
...Selamat Membaca...
Gadis dengan paras Cantik, bulu mata yang lentik, pandangan Mata yang teduh, hidung mancung, kulit putih dan mulus, Serta suaranya yang lembut.
Terlepas dari itu semua Bilda merupakan seorang muslimah yang taat dan Teguh pendiriannya.
Selain merupakan seorang Muslimah Bilda juga merupakan dokter yang saat ini sedang menjalani program residen nya di sebuah Kota di bagian timur dadi Jawa timur, Ya tepatnya di kota Malang. .
Minggu pagi yang cerah Seperti biasa Bilda Selalu mempersiapkan perlengkapan dan kebutuhannya selama 1 bulan , berada di kota yang jauh dari orang tua membuat gadis cantik itu mandiri.
"Ohya ma, Sepertinya Bilda harus segera bersiap-siap"...
Ucap Bilda membuyarkan lamunan mamanya.
"Baiklah sayang, segera bersiap-siap dan Jangan lupa Bekal yang sudah mama siapkan dibawa"
Ucap ibu Ira Sembari melenggang meninggalkan kamar putrinya.
14.45 WIB Bilda Berangkat ke Terminal dengan diantar oleh kedua orangtuanya.
"Sayang, ingat selalu pesan Ayah Jaga sholatmu, jaga hatimu, dan jaga dirimu baik-baik nak... Ayah dan bunda selalu mendoakan yang terbaik buat mu"
ucap pak Wawan di sela-sela penantian mereka menunggu kedatangan Bus yang akan mengantar Putrinya ke Kota Tujuan.
"InshaAllah Ayah.... bilda akan selalu menjaga diri, dan menjaga ibadah Bilda, Bilda Tau Allah selalu menjaga Bilda"
Ucap Bilda dengan halus kepada ayahnya, agar kedua orang tuanya tenang dan ridho untuk melepasnya menuntut ilmu di kota lain.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Bus Tujuan kota Malang bus yang akan membawa Bilda ke kota tujuannya sudah tiba.
Setelah berpamitan dan mencium punggung tangan kedua orangtua nya dengan takzim, tak lupa Bilda mengucapkan salam lalu melangkah masuk kedalam bus tersebut.
Di dalam bis yang ditumpangi Bilda mengeluarkan selembar kertas dimana tertera nomor penumpang disana . Bilda mencari-cari bangku tersebut, sampai matanya tertuju pada sebuah bangku yang disana sudah terdapat seorang pria duduk dengan menutupi wajahnya menggunakan topi.
Ada rasa sungkan dan was-was di hati bilda, namun mau bagaimana lagi, tidak mungkin baginya untuk menyuruh orang tersebut pergi. dimana dalam bis tersebut seat bangku hanya ada 2 setiap barisnya.
"Assalamualaikum... mohon maaf mas, Emmm... "Ucap Bilda Seraya menunjukan nomor bangkunya kepada pria tersebut. tanpa bicara pria tersebut menggeser tubuhnya ke arah luar dan membiarkan Bilda Masuk. karena nomor bangku yang tertera pada lembar tiket Bilda menunjukan nomor 7B yang terletak dekat dengan Jendela.
Perjalanan menuju kota tujuan membutuhkan waktu kurang lebih 6 jam, di dalam bis Bilda menyempatkan membaca buku favoritnya dan sesekali memejamkan mata namun tidak tidur. sedikit ada rasa risi dalam hatinya ketika duduk bersebelahan dengan laki-laki.
Bis yang ditumpangi oleh Bilda merupakan bis AKAP yang tertulis Bandung -Malang. Bis yang di tumpangi Bilda tergolong Bis mewah karna disana hanya terdapat beberapa seat yang jaraknya lumayan jauh antar seat nya.
Dua jam sudah perjalanan Bilda akhirnya tiba waktunya untuk Transit dan makan malam. Seluruh penumpang bersiap untuk turun menuju Restoran yang sudah dipesan oleh Crew Bis Tersebut.
Kebetulan saat tiba di tempat transit Adzan magrib sedang berkumandang, segera Bilda mengambil mukena dari dalam tasnya dan membawanya ke mushola untuk menunaikan sholat magrib.
dilihatnya dari kejauhan laki-laki yang duduk bersebelahan dengan ya di dalam bis tersebut, sedang melaksanakan sholat 2 rokaat sebelum melaksanakan sholat wajib.
"MashaAllah.... bibirnya tertarik, sehingga menimbulkan senyum tipis di sana" batin Bilda yang segera dia beristigfar...
