
Ardi memacu mobilnya dengan Lebih Cepat. Jalanan malam hari sedikit sepi. sehingga membuatnya mempercepat perjalanannya. karena dia sadar gadis yang ada disampingnya merasa tidak nyaman jika harus berlama-lama duduk berdua didalam mobilnya
".....Emmm... kenapa gadis sepertimu melakukan perjalanan Sendiri, Maksudku kenapa Orangtuamu Tidak Mengantarkanmu...." ucap Ardi memecah kesunyian...
".... Bukan orangtuaku tidak mau mengantarkan aku, hanya aku tidak ingin merepotkan mereka, mereka mengizinkan aku untuk mengambil Program disini saja aku sudah Bahagia..." Dengan senyum tipis di wajahnya Bilda menjawab pertanyaan Ardi.
Orang Tua Bilda Merupakan Pengusaha di Bidang Kuliner, Memiliki Beberapa Cabang Restoran di Daerah Puncak Tawangmangu - Tepatnya dikota Karanganyar Jawa Tenga. Namun Meski demikian Orang tua Bilda Hidup Secara Sederhana Tanpa Menampilkan Glamor dan Terkesan Pamer. Mereka hidup sangat Bersahaja,dan dikenal Sangat Baik Oleh Masyarakat Sekitar nya.
"Ohhh, Apa memang biasanya kau bepergian sore hari ? ...
"....tidak juga, hanya kebetulan hari ini aku sedikit telat karna beberapa urusan...." jawab Bilda dengan cepat
Selain Sebagai Seorang Mahasiswi Bilda merupakan Pengusaha sukses yang merintis Usahanya di Bidang Konveksi. Memulai Usaha sejak usianya 18 tahun. tidak dipungkiri darah Pengusaha di Keluarganya membuat dengan Mudah Bilda Mengembangkan Usaha Kecilnya menjadi Konveksi Besar di Tempat Tinggalnya.
Dengan Omset dan Penghasilan nya yang tinggi sebetulnya Bisa saja Bilda Membeli Kendaraan Sendiri, Namun Bilda Bukanlah Orang Seperti Itu, dia Gadis yang sangat Teliti, Hanya akan Membeli sesuatu Jika memang dia Sangat Membutuhkannya dan di Ras Penting.
Bilda Lebih suka Menggunakan Uangnya Untuk menyantuni anak yatim dari pada menghamburkan uangnya untuk Kepuasan Hatinya.
Mobil terus melaju,. memecah Kesunyian malam dengan Hening suasana di sekitarnya.
Karna Jarak Rumah yang tidak begitu jauh dengan terminal maka Beberapa Menit Kemudian Mereka Sampai di Halaman Depan Rumah Ardi.
"Ada rasa Takut dan was-was dalam diri Bilda. bagaimana nanti pandangan orang tua Ardi kalau melihat wanita sepertiku keluyuran malam-malam.... " batin bela bergejolak
".....Ayoo ...." ucap Ardi mengagetkan Bilda yang sedari tadi Mematung di Depan Mobilnya.
"...Tidak Perlu takut, Orangtuaku Baik, mereka akan memahami kondisimu...." Ucap Ardi setelahnya
Bilda hanya diam dan Mengangguk melenggang Mengikuti Ardi Yang menuju Teras Rumah Besar Milik orang Tuanya.
....tok... tok...tikk
Assalamualaikum ma....
Ceklak....
Pintu rumah itu dibuka. ada seorang wanita yang berusia kurang lebih sama dengan ibu nya, Menyambut Kepulangan Ardi dengan Bahagia, Wanita yang Masih Terlihat cantik di Usianya yang tidak lagi Muda.
....Ardi , siapa ini ????.... tanya Ibu Nurmala dengan sedikit kaget, pada anak laki-laki -yang tidak pernah mengenakkan pacarnya kepada mereka, Tiba-tiba pulang dengan seorang wanita , Nurmala Merupakan Ibu kandung dari Ardi.
Bukan Maksut Mengintimidasi Anaknya, Hanya saja Bu Nurmala Memastikan Bahwa Anaknya tidak melakukan Hal Ceroboh yang merugikan Wanita di Belakangnya Tersebut naluri seorang ibu yang merasa khawatir .
"....Maa.... Ardi Capek, kita ngobrolnya didalam saja yaa..." Ucap Ardi Setelahnya, dia tau mamanya pasti sedang bingung dan Khawatir atas tindakan nya.
"... ohya Ayoo ayooo... masuk ...." tidak lupa Ibu Nurmala Mempersilahkan Bilda Masuk kedalam Rumahnya.
********
Ditempat lain seorang ibu yang sedang gelisah menanti kabar Putrinya.
tring...tring....
