
Beberapa kunjungan daerah yang dia lewatkan dan Beberapa agenda rapat kantor yang sangat penting pun juga di lewat kan.
Mungkin karena hal itu salah satunya yang membuat papa Ardi merasa kecewa padanya.
Setelah kejadian beberapa Minggu yang kalau Ardi memutuskan untuk menata hidupnya kembali.
Saat ini Ardi mulai rajin untuk sholat berjamaah, bahkan ketika di kantor pun Ardi mulai aktif mengikuti jamaah.
Tidak hanya itu ketika di rumah pun juga Ardi selalu mengikuti sholat jamaah di masjid dekat rumahnya.
Sering mengikuti kajian bagda magrib di masjid dan selalu aktif dalam kegiatan sosial.
Hal itu membuat kedua orangtuanya sangat bahagia. terlebih pak Bambang yang melihat perubahan putranya tersebut.
"Ardi... Papa lihat kamu saat ini banyak berubah."
Ucap pak bambang ketika membersamai putranya pulang dari masjid setelah selesai menunaikan ibadah sholat magrib.
Hal itu dijawab dengan anggukan dan senyuman oleh Ardi.
"Di ... Sepertinya sudah beberapa bulan sejak kamu membuat pernyataan untuk melamar Bilda, Apa kamu tidak ingin segera menemui orang tuanya ?"
Mendengar ucapan papa nya Ardi tertegun dan membulatkan matanya.
Benar apa yang di sampaikan ayahnya. Sudah sejak lama seharusnya dia menemui orang tua Bilda.
Gadis yang sudah sejak lama ingin dia Jadikan pendamping hidup.
"Menurut papa gimana ??. Apakah seharusnya di percepat? "
Ucap Ardi mencoba mencari pertimbangan dari papa nya.
"Menurut papa begitu lebih baik"
"Baiklah coba setelah sampai rumah Ardi bicara sama mama, karna mama lebih tau program yang di jalani Bilda, Ardi takutnya saat ini Bilda harus fokus dengan programnya"
"Ardi hanya tidak ingin mengganggu Bilda dengan ini pa"
Imbuh Ardi kemudian .dan di angguk kan oleh pak Bambang.
Setibanya di rumah Ardi tidak membuang-buang waktu, Ardi segera bergegas mencari keberadaan Bu Nurmala.
"Ma... "
"Ma..."
"Ma..."
Ucap Ardi beberapa kali mencari keberadaan Bu Nurmala.
"Ardi...Ada apa sayang, kenapa harus teriak-teriak seperti itu??"
Ucap Bu Nurmala dengan sedikit Kesal.
"Ma .. Emm.. Itu.. Ardi mau tanya soal Bilda ... "
"Ehemm, Ada apa nih mendadak tanya Bilda. ?"
__ADS_1
"Jadi Ardi tadi ngobrol sama papa soal lamaran Ardi ke Bilda, Papa juga menyetujui kalau lebih baik di percepat"
Ucap Ardi serius.
"Wahh udah ada yang ngebet nih.."
Goda Bu Nurmala pad aputranya yang semangat membahas masa depannya .
"Ma... Ardi serius "
Ucap Ardi dengan nada Sedikit Kesal
"Oke-oke , jadi kamu maunya gimana ?? Kalau kamu sudah yakin mama juga setuju , Kita adakan rapat keluarga untuk membahas ini"
"Terus Bilda ? "
Ucap Ardi kemudian.
"Memangnya Bilda kenapa ?, Gadis itu kan tidak kemana-mana, Duh kamu ini khawatir terus sama calon ".
Goda Bu Nurmala dengan cekikikan , mengetahui putranya malu-malu mengakui perasaanya.
"Oke mama paham apa maksut kamu, kamu takut ganggu Bilda ?? "
Ucap Bu Nurmala kemudian, dan di anggukkan oleh Ardi
"Sebetulnya Bulan-bulan ini sangat sibuk jadwalnya di, Dan lagi ini Sudah hampir Satu Tahun Program yang Bilda jalani, Jadwalnya semakin banyak dan juga banyak praktikum yang di lakukan"
Ucap Bu Nurmala dengan serius, Ardi pun memperhatikan perkataan ibunya dengan seksama, dan memahami kondisi dari Bilda"
Ucap Ardi kemudian, Karna telah memahami kondisi Bilda.
"Enggak di, Kalau niat baik itu jangan di tunda-tunda"
"Kita bisa datang ke rumah Orang Tua Bilda saat weekend di, Selain Mama papa, kamu, om dan tante mu pasti juga bisa dan Bilda Bisa mengajukan Cuti dua hari"
Mendadak ekspresi Ardi menjadi cerah karna Bu Nurmala memberikan solusi yang dirasa tidak akan Mengganggu jadwal Bilda di Rumah sakit, begitu juga dengan yang lainya.
