Suami Pengganti Untuk Miranda

Suami Pengganti Untuk Miranda
Suami pengganti


__ADS_3

Dan hari itu pun tiba. Rencananya pernikahan Tristan dan juga Miranda akan dilangsungkan secara sederhana dan hanya dihadiri oleh keluarga kedua belah pihak.


Acara ijab kabul nya akan dilakukan di sebuah masjid yang tak jauh dari rumah Miranda.


Miranda menginginkan pernikahan itu untuk sebuah status. Bukan untuk menjalani pernikahan yang sesungguhnya.


Itu sebabnya Miranda membuat perjanjian pernikahan dengan Tristan.


Dengan sudah menentukan waktu dan tempat yang telah disepakati pada hari itu. Miranda, ayah dan ibunya datang menuju ke lokasi yang sudah ditentukan.


Sedangkan disisi lain, Tristan dan anggota keluarga yang lainnya masih berada di rumah dan sedang bersiap-siap.


Setelah semua kini siap, Wisnu yang sejak tadi sudah mondar-mandir nampak cemas.


"Tristan mana sih. Lama sekali, acaranya kan jam 9." Wisnu nampak sudah tidak sabaran.


Kemudian Wisnu naik ke lantai dua ke kamar sang adik.


"Abang, Papa dan Mama berangkat duluan saja. Nanti aku menyusul." jawab Tristan ketika Wisnu mendatangai nya.


"Kenapa tidak sekalian saja Tristan. Kita juga sudah terlambat ini. Jangan buat mereka menunggu. Biasanya penghulunya masih banyak tugas untuk menikahkan orang di tempat lain." ucap Wisnu.


"Iya aku tau, sudah jangan ngomel. Aku mau mandi dulu." jawab Tristan enteng.


"Kamu seperti tidak niat menikah saja. Aku sama Mama dan Papa berangkat duluan. Tidak enak jika keluarga kita belum juga hadir di sana. Kita sudah telat, jangan ulur waktu." tukas Wisnu sebelum ia berlalu dari kamar sang Adik.

__ADS_1


"Mana Tristan?" tanya Prawira, saat melihat Wisnu menuruni anak tangga sendirian.


"Dia baru saja bangun. Kita berangkat dulu an saja Ma, Pa. Tidak enak sama keluarga Miranda. Nanti Tristan akan menyusul." jelas Wisnu.


"Anak itu, benar benar selalu membuat jengkel." Prawira nampak kesal dengan ulah sang anak.


Di sebuah masjid, kini kedua keluarga sudah berkumpul. Baik keluarga Miranda dan juga keluarga Tristan.


Miranda juga sudah siap dan duduk di depan penghulu. Dengan balutan kebaya dan dandanan sederhana.


Setelah menunggu beberapa jam. Tristan tidak juga kunjung datang.


Dan hal itu sudah membuat jengah semua orang yang sudah hadir di sana.


"Wisnu kenapa adikmu lama sekali. Seharusnya dia sudah datang. Kenapa dia juga belum sampai." Prawira nampak sudah tidak sabar.


Setelah mencoba menghubungi ponsel milik Tristan beberapa kali. Wisnu tidak dapat tersambung dengan nomor ponsel Tristan.


Wisnu kemudian mengulangi panggilan teleponnya untuk menghubungi sang adik, tetapi panggilannya gagal.


Setelah tidak berhasil menghubungi adiknya. Wisnu kemudian menelepon orang rumah dan menanyakan apakah Tristan masih ada di rumah atau sudah pergi.


Setelah tanya oleh orang rumah, orang rumah bilang jika Tristan sudah pergi beberapa menit yang lalu.


Setelah memastikan Tristan sudah tidak ada di rumah. Wisnu kembali kepada orang tuanya. Dan memberitahukan jika mungkin Tristan sedang dalam perjalanan menuju lokasi acara.

__ADS_1


Karena mereka sudah lama menunggu, kini membuat Miranda jadi berpikiran buruk terhadap Tristan.


"Wisnu, apakah Tristan berupaya untuk kabur?" tanya Miranda pada Wisnu.


"Mungkin Tristan sedang menuju kemari."


"Mustahil. Ini sudah satu setengah jam dan dia belum datang. Seorang pengecut memang selamanya akan menjadi seorang pengecut. Jika dia tidak datang, aku akan melanjutkan kasus nya. Dan akan ku serahkan kembali berkas nya kepolisi. Aku tidak main main dengan ancaman ku." ancam Miranda, berbicara pada Wisnu.


Wisnu hanya bisa mendengar kan saja ancaman Miranda.


Karena sudah terlalu lama menunggu. Pak Hadi kemudian mendekati keluarga Tristan. Dan menanyakan tentang Tristan. Prawira tidak bisa menjawab apa apa.


Di saat mereka kini semua di landa kegentingan karena ulah Tristan. Satu buah pesan masuk terdengar di ponsel milik Wisnu.


Bang, aku ingin memberitahu kepada kalian semua. Jika aku tidak bisa datang ke acara pernikahan aku dengan Miranda. Maaf, aku tidak akan menikahi Miranda. Aku pergi meninggalkan rumah dan aku tidak tahu kapan aku akan kembali. Jangan mencari ku dan jangan menunggu ku kapan aku pulang. Karena aku tidak akan pernah kembali ke rumah. Ada dua kekecewaan yang aku rasakan pada kalian semua. Aku kecewa pada Miranda karena ia membuat perjanjian itu dan kedua, aku kecewa dengan Papa. Karena dia selalu tidak adil pada ku. Tapi tidak apa apa. Bilang sama Papa, aku akan buktikan jika aku juga hebat. Sampaikan permintaan maaf ku kepada Mama. Aku sayang Mama, dan untuk Papa. Papa tidak perlu lagi marah-marah denganku karena aku telah pergi meninggalkan rumah untuk selamanya. Katakan juga kepada wanita picik itu. Aku tidak sudi untuk menikahinya. Maaf Tristan.


Setelah membaca isi pesan tersebut. Wisnu kemudian memberitahukan kepada Papa dan Mamanya.


Mendengar anak sulungnya pergi meninggalkan rumah. Langsung membuat Mamanya Tristan pingsan.


Karena mengaggap acara pernikahan telah gagal. Miranda dengan sangat marahnya berdiri dan mengatakan kepada Wisnu bahwa dia tidak main-main dengan ancamannya.


"Aku bersumpah, setelah dari tempat ini aku akan langsung ke kantor polisi dan melanjutkan kasus adik mu." ancam Miranda pada Wisnu.


Karena saat ini Wisnu sebagai perwakilan keluarga merasa sangat disudutkan. Kemudian terlintas dalam pikiran Wisnu untuk menggantikan posisi Tristan.

__ADS_1


"Miranda, aku yang akan menggantikan Tristan. Aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahimu." Dan, apa yang telah di katakan Wisnu tak pelak membuat orang tua Miranda dan Prawira terperanjat dan melayangkan padang ke arah Wisnu.


__ADS_2