Suamiku Pasienku

Suamiku Pasienku
Pernikahan Bilda Dan Emil


__ADS_3

Rangkaian acara pengajian yang terasa sangat khidmat, di ikuti oleh seluruh anggota keluarga besar dari kedua mempelai pun menjadi semakin Haru tatkala Bilda memohon ijin untuk menikah kepada kedua orang tuanya.


***


Pagi hari di kediaman Bilda terlihat beberapa orang sibuk mempersiapkan acara pernikahan antara Emil dan Bilda.


Emil yang saat ini masih di Hotel, setelah tadi malam mengikuti serangkaian Acara Pengajian di kediaman Bilda, saat ini tengah menjalankan sholat Dhuha dengan khusuk sebelum mempersiapkan diri untuk acara ijab qobul nya nanti.


Terlihat beberapa wo laki-laki beserta dengan penata busana yang datang ke kamarnya khusus untuk mempersiapkan keperluan Emil dan menyiapkan segala sesuatunya.


Emil yang telah menyelesaikan sholatnya, langsung di minta oleh Bu Azizah untuk besiap-siap, karena acara ijab qobul akan di laksanakan jam 9 pagi ini.


Emil yang sebelumnya merupakan laki-laki tampan dengan sejuta pesona, kini setelah mengenakan busana kebesaran dan peci yang bertengger indah di atas kepalanya menampakan Ketampanan yang sangat Luar biasa. Berpuluh-puluh kali lipat dari sebelumnya.


Wajah putih bersih, Hidung mancung, alis yang tebal, dan rahang yang berbatas tegas membuat segalanya terlihat sempurna.


Berbeda dengan Emil yang merasa bahagia, di kamar hotel, Ardi merasa enggan untuk bersiap-siap untuk datang ke acara pernikahan Emil dan Bilda, hatinya masih terasa sangat sakit, hingga tak mampu menahan amarah dalam dadanya.


Bahkan Emil melewatkan sholat Subuh ya tadi dengan tetap bergulung bawah selimut tempat tidurnya.


Bagaimana tidak, sebelumnya Ardi datang ke kota ini untuk meminang bidadari ya, namun pada kenyataanya dia harus mengalah dengan keadaan, dan mengikhlaskan bidadari ya menjadi istri dari sepupunya.


Sebelum Emil berangkat menuju kediaman Bilda, sebelumnya Emil singgah ke kamar Ardi yang berada tepat di samping kamarnya saat ini


tokk.tokk.tok..


Setelah pintu di buka, terlihat sosok Emil dalam pandangan Ardi begitu sempurna.


Ardi yang melihat betapa gagahnya Emil saat ini hanya mampu tersenyum tipis. memberikan selamat kepada sepupunya.


Meski dengan ketidak relaanya dan rasa sakit hatinya, namun Ardi tetap bahagia atas pernikahan Keduanya.


"Maafkan gua Ar... !!" Ucapan itu yang mampu Emil sampaikan pada Ardi saat ini.


Melihat saudara sepupunya sangat kacau saat ini, dia mengetahui betapa galau dirinya saat ini.


"Santai bro, semoga Lo bahagia, dan jaga dia baik-baik bro.. Kalau nggak Gue akan rebut dia dari Lo". Goda Ardi kemudian, Emil yang hanya menanggapi dengan seutas senyum di bibirnya.


***


Setibanya rombongan keluarga besar Emil beserta keluarga, melenggang masuk kedalam Tempat di selenggarakan acara ijab qobul tersebut.

__ADS_1


Mengetahui hal tersebut, beberapa orang yang bertugas sebagai penerima tamu mempersilahkan keluarga besar Emil untuk duduk di tempat yang telah di sediakan.


Emil yang ditemani oleh kedua orang tuanya, sudah duduk di hadapan penghulu dan Ayah Bilda merasa kebahagiaan memuncak dalam dadanya.


Sambil mempersiapkan segala sesuatunya Beberapa orang yang ada di hadapan nya Disibukan dengan beberapa kertas yang akan di tanda tangani oleh mempelai setelah ijab qobul nanti.


Gugup sudah pasti di rasakan Emil, namun sepersekian detik rasa itu mampu di kuasainya.


"Bagaimana sudah siap ?" Tanya penghulu kepada Emil dan semua orang yang menyaksikan


Siap..


Siap...


