tertawa pun merasa geram, Ia memegang tangan Zion lalu membanting tubuhnya ke lantai, Zion meringis kesakitan, Kini Alex dan Rey yang tak bisa menahan tawanya melihat Zion yang di banting oleh Salsa.


"Auw tubuh ku rasanya remuk, Sa kamu kejam banget sih sama suami sendiri!!?" Zion melirik ke arah Salsa sambil merintih kesakitan, Salsa memanyunkan bibirnya sambil melotot ke arah Zion.


"Salah sendiri, Siapa suruh dari tadi main pukul aja terus - terusan!!" Salsa berbicara sambil berkacak pinggang, Zion menelan salivanya sendiri.


"Duh apes banget sih!! Punya istri satu aja kejamnya bukan main!!?" Zion mengalihkan pandangannya ke arah lain, Ia tak berani menatap wajah istrinya yang sudah pasti merah padam menahan marah akibat ucapannya tadi.


"Apa kamu bilang??" Salsa menarik telinga Zion dengan sangat keras membuat Zion meraung kesakitan.


"Auww...auww... ampun yang...ampun nggak bakalan gitu lagi!!" Zion menangkupkan kedua tangannya di depan dada sebagai tanda bahwa ia sedang memohon ampun pada sang istri.


Naga api dan Orlando merasakan perasaan hangat di hati mereka berdua, Entah kenapa setiap kali melihat tingkah mereka semua terutama Alex dan Zion, Mereka merasa begitu hangat, Seolah - olah mereka sedang berada di tengah - tengah sebuah keluarga besar yang harmonis. Mereka saling melirik dan tersenyum, Dulu saat menjadi pengikut ratu dan raja terdahulu mereka tak pernah merasakan kehangatan seperti ini, Dalam hati Orlando dan naga api mereka bersumpah akan melindungi Alex meskipun harus mengorbankan nyawa, Mereka tak menyesal telah bertemu Alex dan yang lainnya, Ada rasa bangga dalam hati mereka berdua karena bisa mengikuti Alex.


"Sudahlah ayo kita lanjutkan perjalanan kita!!" Alex masih merasa ada seseorang yang mengawasi mereka dari jauh, Entah siapa pun itu, Ia pastilah musuh yang sebenarnya.


"Iya...iya ayo kita lanjutkan perjalanan!!" Zion hendak kabur dan mengalihkan perhatian Salsa yang masih marah padanya.


"Yang mulia apakah kamu juga merasakannya??" Orlando dan naga api berjalan mendekat ke arah Alex, Mereka merasakan ada kekuatan yang teramat besar berada di ujung jalan yang mereka tuju. Alex menyeringai, Ia tahu jelas kekuatan siapa itu.


"Jangan bertingkah begitu Lex, Perasaan ku jadi tidak enak rasanya!!" Zidan mulai merasa gelisah, Ia juga bisa merasakan samar - samar kekuatan itu, Kekuatannya cukup besar bahkan Zidan pun mungkin tak akan sanggup berhadapan secara langsung satu lawan satu dengannya, Zidan menelan salivanya sendiri.


"Puftt ha...ha...ha...!!" Alex mulai menertawakan Zidan yang mulai merasa ragu.


"Jangan ketawa!! Aku serius Lex!!" Zidan menampakkan wajah cemasnya.


"Dasar bocah!! Bikin malu aja!!? Kan ada ayah di sini!!" Zion berkacak pinggang sambil memainkan sebelah alisnya.

__ADS_1


Semua yang ada di sana sudah mulai tegang, Musuh saat ini memang tak bisa diremehkan, Semakin dekat mereka dengan tempat tujuan semakin kuat pula musuh yang menunggu. Sebenarnya Zion sendiri merasa tertekan tapi ia mencoba mencairkan suasana, Ia tak ingin rasa cemas yang berlebihan itu membuat semuanya menjadi drop dan tak waspada, Semakin difikirkan maka semakin menurun pula semangat mereka.


"Jangan bercanda, Kau sudah tua!! yang ada kau itu akan menyusahkan aku!!" Zidan mulai menggerutu dengan tingkah konyol ayahnya.


"Dasar bocah gemblung!! Aku ini ayah mu bagaimana bisa kau bicara seperti itu pada ku!!" Zion menarik telinga Zidan.


