Suamiku Pasienku

Suamiku Pasienku
SOTO LAMONGAN


__ADS_3

Ya ... Tross .. Tross ... Tross.... Ok Stop Pak !!!


Suara Tukang parkir yang membantu memposisikan kendaraan milik Ardi


Terlihat Uap yang mengepul melalui Dandang tempat dimana Kuah soto tersebut di letakan diatas tungku berbahan dari Tanah Liat. Dimana kayu menjadi bahan bakarnya. Disertai suasana kota malang Pagi itu yang sedikit mendung menambah suasana syahdu.


Antara Ardi dan juga Bilda masih sama sama terdiam setelah sebelumnya selesai memesan dua mangkus Soto Lamongan dan 2 Jeruk Hangat.


Bilda merupakan gadis yang cerdas dan paham gelagat orang yang ada di hadapannya. Tanpa Ardi sadari Bilda tahu jika sesekali Ardi mencuri-curi pandang kepadanya.


Hal itu menjadikan Bilda sedikit risih namun segera dia mengalihkan perhatiannya kepada smartphone yang dia pegang, dengan membaca beberapa materi yang telah di share di group WhatsApp mereka mengenai praktikum yang akan diadakan.


Emmm...


Deheman Ardi membuyarkan konsentrasi Bilda yang sedari tadi fokus dengan handphone miliknya.


Ohya Bil... Kenapa kamu nggak bilang sebelumnya kalau kamu ke malang untuk melanjutkan program Residenmu ?


Tanya Ardi berusaha mencairkan suasana.


Dengan senyuman di wajah yang slalu menundukan pandangan Ardi yang dapat dilihat jelas oleh Ardi meski gadis dihadapannya tidak memandangnya.


" Memangnya mas Ardi tanya ? Jawab Bilda kemudian dengan sopan


Sedetik kemudian Ardi menggaruk pelipisnya yang tidak terasa gatal. Dan merasa canggung.


"Afwan mas, memang Bilda datang Ke Malang untuk Melanjutkan Program Bilda , Karna setelah Selesai Coas Bilda pulang ke Kampung Halaman dan Magang disana. Baru saat ini Bilda dapat izin dari ayah dan bunda...


Begitu jawaban Bilda dengan sopan dan pandangan yang menunduk. Bilda memahami Ardi sedang berusaha mencairkan suasana dengan sekedar mengakrabkan diri dengan ya


Setelah semua soto yang ada di Mangkuk berpindah seluruhnya kedalam masing-masing perut empunya. Selanjutnya mereka bergegas untuk kembali kerumah.


"Emmm Afwan sebelumnya, sepertinya Bilda menumpang sampai sini saja mas. karna ada beberapa keperluan yang harus Bilda beli di Supermarket."..


Ucap Bilda sembari melangkahkan kaki keluar dadi rumah makan tersebut.


Sebetulnya Bukan hanya karna alasan Ada beberapa Barang yang harus dibeli, namun juga karna bilda merasa tidak nyaman bersama dengan laki-laki yang bukan mahram nya.


"Ohhh... Sekalian aja mas antara kamu bil, lagian Mas nggak ada kegiatan apa-apa hari ini... Jawab Ardi, yang tidak memahami Ketidak nyamanan Bilda


Sejurus kemudian Ardi membuka kan pintu depan mobilnya agar Bilda segera masuk.

__ADS_1


Dengan rasa canggung bercampur malu Bilda masuk kedalam mobil Ardi, meski sudah berusaha menolak namun Ardi selalu berusaha untuk mengakrabkan diri.


Didalam mobil Ardi Menanyakan beberapa hal dan Berusaha ngobrol dengan Bilda , dan selalu dijawab dengan Bilda seperlunya namun tetap dengan jawaban yang sopan.


Setibanya di Supermarket Bilda memberi beberapa perlengkapan dan beberapa Bahan masakan. karna memang gadis manis itu terbiasa mandiri, jadi meskipun dari golongan keluarga yang berada Bilda selalu menyempatkan diri untuk memasak, Meskipun dia hanya sendirian, Tidak jarang juga Bilda membagikan makanan nya kepada lingkungan Sekitar kosnya yang sudah sangat dekat dengan Bilda sejak dia Menempuh pendidikan nya dulu selama 4 tahun.


" Mas sepertinya sudah cukup.... Ucap Bilda seraya mendorong Banyak belanjaannya ke depan Kasir


Tanpa menjawab Ardi Melenggang Mengikuti Bilda yang ada di depannya.


Setelah semua belanjaan selesai di scan oleh kasir , tiba-tiba Ardi menyodorkan kartu miliknya untuk membayar seluruh belanjaan Bilda, yang totalnya lumayan banyak.


Sontak hal itu membuat Bilda kaget dan Langsung menolak Tindakan yang dilakukan Ardi


"Mas...! Bilda bisa bayar sendiri kok, tidak perlu repot...