Siap...


Sahut beberapa orang diantaranya.


"Bisa dimulai sekarang ?" Ucap Bapak penghulu lagi..


"InshaAllah siap" dengan keyakinan penuh Emil menjawab.


Dengan mantap Pak Wawan, menjabat tangan calon menantunya


Dengan Sekali tarikan nafas Emil mengucapkan ijab


Saya Terima Nikah dan Kawinnya Bilda Khairunisa Binti Wawan Hartawan dengan dengan Maskawin tersebut dibayar Tunai!!


Sah???


Sah??


Sah??


Sah...Sah... Sah...


Alhamdulilah....


اَللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ اٰدَمَ وَحَوَّاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَسَارَةَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ سَيِّدَنَا يُوْسُفَ وَزُلَيْخَاءَ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ الْكُبْرَى وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا عَلِيِّ وَسَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءَ


Allâhumma allif bainahumâ kamâ allafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Ibrâhîm wa Sârah, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Yûsuf wa Zulaikha, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatinâ Khadîjatal kubrâ, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ ‘Aly wa sayyidatinâ Fâthimah az-Zahrâ

__ADS_1


Artinya: “Ya Allah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Adama dan Hawa, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Ibrahim dan Sarah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Yusuf dan Zulaikha, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Baginda Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallama dan Khadijah Al-Kubra, dan rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Ali dan Fathimah Az-Zahra.”


Bersamaan dengan doa yang di panjatkan oleh penghulu yang di aminkan oleh seluruh tamu yang hadir dalam acara ijab qobul tersebut.


Didalam Ruangan tempat juru rias dan juru busana merubah penampilan Bilda saat itu terlihat layar besar, menampakan seluruh sesi acara ijab qobul dengan penuh khidmat.


Mendengar Ucapan Ijab qobul yang di Ucapkan oleh Emil Dengan hanya sekali tarikan nafas membuat Bilda merasa Tenang, Relung hatinya menghangat dan terpancar senyum bahagia di wajahnya.


Seketika Sudut matanya berembun, menyadari statusnya kini menjadi seorang istri dari pengusaha kaya raya Emil Abizar Al-maher.


Meski belum ada cinta di hatinya, namun pernikahan baginya adalah sesuatu yang suci dan wajib dia jaga.


Setelah menyelesaikan prosesi ijab qobul, tiba saatnya Bilda di iringi Bunda dan beberapa sanak saudaranya menuju tempat di laksanakan ya ijab qobul.


Balutan Busana Berwarna Putih Bersih, Senada dengan Yang di Kenakan oleh Emil. Menggunakan Kerudung Ala Pashmina dan Mahkota di atas Kepala. Sungguh Bilda sangat mempesona saat ini.


Dengan Wajah yang menunduk dan senyum terukir indah di bibir wanita yang bernama Bilda tersebut mampu menghipnotis setiap mata memandang.


Kecantikan yang bak bidadari dalam Perwujutan nyata.


Kulit yang terpancar putih, bersih dan bersinar bagai cahaya Hidung mancung, Alis yang tebal, dan Mata yang indah


Bahkan Sedari memasuki ruangan Emil tidak henti-hentinya menatap wajah indah sang permaisuri hatinya tanpa sekalipun berkedip.


Mengagumi wajah Wanita yang saat ini halal baginya.


"Cantik" gumam Emil kemudian mengagumi kekasih halalnya tersebut.


Bilda yang tampak sedikit grogi duduk bersebelahan dengan Emil yang sedari tadi menunggu kedatanganya menatap sosok yang kini telah duduk tepat di sampingnya.


"Tanda tangan di sini... " Ucap penghulu.


"Disini juga "...


"Dan satu lagi tanda tangan di sini "


"Baik terima kasih" Ucapan penghulu itu kembali.


Setelah semua berkas di Tanda Tangani. tiba saatnya Emil memasangkan Cincin di jari lentik Bilda.


Dengan sedikit grogi Bilda mengulurkan tangannya yang seketika dapat di lihat oleh Emil jika tangan mungil tersebut bergetar hebat.

__ADS_1


Melihat kejadian tersebut, membuat hati Emil bergetar, Sungguh bidadari halalnya ini sangat menjaga dirinya. Sedetik kemudian Tersungging Senyum simpul di sudut bibir Emil.


__ADS_2