Suami Ku Raja Iblis

Suami Ku Raja Iblis
Kehilangan


__ADS_3

Kekuatan Rey menjadi lebih besar dari sebelumnya, dia menyerang jendral gerbang kedua dengan tak beraturan. Membuat jendral gerbang kedua tak bisa menebak arah serangan yang dilakukan oleh Rey.


"Brug"


"Duarr"


Kini keadaan mulai berbalik, jendral gerbang kedua kalah gesit dengan Rey. Rey harus secepatnya menghabisi jendral gerbang kedua.


..."Aku harus cepat membunuhnya.. waktu ku tak tersisa banyak! Jika mati pun aku akan menyeretnya bersama ku!" Rey kembali meningkatkan kekuatannya....


...Zion yang berada di gerbang utama bisa merasakan kekuatan Rey yang terus meningkat, Naura dan yang lainnya juga bisa merasakan kekuatan Rey. Alex memejamkan matanya sekejap untuk meredam rasa sakit di dalam hatinya. Sekali lagi ia akan kehilangan orang yang teramat penting baginya. Naura menyembunyikan rasa sakitnya, ia terus melangkah maju sambil menggenggam erat tangan Alex....


"Rey.... apa yang ingin kau lakukan??" Zion berteriak sambil meningkatkan kekuatannya.


Salsa mengerti apa yang dicemaskan Zion saat ini. Ia pun mengerahkan kekuatan terakhirnya agar dengan cepat bisa membunuh jendral gerbang utama. Mereka harus cepat pergi ke gerbang kedua dan menghentikan kegilaan Rey.


"Rey.... jika kau berani mati! Aku pasti akan menghancurkan segalanya!" Zion berteriak, ia benar-benar kacau saat ini.


Salsa dan Zion mengerahkan seluruh sisa kekuatan mereka. Jendral gerbang utama mulai kewalahan menghadapi keduanya.


Mata Salsa tinggal sebelah yang bisa ia gunakan untuk melihat. Sementara Zion hanya bisa bertarung menggunakan satu tangan karena tangannya yang sebelah telah patah.


"Brugh"


"Duarr"

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua berhasil membunuh jendral gerbang kedua. Zion memuntahkan begitu banyak darah, namun ia memaksakan tubuhnya berjalan menuju gerbang kedua dimana Rey dan Selena berada saat ini.


Jantung Salsa berdetak tak beraturan, semakin dekat mereka dengan gerbang kedua semakin mereka bisa merasakan dengan jelas bahwa aura milik Selena telah lenyap tak tersisa.


Rey dengan sepenuhnya mengeluarkan kekuatan terakhirnya. Ia fokuskan kekuatannya pada jendral gerbang kedua. Ia berhasil mengalahkan jendral gerbang kedua.


"Duarr"


"Blarr"


Jendral gerbang kedua meledak dan terbakar tanpa sisa oleh kekuatan Rey. Kaki Rey mulai berubah menjadi batu. Ia paksakan berjalan menuju tubuh istrinya terkapar dan sudah tak bernyawa.Rey menaruh Selena dalam dekapannya, kini tubuhnya mulai berubah menjadi batu yang memeluk istrinya. Setetes air mata meleleh dari mata Rey untuk terakhir kalinya.


Zion yang merasakan aura Rey yang mulai pudar berlari sekuat tenaga yang disusul oleh Salsa dari belakang.Terlambat, mereka sudah tak bisa menyelamatkan Rey dan Selena.


"Rey.. Selena.. hiks...hiks kenapa begini? Kalian sudah berjanji pada ku, kita akan bersama-sama menyelamatkan Yana dan Morgan .. kenapa...!" Zion berteriak, suaranya terdengar begitu memilukan. Salsa memeluk Zion berusaha menenangkannya.


"Sayang, suruh dia bangun! Katakan semua ini tak nyata.. katakan pada ku ini hanya mimpi sayang huhuhu" Zion menangis dalam pelukan Salsa.


Ini pertama kalinya Salsa melihat Zion begitu menderita dan menyedihkan. Dia benar-benar merasa terpukul melihat sahabatnya berubah menjadi batu karena melanggar sumpahnya hanya demi orang yang dicintainya.


"Yaya, lihatlah mereka berdua! Mereka tak menepati janjinya.... Yaya bawa mereka kembali, ku mohon.." Zion merancau tak karuan.


Begitu berat perjalanan mereka saat ini, kini Salsa mulai berpikir. Apakah mereka benar-benar bisa melewati segalanya. Apa mereka akan kehilangan orang-orang yang begitu berharga lagi nantinya.


Disisi lain, kini Naura merosot jatuh ke tanah. Kakinya terasa lemas tak bertenaga, air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh juga. Zidan dan Amel saling memeluk untuk menguatkan hati masing-masing. Kini hati mereka tercabik-cabik oleh kenyataan menyakitkan. Alex duduk kebawah dan mendekap tubuh Naura. Ia memejamkan matanya erat menahan rasa sakit yang teramat dalam.

__ADS_1


"Huhuhu....huhuhu... aaaaaaas" Naura menangis sejadi-jadinya, ia berteriak hingga tenggorokannya sakit. Namun hatinya lebih sakit, bahkan ia merasa sakit yang ia rasakan saat ini lebih menyakitkan daripada kematian.


πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…


Kehilangan arah dan tujuan


Ku kehilangan tempat ku bersandar


Tempat diri ini berpijak


Tempat mengadu asa dan rasa


Hancurkan dunia ku


Kegelapan menyelimuti diri


Hilang arah dan tujuan


Kemana harus ku cari rumah masa kecil ku


πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…


Happy reading ☺️


Jangan lupa like πŸ‘ dan komen ya β˜ΊοΈπŸ™

__ADS_1


__ADS_2