
Awasssss......!!!!
Tinnnnnnnnnnnnnn!!!!!!!
Tinnnnn..... !!! Bunyi klakson bersautan
Srakk ...
Brug ...
Bu Azizah berdiri mematung di pinggir jalan ketika menyadari dirinya hampir tertabrak oleh mengendara motor yang sedang melintas.
Namun seketika dia sadar ada seseorang yang telah menarik tangannya ke belakang sehingga dirinya selamat.
Tiba-tiba Bu Azizah di dikagetkan oleh beberapa orang yang menanyakan kondisinya, Bu Azizah masih berdiri mematung dengan kejadian yang baru saja dialaminya, dengan perasaan yang kaget bercampur gemetar.
Bu .. Ibu tidak papa ??
Ada ya g luka ???
Beberapa orang menanyainya, Berusaha menyadarkan dadi lamunannya, mengagetkannya. Sedetik kemudian langsung di jawab Bu Azizah jika dia baik-baik saja.
Dengan perasaan yang masih shock, tangan yang masih gemetar, dan Jantung yang masih berdegup dengan kencang, Bu Azizah membalikan badanya ke arah seseorang yang telah di kerumuni banyak orang.
Orang tersebut lah yang telah menolongnya dan menyelamatkannya.
Tidak... Saya Tidak papa...
Iya, Betul saya baik-baik saja ...
Ucap Gadis ya g telah menolong Bu Azizah tersebut. ... menjawab beberapa pertanyaan orang yang mengerubunginya dan menanyakan keadaanya. karna dia masih saja duduk di Pinggiran trotoar jalanan tersebut.
Hal itu menjadikan beberapa orang dan pedagang yang ada di sana merasa khawatir. Ada yang memberikan Aqua ada juga yang sibuk bertanya keadaanya.
"Permisi...
Ucap Bu Azizah ketika mengetahui si penolongnya masih duduk di bawah sana. dengan banyaknya orang yang masih berkumpul disana.
"Ya Allah, kamu nggak papa nak ?? Maafkan Saya Karna saya kamu jadi terluka.
Dengan perasaan khawatir Bu Azizah bertanya. dan di balas dengan senyuman Oleh gadis tersebut.
"Tante Saya nggak papa...
Jawabnya dengan lembut dan sopan, terukir senyum manis di bibirnya.
Sebagai seorang ibu , Bu Azizah mengetahui jika gadis yang ada di hadapannya itu sedang menahan sakit yang teramat, karena terjatuh sewaktu menolongnya.
Gadis tersebut jatuh karena kehilangan keseimbangan, dan seketika tubuhnya terpental dengan keras.
Rasa sakit pada kakinya yang membuat nya belum dapat berdiri, Sehingga sedari tadi dia hanya terduduk di sana.
"Apa kakimu terkilir ? Bagaimana kalau kita kerumah sakit ???
Ajak Bu Azizah yang mengetahui gadis tersebut meringis kesakitan.
"Nggak Tante nggak papa , mungkin hanya keseleo sebentar lagi pasti sembuh ...
"Baiklah mari Tante bantu kamu berdiri, Kamu mau kemana ???
Tanya Bu Azizah penuh perhatian .
__ADS_1
"Saya mau ke masjid Tante. Sepertinya kajian pagi ini sudah di mulai...
"Baiklah, yuk sama-sama kita ke masjid, Tante juga mau kesana.
Ajak Bu Azizah yang langsung di tanggapi dengan anggukan.
Ketika.sedang berjalan menuju masjid Bu Azizah menanyakan Nama gadis tersebut .
"Saya Bilda Tante...
Jawab Bilda dengan lembut, bu Azizah tersenyum ke arahnya, sembari menggandeng Bilda menuju masjid.
"Nak Bilda terima kasih ya telah menolong Tante... Karena Tante kurang fokus kamu jadi kaya gini .
"Entah apa yang akan terjadi sama Tante tadi kalau tidak ada kamu ...
ucap Bu Azizah seketika. membayangkan kejadian yang baru saja dialaminya membuat tubuhnya mendadak merinding.
"Tante... Tidak seperti itu, Bilda hanya perantara... Allah lah yang maha memberikan keselamatan untuk umatnya
Jawab Bilda dengan sopan dan lembut.
Tring,,, tring,,,tring,,,,
*Mama dimana ?? Emil kok gak liat mama di dalem ?*
Pesan yang dikirimkan Emil kepada mama nya karena tidak mendapati orang tuanya itu di dalam masjid...
Sedikit membuat Emil merasa khawatir, ataukah memang karena ikatan batin yang kuat antara ibu dan anak tersebut.
