
Melihat kejadian tersebut, membuat hati Emil bergetar, Sungguh bidadari halalnya ini sangat menjaga dirinya. Sedetik kemudian Tersungging Senyum simpul di sudut bibir Emil.
***
Setelah Cincin terpasang di jari manis Bilda, tiba saatnya Emil mencium kening Bilda dengan penuh cinta.
Sedikit merasa canggung, namun Emil melakukanya dengan baik, hal itu seketika mengundang sorak soray keluarga yang merasa bahagia, tiba sesi foto-foto antara mempelai dan keluarga masing-masing.
Acara resepsi yang akan di gelar sore hari pun sudah mulai di persiapkan oleh Wo dengan sangat epik.
Canggung? sudah pasti , antara Bilda dan Emil tidak ada yang saling bicara satu sama lain, mereka hanya tersenyum dengan menyalami setiap tamu yang hadir.
Setelah beberapa tamu pendamping ijab qobul sebelumnya membubarkan diri, tiba saatnya Bilda kembali ke kamarnya, untuk sekedar beristirahat dan menunggu sholat duhur. Namun dia yang merasa sangat canggung tidak mengajak serta Emil dan hanya berpamitan untuk pergi ke kamar.
Emil yang mengetahui hal itu seketika mengerutkan dahinya, dengan senyum simpul di bibirnya.
Namun bukannya marah, Emil justru Ter kekeh dengan sikap malu-malu yang di tunjukan Bilda padanya.
Emil akan membiarkan bidadarinya menata hati kembali, diapun tidak berniat untuk mengganggunya saat ini, Emil sangat memahami Kejadian kemarin sangat mengguncang hatinya.
Terlebih mengingat lamaran Emil, yang terkesan mendadak pasti juga membuat dirinya bingung.
Memilih menyibukkan dirinya dengan smartphone miliknya, Emil yang duduk di ruang tamu sendiri Pun di hampiri oleh ibu mertuanya.
"Lho , nak Emil ngapain disini? Istirahatnya dikamar saja nak Emil... " Ucapan ibu mertua yang meneduhkan dan dengan nada suara lembut
"Ehh Ibuk "
"Bunda!!, panggil bunda saja biar sama kaya Bilda " pinta Bu Ira
"Iya bunda ...! " Jawab Emil dengan malu-malu.
"Bunda nggak istirahat, Ohya bapak gimana bund? apa obatnya sudah di minum ?" Tanya Emil penuh semangat pada mertuanya yang duduk tepat di sampingnya.
"Iya Alhamdulillah Ayah sudah istirahat, tadi bunda minta Ayah buat rebahan dulu sebelum nanti Acara selanjutnya, supaya nggak kecapean " ..
Jelas Bu Ira pada menantunya dengan semangat.
"Apa Bilda nggak ngajak nak Emil ke kamar ?" Sergah Bu Ira yang seketika membuat Emil kaget, dan seketika menatap wajah mertua perempuan nya itu.
Dengan senyum simpul, Emil menjelaskan bahwa , dirinya lah yang ingin bersantai-santai sejenak , dan tidak ingin mengganggu Bilda.
Emil merasa Bilda masih membutuhkan waktu untuk menerimanya, dan di saat itu Emil tidak ingin ada paksaan.
Karena Emil tau Bilda merupakan wanita solihah, taat pada ajaran agama, dan paham mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai seorang istri, dia tidak akan menolak apapun permintaan suaminya, namun hal itu justru membuat Emil menyadari bahwa dia harus lebih bersabar, sampai hingga bidadari halalnya tersebut yang menghampirinya.
"Baiklah nak Emil, Bunda tinggal dulu ya, mau ngecek beberapa keperluan"
__ADS_1
" Baik bunda..."
***
Pak Lukman dan Bu Azizah telah kembali ke hotel, waktu yang singkat mereka pergunakan untuk beristirahat , sebelum menuju acara resepsi.
Mereka Sengaja meninggalkan Emil, selain karena memang sudah SAH menjadi suami Bilda, juga agar supaya keduanya saling mengenal satu sama lain.
Ditengah keheningan kamar, pak Lukman menyampaikan rasa bahagianya, Akhirnya anak semata wayangnya telah menikah.
Masih jelas teringat beberapa hari yang lalu, bahwa Emil sangat menolak perjodohan antara dirinya dengan putri sahabat nya.
Namun hari ini Emil telah menyandang status Suami
Bu Azizah mendengarkan penuturan Suaminya yang juga meras bahagia.
"Mama berharap segera mendapatkan cucu dari mereka" Ucap Bu Azizah penuh semangat dan antusias
"Semoga mereka bisa memulai semua ini dengan baik ya pah" ucap Bu Azizah kemudian dengan penuh harap.
"Pa sebaiknya minta pak Eko Mengantarkan Mobil, dan beberapa keperluan Emil selama disini deh...!!" ucap Bu Azizah kemudian
"Mama rasa, Emil masih akan di sini beberapa hari sebelum kembali ke Malang, dan sebelumnya Emil tidak membawa perlengkapan apapun, Termasuk mungkin Laptop yang akan di gunakan."
"Iya, nanti papa Hubungi Eko" ...
Tok tok tok
"Iya masuk , tidak di kunci... " ucap Bilda pada seseorang di balik pintu.
"Ehh.. bunda " ucap Bilda penuh semangat.
