
Tanpa bisa berkata Apapun mendengar ucapan yang baru saja dia dengar Dari mulut seorang wanita yang sejak beberapa menit lalu duduk di hadapannya. Hanya Air Mata yang mampu menggambarkan sejuta rasa yang dirasakan Bilda saat ini.
Melihat sesuatu terjadi pada Putrinya seketika pak Wawan dan Bu Ira menghampirinya. Melihat Putri Kesayangannya Banjir dengan Air mata, Gak itu membuat kedua orang tua tersebut.
"Ada apa ini ? Sebenarnya apa tujuan anda kemari ? "
"Apa yang mbak mau dari putri saya"
Pertanyaan beruntun yang di tanyakan Bu Ira pada Galuh saat itu juga. ketika mengetahui hanya air mata yang keluar dan membasahi kerudung yang iya kenakan.
Melihat kepanikan Anak dan kedua orang tua dihadapannya, Galuh tersenyum puas dengan terlihat raut wajah mengejek.
Ditengah kebingungan kedua orang tuanya Bilda berkata "Ayah... Bunda... Kita bicara di dalam saja ya.." Ucap Bilda masih dengan Air mata yang terus menetes dari sudut matanya.
"Mari mbak kita bicara di dalam saja, Tidak enak di dengar lainya kalau kita ngobrol di sini" Ajak Bilda dengan lembut , meski perasaanya hancur ber keping-keping namun Bilda tetap berbicara dengan sopan.
"Baiklah!!! " dengan angkuh Galuh berdiri dan mengikuti kemana Bilda dan orangtuanya berjalan.
"Jadi bagaimana ??.. Apa yang sebenarnya terjadi ?" Masih dengan kebingungannya pak Wawan bertanya pada putrinya.
Melihat putrinya hanya mengeluarkan air mata membuat Bu Ira merasa sangat sedih, dan sesekali mengusap punggung Bilda.
"Ayah... Sepertinya kita perlu bicara dengan Mas Ardi dan Keluarganya " Ucap Bilda memecah kesunyian.
"hahaha... Aku rasa itu saran yang bagus !!!" Timpal Galuh dengan nada ketus
"Tunggu....tunggu... sebenarnya ada masalah apa ini ? kenapa nak Ardi harus kita libatkan ? " Ucap pak Wawan yang masih saja bingung dengan situasi yang di hadapinya.
"Baiklah... Saya rasa saya perlu mengulangi apa yang saya sudah sampaikan kepada putri bapak ini !!!" Sela Galuh dengan nada kesal.
"Saya !!! Galuh Candrakirana" Ucap Galuh lantang dengan menunjuk dirinya sendiri
__ADS_1
"Seperti yang sudah bapak lihat saat ini, Saya sedang mengandung, !! Dan anak dalam kandungan saya ini merupakan Anak Dari Ardi, Calon Menantu Bapak !! Jadi saya mohon Kalian batalkan pernikahan ini !!."
Seketika pak Wawan dan Bu Ira tertunduk lemas di kursi yang berhadapan langsung dengan Galuh. di samping sebelah kanan dan kiri putrinya.
Wajah yang sudah tidak lagi dapat dia ditegakkan, Bilda sudah tak mampu berkata apa pul lagi saat itu, hatinya sudah sangat sakit. Rasa bimbang, dan kecewa bercampur menjadi satu.
Beberapa orang yang sedang mempersiapkan acara untuk Adol Dawet dan Acara Pengajian Nanti Malam Pun merasa heran.
Mereka tidak mengetahui pasti apa yang sedang di bicarakan, Mereka hanya mengetahui kalau Bilda Masuk kedalam rumah dengan Wajah yang di penuhi Air mata.
Hal itu sontak mengundang tanda tanya besar bagi setiap orang yang berada disana.
***
Keluarga Ardi saat ini masih Bersiap untuk acara selanjutnya, setelah sebelumnya menyelesaikan Acara siraman , Meskipun Acara di lakukan di tempat yang berbeda namun runtutan Acara dan Prosesinya sama dengan yang di lakukan oleh Bilda dan keluarganya. karena memang di urus oleh Wedding Organizer yang sama.
Situasi di hotel saat itu masih terasa bahagia, dimana esok salah satu anggota keluarga mereka akan melepas masa lajangnya.
Ucapan selamat yang Ardi terima baik secara langsung ataupun melalui WhatsApp dan sosial media lainya membanjiri Ponsel miliknya.
