Suamiku, Ayah Anak Didik ku

Suamiku, Ayah Anak Didik ku
Panggilan Sayang


__ADS_3

"Tolong keluar Pak!" Ucap Nadia.


"Iya...iya..." Jawab Doni sambil bersenandung keluar dari kamar dan menutup pintunya


Nadia merasa kesal atas perlakuan Doni. Sembarangan saja. Namun saat ini jantungnya masih berdebar cukup kencang.


"Ibu Nadia kenapa?" Tanya Ay yang tak menyadari sesuatu.


"Nggak papa Nak," ucap Nadia.


"Ayah mana?" Tanya Ay.


"Udah keluar," ucap Nadia.


"Jadi kami gak jadi pulang?" Tanya Ay.


"Nggak jadi, sayang," ucap Nadia.


"Asyik... Hore... Nanti Ay tidur sama ibu Nadia yah," ucap Ay.


"Iya sayang," ucap Nadia mencium pipi Ay. "Sekarang mandi yuk!"


"Tapi Ay gak bawa baju ganti," ucap Ay cemberut.


"Oh iya, bentar yah ibu telfon ayah dulu," ucap Nadia yang mager untuk keluar.


Nadia menghubungi Doni, pada deringan ketiga diangkat.


'Halo' ucapnya diseberang. Nadia merasa berdebar.


'Ha... Halo... Pak. Ada bawa baju ganti Ay gak? Ay nya mau mandi'


'Ada di mobil, bentar yah' ponselnya dimatikan diseberang.


"Oke ayo kita mandi..." Ucap Nadia.


Nadia memandikan Ay. Nadia memasukkan jilbabnya ke dalam baju dan menggulung gamisnya ke dalam celana panjangnya. Nadia juga menaikkan lengan bajunya ke siku serta celana nya sebatas betis kaki.


Doni mengetuk pintu kamar Nadia namun tidak ada yang menyahut. Doni membuka gagang pintu dan mengintip sedikit ke dalam. Doni mendengar suara berisik di kamar mandi. Ay dan Nadia berada di dalam namun pintu kamar mandinya tertutup. Doni meletakkan baju Ay di atas nakas. Doni memperhatikan kamar Nadia yang bernuansa perempuan. Tampak rapi dan bersih. Ada buku-buku yang tersusun rapi di raknya. TV yang ditonton Ay tadi sudah dimatikan.

__ADS_1


Ceklek! Pintu kamar mandi terbuka. Ay keluar terlebih dahulu dengan handuk kecil yang tersemat padanya.


"Ayah..." Panggil Ay.


Doni tersenyum namun agak terkejut melihat penampilan Nadia yang agak... Nadia yang menyadari itu segera menutup pintu kamar mandi kembali dan memperbaiki pakaiannya. Setelah rapi Nadia pun keluar.


"Bapak kenapa gak ketuk pintu dulu?" ucap Nadia marah.


"Maaf... Tadi sudah saya ketuk tapi tak ada yang menyahut. Ini bajunya, saya keluar," ucap Doni dingin.


***


Nadia dan Ay keluar dari kamar siap untuk makan malam. Nadia tidak melihat ada ayah Ay di sana. Pesta telah usai. Namun kak Sonia juga sudah tidak ada di rumah. Ntah mungkin ada kegiatan lainnya. Di meja makan hanya ada Papi dan Mami Nadia, Santi, Nadia, dan Ay.


"Ayah mana?" Celetuk Ay.


"Ayah ada urusan sebentar ke rumah," ucap Santi.


"Rumah kan jauh, ayah gak tidur di sini?" Tanya Ay.


"Eyang gak tau Nak. Tadi ayah buru-buru pulang katanya ada urusan," ucap Santi.


"Sudah-sudah cucu opa makan dulu yuk!" Ucap Papi Nadia.


Nadia tampak berfikir kenapa Doni pulang ke rumah? Kak Sonia juga gak ada di rumah. Jangan-jangan mereka... Nadia tidak ingin berprasangka buruk namun hatinya merasa tidak enak.


Sampai jam sembilan malam Doni juga gak datang lagi. Nadia mulai berfikir. Mereka sekarang ada di ruang keluarga. Santi, papi dan mami sedang berbincang.


"Ibu telfon ayah... Ay mau tanya ayah di mana," ucap Ay merengek.


Nadia menyerahkan ponselnya pada Ay. Ay menelfonnya namun sampai dering terakhir Doni tidak mengangkatnya. Ay menelfon tiga kali namun tidaj diangkat. Ay sudah mulai merengek.


