Suami Pengganti Untuk Miranda

Suami Pengganti Untuk Miranda
Permintaan maaf Tristan pada Miranda


__ADS_3

"Bu, ada tamu untuk Bu Miranda di luar" ucap Tari, sekertaris Miranda yang kala itu datang memberikan laporan pada Miranda di ruangannya.


"Siapa?" tanya Miranda bigung. Karena ia merasa tidak punya tamu siapapun yang akan menemui dirinya siang itu.


"Pak Tristan." jawab sekertaris Miranda.


"Tristan."


"Iya, Pak Tristan ada di luar. Dan saya di suruh kemari untuk memberi tau Bu Miranda. Jika Pak Tristan ingin bertemu dengan Ibu." Mendengar penjelasan Tari membuat Miranda berfikir.


Jika Tristan mau, sebenarnya ia bisa langsung saja masuk ke keruangannya tanpa perlu lapor. Karena bagaimanapun, perusahaan yang saat ini ia pegang adalah perusahaan papanya, Prawira.


Hal yang aneh jika Tristan sampe minta izin dulu untuk menemui dirinya.

__ADS_1


"Bagaimana Bu? Apa Pak Tristan di izinkan masuk?" tanya Tari lagi.


"Suruh dia masuk." Tidak ada pilihan lain bagi Miranda untuk tidak mempersilahkan Tristan masuk.


Miranda juga penasaran. Ada hal apa yang membuat Tristan sampai menemui dirinya di kantor.


Dan, tak berselang lama, Tristan masuk.


Miranda tidak menjawab. Ia hanya menatap Tristan sekilas, lalu ia Miranda berpura pura sibuk dengan beberapa file di tangannya.


"Kamu tidak perlu pergi meninggalkan rumah besar karena aku Miranda. Akulah yang akan pergi dari rumah." ucap Tristan.


Membahas soal pergi dari rumah, pikiran Miranda langsung tertuju pada Wisnu. Apa mungkin Wisnu cerita pada Tristan. Jika ia berkeinginan untuk pergi dari rumah besar, pikir Miranda.

__ADS_1


"Apa Wisnu bercerita sama kamu. Soal aku yang ingin pindah dari rumah besar." ujar Miranda.


"Mama yang cerita. Karena Bang Wisnu minta izin sama Papa dan Mama untuk pergi meningalkan rumah. Jika niat mu pergi meninggalkan rumah karena aku. Sebaiknya kamu jangan lakukan itu. Kamu dan Bang Wisnu tetaplah tingal bersama Papa dan Mama. Aku yang akan pergi." jawab Tristan.


"Aku pergi bukan karena kamu. Itu karena sudah menjadi rencana ku dan Wisnu. Kami sudah menikah dan kami berhak menentukan dimana kami akan tingal." sergah Miranda.


"Papa dan Mama sudah tua. Mereka juga sakit sakitan akhir akhir ini. Kasian mereka jika kalian pergi. Mereka pasti akan sangat kesepian. Hiburan mereka saat ini hanyalah dengan Jasmine."


"Jangan panggil nama anak ku." seru Miranda, ia tidak suka jika Tristan menyebut nyebut nama Jasmine anaknya.


Entah apa yang membuat Miranda tidak suka jika Tristan menyebut nama anaknya, Jasmine.


"Miranda, aku minta maaf. Aku tahu kamu sangat membenciku. Aku juga tidak memaksa mu untuk memaafkan diriku. Aku salah dan sangat berdosa pada mu. Meskipun seumur hidup kamu tidak mau memaafkan aku tidak apa apa. Tapi aku tetap akan minta maaf selalu dengan mu. Dan hari ini, dengan segala kerendahan hati dan penyesalan ku. Aku minta maaf kepada mu Miranda. Maafkanlah semua perbuatan ku yang pernah menyakiti mu di masa lalu. Aku menyesal dan menyadarinya. Dan aku berpesan pada mu Miranda. Jangan pernah katakan aku adalah ayah biologis Jasmine. Jangan pernah beri tau dia jika akulah sebenarnya ayahnya. Ia tidak boleh tahu aku adalah ayahnya yang sebenarnya. Yang harus Jasmine tau ayahnya adalah Wisnu. Aku doakan kehidupan rumah tangga mu dan Bang Wisnu selalu bahagia. Aku tidak akan pernah pulang lagi ke rumah. Berbahagialah hidup bersama abang. Dia orang yang baik dan sangat bertanggung jawab. Kau pasti akan bahagia bersamanya. Hanya itu yang ingin aku sampaikan dengan mu. Selamat tinggal Miranda, sekali lagi. Aku minta maaf." ujar Tristan, kemudian ia membungkuk dan setelah itu ia pergi.

__ADS_1


__ADS_2