Suami Ku Raja Iblis

Suami Ku Raja Iblis
Bahagia Paket Komplit


__ADS_3

Setelah rentetan acara demi acara selesai. Tamu undangan sudah pergi tak tersisa, semua pergi ke kamar untuk beristirahat. Yana dan Morgan istirahat di kamar yang dulu Yana tinggali. sementara Alex harus tidur sendiri terpisah dari orang tuanya, ia harus terbiasa karena ia sekarang seorang putra mahkota. Alex diantar ke kamar yang dulunya milik Morgan. Karena Alex adalah calon raja selanjutnya. Yana berjalan mengitari kamar, semua terlihat masih sama seperti dulu, tak ada yang berubah, yang berbeda sekarang ia akan satu kamar dengan Morgan. Yana duduk di pangkuan Morgan, ia bermanja dengan suaminya.


Selena merasa perutnya sakit. Rey yang bingung terpaksa mencari Yana dan Morgan ke kamar mereka.


"Yang mulia tolong buka pintunya, anu.. aduh gimana ini.."


"Ada apa Rey kenapa kamu terlihat bingung.." Yana yang membuka pintu melihat Rey kebingungan.


"Tolong bantu aku itu anu aduh gimana sih." Rey sampai salah ngomong terus karena bingung.


"Tarik nafas dulu baru ngomong." Morgan muncul dari belakang Yana. Saat Rey mau berbicara Alex muncul di belakang Rey.


"Ayah, calon istri ku mau lahir. Bibi Selena mau melahirkan."Morgan melongo mendengar penuturan putra kecilnya itu. Bagaimana bisa anak kecil ngomongin calon istri, begitupun dengan Rey yang tak kalah terkejutnya sama seperti Morgan.


"Kenapa ibu diam saja cepat tolongin tante Selena, aku akan memanggil nenek untuk membantu ibu". Saat Alex pergi ketiganya saling melirik dan menggelengkan kepala. Akhirnya semua pria menunggu diluar dan yang wanita di dalam membantu kelahiran anak Selena,dan benar saja, Selena melahirkan seorang putri yang memiliki tanda jodoh dengan Alex. Selena dan Yana pun saling pandang dan tersenyum, sepertinya Alex memang seorang anak yang istimewa.


Sebulan kemudian, saat ini di tempat Salsa begitu ramai. Semua sedang menghadiri pernikahan Salsa dengan Zion. Setelah rentetan acara pernikahan semua tamu telah pergi. Kini Zion dan Salsa ada di kamar Salsa.

__ADS_1


"Sa.."


"Hmmm.."


"Kok hmm doang sih Sa.."


"Lha kamunya juga Sa doang"


"Sa bikin anak yuk".


Sontak Salsa menoleh kearah Zion, ia menatap heran Zion. Kenapa tiba - tiba pengen punya anak coba.


"Cetak" Salsa menyentil kepala Zion. Dia tak mengerti dengan jalan pikiran Zion.


"Auw sakit Sa...!! kejam amat sama suami". Zion mengelus keningnya.


"Syukurin, salah sendiri ngomong gak dipikir dulu." Salsa melengos hendak meninggalkan Zion, namun dengan cepat Zion meraih tangan Salsa membuat mereka berdua terjatuh keatas tempat tidur. Zion menatap mata Salsa.

__ADS_1


"Aku serius Sa, aku ingin punya anak agar mempererat tali pernikahan kita. Apa kamu mau Sa.." Zion menatap Salsa penuh harap. Salsa mengangguk tanda setuju. Zion mencium mata Salsa turun kehidungnya, berganti ke kedua pipi Salsa dan terakhir bibir tebal Salsa. Mereka berciuman sangat lama hingga terlepas karena sama - sama kehabisan nafas. Akhirnya mereka larut dalam cinta.


Pagi Salsa terbangun lebih dulu. Dia membungkam mulutnya sendiri, hampir saja pagi - pagi ia membuat keributan dengan berteriak. Dia kaget karena tidur tak mengenakan pakaian, apa lagi ada sebuah tangan yang terus melingkar memeluk tubuhnya. Salsa mendongakkan kepalanya. Dia menatap setiap inci wajah suaminya. Ada rasa tak percaya dalam diri Salsa. Dia kini sudah menjadi milik Zion sepenuhnya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Ku arumi sungai bahagia....


Ku lewati jalan duka...


Ku hampiri rasa bahagia...


Ku teguk manisnya cinta...


Bersama menjaga raga....


Untuk sang pemilik hati....

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***


__ADS_2