"Astagfirwllohhaladzim apa Bilda kenapa, Tidak boleh seorang akhwat sepertimu memandang laki-laki yang bukan muhrim..." batin Bilda merutuki dirinya sendiri dengan rasa kesal...
Pada akhirnya Bilda tidak dapat melaksanakan sholat berjamaah, dikarenakan tempat wudhu Yang sangat mengantri sehingga dia telat dalam jamaah.
Tidak sadar setelah selesai sholat ternyat seluruh rombongan dalam bisnya telah kembali ke dalam Bis, untuk segera melajukan kendaraan tersebut ke kota tujuan.
"Apa.... kenapa cepat sekali. bahkan aku belum maka, kenapa bis nya sudah mau jalan.... " ucap Bilda dengan nada pelan,dengan langkah gintainya Bilda memasuki mis dan duduk di bangkunya.
__ADS_1
Ada sedikit rasa Sedih dan kecewa karna dia tidak sempat makan ataupun meneguk sedikit minuman, karna hari ini dia sedang menjalankan puasa, Dia hanya sedih karena melewatkan waktu berbuka puasanya.
Seketika Bilda meraih tasnya dan mencoba mencari sesuatu didalamnya. "..mungkin ada sesuatu yang bisa aku jadikan untuk membatalkan puasaku hari ini..." ucap Bilda pelan dan sangat halus,namun masih dapat didengar oleh seseorang yang berada di sebelahnya...
Setelahnya Bilda Menghembuskan Nafas dengan Berat,karena tidak menemukan apapun di dalam tasnya. bahkan sebuah permen pun tidak dia temukan di dalamnya, Akhirnya dengan berat Bilda Bersabar dan mencoba ngalihkan perhatiannya dengan membaca buku.
Ehemmm.....
deheman laki-laki disebelahnya membuyarkan konsentrasi Bilda yang sedang membaca.
" Maaf... apa betul kamu sedang berpuasa ???
saya lihat anda tidak ikut makan di restoran tadi. atau an
anda sudah membeli makanan di luar restoran ???" ...
dengan menundukkan pandangan dan kepalanya Bilda menjawab " Iya... Alhamdulillah hari ini saya berpuasa" jawaban ya g halus dan singkat keluar dari mulut mungil Bilda....
Beberapa detik kemudian Laki-tersebut menyodorkan sebotol air mineral dan sebungkus roti yang ada didalam tasnya. "ambil, dan batalkan puasamu... tidak baik menunda waktu berbuka puasa" ...
" Tidak, tidak usah, Saya sudah membatalkan puasa saya tadi, jadi terima kasih tidak usah repot-repot "... jawab Bilda spontan dengan menyatukan kedua telapak tangannya di dada.
"Membatalkan puasa dengan meminum air keran masjid maksutmu ???.... apa kau tidak merasa kasihan dengan perutmu yang sedari tadi berbunyi dengan sangat keras, atau kau takut aku menaruh racun didalam makanan ini, tenang saja aku bukan orang jahat ???... timpal laki-laki tersebut, yang membuat pipi Bilda langsung merona dengan rasa malunya.
"Akhirnya dengan senyum malu-malu Bilda mengambil makanan dan minuman yang ada di tangan laki-laki tersebut. "Terima kasih...." dengan sedikit senyum terukir di bibirnya. ..
Tidak butuh waktu lama Bilda menghabiskan sebungkus roti pemberian laki-tersebut dan segera menghabiskan minuman yang di pegang ya. karna rasa dahaga membuatnya kalap dan menghabiskan minum dengan botol ukuran tanggung tersebut.
"kemana tujuanmu ??? ucap laki-laki disebelah Bilda membuyarkan lamunannya.
Dengan senyum tipis dan tanpa melihat ke arah lelaki tersebut Bilda menjawab "Malang..." . kamu sendiri mau kemana ??? jawab Bilda setelahnya.
"Ohhh...." hanya kalimat itu yang mampu Bilda ucapkan. karena memang Bilda tidak terbiasa mengobrol dengan lawan jenis sehingga merasa canggung dengan laki-laki disampingnya.
Sementara itu laki-laki yang ada di samping Bilda diam-diam mengamatinya dengan senyum tipis diwajahnya.
"ohya, kamu di Malang sedang Kerja atau Kuliah ?? emmm ... mohon maaf jika saya banyak bertanya. ucap laki-tersebut. " ohya kenalkan namaku Ardi ... " ucap Ardi kemudia .
Ardi adalah seorang laki-laki matang yang bekerja di Bandung di salah satu instansi pemerintahan , dimana dulunya juga Ardi mengenyam pendidikan di salah satu Sekolah Kedinasan di Bandung. Dan saat ini Ardi sedang Berencana untuk mengurus Mutasinya ke Kota kelahirannya.