"Sudah cukup!! Apapun yang akan kita hadapi nanti asalkan bersama dengan kalian, Kita pasti bisa melewatinya!!" Alex menggenggam tangan Naura.


"Kamu benar!! Apapun itu kita akan hadapi bersama!!" Rey menimpali ucapan Alex.


Mereka kini melangkah maju tanpa keraguan, Namun di hati masing - masing dari mereka sudah bertekad akan melindungi Alex meski harus kehilangan nyawa. Akhirnya mereka sampai di gerbang utama menuju puncak tempat tinggal ratu klan siluman kuno abadi terdahulu, Sebelum sampai puncak mereka harus melewati sembilan gerbang terlebih dahulu, Semua gerbang dikuasai musuh yang kuat namun yang sebenarnya sangat berbahaya adalah gerbang ke sepuluh, Yaitu gerbang pembuka istana ratu, Musuh yang sebenarnya ada di sana. Kali ini Zion dan Salsa yang akan membuka gerbang pertama.


"Kalian lanjutkan perjalan, Aku dan Salsa yang akan menghadapinya!!" Zion dan Salsa berhadapan dengan seseorang yang ada di gerbang utama.


"Tapi Zi!! Bagaimana bisa kami meninggalkan kalian berdua, Lebih baik kita hadapi bersama!!" Rey ingin melangkah maju menghadapi musuh bersama Zion dan Salsa.


"Kali ini akan ku tebus hutang ku dulu pada kalian!!" Zion berkata dalam hati.


Rey mulai mengerti dengan apa yang dikatakan Zion, Setelah ini adalah giliran dia dan Selena yang maju, Jika mereka bersama - sama akan memakan waktu lebih lama lagi untuk sampai ke puncak dan Morgan dan Yana tak memiliki banyak waktu lagi. Rey mengajak yang lain untuk meneruskan perjalanan mereka dan meninggalkan Zion dan Salsa bertarung berdua melawan musuh di gerbang utama.


"Ayah, Aku akan menunggu mu di puncak istana!! Ingat jangan mengecewakan aku!! Kau belum melihat ku menikah dan punya anak yang akan mengerjai mu!!?" Zidan melangkah pergi menyusul yang lainnya.


" Dasar bocah brengsek!! Nggak ada sopan - sopannya sama orang tua!!" Zion menoleh sebentar ke arah putranya yang sudah menjauh pergi.


" Oke sayang!! Mari kita bersenang - senang!!?" Zion bersiap bertarung melawan musuh, Belum sempat menyerang ia sudah di hajar habis - habisan oleh musuh, Gerakannya begitu cepat dan gesit, Zion belum bisa mengimbangi serangan musuh yang membabi buta dan arah serangannya yang selalu berubah - ubah, Di sisi lain Salsa masih bertarung dengan prajurit musuh, Ia tak bisa membantu Zion.


" Apa mereka akan baik - baik saja??" Selena mengkhawatirkan Zion dan Salsa, Sudah jelas kekuatan musuh lebih kuat dari mereka berdua namun mereka tetap memaksakan diri.

__ADS_1


"Tentu saja bibi!! Bibi tak perlu mengkhawatirkan ayah dan ibu!!" Zidan mencoba terlihat baik - baik saja dan tenang, Padahal di dalam hatinya ia juga sangat mengkhawatirkan kedua orang tuanya.


"Pasti!! Zion tak mungkin mau melewatkan pernikahan putranya!! Mereka akan bertahan jadi kita juga harus berjuang!!?" Rey mengusap lembut kepala istrinya.


Kini mereka sampai pada gerbang ke dua, Kini Rey menggandeng tangan Selena dan maju untuk membuka gerbang, Zidan hendak maju mendahului Rey namun di cegah oleh Selena.


"Alex membutuhkan mu di garda depan, Biar kami yang tua ini maju duluan!! Lagi pula kami semua sudah saling berjanji bahwa kami akan maju lebih dulu sebelum kalian di saat seperti ini!!" Selena memberi penjelasan.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


***Selalu bersama selamanya


Saling menjaga hingga tua


Tak akan berpaling saat tersulit


Bergandeng tangan menuju jalannya


Saling berbagi suka duka


Inilah janji kita bersama


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


๐Ÿ˜ŠJangan lupa like dan komen ya๐Ÿ˜Š


๐Ÿค—Selamat membaca๐Ÿค—***

__ADS_1


__ADS_2