
Dengan langkah gontai Ardi yang di ikuti oleh keluarganya mengikuti orang tersebut, samai pada pintu depan ruang keluarga tersebut.
Sorot mata Ardi seketika tertuju ada sosok yang sangat dia benci, tidak lain dan tak bukan Adalah Galuh.
Pandangan mata yang penuh dengan amarah dan Kekecewaan di dalamnya.
Setelah pandangannya tertuju pada Galuh yang sedari tadi menyambut kedatangan nya dengan Senyuman licik.
Bersamaan dengan pandangan mata Ardi yang tertuju pada Galuh, Begitu juga orang tua Ardi dan yang saat itu juga memandang Galuh dengan tajam.
Di lihatnya Galuh dari atas sampai bawah, menampakan senyum licik di wajah Galuh.
Namun diantara semuanya yang paling menyita perhatian Ardi dan Keluarganya adalah Penampakan Perut Bawah Galuh yang sedikit terlihat menonjol.
Seketika Ardi mengalihkan pandanganya kepada Sesosok gadis yang esok hari akan dia nikahi tersebut, terlihat raut wajahnya yang sudah sangat sembab, hidung yang memerah, dan Sudut mata yang mengalirkan bulir bulir bening disana, Terlihat kerudung yang dikenakannya telah basah, menandakan berapa banyak Air mata yang telah jatuh disana.
"Silahkan duduk pak... " Ucap salah satu keluarga Bilda
Kedatangan Ardi pun disambut dengan senyuman oleh Pak Wawan dan keluarga, tanpa ada kata yang mampu di ucapkan.
Setelahnya keluarga Ardi segera memposisikan diri duduk di tempat yang telah di sediakan sebelumnya.
Hening yang di rasakan
Sesaat kemudian Pak Wawan membuka perbincangan mereka dengan mengucapkan salam dan menyambut kedatangan Ardi dan keluarganya.
Tiba sampai saat Pak Wawan menyampaikan duduk permasalahanya, dengan hati-hati beliau berkata.
"Jadi begini pak Buk dan Nak Ardi, Sebelumnya Bapak telah mendapatkan pengakuan yang sangat mengejutkan, dari Penuturan yang di Sampaikan Mbak Galuh " Ucap pak Wawan dengan pelan
Sedikit banyak hal ini mempengaruhi kesehatan pak Wawan, Oleh sebab itu Nada bicara Pak Wawan saat ini melemah.
"Apa betul yang di katakan Mbak Galuh bahwa anak yang sedang di kandungnya saat ini adalah Anak nak Ardi ??" Timpal Pak Wawan kemudian
Mendengar penuturan yang di sampaikan Oleh orang tuanya Bilda hanya dapat menundukkan pandanganya, tidak sanggup untuk berkata-kata, hatinya terlalu rapuh saat ini.
Betapa kaget dan terpukul hati Kedua orang tua Ardi, merasa sangat geram dan marah dengan perilaku yang di lakukan oleh putranya, setelah Mendengar penuturan orang tua Bilda yang mengejutkan tersebut.
Emil yang mengetahui hal tersebut mencoba menenangkan laki-laki yang menjadi om nya tersebut. dan setelahnya pak Bambang dapat menguasai diri dari amarahnya.
Masih dengan Raut wajah yang penuh amarah Ardi merasa kaget bahwa Galuh mengatakan Bahwa dia Sedang mengandung Anaknya
__ADS_1
Bagaimana bisa itu terjadi, Ardi sangat yakin bahwa malam itu tidak pernah terjadi apa-apa antara dirinya dengan Galuh, tapi melihat situasi saat ini memang betul Galuh terlihat sedang hamil.
Anak siapa yang sedang dia kandung ?? Batin Ardi dalam hati
Arsi merasa tidak yakin dengan apa yang di katakan oleh Galuh, tapi dia tidak memiliki bukti apa pun.
"Nak Galuh... , Bapak di sini hanya ingin Tabayun mengenai permasalahan ini, Bapak Harap Nak Ardi berbicara sejujur-jujurnya" Ucap pak Wawan kemudian.
"Pak!! Ardi bersumpah Ardi tidak pernah melakukan hubungan terlarang dengan siapapun, termasuk itu dengan wanita ja*Lang ini" ucap Ardi dengan lantang
"Ardi!!!!" Ucap Galuh dengan nada kasar menunjuk ke arah Ardi, Galuh merasa tidak terima dengan ucapan Ardi.
"Apa??" Balas Ardi tanpa rasa takut
"ingat Ar kamu harus tetap bertanggung jawab tentang anak ini !!!" Ucap Galuh dengan lantang
"Hey!! Jaga ucapanmu !!" Ucap Ardi dengan tegas memperingati Galuh
Membuat suasana di ruangan tersebut menjadi semakin memanas.