"Ohya mba ini pakai kartu saya Saja... Ucap Bilda menudian.


Tanpa menjawab Ardi tetap menyodorkan kartunya ke arah mbak kasir.


Dan Tanpa ragu mbak kasir mengambil Kartu kepunyaan Ardi. dia hanya berpikir memang seharusnya laki-laki begitu dengan senyum di bibir kasir tersebut.


********


Esok hari Hal yang sama masih terjadi pada Bu Nurmala,Ardi, dan Juga Bilda yang tanpa sengaja bertemu di parkiran. Namun hal itu di sadari Bilda dan Banyak hal yang dia pikirkan tentang itu. Entah karna Kesengajaan atau karna Tidak sengaja Mereka selalu bertemu.


Sejujurnya batin Bilda menolak karena memang merasa sangat tidak nyaman. Bilda pun selalu berusaha menghindari pertemuan mereka.


********


Didalam ruang jaga Bilda mengobrol dengan sesama rekan Dokternya membahas soal jadwal sif mereka. Dan setelah selesai pembagian jadwal ternyata Jam sudah menunjukan 11.45 sebentar lagi waktunya Sholat dan makan siang


Tanpa disadari Bilda ternyata Ardi sudah berada di Kantin menunggu Bilda untuk makan siang. Karena tidak mungkin bagi Ardi untuk menemui Bilda di ruangannya. Selain karna hal itu akan mengganggu, juga mungkin Bilda akan merasa tidak nyaman.


"...Bilda....!!


Suara Ardi dari kejauhan


Bilda yang merasa kaget seketika beristigfar dan menundukkan pandangan, setelah sebelumnya dia mencari sumber suara yang memanggilnya dan ternyata itu Ardi.


"Maaf mungkin aku mengagetkanmu , Aku sengaja ke sini untuk menemuimu .... ucap Ardi dengan sedikit ngos-ngosan karna berlari kearah Bilda.

__ADS_1


Seketika Bilda Mengernyitkan keningnya merasa heran kenapa Ardi mencarinya sampai ke sini.


"Bisa kita ngobrol sebentar ... ucap Ardi kemudian


"Ohh baiklah... jawab bila dengan sopan dan Langsung memposisikan dirinya di tempat duduk yang kosong di kantin tersebut.


Setelah keduanya selesai memesan makanan dan minuman untuk makan siang. kemudian dilanjutkan dengan obrolan Ardi yang dilakukan untuk mencairkan suasana canggung mereka.


Setelah pesanan sampai mereka langsung mulai memasukan sendok demi sendok makanan kedalam mulut hingga semua makanan yang ada di piring habis tak bersisa.


"Bilda ... emmm... ohya sore nanti aku akan berangkat ke Bandung lagi. Ucap Ardi dengan terbata-bata


"Ohh, Baiklah ... Syafakilla ya mas..." jawab Bilda kemudian dengan sopan.


Hanya itu .. Batin Ardi dengan sedikit lesu.


Sejurus kemudian Ardi Mengumpulkan keberaniannya untuk meminta nomor handphone Bilda. Dengan debaran jantung yang sudah tak menentu. Takut kalau-kalau Bilda tidak memberikannya. Betapa malunya dirinya.


"Afwan sebelumnya untuk Apa ya mas Ardi minta nomor saya?? Kalau memang ada keperluan dengan saya mas Ardi dapat menyampaikanya ke Tante Nurmala. ... Tolak Bilda dengan sopan


Seketika wajah Ardi memerah dan merasa sangat malu, baru kali ini ada gadis yang menolaknya. Bahkan Bukan perasaanya. Namun hanya sekedar Meminta Nomor Handphone nya saja dia sudah menolak.


Sesaat kemudian Bilda mengeluarkan Kertas dari Balik Saku Jas dokternya dan menyodorkannya kepada Ardi.


Kemudian Bilda berdiri dan Mengucapkan Salam Kepada Ardi yang masih duduk di sana dengan rasa malunya dan melenggang pergi meninggalkan Ardi.


Bilda tahu jika Ardi sedang merasa Malu dengan Tingkah lakunya sendiri , dan hal itu membuat Bilda Merasa Tidak enak.


Setelah dibukanya kertas pemberian Bilda ternyata kertas itu merupakan Kartu Nama Bilda yang bertuliskan Tidak hanya Nomor Handphone saja tapi juga Alamat Kantor Perusahaan yang sedang dia Rintis.


Betapa bahagianya Ardi melihat secarik kertas tersebut. Dan sangking Senangnya sampai Ardi mencium Kertas yang di Pegang ya.


sontak hal itu membuat beberapa pasang mata yang ada disana merasa aneh dengan tingkah Ardi.


sejurus kemudian Ardi Melenggang Pergi dengan rasa malunya.


********


*Please Ya Kakak Suport Author dengan Jempolnya ya. jangan lupa Mawar nya ka 🤗*


*Jempol kakak Semangat Author*

__ADS_1


__ADS_2