Suami Pengganti Untuk Miranda

Suami Pengganti Untuk Miranda
Pesan Tristan


__ADS_3

Bu Aminah kaget, ketika ia memasuki kamar Tristan untuk mengajak anak laki-laki itu sarapan. Tetapi ia hanya mendapati sebuah pesan yang Tristan tulis yang ia letakkan di atas tempat tidurnya.


Aminah Langsung menangis histeris setelah ia membaca isi pesan tersebut.


Wisnu dan juga Miranda yang kala itu sudah berada di meja makan, langsung bergegas menuju kamar Tristan.


Dengan berlari, Wisnu terkaget saat mendengar suara tangisan mamanya kala itu.


"Ma, ada apa? Kenapa Mama menangis?" tanya Wisnu penuh kekhawatiran terhadap sang Mama.


"Tristan, Wisnu. Tristan." ucap Bu Aminah dengan sendu. Kemudian ia memberi pesan surat yang Tristan tingalkan di atas tempat tidur tadi pada Wisnu.

__ADS_1


Wisnu kemudian meraih secarik kertas yang di berikan oleh Mamanya. Dengan seksama, Wisnu membacanya.


Pertama-tama, aku ucapkan terima kasih untuk Mama. Yang telah merawat dan juga membesar ku selama ini dengan penuh kasih sayang. Untuk Papa, maafkan Tristan ya Pa. Selama ini, Tristan tidak pernah menjadi anak kebanggaan Papa. Tristan selalu menentang Papa. Justru aku hanya membuat kalian semua susah karena ulah ku. Aku minta maaf. Dan sekarang, aku tidak ingin menjadi beban keluarga lagi. Sudah cukup bagi aku selama ini membuat keluarga kita terus mendapatkan masalah. Untuk bang Wisnu. Terima kasih sudah menggantikan aku untuk menikahi Miranda. Tolong bahagiakan Miranda dan sayangi Jasmine. Aku tahu, Abang bisa membahagiakan Miranda dan juga bisa melindungi Jasmine. Tidak banyak kata yang ingin aku sampaikan untuk kalian semua. Aku hanya bisa mengucapkan permintaan maaf dan terimakasih. Aku pergi Ma. Aku sayang Mama. Dan kali ini, aku pergi untuk selamanya dan tidak akan pernah kembali ke rumah. Semoga keluarga kita selalu mendapatkan perlindungan dari Tuhan dan selalu diberikan kebahagiaan. Salam sayangku untuk kalian semua. Dan untuk Miranda, sekali lagi aku minta maaf. Maafkan aku, salam sayang untuk Jasmine. Selama tinggal.


Pesan itulah yang Tristan tulis dan tinggalkan di atas tempat tidurnya.


Pagi itu sebenarnya Aminah hendak membangunkan Tristan dan mengajak ia bersarapan.


Tangan Wisnu nampak gemetar setelah membaca pesan yang sang adik tinggalkan.


Miranda yang tengah berada di ambang pintu pun juga terlihat sedih.

__ADS_1


Setelah membaca isi pesan itu. Wisnu langsung menuju ruang tengah. Di mana ia meletakkan alat recorder CCTV yang ada di rumah itu.


Wisnu kemudian mengecek CCTV yang ada di halaman depan rumah. Setelah mengecek rekaman CCTV tersebut. Benar saja, Tristan nampak keluar dari rumah tanpa membawa apapun. Dia keluar dari kamar jam 04.00 pagi.


"Wisnu, jangan biarkan mama sedih lagi nak. Mama baru saja lega setelah Tristan kembali. Jangan buat Mama sedih lagi karena merindukan Tristan. Cari Tristan dan bawa kembali dia kembali ke rumah ini. Mama mohon Wisnu." ucap Bu Aminah. Dengan berderai air mata.


"Ia Ma, Wisnu akan mencari Tristan." ucap Wisnu, sambil memeluk sang Mama.


"Mama tidak mau kehilangan anak Mama lagi. Tristan sudah banyak berubah. Dia juga menjadi anak yang baik. Apa yang sebenarnya mengganggu pikirannya. Kenapa dia harus pergi lagi setelah dua tahun ia menghilang. Firasat Mama tidak enak Wisnu. Mama tidak tenang."


"Mama tenang ya, Wisnu pasti bisa temukan Tristan lagi. Jangan kawatir Ma." ujar Wisnu, menenangkan Mamanya.

__ADS_1


__ADS_2