*Ada ... Mama ada di belakang, tepatnya pojok belakang*
*Mama tadi hampir mengalami kejadian nahas, Hampir saja mama kecelakaan tadi, dan Alhamdulillah ada yang nolongin mama, Alhamdulillah Allah masih menyelamatkan mama.
* Astagfirullah, mama nggak papa ?*
*Alhamdulillah mama baik-baik aja, Tapi yang nolongin mama malah kakinya terkilir*
Balas Bu Azizah kemudian.
Tiba saatnya Emil menyampaikan materi kajian pada Kajian Ahad pagi ini.
Sedikit banyak pikiran nya terganggu dengan kejadian yang hampir saja menimpa ibunya.
Namun Emil menyelesaikan Materinya tetap dengan sempurna, meskipun Perasaanya khawatir.
Ingin rasanya segera menemui Surga dunianya, dan mengetahui kabarnya.
Emil masih merasa tidak tenang jika belum melihat mama nya secara langsung.
Akhirnya kajian pada pagi hari ini telah usai, Beberapa jamaah masih tetap berdiam di dalam masjid.
Dan beberapa lainya telah keluar dari dalam masjid. Ada yang menuju parkiran, ada yang sedang melihat-lihat bazar, ada juga yang singgah untuk menikmati kuliner dari para pedagang yang berjajar rapi di luaran masjid.
Karena masih merasa sakit Bilda memutuskan untuk duduk sejenak, dan menunggu sakit di kakinya sedikit reda.
"Tante... Tante.. pulang aja dulu Ndak papa Tan. Bilda nggak papa ..
Ucap Bilda dengan sedikit Mendongakkan wajahnya, sopan dan senyum manis di bibirnya.
Namun hal itu langsung seketika di tolak oleh Bu Azizah .
__ADS_1
"Nggak .. Nggak.. Tante nggak akan ninggalin kamu, kamu nanti pulang sama Tante aja. Nanti Tante anter kamu pulang...
"Tapi Tan..??
"Udah nggak ada tapi tapi an !!.
Di bagian sisi lain masjid Emil dan pak Lukman berpencar mencari keberadaan Bu Azizah.
Mereka memutuskan berpencar Karen memang area masjid yang sangat luas dan kondisi masjid yang masih tergolong ramai dengan adanya beberapa orang yang masih betah di masjid.
Pak Lukman yang clingak clinguk mencari keberadaan istrinya tersebut, akhirnya menemukanya.
Langsung menanyakan kabarnya dan mencari adakah luka yang menggores tubuh istrinya tersebut..
Emilll..... ! mama mu di sini .
Panggil pak Lukman dengan sedikit berteriak, disertai lambaian tangan .
Emil lantas berlari menghambur ke arah kedua orang tuanya.
dengan Nafas yang tersengal -sengal Emil Mendekati mamanya.
Bilda !! kok kamu ada disini ?
Ucap Emil begitu saja ketika mengetahui dia sedang duduk di samping mama nya .
Kalian saling kenal ?
Ucap ak Lukman begitu saja dengan menyempitkan kedua matanya.
"Sudah sudah ceritanya panjang, Tapi yang jelas Bilda ini lah orang yang sudah menyelamatkan mama ...
Jawab Bu Azizah dengan cepat dan sedikit membulatkan matanya. Emil dan pak Lukman yang merasa lega seketika mengangguk-anggukan kepala.
"Kita pulang sekarang ???
Tanya Bu Azizah kepada Bilda dengan tatapan intens kearahnya. tatapan seorang ibu yang mengkhawatirkan anaknya.
"Baiklah Tante, jika tidak merepotkan .... Jawab Bilda kemudian...
Akhirnya Bilda bersama Emil dan kedua orangtuanya melangkah keluar masjid dengan Bilda di gandeng oleh Bu Azizah...
Akhhh....
Suara ******* Bilda karena merasa kakinya sangat ngilu.
Kamu nggak papa bil ??
Tanya Bu Azizah. Dijawab dengan gelengan kepala oleh Bilda.
"Baiklah pelan-pelan saja....
Posisi pak Lukman dan Emil yang berada di belakan Bu Azizah dan Bilda pun dengan jelas dapat mengetahui bahwa Bilda sangat menahan rasa sakit ya.
"Terima kasih bil, kamu sudah menyelamatkan Mamaku"
Batin Emil dalam hati.
***************
[[Jangan Lupa Dukungannya Karya Aku ya]]
__ADS_1
[[ LIKE, dan jangan lupa tinggalkan KOMENnya ya guys ]]
Be a Smart Writer 🙏🙏🙏🙏🙏🤗🤗🤗🤗