Suami Pengganti Untuk Miranda

Suami Pengganti Untuk Miranda
Janji Wisnu


__ADS_3

Dan malam itu untuk pertama kalinya. Miranda berada di meja makan bersama dengan keluarga besar Prawira.


Suasana hening nampak menyelimuti ruang meja makan. Keluarga itu memang sudah terbiasa menikmati makan di ruang makan dengan suasana hening.


Kini, kursi di sebelah Wisnu terdapat seseorang yang duduk di sana. Seorang wanita yang telah resmi menjadi menantu di keluarga besar Prawira. Wanita tersebut adalah Miranda.


Aminah nampak mengamati Miranda ketika Miranda sedang menikmati makan malamnya di samping Wisnu.


Miranda terlihat menundukkan wajahnya dan sepertinya ia masih sangat canggung dan belum terbiasa dengan keluarga barunya.


"Anggaplah seperti rumah sendiri Miranda." Tutur Aminah, bersuara untuk menetralisir keheningan kala itu.


Karena namanya disebut. Miranda kemudian mengangkat kepalanya dan tersenyum manis pada ibu mertuanya.


"Semoga pernikahan kalian bahagia. Aku harap, kalian bisa saling menerima sering waktu. Meski kalian mungkin sama-sama masih asing." imbuh Aminah lagi.

__ADS_1


Baik Miranda dan Wisnu hanya tersenyum tipis menanggapi pesan mamanya.


"Dan untuk kamu Wisnu. Papa berikan tugas untuk mu. Untuk melacak keberadaan Tristan. Jika kamu sudah mengetahui keberadaannya, laporkan sama Papa."


"Iya Pa." jawab Wisnu patuh.


"Aku yakin anak itu tidak akan lama menghilang. Paling cuma beberapa bulan dan dia akan muncul lagi. Pergi dari rumah bukan hal yang pertama kali untuk anak itu kan. Papa akan membekukan semua ATM dan aliran dana untuk Tristan. Hal itu Papa lakukan sebagai bentuk hukum untuk Tristan." ucap Prawira yang selalu keras pada anak sulungnya itu. Karena sikap Tristan kerap kali membuatnya kecewa dan malu.


"Jangan sekejam itu sama anak sendiri Pa. Bagaimanapun Tristan juga anak kita." protes Aminah.


Dan, kini menyisakan Wisnu dan Miranda yang masih ada di meja makan.


"Kenapa kamu dan Tristan begitu berbeda sifatnya. Padahal kan kalian saudara dan di besarkan bersama?" Tanya Miranda yang sangat penasaran karena sikap Wisnu dan Tristan begitu mencolok berbeda.


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Mungkin karena Tristan anak terakhir. Dari kecil dia sudah dimanjakan oleh kemewahan. Mungkin hal itu yang membuat Tristan berbeda. Pergaulan dia juga berbeda dari ku atau dari salimar, adik ku yang lain yang kini tinggal di Amerika." jelas Wisnu.

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan malam. Miranda dan juga Wisnu masuk ke kamar mereka.


Sesampai Miranda di kamar. Miranda kemudian berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan menggosok gigi.


Setelah selesai dengan ritualnya. Miranda keluar dari kamar mandi dengan sudah mengenakan pakaian tidur.


Setelah itu, Miranda dengan sangat canggung naik ke atas tempat tidur Wisnu dan diam di sana.


"Wisnu yang baru selesai dari kamar mandi langsung berjalan menuju sofa panjang yang ada di sudut kamarnya. Sebelum ia berjalan menuju sofa, dia mengambil satu bantal dan meletakkan bantal tersebut di sofa itu."


"Selamat beristirahat Miranda. Tidurlah dengan nyenyak, tempat tidur itu sekarang milikmu. Jangan kawatir, aku berjanji tidak akan menyentuh mu. Jadi, seperti yang Mama ku bilang. Anggaplah di sini seperti rumah mu sendiri. Soal bagaimana nanti kedepannya soal pernikahan kita. Aku serahkan semua sama kamu. Kami hanya ingin menunjukan sikap bahwa kami bertanggung jawab atas semua kesalahan yang di ciptakan Tristan sama kamu. Keluarga ku akan memulihkan nama baik mu." ucap Wisnu pada Miranda sebelum ia memejamkan matanya.


Miranda yang kala itu duduk di atas ranjang merasa sedikit lega. Karena di luar dugaannya. Ternyata ia di terima di keluarga barunya itu.


Bagaimana selanjutnya dengan rencana miranda. Miranda pun tidak tau.

__ADS_1


__ADS_2