Suamiku Pasienku

Suamiku Pasienku
ARDIAN BAGUS PRAMONO


__ADS_3

Hari hari berjalan seperti biasa, kegiatan yang selalu di lakukan Bilda mulai dari Tetap memantau Konveksinya, Mengontrol stock bahan baku, pemasaran, Dan Gaji Karyawan selalu Bilda pantau meski hanya melalui telpon. Memastikan semua berjalan dengan lancar.


Produk konveksi yang Bilda tekuni yaitu produksi pakaian dalam pria dan wanita. Memiliki banyak Distributor di berbagai Daerah di seluruh Indonesia. sehingga untuk pemasaran Bilda tidak terlalu kesulitan, dan lagi Bilda dibantu oleh ibu Ira yang tidak lain adalah ibu kandung ya.


Alasan Bilda menjadikan produk pakaian sebagai salah satu usaha sampingan adalah karna, usaha tersebut sangat menjanjikan. Dan terbukti saat ini omset yang diperoleh ya sudah mencapai ratusan juta setiap bulan.


"Lelah sekali .... gumam Bilda seraya merebahkan tubuhnya diatas kasur


Tring.... Tring...


Nada Pesan di handphone Bilda yang menandakan terdapat pesan masuk .


"Assalamualaikum Bilda, Apa kabar? ...


Ardian Bagus Pramono ....


Satu pesan yang masuk membulatkan matanya. ternyata Ardi yang mengirim pesan tersebut.


"Waalaikumsalam..." jawab Bilda melalui smartphone miliknya.


" Ohya lagi apa Bil ?? Bisa saya telpon ? ... tanya Ardi kemudian .


"Silahkan".. jawab Bilda dengan singkat.


Tring tring tring ....


Bunyi handphone Bilda , yang seketika sudah diketahui siapa yang menghubunginya.


"Assalamualaikum mas Ardi. Maaf ada apa ya mas, tiba-tiba telepon? adakah sesuatu yang penting yang akan di bicarakan ??... tanya Bilda menelisik maksut dan tujuan Ardi


"Emmm ... jadi begini bil, mungkin ini akan mengagetkan mu , dan maaf aku tidak mengatakan niatku secara langsung. tapi aku serius dalam hal ini...


Terdengar Ardi mengambil nafas dan menghembuskan perlahan. sedetik kemudian melanjutkan pembicaraannya di ujung telepon


"Hal ini sudah aku pikirkan beberapa hari, dan ... em... aku berniat mengkhitbah mu untuk menjadi istriku.


Bila hanya tertegun , kaget , dan Bingung yang bercampur menjadi satu tanpa mampu memberikan jawaban terhadap ucapan Ardi di ujung telepon.


"......"


"Bill... Bilda .. ? apa kau baik-baik saja ?.... Tanya Ardi karna tidak kunjung mendapatkan jawaban dan mendengar suara Bilda.


"Iya .. Bilda Baik Baik saja, tapi Afwan mas untuk saat ini Bilda belum mampu memberikan jawaban. Jawab Bilda


"Tidak papa, aku hanya mengutarakan niat baik ku, kamu bisa memikirkan dahulu jawabannya. Ucap Ardi kemudian.


"Ohya .. kebetulan sebentar lagi aku ada rapat, Terima kasih bisa sudah bersedia mengangkat telepon ku. aku tunggu jawabannya, Assalamualaikum.... Tut Tut Tut ... bunyi telepon di tutup.


Bilda masih terdiam, bahkan dia menjawab salam Ardi pun setelah telepon di tutup. Perasaan bingung, Perasaan gundah. entah apa keputusan yang akan di ambil.


Karna bilda jelas tahu bahwa seorang muslimah yang baik, jikalau memang sudah waktunya untuk menerima khotbah hendaklah menyegerakan. dan tidak menunda-nunda.


********


Beberapa Hari setelah telepon Ardi Bilda masih merasa galau dan risau dengan apa yang menjadi niatan Ardi. belum ada jawaban dari Bilda. Pun Istikharah sudah Bilda lakukan.


Hal ini belum Bilda bicarakan dengan kedua orang tuanya. dan Bilda berniat segera menyampaikan niat baik Ardi kepada kedua orang tuanya. walau bagaimanapun Bilda seorang gadis yang penurut dan akan selalu patuh dengan apa yang di sampaikan kedua orang tuanya dan apa pun nasehat dari orang tuanya.

__ADS_1


"Waalaikumsalamm bunda....


Ucap Bilda setelah terdengar suara salam dari ujung telepon.


