
"Ma, aku ke sini tidak bermaksud untuk kembali ke rumah. Aku ke sini hanya ingin melihat Mama. Karena aku sudah melihat Mama. Biarkan aku kembali pergi. Aku tidak pantas untuk kembali ke rumah ini Ma." ucap Tristan.
"Kamu ini bicara apa Nak. Ini adalah rumahmu. Ini adalah tempat tinggal mu. Ayo masuk, Mama tidak mengizinkan kamu pergi. Mama tidak akan membiarkan kamu pergi lagi." ucap Aminah sambil menarik tangan Tristan. Tapi Tristan menahan tangannya.
"Ma, aku tidak ingin bertemu dengannya. Aku tidak ingin merusak suasana."
"Semua sudah berubah Tristan. Mama akan ceritakan semuanya. Mama mohon Nak, ayo masuk."
Karena tidak ingin membuat namanya sedih. Tristan akhirnya mau masuk ke dalam rumah.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Sejenak, Aminah mengamati wajah Tristan. Anaknya itu kini telah banyak berubah secara fisik.
__ADS_1
Tubuh Tristan terlihat lurus, penampilannya juga sangat berantakan. Rambutnya terlihat gondrong sangat tidak terawat.
"Nak kamu sudah makan?" tanya Aminah lembut sambil mengelus punggung Tristan.
"Sudah Ma."
"Tapi kamu sepertinya belum makan. Mama ambilkan makan dulu ya. Kamu makan dulu." ucap Aminah lembut pada putra keduanya tersebut.
"Kamu ini bicara apa Tristan. Jangan sakiti hati Mama dengan kalimat seperti itu. Kamu tetap anak Mama. Kamu bukanlah anak yang selalu menyusahkan kita. Ini adalah rumah mu. Tempat tinggal mu. Mama tidak mau kamu pergi lagi. Apa kamu tidak kasian sama Mama. Mama setiap saat sedih jika ingat kamu Nak." ucap Aminah sambil terisak-isak.
"Kamu ke mana saja selama ini. Mama mencari mu, kakakmu juga mencari mu. Tetapi kami tidak bisa menemukanmu. Setiap malam Mama berdoa untukmu. Agar suatu saat kamu bisa pulang kembali ke rumah. Dan permintaan Mama terkabul sekarang. Berjanjilah di hadapan Mama. Kamu tidak akan pergi lagi dan akan tetap di sini."
"Tidak bisa Ma, aku tidak bisa tinggal di sini. Aku tidak ingin menghancurkan ke bahagian Kak Wisnu dan juga Miranda. Biarkan mereka hidup bahagia dan tenang Ma."
__ADS_1
"Banyak hal yang tidak kamu ketahui tentang mereka Tristan. Mereka harus bisa berdamai dengan masa lalu. Kamu adalah anak Mama. Wisnu dan Miranda memang sudah bahagia. Dan Mama yakin, mereka tidak akan terganggu jika kamu sudah kembali ke rumah ini." jelaskan Aminah.
"Anak mu sangat cantik. Dia sangat mirip denganmu. Tadi kau pasti sudah melihatnya."
Tristan kemudian mendengus, dan tersenyum getir. Ia pun kemudian menundukkan wajahnya.
"Iya, aku melihatnya tadi. Tapi dia sepertinya takut denganku."
"Namanya Jasmine, dia anak yang pandai."
"Tapi Tristan bukanlah ayah yang baik untuknya Ma. Sebaliknya, aku sangat jahat padanya dulu. Aku tidak pantas disebut seorang ayah. Aku tidak pantas di panggil Ayah oleh Jasmine. Biarkan dia hanya tau kak Wisnu adalah satu satunya ayahnya."
"Sudah jangan membahas itu Tristan. Jangan buat mama sedih, untuk yang lain kita bicarakan baik-baik nanti. Mari lupakan masa lalu, kita saat ini berada di masa yang sekarang. Jadi kamu tidak perlu khawatir." ucap Aminah pada menangkan sang anak.
__ADS_1