Suami Ku Raja Iblis

Suami Ku Raja Iblis
Dunia Milik Berdua


__ADS_3

Alex menggandeng tangan Naura, Ia mengajak Naura untuk menunjukkan dimana keberadaan jantung Smit berada. Bayangan Alex membantu Zidan bertarung melawan Smit, Smit mencoba untuk menghentikan Alex dan Naura, Namun bayangan Alex dengan sigap menghalau Smit.


"Sayang, Kamu ikut aku, Tunjukkan dimana keberadaan jantung Smit!!?" Alex masih tetap menggandeng tangan Naura.


"Ok sayang!!"Naura menampilkan senyum termanis yang ia punya pada Alex.


"isht, Kamu curang yank!!?" Alex menoel hidung Naura.


"Lho curang gimana sih yank, Aku kan nggak melakukan apa - apa!!?" Naura merasa bingung dengan Alex.


"Ya kamunya gitu, Kalau kamu tersenyum semanis itu kan aku jadi pengen cium kamu terus yank!!!" Lagi - lagi Alex menggombal.


"Ih sayank, Apaan sih kamu yank, Udah deh gombalnya nanti aja kalau udah selesai perang, Kasihan tau sama yang lain!!?" Naura mencubit perut Alex. Naura merasa kesal sekaligus bahagia, Alex selalu bersikap manis padanya, Selalu menyayanginya di manapun dan kapanpun.


"Woy..!! Bener - bener ya, Kalau mau pacaran nanti aja kalau udah selesai perang nggak lihat apa aku di sini juga pengen pacaran sama Amelia.!??" Zidan lagi - lagi mengomel memarahi Alex dan Naura yang belum juga pergi ke pusat bawah bumi terkutuk tempat dimana jantung Smit berada.


Alex justru mencium pipi Naura, Mendekap pinggang Naura sambil menjulurkan lidah ke arah Zidan. Zidan yang merasa dikerjai oleh Alex, Ia melempar Alex dengan batu sambil memaki Alex.


"Brengsek kamu Lex, Awas nanti selesai perang giliran kamu yang aku pukul!!" Zidan mengancam Alex, Yang di ancam justru tertawa penuh kemenangan.


"Kamu lupa ya Zi, Setelah perang berakhir aku kan dinobatkan jadi raja, Emang kamu berani memukul raja??!!" Alex tertawa dan langsung mendapat hadiah cubitan panas di perutnya oleh Naura.


"Good job Ra..!!!" Kini giliran Zidan yang tertawa penuh kemenangan, Tiba - tiba kepala Zidan dipukul dari belakang oleh kakeknya, Tidak hanya Zidan yang mendapat pukulan, Alex pun dipukul Bram kakeknya dari belakang.


"Bodoh kalian, Apa kalian tidak bisa melihat situasi, Ini medan perang bisa - bisanya kalian lengah begitu, Bagaimana jika musuh memanfaatkan ini dan menyerang kalian???" Bram mengomeli mereka berdua.

__ADS_1


"Morgan dan Zion tak ada kenapa jadi kalian yang menggantikan kekonyolan mereka berdua!!!?" tiba - tiba Lilian muncul dan ikut berkomentar.


"Alex cepat kamu pergi bersama Naura untuk menghancurkan jantung Smit!!!" Kakek Zidan menengahi perdebatan mereka yang jika diteruskan tak akan ada habisnya.


"Baik eyang, Kami serahkan yang di sini pada kalian!!!" Alex dan Naura berangkat menuju tempat dimana jantung Smit disembunyikan. Sebelum menyelam kedalam inti bumi terkutuk Alex memasang perisai terkuat ditubuh Naura, Berjaga - jaga nanti bila ada serangan mendadak sebelum mereka siap. Bagi Alex keselamatan Naura adalah prioritas utamanya.


"Ayo kita serang si jelek itu bersama - sama, Beraninya dia mencoba melukai menantu kesayangan ku berkali - kali!!" Lilian membuka segel kekuatannya secara penuh bersiap bertarung melawan Smit. Tidak hanya Lilian, Semua yang ada di sana pun bersiap untuk bertarung, Padahal bayang yang dibuat Alex sudah lebih dari cukup untuk melawan Smit. Tiba - tiba cuaca di sana berubah, Angin berhembus kencang, Tanah bergetar, Ribuan halilintar menggelegar ke seluruh penjuru bumi terkutuk, Suara berisik dari bumi terkutuk bergemuruh hingga merusak gendang telinga, Untung saja sebelum pergi Alex memasang perisai pelindung untuk melindungi para tetua, Keadaan ini digunakan Smit untuk pergi ke dasar bumi menyusul Naura dan juga Alex yang ingin menghancurkan jantungnya.