"Ada apa nduk... apa kamu sakit?... tanya Bu Ira


"Ndak Bund. Alhamdulillah Bilda sehat sehat saja disini... Ohya bund Ada Beberapa hal yang mau Bilda sampaikan sama Ayah dan Bunda... Ucap Bilda dengan nada pelan


"Ohhh.. Bilda mau ngobrol sama ayah juga ? ... Kebetulan hari ini Aya di rumah, gimana kalau kita Video Call aja. Bunda juga sudah kangen sama anak Bunda yang cantik ini....


"Iya bund. sekalian ajak ayah ya.... balas bilda dengan nada lembut dan senyuman di ujung pipinya.


Setelah panggilan telepon berganti dengan video call. Dimana ada Ayah, Ibu, dan juga Bilda sendiri. dimulai dengan percakapan biasa saling bertanya kabar dan menanyakan segala aktifitas Bilda di Rumah Sakit.


Dengan sedikit menghela nafas dan rasa takut Bilda memulai pembicaraan yang serius dengan kedua orang tuanya.


Pak Bambang dan Bu Ira pun paham dengan ekspresi yang ditunjukan eh putrinya, seperti akan menyampaikan sesuatu hal yang sangat penting


Ada apa nduk...


ucap ayah Bilda , yang seketika membuyarkan lamunannya.


Ayah, bunda Bilda mau mengatakan sesuatu, yang Bilda rasa ini sangat penting dan Bilda tidak bisa mengambil keputusan sendiri .. Ucap Bilda dengan wajah tertunduk


Kemudian Bilda menceritakan semua yang menjadi keluh kesah dan beban pikiran beberapa hari belakangan ini. Mulai dari Latar belakang keluarga Ardi dan niatan Ardi yang ingin mengkhitbah dirinya untuk menjadi kan sitrinya.


Oalah... ayah kira ada apa... jawab orang tua Bilda dengan senyum merekah, yang membuat hati Bilda menjadi tenang.


" Jadi begini nduk, Ayah hanya bisa memberikan nasihat untukmu, Ayah rasa memang sudah waktunya Bilda memikirkan untuk membina rumah tangga. Terlebih Bilda sudah dewasa.... Ucap Pak Bambang dengan diiringi Senyuman.


"Kalau memang Orang yang mengkhitbahmu itu benar-benar serius makan Sampaikan lah pesan Ayah kepadanya nduk, untuk segera menemui ayah.... " Ucap pak Bambang lagi dengan senyumnya....


Bukit bulir bening menetes di sudut Mata Bilda tanpa dia sadari Jilbab yang dikenakannya sudah basah dengan Air mata... Bilda hanya diam dengan sesekali menyeka air mata yang terus berjatuhan


Namun diujung telepon terlihat pak Bambang dan Bu Ira tersenyum dengan meneteskan air mata.


"Tidak usah menangis nduk, InshaAllah segala sesuatu yang terjadi pada kita itu sudah di atur sama Allah kita sebagai orang yang menjalankan Wajib hukumnya untuk menerima dengan Lapang dada"...


Jawab pak Bambang dengan senyum. Yang menyejukkan dan menguatkan. seketika gundah gulana Bilda hilang sirna begitu saja.


"...Baik Yah, InshaAllah nanti Bilda sampaikan pesan Ayah kepad mas Ardi. Assalamualaikum....


Waalaikumsalam...


Tut Tut Tut...


**********


Ardi...


Panggil seorang gadis yang tanpa sengaja dia temui di sebuah Restoran. Gadis itu tidak lain adalah Galuh mantan Kekasih Ardi yang dia tinggalkan karna berselingkuh.


Di... Please, aku mau bicara sama kamu, please beri aku kesempatan di....


Ucap Galuh dengan nada memelas dan mata yang menampakan kesedihan


Di... aku bisa jelasin, Yang kamu dengar dan kamu tahu itu bukan lah fakta yang sebenarnya ... tolong ... kamu dengerin aku di...

__ADS_1


Ucap Galuh kemudian dengan ekspresi menggebu, karna tidak kunjung mendapatkan jawaban dari Ardi.


Ardi hanya mendengarkan apa yang di katakan oleh Galuh tanpa berniat ingin menjawabnya, baginya hubungan nya dengan Galuh sudah benar-benar berakhir. Karena Bagi Ardi Tidak akan ada ampun bagi seorang Penghianat.


Merasa apa yang di katakan Galuh membuat Ardi menjadi kehilangan mood seketika Ardi beranjak dari tempat duduknya dan melenggang pergi meninggalkan Galuh disana.


