
Bil... kamu udah sarapan ??
Tanya Emil tiba-tiba dari arah belakang. dan di jawab Bilda dengan gelengan kepala.
Gimana kalau kita sarapan bareng aja dulu ..... Kalian mau makan apa ???
Ucap Bu Azizah dengan semangat dan antusias.
"LONTONG OPOR !!"
Jawab Bilda dan Emil bersamaan. Sudah seperti anak kecil yang di ajukan pertanyaan untuk segera di jawab. Mereka Sangat antusias
Tiba-tiba sepasang suami istri itu saling melirik kearah dua sejoli yang ada di sampingnya itu,dengan menyempitkan kedua matanya karna Ter heran-heran.
"Baiklah lontong opor Khas solo itu bukan ??"
Tanya Bu Azizah yang di angguk kan oleh Bilda ..
"Papa gimana ? Mau makan apa ?..."
Tanya Bu Azizah lagi kepada suaminya, memastikan selera suaminya.
"Papa team hore lah, Lontong opor oke Lah..."
Jawab Pak Lukman dengan semangat
"Ehhh Masnya sama mbaknya, Monggo Monggo silahkan mas mba. Sambil menyiapkan kursi-kursi untuk di tempati."
Ucapan bapak penjual lontong opor yang mengenali emil dan Bilda, Karen sebelumnya mereka pernah membeli dagangannya
Benar saja Sudah pasti sepasang suami istri itu semakin dibuat heran dengan Bilda dan emil. Mereka akan berpikir jika keduanya memiliki hubungan spesial.
Tempat yang cukup ramai dengan pengunjung bazar yang lumayan banyak pagi ini, Juga Banyaknya muda mudi yang sengaja mencuri pandang terhadap Emil maupun Bilda.
Bagaimana tidak
Emil memiliki paras yang sangat tampan dan Bilda memiliki Wajah yang sangat cantik
Tidak heran muda mudi di sana selalu mencari perhatian dari keduanya. dengan sengaja mencuri-curi pandang.
Namun hal itu tidak sedikitpun membuat keduanya merasa besar kepala atau lantas menyombongkan diri.
Mereka tetap bersikap biasa, dan Bilda pun juga tetap menundukkan pandanganya dengan sopan.
Setelah selesai memesan Lontong opor, minuman, dan beberapa cemilan, mereka melanjutkan perbincangan ya yang sempat ter jeda sebelumnya.
"Ma..."
"Emmm... Ucap Bu Azizah sekenanya yang masih sibuk dengan smartphone miliknya, ketika putra semata wayangnya bertanya...."
"Mama jadi mau ketemu sama orang yang jaga Emil kemarin ??"
Seketika Bu Azizah dan pak Lukman membulatkan matanya.
"Iya lah Emil sayang jadi dong, Kapan kamu mau menghubunginya. mama sudah gak sabar mau kasih hadiah untuknya."
__ADS_1
Jawab bu Azizah kemudian.
"Maaa... Paa...."
Ucap Emil dengan pelan dan lugas.
Bilda masih sibuk menundukkan karena sedang membaca beberapa menu lain di Stand tersebut, sehingga tidak menyadari ada obrolan yang intens antara anak dan kedua orang tua yang ada di hadapannya tersebut.
"Jadi Ma Pa , Bilda ini lah orang yang Telah menjaga Emil saat di rumah sakit waktu itu....."
Ucap Emil dengan nada sedikit keras, sehingga kalimat itu jelas oleh sepasang telinga Bilda, membuatnya kaget seketika, dan Bildapun membulatkan matanya karena merasa Malu dan canggung , yang seketika membuat wajah Bilda merona.
Pak Emil dan Bu Azizah secara bersamaan menatap wajah Bilda.
Bilda yang sedari tadi Canggung kini harus lebih merasa Malu dengan tatapan kedua orang tua Emil yang tajam seolah mengisyaratkan tanda tanya besar didalamnya, seketika wajahnya meng hangat karena rasa malunya.
Suasana seketika menjadi hening, karena sepasang suami istri itu masih dengan tatapan terkejut kepada Bilda.
"Silahkan Mas... Ini pesanannya sudah siap"
Ucap pedagang Lontong yang seketika membuyarkan lamunan mereka semua.
Emil hanya senyum senyum saja melihat wajah Bilda yang malu dan kedua orang tuanya yang bengong karena terkejut.
Bagaimana bisa semua nya Terjadi begitu saja batin Bu Azizah , atau semua memang sudah di takdirkan oleh yang Kuasa.
Betul bil apa yang di sampaikan Emil ??
Tanya Bu Azizah setelah dapat menguasai dirinya, memastikan bahwa apa yang di bicarakan Putranya adalah benar, dan hal itu dilakukan untuk mencairkan suasana kembali. Setelahnyadi jawab dengan isyarat senyuman oleh Bilda.
