Suami Ku Raja Iblis

Suami Ku Raja Iblis
yana manja


__ADS_3

morgan menyuruh rey membagikan selembaran kertas pada anggota dewan. semua yang hadir begitu terkejut dengan isi lembaran itu, mereka saling berbisik, meminta pendapat satu sama lain. sementara orang tua morgan puas dengan isi kertas itu, mereka berdua mengacungkan jempol untuk tindakan morgan ini. dengan adanya ini tak ada lagi yang bisa merendahkan yana. bahkan jika yana atau morgan membuat keputusan kelak tak ada yang akan berani menentang. keputusan mereka akan dianggap mutlak.


"kalian bisa merenungkannya dulu, besok kita akan lanjutkan lagi sidangnya dan aku harap kalian akan berfikir jernih, mempertimbangkan kekuatan ku dan istri ku."


"oh ya aku sampai lupa, jika kalian tidak segera mengangkat yana sebagai ratu kalian secara resmi maka klan siluman kuno akan meminta yana dan menjadikannya ratu mereka yang otomatis aku sebagai suaminya akan ikut menjadi raja di sana dan meninggalkan kerajaan iblis. baiklah sampai jumpa besok." morgan keluar dengan senyum mengembang di sudut bibirnya. ia mendapat kemenangan mutlak, dan ia merasa puas untuk itu.


di kamar yana dan selena sedang bercanda dan tertawa. baru kali ini morgan melihat yana tertawa lepas. morgan ikut bahagia, ia senang akhirnya yana bisa melupakan kesedihannya meskipun tak seluruhnya.


yana yang sadar morgan datang langsung berlari ke arah morgan dan melompat seperti anak kecil yang minta digendong.


morgan langsung menangkap tubuh yana. yana bergelayut dan menggantung ditubuh morgan, baru kali ini yana begitu manja padanya.


"ada apa..? kena kau terlihat bahagia sekali sayang.."morgan membelai rambut yana penuh kasih sayang.


" tidak ada aku hanya ingin bermanja pada suami ku, kenapa...kau tak suka aku manja pada mu..!!" yana melotot pada morgan.


" sejak kapan istri kecil ku jadi galak begini.." morgan terkekeh melihat tingkah yana. ia merasa gemas, akhirnya ia mencium bibir mungil yana sekilas " cup "


sontak ia mendapat hadiah cubitan panas di bagian perutnya oleh yana.

__ADS_1


" uh sakit sayang, kau benar - benar kejam.!"


" biarin dasar tak tau malu, bagaimana bisa kau mencium ku, di sini masih ada selena dan rey." wajah yana merah seperti kepiting rebus.


"sayang apa kau mau jalan - jalan di taman istana bersama ku..!" morgan menggandeng tangan yana.


"ayo..., selena, rey kalian ikut juga ya..." yana melihat mereka berdua dan selena, rey pun mengangguk dan tersenyum.


"yu hu.... hari ini aku ingin bersenang - senang dengan kalian semua." mereka bertiga menggelengkan kepala dengan tingkah laku yana. baru kali ini mereka melihat yana seperti itu. ada rasa bahagia saat melihatnya bertingkah seperti anak kecil.


mereka pun berjalan menuju taman istana beriringan semua pelayan dan pengawal yang melihat dua pasangan yang begitu serasi ini pun merasa iri.


sesampainya di taman yana berlari - lari seperti anak kecil yang mendapat mainan. ia terlihat bahagia, matanya berbinar. sebenarnya dalam hati yana masih sangat bersedih tapi ia berusaha menyembunyikan kesedihannya, ia ingin membuat orang - orang di sisinya bahagia. ia tak mau ada penyesalan lagi. seperti penyesalannya dan rasa bersalahnya pada zion dan peter. ia bertekat akan menjaga orang - orang terdekatnya. ia tak mau kehilangan lagi.


"sayang jangan berlari nanti kamu terjatuh..!!" morgan menyusul lalu memeluk yana.


selena dan rey saling bergandeng tangan tapi tiba - tiba selena bersedih, air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh juga.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


***luka ini teramat sulit dilupakan...


sakitnya tak berujung.....


seakan lupa caranya tersenyum....


tak tau apa itu bahagia.....


kau penuhi fikiran ku....


menghantui setiap langkah ku.....


dunia ku kelam saat kau tak ada.....


gelap tak ada cahaya lagi....


sunyi, senyap tak ada tawa....


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹***

__ADS_1


__ADS_2