"Ya udah... Rekam suara aja yuk Nak," ucap Nadia. Ay pun merekam suaranya.


"Ayah... Ayah... Di mana?" Tanya Ay.


Centang dua tapi tidak dibaca. Kemana dia? Batin Nadia.


"Mungkin ayah lagi di jalan Nak, ayo kita tidur dulu ibu bacakan dongeng. Nanti kalau ayah datang Ibu kasih tau sama Ay," ucap Nadia.

__ADS_1


"Iya Ibu," ucap Ay patuh.


"Bu, Mi, Pi, Nadia ke kamar yah mau ajak Ay tidur," ucap Nadia.


"Oiya Nak, cucu eyang udah ngantuk yah? Nanti kalau ayah datang eyang kasih tau yah," ucap Santi.


"Iya eyang," ucap Ay.


"Sini cium opa dulu," ucap papi.


Ay tersenyum merasa segan. Namun Nadia membawa Ay ke papinya. Papinya mencium Ay dengan gemas.


"Hati-hati naik tangganya Na," ucap mami.


"Iya mi," ucap Nadia. Mereka pun menaiki tangga dan sampai ke kamar. Cuci muka, tangan, kaki dan sikat gigi.


Nadia membawa Ay ke tempat tidur dan membacakan dongeng sampai Ay tertidur. Nadia juga mengantuk namun tidak bisa tertidur hanya menguap beberapa kali. Nadia memilih berwudhu dan sholat. Sampai tengah malam, Doni juga belum pulang. Nadia memperhatikan ponselnya belum ada tanda dibaca. Nadia penasaran, maka Nadia mencoba menghubungi. Namun tetap saja ponselnya tidak diangkat. Akhirnya Nadia menyerah dan memilih tertidur.


Doni baru saja menyelesaikan pekerjaannya di sekolah. Ada tugas dari dinas yang harus diselesaikan saat itu juga. Untungnya semua pegawainya stand by. Doni memberikan uang lembur buat mereka dan makan malam bersama. Doni memperhatikan ponselnya ternyata ada panggilan dan pesan suara. Doni tersenyum dan segera bergegas.


"Pak Doni mau langsung pulang?" Tanya salah satu staf nya.


"Iya," ucap Doni segera menuju mobilnya dan bergegas menuju rumah Nadia.


Sampai di rumah Nadia sudah pukul 2 dini hari. Doni merasa letih dan capek. Pengawal Nadia membukakan pintu. Doni memarkirkan mobil putihnya dan masuk ke rumah Nadia. Suasana rumah begitu sunyi. Tentu saja sudah pukul dua dini hari. Doni menaiki tangga dan melewati kamar Nadia. Doni menuju kamar sebelah yang ditunjuk Nadia semalam. Doni membuka pintunya. Ternyata lampunya sudah dinyalakan dan kamarnya sudah bersih dan rapi. Doni ingin segera menaiki tempat tidur namun ingin membersihkan diri terlebih dahulu. Selesai bersih-bersih Doni sholat dan setelahnya menaiki tempat tidur. Doni menatap ponselnya sebentar dan tersenyum Doni mengirim pesan.


'Saya sudah di rumah dan di kamar sebelah'


Sementara Nadia sudah tidur pulas bersama Ay. Doni yang juga merasa lelah akhirnya tertidur pulas.


Pukul 5 subuh Nadia terbangun dan segera berwudhu untuk sholat. Sementara Ay masih tertidur nyenyak. Nadia segera keluar kamar menuju mushola rumahnya. Mereka biasa sholat berjamaah. Saat menuju ke sana, Doni juga tampak mengikuti dari belakang. Doni juga siap untuk sholat ke mesjid. Karena mukenah Nadia panjang tak sengaja terpijak Nadia menyebabkan Nadia hampir terjatuh. Namun Doni yang melihat itu segera menarik tangannya.


"Kamu ini sering banget jatuh," celetuk Doni.


Nadia melepaskan tangannya dan berdiri sempurna. Nadia tampak terkejut karena ada Doni di sana yang keliatan ganteng pakai baju koko dan peci tersenyum padanya.


"Pak Doni..." Ucap Nadia.


"Iya... Kenapa? Masih mimpi? Ini saya," ucap Doni.

__ADS_1


"Kapan datang?" Tanya Nadia.


"Ngobrolnya nanti aja yah, sayang... Kita sholat dulu," ucap Doni meninggalkan Nadia yang terpaku sejenak mendengar kata 'sayang.' ☺️


__ADS_2