"Bil, kenapa Mas Emil Ndak di ajak ke sini ?" mendengar pertanyaan ibunya sontak Bilda merasa gelagapan, tidak tau harus menjawab apa. Pasalnya memang Bilda sengaja meninggalkan Emil sendirian . Karena tidak tau harus bersikap bagaimana.
"E..ee...Tadi..." Ucapan Bilda yang seketika di potong oleh Bu Ira.
" Bil, bersikaplah baik kepada suamimu nak, jangan pernah mengabaikan Kehadirannya, disana surgamu saat ini.." ucap Bu Ira dengan lembut
"Meski belum ada cinta diantara kalian, setidaknya kalian bisa saling mengenal lebih dulu, satu sama lain"
"Baik bund"jawab Bilda sedikit menunduk dengan penuh rasa sesal.
"Ya Allah, Astaghfirullah, Berdosanya diriku, telah mengabaikan Seseorang yang saat ini halal bagiku" Gumam Bilda dalam hati
"Ya sudah, sebentar lagi waktunya solat Dzuhur dan setelah itu kamu harus segera bersiap-siap yaaa, mama akan minta bi Ijah siapkan makanan biar dibawa kesini" Ucap Bu Ira seraya meninggalkan Puteri nya dan melenggang keluar kamar
Sejenak Bilda berfikir tentang ucapan yang baru saja di sampaikan oleh ibunda, Hati Bilda sedikit tercubit, namun Bilda masih sangat merasa canggung dengan kehadiran Emil.
__ADS_1
"Mas Emil, " ucap Bilda lembut, seketika membuyarkan Fokus Emil yang sedari tadi memainkan Smartphone miliknya.
"Iya..." Ucap Emil dengan tenang dan memberikan senyum pada bidadari halalnya tersebut.
Deg..
Melihat senyum, dan betapa tampan orang yang saat ini menjadi suaminya, Seketika Bilda menelan salivanya, Glegg... Betapa tidak meskipun dibalik kemejanya Guratan Otot-otot kekar terlihat jelas di sana.
"Ada apa Bil, duduklah ! " dengan menepuk salah satu sofa di sampingnya, tanya Emil santai, mencoba mencairkan suasana canggung antara keduanya
Seketika Bilda mendaratkan tubuhnya pada satu tempat duduk tepat di samping Emil. "Emm .. Sebentar lagi Dzuhur, apa mas Emil tidak ingin Sholat berjamaah?" Tanya Bilda dengan sangat pelan, namun masih sangat jelas terdengar di telinga Emil saat itu.
deg
deg
deg
Mendengar ajakan Bilda seketika jantung Emil memompa dengan sangat kencang, begitu juga dengan Bilda yang merasa sangat malu, rona wajahnya seketika berubah memerah dan pipi chuby nya mendadak hangat.
Seketika Emil Berdiri tanpa kata.
Bilda yang seketika kaget langsung Mendongakkan kepala, dan pandangan mata antara keduanya beradu sangat intens.
Menyadari hal itu Bilda segera menundukkan pandanganya, dan bertanya " Mas Emil kenapa ??" Merasa kaget dengan sikap Emil yang langsung beranjak ketika Bilda memintanya sholat berjamaah
"Katanya mau sholat berjamaah, Yaaa Ayoo...??" Ajak Emil kemudian.. Dengan tergagap Bilda kemudian beranjak, dan berjalan mendahului Emil menuju kamarnya .
Didalam kamar Emil masih merasa kagum, Interior kamar dengan nuansa nude, memperlihatkan kepribadian sang pemilik yang tenang. Sebuah tempat tidur berukuran besar dan Terdapat Beberapa rak buku di salah satu sudut kamar tersebut, kamar yang terkesan sangat bersih, terjaga dan Sangat nyaman.
Emil masih asik memandangi Sekeliling kamar Bilda, tanpa di sadari Bilda telah berdiri tepat di belakang Emil, yang seketika membuat Emil kaget dengan kedatanganya.
Begitu juga Bilda yang merasa kaget ketika pandangan mereka beradu. "Bilda hanya ingin memberikan handuk ini, mungkin mas Emil Ingin membersihkan diri terlebih dahulu" Ucapan yang kemudian membuyarkan lamunan Emil.
"Baiklah" Jawab Emil dengan senyum nyengir ...
Bilda menyiapkan makanan yang telah di antar bi Ijah, meminta bibijah meletakkannya di meja, dan Bilda pun masih sibuk membereskan beberapa pakaian yang dia kenakan sebelumnya, tidak menyadari jika Emil telah keluar dari kamar mandi dan memandangi wajah cantiknya.
"Emmm... Memandangmu saja aku merasa sangat bahagia bil" tanpa sadar Emil berjalan maju mendekat ke arah Bilda.
Hal itu membuat Bilda kaget, seketika kehilangan keseimbangan pada tubuh mungilnya, sehingga badanya terhuyung kebelakang. namun dengan sigap Emil menangkap dan memegang pinggang wanita yang telah berstatus sebagai isteri nya tersebut.
Masih dengan posisi sangat intim "Eemm... Mass.. Emil ngapain?? " ucap Bilda dengan Terbata bata .
***
[[Mohon dukungannya teman-teman, Be smart reader ya, Jangan Lupa Mawarnya 🥰🙏]]
__ADS_1