Suami Pengganti Untuk Miranda

Suami Pengganti Untuk Miranda
Belajar saling mencintai


__ADS_3

Wisnu dan Miranda memang belum sepenuhnya meleburkan diri mereka untuk benar-benar bisa saling mencintai.


Karena Wisnu sendiri hatinya masih terpaut dengan almarhum sang istri Renata.


Sedangkan Miranda sendiri juga tengah berupaya membangun cintanya untuk Wisnu. Tanda-tanda itu sudah Miranda rasakan pada Pria yang bersifat hangat tersebut.


Miranda sungguh ingin belajar untuk bisa mencintai kakak dari pria yang sudah menodainya.


Setelah mereka melakukan ijab kabul yang kedua kalinya. Mereka kini sudah tidur bersama dalam satu ranjang.


Tetapi untuk melakukan sebuah hubungan badan. Sejauh ini mereka masih sedikit canggung untuk melakukan itu. Sehingga aktivitas seperti itu masih jarang mereka lakukan.


Tetapi, bukannya mereka tidak pernah melakukannya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Mas, hari ini kita ada meeting bersama di hotel A. Kita berangkat bersama saja ya ke lokasi." ucap Miranda pada Wisnu. Ketika mereka masih berada di kamar pagi itu.

__ADS_1


"Boleh," jawab Wisnu singkat sambil mengenakan dasi ke lehernya.


Wisnu bukanlah seorang Pria dingin. Tapi, Pria itu sepertinya memang belum bisa move on dari mendiang sang istri.


Miranda sendiri sudah tau tentang perjalanan kisah antara Wisnu dan almarhum Renata. Wisnu sendiri yang bercerita tentang masa lalu nya pada Miranda.


Oleh sebab itu, sikap Wisnu seolah-olah masih kaku pada Miranda. Sedangkan Miranda sendiri berusaha untuk bisa tulus pada suaminya.


"Mas, kapan kita punya waktu untuk pergi. Maksud ku, pergi bulan madu," tanya Miranda dengan suara tercekat.


"Apa kamu menginginkan kita pergi bulan madu?" tanya Wisnu balik.


"Itu pertanyaan apa! Memangnya Mas Wisnu tak ingin meluangkan waktu untuk kita. Sejak kita mengulang kembali ijab qobul itu. Di saat aku sudah memutuskan untuk menjalani hubungan pernikahan ini bersama mas Wisnu. Kita belum sempat menikmati waktu bersama Mas. Aku tidak menuntut. Aku hanya mengutarakan pendapat ku." terang Miranda.


"Bagaimanapun kita perlu memperkuat hubungan kita." Imbuh Miranda.


Wisnu pun paham arah pembicaraan sang istri.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya Miranda. Jika aku selama ini terkesan sibuk dan mementingkan pekerjaan. Sehingga aku tidak memikirkan hubungan kita. Sebenarnya aku juga memikirkan itu. Aku sudah pernah berumah tangga. Jadi aku dan paham." Wisnu kemudian berjalan mendekati Miranda.


"Nanti aku akan cari waktu. Untuk membuat rencana bulan madu seperti yang kamu inginkan." tutur Wisnu, yang kemudian ia melabuhkan satu kecupan ke kening miranda.


"Aku tau, almarhum Mbak Renata masih menjadi yang nomor satu di hati Mas Wisnu. Tapi aku juga tau, Mas Wisnu berusaha untuk bisa benar-benar menerima ku. Kita sudah sama sama sepakat untuk saling memberi kan waktu. Tapi, kita juga perlu usaha Mas. Untuk bisa saling mendekatkan hati kita. Karena kita kan sama sama saling tidak mengenal sebelum. Setelah kita melalui dua tahun bersama pun. Kita masih seperti ini. Masih asing."


"Cinta itu tidak bisa di paksakan Miranda. Jika kita sepakat kita akan saling memberikan waktu. Dan di saat kita juga sudah mulai bisa menerima diri kita masing-masing untuk bisa saling memiliki. Nyatanya, mungkin yang kamu rasakan kita belum berchemistry, begitu kan." terang Wisnu.


"Bagaimana jika kita berkonsultasi untuk masalah ini." ucap Wisnu memberikan saran.


"Tidak perlu Mas. Kita tidak butuh bantuan semacam itu untuk membuat hubungan kita lebih baik lagi."


"Miranda, mungkin saat ini hubungan kita masih hambar. Tapi kita kan selalu berusaha untuk menghadirkan kenyamanan itu." Wisnu kemudian meraih tubuh Miranda dan kemudian ia memeluknya.


"Apakah kamu sudah benar benar jatuh cinta dengan ku? Tanya Wisnu pada Miranda. Saat wanita berparas cantik itu berada dalam pelukan hangat Wisnu.


"Sejauh ini aku berusaha. Hubungan kita tidak buruk. Hanya saja, mungkin hubungan kita belum berchemistry." terang Miranda Jujur.

__ADS_1


__ADS_2