***********
Malam hari sebelum Ardi beranjak dari meja kerjanya untuk tidur. Ardi menyempatkan untuk menghubungi pak Pak Wawan, yang tak lain adalah orang tua Bilda.
tringg,,, tring,,, tring,,,
"Assalamualaikum Pak.. "
Ucap Ardi ketika telepon telad di angkat oleh pak Bambang.
"Waalaikumsalam nak Ardi, Apa kabar nak ?? Tumben Telepon malam-malam begini."
Tanya pak Wawan yang sedikit heran dengan maksut dan tujuan Ardi menghubungi nya malam-malam begini.
"Jadi begini pa, mohon maaf sebelumnya Ardi jarang bersilaturahmi, Dan belum sempat menemui bapak secara langsung"
Beberapa bulan terahir ini Ardi mengurus Mutasi Ardi ke malang dan Masih ada beberapa pekerjaan penting yang harus dia selesaikan, juga karena Ardi Orang baru di kantor jadi masih perlu banyak adaptasi dan banyak belajar dan bersosialisasi.
Hal itu yang menjadikan Ardi belum sempat untuk mendatangi orang tua Bilda secara langsung untuk menyampaikan niat baiknya mengkhitbah putrinya.
__ADS_1
"InshaAllah Akhir pekan ini Ardi dan Keluarga besar Ardi akan ke Rumah pak, untuk meminang Putri Bapak, seperti yang sudah Ardi sampaikan kepada bapak sebelumnya"
Ucap Ardi dengan sopan dan Jelas kepada pak Wawan.
"Baik nak Ardi, Bapak dengan senang hati menyambut kedatangan Naknaesi dan keluarga"
"Dan bapak selalu mendoakan semoga semuanya di mudahkan dan di lancarkan "
Ucap pak Wawan kemudian.
" Amin, terima kasih sebelumnya."
Setelah menyampaikan maksut dan tujuanya kepada pak Wawan Ardi merasa lebih tenang. Arsi merasa sangat bahagia.
Setelah Mengakhiri telepon dengan pak Wawan, Ardi berencana mengirimkan pesan kepada Bilda, Namun Ardi urungkan karena dia berencana menyampaikan secara langsung besok.
************
Pagi itu Bilda seperti biasa menjalankan rutinitasnya, menyelesaikan segala kewajiban dan tuntutan yang harus dia lakukan setiap hari.
Kegiatan di Rumah Sakit memang melelahkan, namun Bilda menjalaninya dengan senang hati, Terlebih menjadi seorang dokter merupakan cita-citanya sejak kecil.
Pagi tadi Bilda mendapatkan pesan dari Ardi jika sepulang dari rumah sakit Ardi berencana mengajak ya ketemu di kantin Rumah Sakit.
Ardi tidak mengajak Bilda ketemu di Coffe atau tempat lainya, karena Ardi paham jika Bilda tidak akan pernah mau di ajak ketempat lain sebelum mereka halal.
"Ada apa mas Ardi , tiba-tiba sekali ngajakin ketemuan?"
Ucap Bilda seraya mendaratkan badanya di Tempat duduk yang telah di siapkan Ardi sedari tadi.
"Mau makan Apa bil??
Ardi tidak langsung menjawab pertanyaan Bilda namun memilih menanyakan apakah gadis yang di cintai ya itu telah makan atau belum
Bilda tersenyum dan mengatakan jika dia belum makan siang, karena memang padatnya kegiatan hari itu.
Setelah Ardi memesan beberapa makanan dan minuman untuk dirinya dan Bilda kemudian dia mulai mengajak Bilda mengobrol dengan serius
"Bil, Kemarin malam aku menghubungi bapak"
Bahasa yang Ardi gunakan ketika memanggil Orang tua Bilda.
Bilda masih terdiam, mendengarkan apa yang akan di sampaikan oleh Ardi.
"Jadi , mas sudah bilang ke bapak kalau weekend ini , inshaAllah mas akan melamar mu secara langsung"
Ucap Ardi dengan lembut, Ardi merasa gugup ketika menyampaikan kabar baik itu kepada Bilda.
Sempat terpikir olehnya Mengenai Penolakan Bilda
Tapi Bilda merupakan gadis yang solihah dia akan selalu menurut apa kata orangtuanya.
"Ohhh iya Mas, Ayah juga kemarin sudah bilang sama Bilda mengenai niat baik Mas Ardi.
"Semoga niat baik kita di mudahkan Oleh Allah ka"
Ucap Bilda lembut dan dengan Sopan pada Ardi
__ADS_1