Gertakan yang di lakukan Ardi, sedikitpun tidak menggoyahkan Keyakinan Galuh saat ini
"Ar... Ardi.. Duduklah, kita bicara baik-baik" Ucap Emil dengan memegang Pundak Ardi Sedari tadi Berusaha menenangkan Saudaranya tersebut.
Emil hanya merasa khawatir jika Ardi bertindak nekat di dalam ruangan tersebut.
"Ehemmm..!!" Suara deheman pak Lukman memecah ketegangan di antara mereka.
"Pak Wawan dan Bu Ira, Saya selaku Orang Tua disini Mewakili Orang Tua Ardi Menyampaikan Permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini"
Ucap pak Lukman mewakili kedua orang tua Ardi , dengan tenang mencoba menjelaskan dan Memohon maaf atas kejadian saat ini
"Kami pun sebagai orang tua juga merasa sangat terkejut saat ini " Ucap pak Lukman kemudian dengan Mata yang memandang ke arah Galuh.
Disaat suasana semakin memanas terlihat raut wajah pak Wawan yang semakin tegang, dan pernafasan yang mulai tidak teratur.
Hal itu disadari Bilda yang duduk tepat di samping pak Wawan. Merasa Ada yang tidak beres dengan Ayahnya Bilda mencoba menenangkan Ayahnya dengan mengusap punggungnya dan tersenyum Hangat kearahnya. Mencoba mengatakan bahwa dirinya saat ini baik-baik saja namun hal itu hanya di tampakkan dari senyumannya bukan dari perkataan.
Dengan Menghela nafas panjang kemudian menghembuskan pelan pak Wawan mengatakan
"Terima kasih pak Lukman sebelumnya, kami juga telah memaafkan Apapun yang terjadi saat ini, sebelum bapak dan keluarga datang kemari pun, Hanya saja saya meminta klarifikasi kepada Nak Ardi dan keluarga, Mau di bawa kemana Permasalahan ini ?" Ucap pak Wawan pelan
__ADS_1
"Alahh!!! Udah lah Jalan satu-satunya hanya Pernikahan ini di BATALKAN !!!"
"Galuh!!!! Jaga Ucapanmu !! Ucap Ardi lantang , mengetahui tanggapannya terhadap orang tua Bilda yang sangat tidak sopan.
"Cihh ... Ardi , jangan sok suci kamu !! " Ucap Galuh dengan santai
Dengan telunjuk yang mengarah ke wajah Galuh Ardi mengatakan dengan Lantang
"Lancang kamu!!!"
"Terus apa mau kamu ?? " Ucap Galuh kemudian
"Aku tidak akan pernah mengakui Anak yang ada dalam kandunganmu itu adalah anakku, Bahkan aku tidak pernah melakukan apa pun denganmu " Ucap Ardi Dengan tenang tapi tegas
"Bagaimana bisa kamu tiba-tiba datang dan Menuduh ku Melakukan Hal tidak senonoh terhadapmu!!" timpal Ardi kemudian
"Ardi!!! Tega sekali kamu mengatakan hal itu"
Mendengar hal itu Galuh mulai berkaca-kaca, tak terasa buliran bening lolos dari sudut matanya.
"Jangan pernah menampakkan Air mata buaya mu Galuh, Tidak akan ada orang yang mempercayai Ucapanmu itu !!" tegas Ardi dengan lantang.
"Cukup Ardi Cukup ... Mama Tidak pernah mengajarkanmu berbicara kasar dengan wanita, sekalipun itu terhadap Galuh"
"Mama Mohon Hentikan keributan ini" Ucap Bu Nurmala dengan disertai Isak tangis.
"Kedatangan kita kesini untuk menyelesaikan permasalahan ini, bukan menambah masalah yang ada, Mama mohon Tenanglah "... Timpal Bu Nurmala kemudian
"Arsi ya g mendengar Suara Orang tuanya bergetar, seketika merasa sangat sedih, hatinya meluluh di hadapan wanita yang telah melahirkannya tersebut.
"Ma... Apa mama juga tidak mempercayai Ardi ??" Ucap Ardi dengan memelas.
Mendengar suara Ardi yang begitu tenang membuat suasana di dalam ruangan tersebut pun ikut tenang. Mereka semua bingung dengan semua ini. Entah Di pihak mana kebenaran itu.
Tidak ada yang pernah tahu Apakah Ardi mengatakan kebenaran ataukah Galuh yang Mengatakan Kebohongan begitu juga sebaliknya.
***
[[Please Dukungannya Ya buat Author ya ka 🤗]]
[[be smart reader]]
__ADS_1