
Tristan kini hanya bisa menunduk. Sesekali ia melayangkan pandangannya yang tajam ke arah Miranda. Dan menatap Miranda dengan tatapan menyeringai.
Sedangkan Miranda sendiri duduk di samping ayahnya.
"Maaf sebelumnya, boleh tau kalian ini siapa?" tanya Prawira membuka pembicaraan.
Ayah Miranda, Pak Hadi, kemudian menatap Prawira.
"Saya Hadi, Ayahnya Miranda. Dan ini putri pertama saya Miranda." jawab Pak Hadi memperkenalkan diri.
"Baik, Pak Hadi, boleh saya tau ada apa dan ada tujuan apa Bapak kerumah saya?" Tanya lagi Prawira.
"Kedatangan saya dan anak saya kemari untuk menuntut keadilan." Ujar Pak Hadi.
"Keadilan? Keadilan apa?" Tanya Prawira bingung.
"Anak laki laki anda. Yang bernama Tristan. Telah memperkosa anak perempuan saya Miranda." jawab Pak Hadi to the point.
Dan hal itu sontak membuat keluarga Tristan kaget
__ADS_1
Begitu mendengar anak laki-lakinya Tristan telah memperkosa seseorang membuat Prawira langsung melayangkan pandangan tajam ke anak nya Tristan.
Tristan yang sejak tadi memandang Pak Hadi dan Miranda dengan tatapan penuh amarah kemudian berganti melayangkan pandangannya ke arah papanya.
Prawira dan Tristan pun saling pandang.
Dua orang yang sama-sama punya sifat keras itu terlihat sama-sama menunjukkan keangkuhannya
"Tristan, apa benar yang dikatakan Pak Hadi tentang kau telah memperkosa anaknya?" seru Prawira bertanya pada Tristan.
"Memperkosa, yang benar saja. Aku tidak memperkosanya. Kami hanya bermain-main dan sama sama menikmatinya" ucap Tristan dengan santainya.
"Bohong!" teriak Miranda, menyangkal perkataan Tristan.
"Aku tidak takut, laporkan saja aku ke polisi. Aku tunggu satu kali 24 jam. Jika benar kau bisa membuktikannya jika aku memperkosa kamu. Silakan bawa diriku ke kantor polisi. Jika kau tidak bisa membuktikan jika aku melakukan pemerkosaan terhadap dirimu. Kamu yang akan aku seret ke polisi. Karena kamu sudah menuduh ku dengan tuduhan palsu yang tidak berdasar." ucap Tristan dengan pongahnya.
Yang kemudian ia berdiri dan berlalu begitu saja dari ruang tamu.
Melihat sikap Tristan yang seperti itu langsung membuat Miranda menjadi sangat geram. Sampai dirinya gemetaran.
__ADS_1
Tidak hanya Miranda, rasa geram juga diperlihatkan oleh Pak Hadi.
Pak Hadi juga merasa sangat marah dan geram dengan sikap Tristan.
Setelah mendengar pernyataan anak laki-laki nya tentang hubungan tuduhan itu. Dan setelah mendengar sangkalan tuduhan yang dialamatkan terhadap putranya.
Membuat Prawira juga berpikir untuk mempertimbangkan sikap Tristan.
Sejenak di ruang tamu tidak ada yang bersuara.
"Kami keluarga tidak tahu apa-apa tentang masalah ini. Dan aku juga tidak tahu siapa kalian. Malam ini kalian tiba tiba saja datang kemari dan langsung memberikan pernyataan jika anak anda Miranda saat ini tengah mengandung anak kami Tristan. Bahkan menuduh anak saya melakukan pemerkosaan. Seperti yang di katakan Tristan tadi, tujukan bukti bukti nya dulu pada kami jika benar ada pemerkosaan terhadap anak anda Pak Hadi. Baru kami akan percaya. Jangan menuduh jika tanpa bukti. Jika kalian bisa membuktikan tuduhan kalian. Jangan bawa bawa polisi kami akan menanggapi tuduhan itu." Terang Prawira.
Wisnu yang sejak tadi hanya mendengarkan sebenarnya begitu menyimak semua yang sudah terjadi.
Sedangkan Aminah, ibunya Tristan, tidak bisa berbicara apa-apa selain mendengarkan dengan seksama semua kejadian pada malam hari itu di ruang tamu.
Pak Hadi kini bangkit dari duduknya.
"Baiklah, kalau kalian menginginkan bukti. Saya janji dan saya bersumpah saya akan kembali lagi ke sini dengan sudah membawa seorang polisi yang akan menyeret putra anda ke dalam penjara. Karena anak anda sudah meremehkan kehormatan anak saya. Bahkan sudah memutarbalikkan fakta dan justru menuduh kami dengan melakukan pencemaran nama baik. Tunggu kedatangan saya kemari dengan membawa seorang polisi. Yang membawa anak anda masuk ke penjara." Ucap Pak Hadi penuh keseriusan.
__ADS_1
Miranda yang merasa perkataan tidak sama sekali di gubris pun hanya bisa menelan kepahitan.
Karena tidak ada gunanya ia mendebat. Miranda pun pasrah saat di ajak pergi oleh ayahnya.