"Sayang, Bersiaplah seluruh antek - antek Smit akan menyerang kita, Sepertinya Smit telah bersiap menyusul kita kemari!!?" Alex menoleh ke arah belakang karena ia merasakan aura Smit yang mendekat ke arahnya.


"Sayang, Apa kamu sanggup menghadapi antek - antek Smit, Bagaimanapun juga mereka adalah prajurit pilihan dan kamu juga tak pernah turun langsung dalam pertarungan.!!?" Alex mengkhawatirkan Naura, Bagaimanapun juga ia saat ini tak bisa membelah diri lagi dan ia juga harus fokus untuk bertarung sekaligus menghancurkan jantung Smit, Dia benar - benar tak tau harus berbuat apa, Naura sekalipun tak punya pengalaman bertarung, Meski Naura memiliki kekuatan di atas Zidan tapi ia kurang berpengalaman. Naura yang melihat raut wajah Alex yang terlihat cemas ia pun menggenggam jemari Alex.


"Sayang, Ada apa??Tenanglah aku ini anak Rey dan Selena bagaimana mungkin aku selemah itu!!!" Naura tersenyum dan mengangkat bahunya.


"Kamu bukannya nggak percaya sayank, Kamu cuma mengkhawatirkan ku, Karena aku begitu berarti untuk mu!!!?" Naura mencium pipi Alex.


Smit telah berhasil menyusul Alex dan Naura, Kini mereka telah sampai di tempat jantung Smit berada. Jantung Smit berada di atas lava bumi yang mendidih, Udara di sana begitu panas. Alex menambah kekuatan perisai di tubuh Naura, Kini Naura membuka segel kekuatan penuhnya, Matanya berubah seperti Rey saat membuka segel kekuatan dan tubuhnya muncul tulisan kuno seperti saat Selena membuka kekuatannya, Semua antek - antek Smit terlempar mundur, Alex yang melihat perubahan dan peningkatan kekuatan Naura saat membuka penuh segel kekuatannya semakin takjub pada gadis yang memenuhi hatinya itu.


Kekuatan yang dimiliki Naura saat ini bahkan jauh lebih besar dari kekuatan Zidan saat membuka penuh segel kekuatannya. Naura memulai pertarungannya melawan antek - antek Smit, Alex pun memulai pertarungannya dengan Smit sambil sesekali melepaskan serangan ke arah jantung Smit berada, Bagaimanapun juga Alex sekarang bisa berkonsentrasi penuh dengan apa yang ia lakukan tanpa khawatir pada kekasihnya lagi, Naura telah berhasil melumpuhkan setengah dari antek - antek Smit, Sementara Alex dan Smit bertarung secara imbang meski beberapa kali ia berhasil menyerang jantung Smit namun dengan cepat pula jantung itu pulih. Alex berharap ada Zidan di sana sekarang karena hanya dia yang bisa melihat apa yang membuat jantung Smit kembali pulih dengan cepat meski dilukai beberapa kali.


"Hay, Pasti lagi mikirin aku kan!!?" Tiba - tiba Zidan muncul menggunakan lingkaran sihir bersama Amelia.


"Wah, Kamu bener - bener sohib ku!!!" Alex merasa tenang dengan kehadiran Zidan di sana.


"Giliran susah aja bilang sohib, Tadi aja ditinggal pacaran!!!" Zidan memeluk pinggang Amelia.

__ADS_1


"Jadi ceritanya mau bales dendam nih!!?" Alex bicara sambil terus bertarung dengan Smit.


"Sayang kamu bantu Naura ya, Biar aku di sini bantuin si bocah tengil!!?" Zidan mencium kening Amelia.


"Woy, beneran bales dendam dianya, Ra aku kangennn...!!??" Alex berteriak lebay pada Naura, Tentu saja masih dengan suasana dia mengadu pedang dengan Smit. Smit yang melihat itu semakin geram karena merasa diremehkan oleh anak kecil.


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


***Terkadang seseorang yang cerewet adalah seorang yang pendiam saat ada masalah


Seorang yang banyak bicara justru seseorang yang paling pintar menyembunyikan penderitaannya


Seseorang yang paling banyak tertawa adalah seseorang yang paling banyak menangis dalam diam


Terkadang yang terlihat belum tentu itu kebenarannya


Jangan menilai sesuatu dari apa yang kau lihat


Nilai itu ada saat kau memahami arti dirinya bagi mu


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


😊Selamat membaca😊


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—***

__ADS_1


__ADS_2