.... Halooo Nak... Bagaimana ??? Kenapa tidak mengabari . Bunda Sudah Sampai mana, Bunda sangat Cemas menunggu Mu, Dan lagi kenapa Handphone mu mati ???? tanya Ibu Ira dengan Cepat pada putrinya .
"... Assalamualaikum mama..... mama sangat menghawatirkan ku sampai mama lupa mengucapkan salam....", Jawab Bilda dengan senyumnya di ujung telepon.
".... Waalaikumsalam..." Jawab Bu Ira dengan menunggu Jawaban dari putrinya.
Dengan Menghela nafas panjang Bilda Menjawab Pertanyaan ibunya
".....Begini Bunda , bunda tidak usah khawatir, Alhamdulillah bisa sudah sampai di Malang dengan Selamat tanpa suatu Halangan apapun Bund , hanya saja saat ini Bilda ..."
Bilda menghentikan pembicaraannya, menimbang apakah dia bisa menceritakan Yang dia alami hari ini, dia hanya takut orang tuanya semakin mengkhawatirkannya. toh saat ini dia berada di tempat yang aman.
"Hanya apa Bilda ????....." tiba-tiba pertanyaan itu membuyarkan lamunannya .
Kemudian Bilda menceritakan semua yang dialaminya hari ini, mulai dari pertemuannya dengan Ardi didalam Bus dan saat ini dirinya berada dirumah orang tua Ardi, Alhamdulillah Bu Ira memahami kondisi putrinya. Hal itu membuat Bilda merasa tenang...
"...Baiklah bunda sudah malam.... Bilda istirahat dulu ya Bun, besok pagi-pagi rencana Bilda mau Pamit kembali ke kos"...
"... Baiklah nak, Segeralah Beristirahat, Ohya Pesan Bunda, Selalu jaga Sopan Santun ya nak, Jaga adab dimana kamu berada, mereka orang baik yang mau menampungmu di sana ...." Sebelum Menutup telpon nya
__ADS_1
".... Baik bunda. InshaAllah Bilda paham Bun, Assalamualaikum Bunda ...."
********
Dikediaman orangtua Ardi
tok... tok...tokkk....
Bunyi pintu dari luar kamar yang baru beberapa menit dia singgahi.
"... Nak... Boleh Tante masuk ?... ternyata ibu Ardi telah menunggunya di depan pintu kamar yang tidak tertutup rapat sedari tadi.
"...Ohhh iya Tante, Maaf ... apa Tante sudah dari tadi? Silahkan masuk tante... " dengan senyum mengembang di pipi Gadis itu, menambah pesona dan Kecantikan yang dia miliki
Dengan Langkah Anggun Ibu Nurmala memasuki kamar yang di tempati Bilda dan duduk di Pinggiran Tempat Tidur, dimana Bilda juga sedang Duduk disana.
"Tadi Sebelum ke kamar Ardi Bilang sama Tante, katanya Hari ini kamu puasa dan Belum Makan, Kamu Hanya membatalkan Puasa menggunakan Roti Saja, apa itu benar ? dengan halus wanita itu bertanya.
"Emm.. iya Tante hari ini Alhamdulillah saya puasa, memangnya ada apa Tante menanyakan itu ..." dengan lembut Bilda bertanya
"Siti.... " panggil Bu Nurmala untuk masuk ke kamar Bilda.
"....Letakan Makanan nya di Meja, Dan Terima Kasih , Km Boleh Kembali Beristirahat..."Ucap Ibu Nurmala kepada salah satu asisten Rumah tangganya dengan nada lembut dan sopan.
"....Tante tidak usah repot-repot, saya sudah sangat kenyang Tan, dan lagi ini sudah malam saya malah jadi merepotkan Tante...."
"Seeeettttt ... " jawab Bu Nurmala seraya mengangkat tangannya, Berharap Bilda mau menerima makanan yang dia siapkan. Begitu naluri seorang ibu muncul di benaknya.
"...Makanlah, tidak baik tidur dalam keadaan Perut Masih Kosong..." dengan senyum simpul wanita itu mempersilahkan.
"Baiklah Tante , Terima kasih sebelumnya, Bilda sambil Makan ya Tante, Tante sudah makan ?? .." tanya Bilda kemudian dengan senyum manisnya.
Dibalas dengan Senyum dan anggukan oleh ibu Nurmala ...
Bilda makan dengan sangat Lahap dan menghabiskan semua makanan yang telah disiapkan. itulah adab yang selalu dia bawa kemanapun, dimana didikan orangtuanya mengharuskan Menghabiskan Makanan karna Barokah makanan terletak pada akhir makanan tersebut, serta tidak menolak rejeki yang di berikan.