Senyum manis Yang sangat membuat candu setiap mata memandang.
"Udah kamu sabar jagain anak Tante, ehhh hari ini kamu nolongin Tante, sampai kamu sendiri terluka begini..."
Ucap Bu Azizah dengan memegang kedua tangan Bilda di hadapannya.
Merasa Bahagia dan beruntung bisa bertemu dengan gadis sebaik Bilda.
"Tante ... Ini bukan apa-apa ..."
Jawab Bilda dengan sopan , berusaha meyakinkan.
Terlihat netra wajah Bu Azizah yang menjadi teduh dari sebelumnya. Tiba-tiba matanya berembun dan butir-butir bening lolos begitu saja di pipi Bu Azizah.
"Tante??? Tante kenapa nangis"
Ucap Bilda kemudian.
"Nggak,, Tante hanya terharu aja bil.sekali lagi Tante mengucapkan kasih ya... sembari mengusap Ari mata di pipi nya, yang di balas bilda dengan anggukan kepala."
"Mama Tau nggak Bilda pinter masak lhooo, dan masakanya enakkkk banget"
Ucapan itu lolos begitu saja dari bibir Emil dengan di iringi pandangan mata yang naik dan turun.
Sontak bilda menjadi sangat malu dan canggung diantara keluarga tersebut.
__ADS_1
Meskipun pandanganya selalu menunduk tapi Emil bisa melihat jika Bilda sedang merasa Malu
Dan hal itu justru membuat Emil tersenyum simpul dengan tingkah gadis yang ada di depannya. dan dengan jelas memperlihatkan bahwa Emil sedang mengaguminya.
"Ohhyaaa... Wahhh , Tante mau juga dong kapan-kapan nyicipi masakan kamu."
"InshaAllah Tante... jawab Bilda dengan malu-malu"
"Emil. cepat sembuh juga karna bilda ma. Bilda selalu membuatkan makanan yang selalu Emil harus habiskan... dia selalu Maksa Emil makan banyak"
Tambah Emil lagi dengan nada diiringi yang dengan terang-terangan menggoda Bilda.
Seketika wajah Bilda semakin Memerah .
"Sudah sudah ... jangan goda Bilda lagi, lihat wajah Bilda sudah seperti udang rebus."
Ucap pak dengan halus Lukman mencoba mencairkan suasana.
Meskipun sedari tadi pak Lukman tidak banyak bicara ataupun mengobrol tapi pak Lukman selalu mengamati putranya dan gadis yang ada di hadapannya tersebut.
Pak Lukman sangat paham jika saat ini putranya dengan terang-terangan telah mengagumi sosok gadis dihadapannya.
Pak Lukman menangkap ada sinyal-sinyal asmara dari Putranya. yang dia sangat mengenal betul karakter putranya.
Karena memang tidak pernah seperti itu Emil sebelumnya.
Namun pak Lukman tidak akan memaksa putranya, dia akan memantau setiap gerak gerik yang dilakukan putranya
"Tidak baik mendiamkan makanan, Yuk kita makan dulu aja, ngobrolnya lanjut nanti lagi..."
Ajak Bu Azizah kepada semuanya.
Beberapa Menit kemudian seluruh makanan yang tadinya tertata rapi di Piring telah berpindah kedalam masing-masing perut empunya.
"Alhamdulillah..."
Ucap Beberapa diantara mereka.
Setelah semua selesai dengan makanan mereka, akhirnya Bu Azizah mengajak mereka segera beranjak dari tempat duduk, karena memang sangat antre jadi mereka berusaha memberikan tempat bagi pengunjung lainya untuk sarapan.
Setelah Emil membayar semua makanan mereka menuju tempat Diaman mobil terparkir.
"Kayaknya mama, papa sama Bilda tunggu sini aja deh... Mobil Emil lumayan jauh. Emil aja yang ambil kesan kalian tunggu di sini dulu."
Dengan sigap Emil mendahului ketiganya, terlihat dari tatapan Bilda Emil berlalu begitu saja punggung yang tegab badan yang tinggi Dan Potongan Rambut cepaknya.
Beberapa saat kemudian mobil telah sampai di hadapan ketiganya, dan Emil pun mempersilahkan masuk ketiganya.
Dimana posisi duduk Pak Lukman dan Emil berada di bagian depan, sementara Bu Azizah dan Bilda berada di bangku tengah.
*****************
[[Jangan lupa dukung saya yaaa, Biar Tambah semangat berkatmrya ]]
[Tinggalkan, Komen Like, dan Jika Berkenan Hadiahnya untuk author yaa, Thanks Guys]]
__ADS_1
[[Sehat dan Lancar rejeki selalu semuanya 🤗🤗🥰🙏]]
[[Be smart reader]]