Namun Galuh tidak patah semangat, dia tetap berusaha mengejar Ardi Bahkan sampai ke parkiran.


Brak... terdengar Suara pintu mobil di Yang di tutup oleh Galuh untung menghalanginya masuk kedalam mobilnya.


Ardi pun merasa jengah dengan semua sikap Galuh sikap yang selalu kekanak-kanakan


"Apa mau mu ?... Tanya Ardi kemudian


"Aku mau kita balikan kaya dulu lagi di... Please aku bisa jelasin semuanya, ini hanya salah paham"... Ucap Galuh dengan Ari mata yang menetes menyesali kesalahannya.


"Maaf!!! jika itu mau mu , aku katakan, aku tidak akan pernah lagi kembali kepadamu !!!... jawab Ardi dengan nada tegas.


"Dan satu lagi, Sepertinya kalian cocok...


Ucap Ardi kepada Galuh. Yang mengatakan Kecocokan nya dengan Kekasih gelap nya. Sejurus kemudian Ardi Meninggalkan Galuh di parkiran sendiri.


"Ingat Ardi, Aku gak terima kamu perlakukan begini, aku akan membuatmu kembali padaku". Batin Galuh dalam hati dengan perasaan Amarah dan tangan yang mengepal.


Dengan Perasaan yang sedih bercampur amarah Galuh pergi meninggalkan Parkiran Restoran tersebut dan pergi ke sebuah Klub Malam, dimana dia biasa menghabiskan waktunya ketika merasa Sedang banyak masalah.


Malam itu Galuh benar benar Merasa Sedih , dia Meneguk Beberapa botol Alkohol di klub tersebut, Dengan Penampilannya yang sudah Kacau dan Bicaranya yang sudah meracau tidak jelas . Mengumpat dan mengatai Ardi. untuk meluapkan kekesalannya.


Tanpa disadari Sepasang Mata telah memperhatikan y


tingkah Galuh sedari tadi. dengan senyum menyeringai laki-laki itu mendekati Galuh.


Sayang... Sudah lama kita tak bertemu, Kenapa kau jadi kacau begini.... Ucap Indra Kepada Galuh


Indra merupakan Kekasih Gelap Galuh. Dialah yang membuat pamor Galuh naik di dunia sinetron, Sampai Galuh mendapatkan banyak kontrak.


Sayangnya Galuh hanya memanfaatkan ketenaran Indra untuk meraih kesuksesannya. Dan sialnya hal itu di Sadari Oleh Indra.


Indra merasa kesal karena Galuh hanya mempermainkannya, dan menjadikanya sebagai batu loncatan ya saja. Indra berniat Akan membalas semua Perlakuan Galuh kepadanya.


Ketulusan Cinta yang Indra berikan kepada Galuh hanya dianggapnya sebagai permainan.


Bagaimana tidak Galuh meninggalkan Indra hanya karena dia tidak mau dianggap berkencan dengan om om. Karna memang Perbedaan Usia Galuh dengan Indra yang cukup Jauh. Saat ini Galuh Berusia 25 Tahun Sedangkan Indra berusia 47 Tahun.


Dengan terang terangan Galuh mengatakan dia hanya memanfaatkan Perjaka Tua itu untuk meraih Kesuksesan.


Dan setelah banyak Kontrak yang dia Tanda Tangani. Galuh begitu saja meninggalkan Indra. dan Kembali Berusaha menjalin Hubungan dengan Kekasih lamanya Yaitu Ardi.


Namun Jelas-jelas Ardi sudah menolaknya. dan Hal itu pun diketahui oleh Indra.


Indra memang sangat Lihai dalam mencari Informasi mengenai Orang-orang yang berusaha berbuat curang dengan ya.


Dengan senyum menyeringai Indra memandang Galuh yang sedang meracau menyebut nama Ardi. Galuh sudah sangat kacau dan bahkan dia sudah tidak sadar kini dia berhadapan dengan Indra. Pikiran Galuh hanya tertuju pada Ardi.


Kamu Akan mendapatkan bahasan mu hari ini Sayang. ingat kau pernah menyakitiku, aku yang mencintaimu aku yang menyayangimu, Aku yang membuatmu berada di atas awan saat ini bukan laki-laki itu ..!!!!


Ucap Indra dalam hati , dengan rahang yang mengeras dan tangan yang mengepal. dia berusaha menguasai Hatinya dan Tetap tenang saat itu.

__ADS_1


__ADS_2