Ibu Nurmala memandang Wajah Gadis yang ada di depannya, dengan Perasaan Kagum, bagaimana bisa Gadis berkerudung panjang ini Terlihat Sangat Cantik dan anggun bahkan Meski tanpa Riasan di wajahnya. tutur kata nya selalu sopan dan santun ketika berhadapan dengannya. Ibu Nurmala semakin kagum dengan Bilda, sehingga tanpa dia sadari dia tersenyum lebar dengan pandanganya tertuju pada Bilda.
"... Tante.... apakah Tante baik-baik saja?..."
pertanyaan Bilda membuyarkan lamunan Ibu Ira....
"... ohhh .... emmm... maaf ... Emm... Baiklah istirahatlah nak, pasti kamu sangat lelah, Tante akan keluar ....
jawab Ibu Nurmala dengan Gagapnya
"...Ohh iya Tante terima kasih, tapi sebelumnya mohon maaf, boleh Bilda ke Dapur Tante, Bilda akan mengembalikan Peralatan makan dan mencucinya ..." ucap Bilda sebelum ibu Ira keluar dari kamarnya.
"Tidak usah, biarkan saja besok akan di bereskan Pembantu nak, sudah kamu istirahatlah... jawab ibu Nurmala kemudian
"Tapi Tante.... " dengan Bilda sedikit memaksa akhirnya ibu Nurmala menunjukan dimana dapur nya.
Lalu Bilda melangkah maju menuju Wastafel yang ada disana dan mencuci perlengkapan makanya tadi kemudian meletakkan di tempat yang tersedia disana.
Tanpa di sadari Bu Nurmala memandangi setiap gerak gerik yang di lakukan Bilda dengan rasa kagum. bagaimana dia merasa sangat senang melihat sikap gadis yang baru saja dia kenal, seperti dia telah mengenalnya sejak lama, dia terpesona dengan sopan dan santun ya serta rasa hormatnya terhadap orang tua.
"Tante masih disini "... dengan senyum di wajahnya
".... Terima kasih atas Makanannya Tante Alhamdulillah Bilda sangat senang dan Semua makanan yang ada sanga enak ..." puji Bilda kepada ibu Ira dengan senyum yang lebar menambah kecantikan di wajahnya.
Dibalas dengan senyuman oleh ibu Nurmala.
" Baiklah , ini sudah sangat larut, sebaiknya kamu segera tidur nak..."
"...Terima kasih Tante, Assalamualaikum "...
"Waalaikumsalam...."
Tanpa disadari oleh keduanya , sepasang mata telah melihat aktifitas yang dilakukan oleh Bilda dan Bu Nurmala sedari tadi, yaaa Ardi telah melihat keakraban kedua wanita yang ada di rumah itu, dengan senyum tipis diwajahnya Ardi menuju dapur untuk mengambil minuman dan kembali ke kamarnya.
*******
__ADS_1
02.30
Ardi merasa tenggorokannya sangat kering, dan bergegas turun ke lantai satu untuk ke dapur mengambil minuman.
sayup-sayup dia mendengar seseorang sedang mengaji, siapa.... batin Ardi dini hari seperti ini ada orang yang mengaji...
Dia berjalan Menuju sumber suara, dimana dari balik pintu kamar tamu itu Ardi mendengar seseorang sedang Mengaji dengan sangat merdu di telinganya, membuat hatinya merasa tenang dan teduh dibuatnya. Tanpa di sadari Ardi Tersenyum lebar dan Menikmati suara Merdu dari sang Pemilik suara di Balik Pintu kamar tersebut
"....Apa yang kamu lakukan di sini Ardi..." Tanya seseorang di belakangnya yang telah dulu memegang pundaknya. Ardi membalik badanya Dengan Perasaan kaget dan Hampir saja Ardi Terjungkal ke Depan.
".... Ya Allah mah .. mama ngagetin Ardi aja , Untung aja Ardi nggak Jatuh, Coba kalau Ardi Jatuh bisa berkurang kegantengan Anak mama ini"... jawab Ardi sekenanya sambil melenggang Pergi ke arah dapur meninggalkan ibunya yang masih bengong dan bingung dengan tingkah putranya.
"Ardi... Sebenarnya sedang apa kamu tadi di depan kamar Bilda ?? Apa kamu mengintip ??.. Tanya ibunya dengan Mencear putranya
" Uhukkk uhukkk Ardi tersedak oleh minuman ya g sedang dia minum.
"Mama.... mama ada-ada saja, Ardi tadi mau ke dapur pur mengambil air , lalu Ardi dengar ada suara orang mengaji , Ardi hanya penasaran ma jadi mencari darimana suara tersebut ".... jawab Ardi setelahnya....
" Ohhh" jawab Bu Nurmala dengan senyuman tipis. Dia sangat mengenal putranya dimana saat ini ada rasa kagum dari Putranya terhadap gadis yang baru saja dia kenal itu.
********
Pagi hari di meja makan telah tersedia banyak lauk yang menggugah selera penghuni rumah yang akan bersiap berangkat Kerja.