"emmm Alhamdulillah saya sedang menempuh pendidikan saya di Malang" jawab Bilda dengan tetap menundukkan pandanganya. dan denga. sopan dia menjawab " Nama saya Bilda "... jawab Bilda kemudian
Bila yang diketahui sedang menempuh Strata Dua. ya di salah satu Universitas negeri disana , dimana dia Memperoleh Beasiswa atas Prestasinya.
Perjalanan kali ini sedikit lebih lambat dari biasanya, sudah menempuh perjalanan hampir 1½ jam namun Bis yang ditumpangi masih berada di kota Kediri,karena padatnya arus lalulintas disaat Minggu seperti ini.
Beberapa kali Bilda melihat kearah jam tangan yang dia kenakan, waktu menunjukan pukul 19.30. "aku akan sangat kemalaman jika perjalanan seperti ini, bagaimana aku bisa masuk ke dalam kos kalau sudah malam begini" batin Bilda dengan sedikit rasa bingungnya dan bimbang dihatinya.
Billda memutar Tasbih yang melingkar dijarinya dan berdoa semoga perjalanan kali ini lancar dan dia bisa sampai di kota tujuannya tepat waktu. karna jika dia sampai melewati batas jam 21.00 maka gerbang akan di tutup dan tidak boleh ada yang masuk.
"Apa yang membuatmu bingung?? " aku lihat sejak tadi kau gelisah..." tanya Ardi memecah galauan hati bilda.dengan sedikit rasa kagum pada wanita yang ada di sampingnya.
"ohh bukan apa-apa, hanya saja aku sedikit khawatir jika jalanan sangat padat seperti ini, jam berapa akan sampai di Malang ....." jawab Bilda dengan sedikit mengerutu.
"Memangnya ada masalah apa, kalaupun Kita sampai di sana malam bukankah angkutan umum di Malang ada 24 jam ???..." Ardi kembali bertanya.
"Betul, .... hanya saja tempat dimana aku tinggal tidak memperbolehkan orang masuk lebih dari jam 9 malam. aku tinggal kos dimana tempat tersebut sangat menjaga penghuninya, karena memang itu sudah menjadi peraturan dadi dulu...." jawab Bilda dengan sedikit lesu
__ADS_1
"Ohhhh.... dengan disertai anggukan kepala " hanya itu yang bisa Ardi ucapkan setelahnya.
Disela-sela kebingungan Bilda , tiba-tiba handphone milik Ardi berbunya. dan seseorang di ujung telpon menyampaikan bahwa dia tidak bisa mengantar pulang. sepertinya itu yang Bilda dengar dari percakapan mereka.
"Maaf den... sepertinya bapak tidak bisa menunggu, karna istri bapak sedang sakit dirumah dan tadi pagi sudah berjanji akan mengantarnya periksa ke dokter den.... " ucap Pak Joko Supir Pribadi Keluarga Ardi
Keluarga Ardi merupakan keluarga yang terpandang, ayah Ardi merupakan Pejabat Tinggi di Wilayahnya dan ibu Ardi merupakan Dokter Spesialis Bedah Ternama di Kotanya.
"Iya pak, tidak masalah, urusan bapak jauh lebih penting, segeralah pulang dan temui istri bapak di rumah. saya akan pulang sendiri pak...." jawab Ardi kemudia
"Ohya den Kunci mobil saya titipkan kepada om Kasno yang punya penitipan. nanti Aden ambil sendiri ya. bapak pulang dulu den"...
Ardi memang seorang laki-kali yang memiliki hati baik, dan rasa sosial yang tinggi, tidak heran banyak wanita mencoba menaklukan hatinya. Namun hal itu sia-sia karna Ardi belum berniat menjalin hubungan dengan wanita manapun.
Sementara itu Jam ditangan Bila menunjuka angka 20.53 , Bilda Menarik nafas dalam dan Menghembuskan Nafas dengan Berat dan serta dengan rasa Sedihnya, membayangkan dimana dirinya akan menginap malam ini, Tidak Mungkin dia pulang ke kosnya dimana Lingkungan Kos tersebut Merupakan Lingkungan Agamis yang Menjaga Para penghuninya Terlebih kepada wanita, namun sangat tidak menyukai Apabila ada wanita yang keluar malam dan pulang Lewat dari jam 09.00. Sudah pasti Hukuman akan didapatkan untuk yang melanggar.
