Suami Pengganti Untuk Miranda

Suami Pengganti Untuk Miranda
Saling memberi kebahagiaan


__ADS_3

"Mas, kopinya." Miranda mendatangi ruang kerja Wisnu sambil mengantarkan secangkir kopi untuk suaminya yang sedang lembur kerja di ruang kerjanya.


"Terimakasih Miranda." jawab Wisnu yang kemudian langsung menyeruput kopi yang sudah di buatkan oleh Miranda.


"Jangan malam malam Mas lemburnya." ucap Miranda sebelum ia berlalu dari ruang kerja sang suami.


"Iya Mir." jawab Wisnu singkat.


Sejauh ini komunikasi antara Wisnu dan Miranda masih terkesan datar dan biasa saja.


Baik Miranda dan juga Wisnu seperti belum punya panggilan sayang terhadap masing-masing.


Meski begitu, dua orang yang terpaksa menikah tersebut selalu berusaha untuk bisa menghadirkan perasaan cinta pada hati mereka untuk pasangan.


Meskipun awalnya mereka menikah karena terpaksa. Mereka tidak ingin mempermainkan sebuah pernikahan yang sakral untuk di jadikan sebuah permainan. Oleh sebab itu, Miranda dan Wisnu setelah yakin dengan keputusannya. Mereka berusaha untuk bisa saling mencintai satu sama lain.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Sesuai Wisnu menyelesaikan beberapa tugas pekerjaan yang belum selesai ia kerjaaan di kantor. Wisnu kemudian menutup laptopnya dan meninggalkan ruang kerjanya.


Begitu Wisnu masuk ke kamar. Sesuatu yang berbeda tersuguh kan di kamarnya.


Wisnu melihat Miranda yang tengah tidur di atas ranjang itu. Mengenakan balutan busana malam yang tidak pernah ia liat sebelumnya.

__ADS_1


Miranda kala itu mengenakan potongan busana malam yang begitu menantang dan menggoda.


Sebagai seorang Pria normal. Tentu saja hal itu sudah cukup membuat libido Wisnu naik.


Wisnu tiba-tiba langsung teringat dengan mantan istrinya. Dulu Renata selalu mengenakan gaun malam ketika ia hendak tidur.


Dan malam ini. Penampilan Miranda jadi mengingat kan Wisnu pada sang istri yang sudah setahun lebih meningal.


Dengan langkah pelan. Wisnu mendekati Miranda. Semakin mendekati sang istri, hasrat Wisnu untuk melakukan hubungan badan dengan Miranda semakin kuat.


Kini, Wisnu sudah mengungkung tubuh Miranda. Wisnu kemudian memerhatikan wajah Miranda dengan begitu lekat.


Sejurus kemudian, Wisnu melabuhkan satu kecupan ke pipi Miranda.


Apalagi kalau bukan karena ciuman yang Wisnu daratkan ke pipi Miranda. Bekas cukur rambut rambut halus di sekitar dagu dan kumis Wisnu sepertinya sudah menggelitik Miranda.


"Mas." desah Miranda dengan suaranya yang serak.


"Mir, aku sedang ingin." bisik Wisnu. Yang tanpa persetujuan langsung menyerang leher jenjang Miranda.


Miranda yang tau dengan kebutuhan se*sual sang suami pun kemudian menyambut dengan baik.


Dengan mengalungkan kedua tangannya ke leher Wisnu. Miranda menjadi seolah-olah juga be*na*su sama.

__ADS_1


Setelah melakukan pemanasan dengan saling berciuman. Wisnu kini memegang kendali.


Ia menggulingkan tubuhnya ke samping dan memaksa Miranda untuk berada di atasnya.


"Aku suka berada di bawah Mas." bisik Miranda.


"Bagaimana kalau kamu dulu an yang memulai. Aku ingin kita sama sama merasakannya. Mulai sekarang, cobalah untuk bebas berekspresi. Tujukan semua keinginan mu pada ku. Dan aku juga akan menunjukan kemauan ku pada mu." tutur Wisnu yang kini jadi memangku Miranda.


"Mari kita buang rasa canggung dan rasa malu itu. Kita bisa menjadi suami istri sepenuhnya sayang." ucap Wisnu dengan jelas.


Sayang.


Sudah hampir dua tahun menikah. Barulah pada malam itu Wisnu memanggil Miranda dengan sebutan sayang.


"Sayang, sebuah panggilan yang aku tunggu tunggu ini akhirnya aku dengar juga Mas." ucap Miranda sambil tersenyum manis pada Wisnu.


Sambil masih berada di pangkuan Wisnu. Miranda kini semakin mengeratkan pelukannya pada Wisnu.


Seperti yang Wisnu mau, Miranda pun memulai permainan.


Berawal dengan saling memberikan ciuman panas dan saling memberikan sentuhan sentuhan lembut. Miranda dan Wisnu semakin di bawa pada gairah yang panas.


Miranda kemudian melepaskan satu persatu kancing baju yang masih terpasang di baju piyama Wisnu. Sedangkan Wisnu juga melepas gaun malam yang Miranda kenakan.

__ADS_1


Setelah keduanya kini saling polos dan kulit mereka sudah seperti puzzle yang melekat sempurna. Mereka akhirnya melakukan ritual bersenggama dengan begitu intens dan saling memuaskan satu sama lain.


__ADS_2