Suamiku Pasienku

Suamiku Pasienku
Bimbang


__ADS_3

__Ardi sangat menyesal, Dia sangat merutuki kebodohan dirinya dengan menanggapi Galuh di Restoran sebelumnya.__


__Jika Ardi tau kejadiannya akan seperti ini dia tidak akan mau hanya untuk sekedar ber basa - basi dengan mantan kekasihnya tersebut.__


Ardi bergegas menuju parkiran dan masuk kedalam mobilnya.


"Huaaaaa!!!!"


Teriak Ardi dengan begitu lantang, Melampiaskan segala Amarahnya.


Brak..


Brak


Brak


Ardi melampiaskan kekesalannya dengan memukul stir mobil dengan sekuat tenaga.


************


"Selamat Pagi sayang"


Ucap Bu Azizah kepada Putranya.


"Pagi ma, Pagi pa.." Bude Minah masak apa ma?


Tanya Emil dengan mata melihat kearah meja, menu apa saja yang tersedia disana.


"Ini kemarin Bude mama suruh masak Opor sama Sambal goreng Ati Ampela, Kenapa ? Kamu nggak Suka ?


Tanya Bu Azizah ketika melihat raut wajah putranya yang seolah tak bersemangat.


"Emil, tidak baik mendiamkan makanan, Sudah... Syukui apa yang ada...


Ucap Pak Lukman dengan Tetap mengunyah makana yang ada di mulutnya.


" Iyaa .. Emil cuma kangen sama Sup Ayam ma..."


"Sup Ayam ?"


Bu Azizah berusaha mengulangi kalimat Emil.


"Apa itu Masakan Bilda ??


Goda Bu Azizah kepada putranya yang terlihat malu-malu mengatakan keinginannya.


Jelas saja Bu Azizah langsung menebak masakan siapa itu, Karna di rumah tersebut Asisten Rumah tangganya tidak pernah membuat menu masakan itu sebelumnya.


karena Malu Emil hanya bisa menggaruk-garuk pelipisnya.


"Ohya pa dalam Minggu ini kira- kira papa longgarnya hari apa ??"


Tanya Bu Azizah pada pak Lukman yang sedari tadi khusyuk dengan makanannya.


"Belum tau juga sih ma, Cuba nanti papa pastikan dulu, Memang ada apa sih ma ??


Jawab pak Lukman kemudian


"Nggak, Jadi gini lho pa kemarin dik Nurmala telepon mama, katanya Ardi mau Ngelamar Gadis"


"Nah mereka tanya papa Longgar kapan, papa kan Yang di tukang dalam keluarga Mereka maunya papa Ikut rapat keluarga Juga"


Sambung Bu Azizah...


Ucapan Bu Azizah sontak membuat Emil kaget, seketika dia tersedak dengan makanan yang sedang di kunyahnya.

__ADS_1


"Mama Seriusan ? Ardi mau nikah ?


"Serius lah, Kemarin mamanya ngabarin itu, tapi sebelumnya mau Raat keluarga dulu, nentuin kapan hari baiknya buat melamar"


Jelas Bu Azizah kepada putranya ketika Emil merasa tidak percaya.


"Kemarin sih Emil Ketemu Ardi di Coffe, Cuma Ardi gak ada bilang ke Emil , emang sihh dia bilang kalau udah mau serius, Emil pikir dia cuma bercanda "


Ucap Emil dengan santainya.


"Terus kamu ?? Kamu kapan , kalau Ardi aja udah berani serius masak kamu kalah sih ?? "


Goda Bu Azizah pad putranya yang merasa kesal


Pak Lukman hanya me naik turunkan alisnya ketika dengan sengaja Bu Azizah menggoda putranya.


"Tahun depan sudah 36 Lhoo, masak mau nunggu ubanan baru nikah"


"Ma!!!"


Ucap Emil dengan tegas, karena mamanya selalu menggoda dan menyindirnya soal pernikahan.


"Ya udah nanti Emil pikirin dulu , Emil kan juga harus sholat istikharah dulu ma"


Jawab Emil dengan nyengir


"Ya udah Emil berangkat dulu ya ma. pa. "


Emil Beranjak untuk mencium tangan kedua orangtuanya, kemudian meninggalkan Ruang makan.


Emil sengaja segera mengakhiri Sarapannya karena dia tau jika dia berlama-lama dengan keduanya pasti habis sudah kedua orang tuanya itu akan menggodanya.


Sebetulnya bukan karena Emil yang terkesan tidak memikirkanya, Namun Emil sedang menggunwaktu yang tepat.


