
Berada di dalam kamarnya. Kini Tristan dibuat sangat frustrasi dengan ancaman Miranda.
Jika benar Miranda mempunyai semua bukti-bukti tentang perkosaan yang ia lakukan pada wanita itu. Sudah pasti ia akan masuk penjara. Jika benar Miranda akan memenjarakan dirinya.
Keinginan Miranda hanyalah pengakuan dan tagung jawaban dari Tristan. Tapi Tristan justru malah menyangkal.
Bagi Tristan, hal itu tidak ingin ia jalani. Ia masih ingin bebas dan lepas dari semua tagung jawab.
Apalagi soal menikah. Jelas itu belum ada sama sekali dalam daftar list rencananya.
Tristan juga tidak mengira, jika Miranda akan melawannya.
Padahal ia sudah mengancam wanita itu untuk tidak buka suara tentang semua yang sudah terjadi.
Tapi tindakan Miranda saat ini di luar dugaan Tristan.
Ancaman pertama yang di lakukan Tristan tidak main main. Tristan lah yang membuat Miranda tidak bisa lagi bekerja di villa itu.
Sudah tiga Minggu ini Miranda di pecat dari tempat ia mencari uang di sana.
Hal itu bagian dari ancaman dan usaha yang dilakukan oleh Tristan demi namanya tidak tercemar. Dan juga untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti Miranda akan membuka aibnya.
Tapi yang terjadi malah Miranda langsung mendatangi rumahnya dan memberitahu kepada orang tuanya jika ia telah berbuat asusila terhadap wanita itu.
__ADS_1
Nyatanya, Tristan memang sudah melakukan pemerkosaan itu sebanyak dua kali pada Miranda.
"Ternyata perempuan itu berani juga. Seharusnya aku tidak hanya memecatnya, tetapi aku harusnya juga mempermalukannya. Tapi jika saat ini aku lakukan itu. Semua sudah terlambat. Mudah-mudahan bukti-bukti yang ia punya lemah dan tidak bisa menyeret ku. Lihat saja Miranda, aku akan menyiapkan seorang pengacara yang akan membelaku. Yang akan mematahkan semua dugaan-dugaan mu dan sangkaan mu terhadap diriku." ucap Tristan dengan nada gusar.
Saat Tristan merasa tidak bisa tenang karena ancaman Miranda. Sebuah ketukan pintu mengagetkan Tristan.
Tristan pun bergegas menuju pintu dan membukakan pintu kamarnya.
"Mama." Yang mendatangi kamar Tristan ternyata adalah Aminah, Mamanya Tristan. Aminah kemudian langsung masuk dan duduk di sisi rajang milik putranya.
"Tristan, apakah benar, tuduhan yang mereka layangkan sama kamu. Benar kamu telah memperkosa wanita itu?" Tanya Aminah pada putra sulungnya.
"Mereka hanya main tuduh Ma. Tristan tidak mengenal Miranda itu." sangkal Tristan.
Tristan nampak makin gelisah, ia hanya bisa berjalan mondar-mandir.
"Kami melakukannya suka sama suka, aku tidak memperkosanya." jawab Tristan akhirnya mengakui, tapi ia berbohong tentang kebenarannya.
Mendengar pengakuan putranya, Aminah pun kemudian bereaksi.
"Tristan, kenapa sikap kamu tidak berubah Nak. Mama sudah berulang kali memperingatkan mu. Jangan pernah melakukan hubungan badan di luar pernikahan. Tetapi nyatanya kamu belum sembuh juga dengan kebiasaan mu itu. Bagaimana papamu bisa percaya sama kamu kalau hidupku saja masih seperti itu."
"Terus aja mah membanding-bandingkan Tristan dengan anak-anak Mama yang lain." Ucap Tristan, yang merasa jika dirinya selalu disudutkan dan di bandingkan dengan kedua saoudaranya yang lain.
__ADS_1
"Tristan kamu ini juga anak Mama. Seorang Mama itu tidak pernah pilih kasih terhadap anak-anaknya. Jika semua anak-anak Mama melakukan kesalahan. Sudah pasti Mama akan tegur. Begitu pula dengan diri mu. Mama menasehati mu karena Mama sayang kamu Nak. Mama sudah beberapa kali memperingatkan kamu soal kebiasaan kamu yang suka main perempuan. Wanita yang bernama Miranda itu bukanlah satu-satunya wanita yang pernah datang ke rumah ini Tristan. Sudah ada beberapa wanita lain yang datang ke rumah ini dan meminta pertanggungjawaban mu. Bahkan mereka ada yang bercerita mereka telah menggugurkan kandungannya gara-gara kamu tidak mau menikahi mereka. Dan ini untuk kesekian kalinya terjadi lagi. Tristan, mereka mengancam kamu untuk menyeret mu ke penjara jika kamu tidak mau bertanggung jawab. Berhentilah melakukan hal hal yang bisa merugikan dirimu sendiri. Mama itu sayang sama kamu Nak. Jangan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain juga. Belajarlah untuk hidup lebih baik. Tinggalkan kebiasaan mu tidur dengan perempuan, bermain judi, dan mabuk. Mama yakin Nak, kamu bisa menjadi seseorang yang lebih baik. Mama tidak pernah membandingkan kamu dengan Wisnu atau kakakmu salimar. Mama sayang kalain semua."
Mendengar nasihat sang Mama Tristan hanya diam tak bergeming.
"Terimakasih sudah menasehati Tristan Ma. Maaf, Tristan mau pergi dulu." tutur Tristan yang kemudian langsung berlalu dari hadapan mamanya
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Sedangkan di rumahnya Miranda. Miranda benar-benar serius dengan ancamannya yang akan melaporkan Tristan ke polisi.
Kini Miranda telah mengumpulkan berbagai macam bukti-bukti yang telah ia dapatkan saat ia diperkosa dua kali oleh Tristan.
Dia sebenarnya telah melakukan visum terhadap dirinya sendiri di sebuah rumah sakit pada saat pertama kali ia dilecehkan di Villa oleh Tristan.
Dan kedua, ia juga melakukan visum saat Tristan melakukan pemerkosaan terhadap dirinya di apartemen.
Dalam rentang waktu sebulan ini, Miranda sudah sangat cermat mengumpulkan berbagai macam barang bukti.
Miranda juga masih menyimpan sprei yang ada noda bercak-bercak darah dari villa. Tempat ia di perlakukan tidak manusiawi oleh Tristan pertama kali.
Miranda sengaja menyimpan sprei itu sebagai barang bukti juga.
Dan masih banyak bukti-bukti lain yang Miranda sudah kantongi.
__ADS_1
Miranda juga sudah berkonsultasi dengan seorang teman yang paham soal hukum. Semua barang bukti yang Miranda punya sudah cukup kuat untuk bisa menjerat sang pelaku, Tristan ke ranah hukum dengan tuduhan pemerkosaan dan pelecehan.