Bunyi Bel kamar Ardi
Ceklek..
"Wehh ... Masuk Bro " Ucap Ardi ketika mendapati sepupunya Emil berada di depan kamar miliknya. Yang seketika di balas dengan senyuman oleh Emil dan ikut masuk kedalam kamar tersebut.
"Selamat ya Ar Besok status Lo dah jadi suami, Gue ikut seneng " Ungkapan rasa bahagia Emil yang di ucapkan dengan tulus kepada sepupunya.
"Hahah tumben panggil nama, " Makasih ya bro, semoga Lo segera nyusul " Ucap Ardi Kemudian dengan santai serta terpancar raut bahagia di wajahnya.
"Ohya... Gimana Udah Semua persiapan Lo. Masih ada yang Lo butuhkan gak biar gue bantu?" Ucap Emil dengan antusias.
__ADS_1
Emil merupakan sosok laki-kali yang baik, bukan hanya kepada Ardi saja, namun juga kepada seluruh keluarganya. Tak jarang Emil menjadi orang pertama yang datang ketika ada saudaranya yang sedang mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan serta ukuran tangganya
Tanpa ragu dan segan dia akan melakukan yang dia bisa lakukan. Termasuk kepada Ardi saat ini.
"Oke Bro kalau gitu, gue balik ke kamar dulu ya, masih ada beberapa laporan yang arus gue kerjain juga" Ucap Emil kemudian, setelah mengetahui bahwa saudaranya tersebut Telah siap dan Tidak membutuhkan bantuannya
"Lo masih aja kerjaan Bro, Kapan mikir nikah, kalau di tempat SE bagus ini aja Lo masih mikir kerjaan" goda Ardi kepada Emil saat itu.
Ucapan yang hanya di balas dengan senyuman oleh Emil dan lambaian tangan, seraya meninggalkan kamar Ardi.
Berdasarkan rundown acara yang telah di sampaikan oleh team wedding organizer, untuk acara selanjutnya di kediaman Bilda sedang akan berlangsung acara Adol Dawet yang kurang lebih Dua jam Lagi dilaksanakan.
Karena acara kali ini tidak di ikuti oleh Ardi dan keluarganya, sehingga saat itu di manfaatkan oleh mereka untuk menonton Persiapan Live Streaming Oleh Team Wedding Organizer tersebut. Beberapa keluarga Ardi memutuskan Untuk menonton Bersama termasuk Ardi dan Emil melalui televisi di dalam kamar, Ada juga lainya yang tetap berada di kamar dan menonton melalui smartphone masing-masing.
Tidak semua rangkaian acara, di andalkan live streaming, hanya pada acara Adol Dawet ini lah keluarga Bilda memperbolehkan Untuk di lakukan live streaming oleh wedding organizer, Hal itu di lakukan karna bersifat Edukasi dan Kebudayaan Yang jarang diketahui oleh Masyarakat umum, Khususnya yang berada di Luar Pulau Jawa.
Terlihat Melalui tayangan Live streaming yang telah dimulai tersebut, terlihat beberapa anggota keluarga yang sebelumnya telah di kenal Ardi dan terlihat beberapa wo yang mempersiapkan Acara.
Dengan antusias setiap pandang mata menyaksikan acara tersebut meskipun acara inti belum di mulai.
Ditengah ke khusyuknya keluarga tersebut menyaksikan live streaming, Ardi menerima panggilan yang seketika memecah pandangan orang-orang yang ada di kamar tersebut.
"Assalamualaikum, Nak Ardi.... "
"Waalaikumsalam Pak? Ada apa pak ? Ada yang bisa Ardi bantu? Jawab Ardi dengan sopan kepada calon mertuanya tersebut.
Namun beberapa saat kemudian tidak terdengar suara dari ujung telepon, Hal itu menjadikan Arsi merasa penasaran sehingga berusaha mengulangi pertanyaannya.
"Pak!!!.." Ucap Ardi kemudian
"Bapak Masih di sana ?... " Ucap Ardi lagi.
__ADS_1
Merasa kaget dengan Pertanyaan Ardi pak Wawan seketika menguasai diri agar tidak terlihat kalut menghadapi situasi yang sedang dialaminya
"Begini... Nak Ardi" Tampak nada bicara yang sedikit ragu dari Pak Wawan melalui ujung telepon