Suami Pengganti Untuk Miranda

Suami Pengganti Untuk Miranda
Kejutan untuk Miranda


__ADS_3

Kini hubungan antara Miranda dan juga Wisnu semakin dekat.


Mereka semakin berchemistry dan juga mesra. Hal itu membuat Prawira serta Aminah ikut berbahagia dengan kehidupan rumah tangga anak mereka.


Masih tinggal satu rumah di rumah besar membuat Prawira dan Aminah bisa melihat bagaimana kebahagiaan Miranda dan juga Wisnu terjalin.


Mempunyai menantu yang cerdas dan pintar dalam mengurus perusahaan membuat Prawira makin bangga dengan Miranda.


Keberadaan Yasmin anak Miranda juga menambah kebahagiaan dan keceriaan tersendiri di keluarga tersebut.


Sampai detik ini, tidak ada kabar tentang Tristan.


Sebagai seorang ibu, Aminah sebenarnya juga sedih dengan menghilangnya sang anak. Wisnu juga sudah berusaha untuk mencari informasi tentang kebenaran sang Adik. Tapi sampai kini. Ia belum mendapatkan informasi yang valid tentang keberadaan Tristan.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Pagi itu, Wisnu dan Miranda sudah berada di dalam satu mobil.


Sejak kedekatan di antara mereka semakin baik. Wisnu lebih sering berangkat ke kantor satu mobil dengan Miranda.

__ADS_1


Sebelumnya, Miranda selalu berangkat ke kantor bersama sang sopir. Karena Miranda sendiri sudah di persiapkan satu mobil khusus untuk menunjang aktivitasnya.


Di sepanjang perjalanan menuju kantor. Miranda dan Wisnu kini lebih sering mengobrol. Mereka bisa membicarakan banyak hal dan bagi mereka itu suatu hal yang menyenangkan.


Ibaratnya, Wisnu dan Miranda saat ini sedang di landa kasmaran satu sama lain.


Kini, mobil yang di kendarai Wisnu telah berhenti tepat di depan lobby gedung perkantoran tempat Miranda bekerja.


Sebelumnya, posisi yang di jabat Miranda saat ini adalah jabatan Wisnu. Ketika Prawira memutuskan untuk pensiun. Sekarang Wisnu lah yang menjabat sebagai presiden direktur utama untuk perusahaan Prawira Corp.


"Mir, aku ada sesuatu untuk mu." ucap Wisnu sesaat sebelum Miranda keluar dari mobilnya.


"Buka saja," ucap Wisnu singkat.


Karena merasa sangat penasaran, Miranda pun kemudian membuka amplop yang di berikan oleh Wisnu.


Miranda kemudian tersenyum manis ketika ia sudah membuka amplop tersebut.


Miranda kemudian kembali melayangkan pandangannya ke arah Wisnu.

__ADS_1


"Mas serius tentang hal ini." Tanya Miranda terhadap sang suami, Wisnu.


"Kenapa tidak serius, tentu saja serius. Aku sudah minta izin sama Papa untuk minta cuti bekerja selama 2 minggu. Aku lakukan ini untukmu, untuk kita." Kemudian Miranda langsung mencondongkan tubuhnya ke arah Wisnu dan ia memberikan satu kecupan manis di pipi Wisnu.


"Liburan ke Eropa selama 2 minggu. Apakah ini artinya kita akan berbulan madu?" sergah Miranda lagi pada sang suami.


"Anggap saja itu bulan madu kita. Bukankah kita belum sempat bulan madu."


"Terima kasih Mas. Mas sudah sudah meluangkan waktu dan sudah membuat ide ini. Kalau begitu aku akan membereskan beberapa pekerjaan untuk beberapa minggu ke depan." ucap Miranda nampak bersemangat.


"Ya sayang, tapi untuk kali ini, kita hanya pergi berdua. Bukannya aku tidak mau mengajak Jasmine. Tapi kita perlu waktu untuk berdua saja untuk pergi ke Eropa. Nanti kapan-kapan kita akan ajak Jasmine berlibur."


"Ya Mas, aku paham. Mesti harus berat hati untuk meninggalkan Jasmine."


"Dia bisa dititipkan ke Papa dan Mama. Kalau tidak, Jasmine juga bisa tinggal sementara dengan Bapak dan ibumu. Aku butuh hanya kita berdua untuk pergi."


"Iya, nanti aku akan atur. Sekali lagi terima kasih Mas untuk kejutannya." ucap Miranda lagi, yang kali ini melabuhkan ciuman lembut ke bibir Wisnu.


"Nanti sore aku akan menjemput mu lagi."

__ADS_1


"Iya Mas." jawab Miranda, setelah itu ia keluar dari mobil dan berjalan menuju gedung perkantoran dengan suasana hati yang bahagia.


__ADS_2