Suami Pengganti Untuk Miranda

Suami Pengganti Untuk Miranda
Dia Kembali


__ADS_3

"Jika seumpama dia kembali. Aku ingin kita tidak tinggal di rumah besar Mas. Aku ingin kita pindah ke apartemen atau kemana saja. Asal tidak di rumah. Aku tidak bisa serumah dengan nya jika misalnya suatu saat ia pulang." ucap Miranda tegas.


"Ia, aku paham. Hal itu bisa kita bicarakan nanti. Lagi pula sampai detik ini Mas juga belum tahu dimana dia dan bagaimana nasibnya. Sejak kepergian dia dua tahun lalu. Dia benar-benar menghilang. Aku sudah berusaha untuk mencarinya tapi hasilnya masih nihil. Mas hanya kasian sama Mama. Karena ia kepikiran Tristan terus." jawab Wisnu bijak.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Wisnu dan Miranda benar-benar menikmati kebersamaan mereka selama berada di Eropa.


Sudah adanya perasaan saling mencintai terhadap satu sama lain. Membuat Wisnu dan juga Miranda tidak segan lagi untuk menunjukkan perhatian dan sikap romantis mereka.


Miranda bahkan sesekali terlihat menyuapkan makanan ke mulut Wisnu. Mereka juga tak segan untuk saling berbagi ice-cream.


Berjalan sambil bergandengan tangan. Wisnu dan Miranda menikmati keindahan kota-kota indah Roma Italia


Tidak hanya di Itali. Wisnu dan Miranda juga pergi menikmati keindahan alam di negara Eropa lainnya.


Dan negara Swiss menjadi negara pilihan lain mereka untuk di kunjungi.


Tidak banyak hal yang mereka lakukan selama liburan kecuali mereka bersenang-senang menikmati tempat indah, berkunjung ke berbagai tempat bersejarah, dan kemudian ia mereka akan kembali ke hotel untuk beristirahat dan untuk menikmati kebersamaan berdua dengan penuh ke intiman.

__ADS_1


Tidak lupa selama mereka berbulan madu baik Miranda dan juga Wisnu berusaha untuk bisa meningkatkan kualitas keintiman mereka agar setelah mereka pulang ke Indonesia Miranda bisa hamil.


Karena Wisnu sudah sangat ingin memiliki keturunan dari sang istri Miranda


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Seorang Pria dengan badan kurus, mata cekung dan penampilan yang begitu kusut. Tengah berdiri di depan gerbang di rumah besar di kediaman Prawira.


Seseorang itu nampak memperhatikan keadaan di sekitar rumah.


Saat seseorang itu hendak berpaling dan akan pergi meninggalkan gerbang. Seorang anak kecil menaiki sepeda mini beroda tiga menyita perhatian Pria itu.


Pria itu kemudian menatap anak kecil yang menghentikan laju sepedanya tersebut. Anak tersebut juga terlihat mengamati Pria itu dengan tatapan aneh.


Saat ia di perhatikan Pria yang berdiri mematung di hadapannya yang terhalang jeruji besi gerbang. Jasmine menatap Pria tersebut dengan tatapan aneh bercampur rasa takut.


Jasmine yang terlihat takut kemudian pelan-pelan berinsut dari sepeda roda tiganya dan ia langsung berlari menuju ke dalam rumah.


Tak berselang lama. Jasmine kembali ke luar sambil menggandeng sang nenek Aminah.

__ADS_1


Aminah seketika langsung membeku di tempatnya. Saat ia tau siapa Pria yang mematung di balik pintu gerbang.


"Tristan!" seru Aminah.


Aminah pun langsung bergegas berjalan ke arah gerbang dan keluar dari gerbang.


"Tristan!" seru lagi Aminah yang kemudian langsung memeluk memeluk dengan erat Pria tersebut yang ternyata adalah Tristan anaknya.


"Benarkah ini kamu Nak. Anak ku Tristan." Aminah kembali memeluk sang anak yang sudah lama tidak pulang ke rumah.


"Ma, aku ke sini tidak bermaksud untuk kembali ke rumah. Aku ke sini hanya ingin melihat Mama. Karena aku sudah melihat Mama. Biarkan aku kembali pergi. Aku tidak pantas untuk kembali ke rumah ini Ma." ucap Tristan.


"Kamu ini bicara apa Nak. Ini adalah rumahmu. Ini adalah tempat tinggal mu. Ayo masuk, Mama tidak mengizinkan kamu pergi. Mama tidak akan membiarkan kamu pergi lagi." ucap Aminah sambil menarik tangan Tristan. Tapi Tristan menahan tangannya.


"Ma, aku tidak ingin bertemu dengannya. Aku tidak ingin merusak suasana."


"Semua sudah berubah Tristan. Mama akan ceritakan semuanya. Mama mohon Nak, ayo masuk."


Karena tidak ingin membuat Mamanya sedih. Tristan akhirnya mau masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2