Seperti Hari-hari biasanya Ayah kandung Ardi Merupakan Pejabat pemerintahan yang sangat sibuk, jadi lebih sering menghabiskan waktunya di rumah Dinas nya , karna itu sangat menghemat waktu dan tenaganya dibandingkan harus bolak balik ke rumah. Dan hanya pulang saat Ardi Di rumah atau ketika Pekerjaannya dirasa Tidak menumpuk, sesekali Ibu Ira yang mengunjungi suaminya ke rumah dinasnya itu.
"Pagi maa.... "
Sapa Ardi yang langsung duduk di meja makan.
"Pagi Sayang... gimana tidurnya nyenyak ?? .. apa kamu memimpikan sesuatu?." goda Bu Nurmala kepada anaknya.
Dengan mengerutkan wajahnya Ardi memandang aneh ibunya, bisa-bisanya mama menanyakan hal itu, ada-ada saja mama ini *Batin Ardi kemudian*
" Assalamualaikum Tante Nurmala.... maaf Bilda lama Tante "Tiba-tiba suara lembut itu memecah keheningan antara ibu dan anak tersebut
Dengan senyum nya wanita itu menjawab "... Tidak nak, Tante juga baru saja duduk disini sama Ardi, yukk kita sarapan bareng-bareng"....
Ardi hanya mendengarkan obrolan kedua wanita tersebut dengan sesekali mencuri pandang kearah gadis yang ada di depannya itu. Namun pandangan itu tidak luput dari mata Bu Nurmala, yang tersenyum melihat tingkah Putranya.
"Ohya Ardi .... hari ini kamu belum ada kegiatan bukan? .." tanya ibu Nurmala kepada putranya
"Belum ma ... sepertinya besok Baru Ardi akan mengurus keperluan Mutasi Ardi di kantor papa sekalian menemui papa..." jawab Ardi
".... Bisa kan kamu mengantar Bilda ke kos nya, karna hai ini Pak Joko mama minta mengantarkan mama ke Rumah Sakit , ada beberapa operasi yang harus mama tangani pagi ini..."
Dengan senyum lebar di wajah Ardi. Sedetik kemudian Ardi Baru akan menjawab Bilda memotong Nya dengan Mengatakan
".... Tidak usah Tante. Bilda sudah cukup merepotkan Tante dan Mas Ardi dari kemarin, Bilda bisa pulang sendiri Tante, dan lagi pula Bilda sudah memesan Taksi Online yang akan datang sekitar 15 menit lagi Tan...." jawab Bilda dengan perasaan tidak enak jika harus merepotkan orang-orang yang baru dia kenal tersebut, mereka sudah cukup baik menampungnya di rumah mewah mereka tanpa menanyakan siapa dirinya.
Dilain sisi Ardi merasa sedih karna tidak dapat mengantarkan pulang gadis yang baru saja dia kenal dan ada rasa kekaguman di dalam dirinya.
********
"...Baik Tante Bilda sangat Berterima kasih Tante dan mas ardi mau menampung Bilda, dan mohon maaf Bilda merepotkan tante "... ucap Bilda dengan rasa tidak enak di depan pintu rumah keluarga Ardi.
"Tidak sayang, kamu tidak merepotkan justru Tante senang senang kamu datang, rumah Tante ini jadi rame dan ada penghuni baru disini " ... jawab Tante seraya melirik putra semata wayangnya yang berada di sampingnya itu.
"... Dengan senyuman manis dan anggukan Bilda membalas ucapan Ibu Ira..
Sedetik kemudian mereka terdiam menemani Bilda menunggu taksi online yang telah Dipesan.
"... Sebetulnya Tante itu sudah pingin Punya temen baru di rumah ini, cuma ya bagai mana , anak Tante ini sangat pemilih, selalu punya banyak alasan ini dan itu " ... ucap Bu Nurmala dengan senyuman dan melirik anaknya tersebut
Dengan kaget Ardi melirik kearah mamanya, Bisa bisanya mama mengatakan hal itu didepan orang lain, betapa malunya aku...* Batin Ardi kemudian dengan wajah sudah memerah bagai tomat .
Bilda hanya mampu tersenyum canggung mendengar Pembicaraan Ibu Ira tanpa berniat mengomentari
"... Tante... sepertinya taksi yang Bilda pesan telah sampai. sekali lagi Bilda sangat berterima kasih pada Tante ...."
Bilda mencium takzim tangan wanita yang baru saja dia kenal semalam dengan senyum terukir diwajahnya. kemudian bila mengarahkan tubuhnya ke arah Ardi namun tanpa memandang wajah laki-laki tersebut dan mengucapkan terima kasih karna telah membantunya, seraya menyatukan kedua telapak tangannya di dada.
__ADS_1
********