*************


Dua hari setelah kejadian yang menimpa Ardi Ardi memutuskan untuk menenangkan diri sebelum pulang ke Malang.


Beberapa kali Bu Nurmala dan pak Bambang meng hubunginya namun tidak pernah di jawab.


Hal itu membuat mereka sangat khawatir, cemas dengan keadaan putranya


Tring...tring...tring...


"Assalamualaikum Mas Ardi."


"Waalaikum salam Bilda."


Jawab Emil dengan sedikit lesu.


Ardi sedikit kaget dengan panggilan yang masuk ke handphone miliknya. Karena mengetahui Bilda lah yang menghubunginya, Ardi bersemangat untuk mengangkatnya.


Meski perasannya masih kacau balau.


Setelah beberapa saat obrolan mereka berlangsung, mulai dari Bilda yang menanyakan keadaanya sampai memintanya untuk Segera kembali karena kedua orang tuanya sangat mengkhawatirkannya


Setelah Ardi merasa cukup tenang dan dapat mengontrol emosinya, kemudian Ardi memutuskan untuk Pulang.


Setelah menerima panggilan dari Bilda hatinya merasa cukup tenang dan Dapat menguasai dirinya.


Ardi memutuskan untuk kembali ke Malang hari itu juga, agar lebih cepat sampai di Malang . mengingat sudah 2 hari dirinya tidak masuk kantor .


**************


22.40

__ADS_1


Setibanya Ardi di Kota kelahirannya dia langsung Bergegas untuk pulang.


Sebelumnya Ardi telah menghubungi Emil saat di bandara, meminta Emil Untuk menjemputnya.


Ardi berpikir akan menceritakan semua kejadian yang di alaminya ketika di Bandung.


Namun pada akhirnya Ardi turung untuk menceritakannya pada Emil, Ardi memilih untuk tetap menyimpan ya rapat-rapat.


"Thank ya bro.... "


Ucap Arsi ketika sudah sampai di halaman rumahnya.


"Santai Aja bro. gue kebetulan juga lagi pengen jalan ini tadi.."


Jawab Emil dengan santai


"Bro, selamat ya.. Bentar lagi melepas masa lajang , Wah gue bakal sendirian ... "


Ucap Emil kepada Ardi dengan semangat, meskipun dirinya saat ini akan sendiri karena akan di tinggal oleh sepupu yang paling dekat dengannya.


"Oke bro, makasih ya.. "


Ucap Ardi datar.


*************


"Ardi !!! Sebelumnya papa sudah peringatkan kamu untuk jangan main2 dengan waktu"


"Apa saja yang kamu lakukan disana,?? dua hari kamu meninggalkan kantor"


"Bahkan kamu mengabaikan Telepon mama dan papa."


Suara Pak Bambang yang mampu membuat orang di dekatnya terdiam.


Suasana Sarapan pagi itu mendadak mencekam dengan kemarahan pak Bambang


Bahkan Bu Nurmala pun tidak berani untuk sekedar Menenangkan suaminya atau bahkan membela putranya


Mendengar kemarahan ayahnya Ardi hanya diam saja, tanpa membantah ataupun menjawab.


Ardi menyadari kesalahannya dan Berusaha mengubur rapat Kejadian yang sebelumnya menimpanya.


Srakkk....


Pak Bambang dengan kesal seketika meninggalkan meja makan dan beranjak meninggalkan Ruangan tersebut tanpa menghabiskan Sarapannya ataupun sekedar berpamitan pada istrinya.


Sunyii...


Begitulah keadaan dirumah Pak Bambang pagi ini.


"Ardi..."


"Mama tau mungkin kamu sedang ada masalah. Kalaupun kamu tidak ingin cerita pada mama atau papa itu tidak masalah" .


"Bercerita lah pada Allah..."


Ucap Bu Nurmala seraya berdiri untuk meninggalkan meja makan dan bergegas berangkat ke rumah sakit.


Arsi masih merasa tidak bersemangat untuk bekerja hari itu. tapi dia memutuskan untuk tetap berangkat ke kantor. mengingat pasti sudah banyak pekerjaan yang menantinya.


Beberapa kunjungan daerah yang dia lewatkan dan Beberapa agenda rapat kantor yang sangat penting pun juga di lewat kan.


Mungkin karena hal itu salah satunya yang membuat papa Ardi merasa kecewa padanya..


[[Please Dukungannya ya guys]]

__ADS_1


__ADS_2