Suami Pengganti Untuk Miranda

Suami Pengganti Untuk Miranda
Kebencian Miranda pada Tristan


__ADS_3

Malam itu Miranda pergi ke dapur untuk membuatkan susu dan juga roti untuk Jasmine. Karena Jasmine masih merasa lapar.


Ketika Miranda dan Jasmine tengah berada di dapur. Tristan tak sengaja juga tengah berada di dapur untuk mengambil sesuatu.


Miranda dan Tristan sama sama terkejut ketika mendapati mereka bertemu di dapur.


Sejenak, pandangan Tristan dan juga Miranda beradu.


Tidak mau lama-lama memandang wajah Tristan. Miranda lantas menundukkan pandangannya dan fokus untuk membuatkan roti untuk Jasmine.


"Malam Paman Tristan, kok Paman belum tidur?" sapa Jasmine pada Tristan.


"Malam juga Jasmine, Paman haus, paman sedang ingin ambil air putih." ujar Tristan, kemudian ia mengambil gelas yang ada di dapur. Lalu ia menuangkan air dari dispenser ke dalam gelas yang ia sudah ambil.


"Jasmine lapar?" tanya Tristan pada gadis kecil yang memiliki wajah sangat mirip dengan dirinya itu.


"Iya Paman. Jasmine lapar. Makanya Jasmine minta tolong Mama untuk membuatkan Jasmine susu dan roti." jelas Jasmine.


"Oh, oke. Paman kembali ke kamar ya. Malam Jasmine." sapa Tristan sebelum berlalu.

__ADS_1


"Malam juga Paman Tristan." Jawab Jasmine ramah.


Sedangkan Miranda saat itu sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun dan hanya mendengarkan saja interaksi Tristan dan putrinya.


"Sayang, sejak kapan kamu akrab dengan Paman?" tanya Miranda pada Jasmine.


"Saat Mama dan Papa pergi ke luar negeri. Jasmine sering main sama Paman. Kami jalan-jalan mengitari kompleks. Paman juga mengajariku menggambar. Paman Tristan baik Ma." celoteh Jasmine.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


"Aku ingin pindah secepatnya dari rumah ini!" seru Miranda yang ketika itu sudah kembali ke kamarnya.


"Jika perlu, kita tinggal di hotel saja untuk sementara." imbuh lagi Miranda dengan nada kesal.


Wisnu yang pada saat itu tengah sibuk dengan laptopnya. Kemudian menaruh laptopnya dan mendatangi sang istri.


Wisnu kemudian memeluk Miranda dari belakang.


"Sejak kapan kamu bertingkah seperti anak kecil begini. Maaf, jika aku bilang kamu seperti anak kecil. Aku tau kamu ingin menghindari Tristan. Sabar Miranda."

__ADS_1


"Aku tidak ingin dia dekat dengan Jasmine."


"Memang kenapa? Tidak ada yang salah kan jika Tristan dekat dengan Jasmine."


Merasa Wisnu sangat membela adiknya Tristan. Miranda kemudian melepaskan diri dari pelukan Wisnu.


"Kamu tidak mengerti aku Mas. Dia memang adik mu, tapi aku membencinya." ujar Miranda, yang kemudian berjalan ke ranjang dan duduk di sana.


Wisnu nampak menghela nafas panjang. Kemudian ia berjalan ke arah Miranda dan ikut duduk di sisi tempat tidur di samping Miranda.


"Sejahat apapun Tristan. Dia tetap adik ku. Mir, aku pikir, Tristan sekarang sudah berubah. Apa kamu tidak menyadari itu."


"Aku tidak peduli dia berubah."


"Aku mengerti. Tapi, tidak bisakah kamu memaafkannya?"


"Jangan tanyakan hal sama soal itu Mas. Aku merasa jijik jika dia ada di dekat ku. Aku istri mu sekarang. Jika Mas memang tidak bisa bersikap tegas. Tidak apa, aku bisa tinggal di rumah ibu ku." jelas Miranda. Kemudian ia membaringkan tubuhnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


Wisnu yang paham jika suasana hati sang istri sedang tidak baik akhirnya mengalah.

__ADS_1


Ia tidak ingin memaksakan apa yang ia pahami harus juga di pahami oleh Miranda.


__ADS_2