Akhirnya waktu yang di tunggu Tiba Bus berhenti di Pemberhentian Terahir, Sebuah Terminal di Kota Malang.
namun sebelum Meninggalkan Terminal Bilda mengingat 1 hal , Dia meninggalkan Waktu Sholat Isyanya tadi , Kemudia Bilda Bergegelas Mencari Mushola di area terminal bus tersebut.
Betapa kagetnya dia menemukan laki-laki yang bersamanya didalam bus tadi telah khusuk3 melaksanakan sholat nya. tanpa pikir panjang Bilda bergegas menuju tempat wudhu perempuan dan segera berwudhu. kemudian melaksanakan sholat di bagian belakang Mushola.
Karena itu hanyalah Mushola kecil yang disediakan pihak terminal untuk Orang-orang yang singgah melaksanakan ibadah jadi Hanya ada ruangan kecil, yang didalamnya terdapat Peralatan sholat tanpa ada sekat pembatas antara tempat sholat Laki-laki dan perempuan.
Beberapa saat kemudian Bilda selesai melaksanakan sholatnya, kemudian Memasukan kembali mukenanya kedalam tas kecil dan bersiap Untuk Menuju Tempat tinggalnya.
"Astagfirwllohaladzim....." ucap Bilda yang mengetahui laki- laku yang duduk disampingnya di bus tadi masih di sana dan menunggunya sampai selesai sholat.
"Maaf aku mengagetkanmu, bukan Maksudku Demikian, Aku bukan orang jahat jadi kau tidak oerlua khawatir, .... " Jawab Ardi Kemudian
"Maksutmu???.... Maaf jika memang tidak ada keperluan lain, Saya permisi dulu..." jawab Bilda tanpa Memandang Ardi.
"Baiklah jika itu mau mu, Hanya aku ingin Mengingatkan satu hal ditempat Seperti ini sudah pasti Banyak Jambret dan Penjahat Lainya.... Berhati-hatilah".... Ucap Ardi Kemudian dengan ucapan dingin dan kemudian melenggang meninggalkan Bilda di depan Mushola , "bagaimana dia masih tetap menunduk, apa mungkin dia takut kepadaku, Apa dia berpikir aku benar-benar orang jahat, Ahhh Sudahlah...??" Batin Ardi Kemudian.
Sejurus Kemudian ada Rasa takut dan Bergidik dalam diri Bilda, dia tidak memungkiri apa yang di ucapkan Ardi Adalah hal yang Benar, Ditambah Suasana Malam hari seperti ini. Membayangkannya saja sudah membuat merinding.
Dengan Langkah cepat Bilda Menghampiri Ardi " ...Maaf , dan Terima Kasih Telah Mengingatkan, dan Maaf aku Sudah salah Sangka Sebelumnya...." ucap Bilda Kemudian seraya Mensejajarkan Langkahnya dengan Ardi.
"... Hemmm.... jawab Ardi kemudian dengan sedikit senyum tipis yang hampir tidak terlihat.
"....Lalu apa rencanamu sekarang? ..." ucap Ardi membuyarkan lamunan Bilda.
".... Ohhh Kemungkinan aku akan singgah di Hotel sebrang Jalan Itu, Besok Baru aku akan Pulang Ke kos ku"... jawab Bilda dengan sopan dan Lembut.
"....Kau yakin akan Tidur disana?..."
Ardi Tau betul Daerah di sekitaran Terminal tersebut Merupakan Tempat Kebanyakan Orang Melakukan Pekerjaan-Pekerjaann Haram, dan Banyak transaksi Ilegal disana.
"..... Mau Bagaimana Lagi Sepertinya aku tidak ada pilihan Lain...." jawab Bilda kemudian.
Sesaat Kemudian Mereka Sama-sama Terdiam dalam Keheningan Malam.
".... Bagaimana Jika kau ikut denganku saja pulang kerumahku, Emmm... maksutku di rumahku Ada Orangtuaku Juga, Jadi Kau akan Aman di sana...." Ucap Ardi memecah lamunan Bilda
Sebetulnya Rencana Ardi Akan Singgah ke apartemennya dulu, Sebelum pulang Kerumah, Namun Tiba-tiba rencana itu dia urungkan karena Melihat Bilda yang kebingungan.
"....Apa aku tidak merepotkan mu? ... dan apakah orangtuamu tidak akan marah jika kau pulang bersama Perempuan..." pantang bagi Bilda sebetulnya Untuk Pulang Kerumah Laki-laki yang bukan Mahram nya.
__ADS_1
"InshaAllah orangtua ku akan memahami Kondisi mu " ... Jawab Ardi kemudian