Suamiku Pasienku

Suamiku Pasienku
Pernikahan


__ADS_3

Sejujurnya apa yang di sampaikan oleh mamanya itu benar adanya, namun Emil sudah memangkas harapan tersebut.


"Nanti Emil pikirkan ma"


***


Setelah pertunangan Ardi dan Bilda beberapa hari yang lalu, hari-hari yang mereka lalui seperti biasanya.


Ardi yang sibuk dengan kegiatannya di kantor dan juga Bilda yang sibuk dengan pasien-pasienya.


Meskipun mereka telah bertunangan namun hal itu tidak membuat mereka sering bertemu atau menjalin komunikasi yang lebih intens.


Hal itu tidak mereka lakukan, karena Bilda menghindari fitnah yang mungkin saja akan timbul.


***


Dua bulan kemudian


Dua bulan setelah hari tanggal ditetapkan pernikahan, tiba saatnya hari yang di nanti-nanti pun datang .


Mengenai Acara pernikahan yang akan berlangsung Bilda menyerahkan semuanya pada kedua orang tuanya, mulai dari konsep pernikahan, undangan, dan lain sebagainya.


Hal itu dikarenakan waktu Bilda yang terbatas, sehingga Bilda hanya mengajukan cuti selama 10 hari sebelum pernikahan dan setelah pernikahan


Lima hari sebelum acara pernikahan Bilda telah sampai di Karanganyar . hal itu dia lakukan karena ada tradisi pingitan sebelum pernikahan. Dimana mempelai wanita akan di rumah dan tidak keluar sebelum ijab Kabul dilaksanakan.


Beberapa dari pengantin ada yang memanfaatkan momentum ini untuk berpuasa dan melakukan tirakat lainya.


Suasana hiruk pikuk di kediaman Bilda pagi ini sangat terasa, banyak saudara yang dari luar kota berdatangan siap menyambut hari bahagia Bilda dan Ardi yang akan berlangsung tiga hari lagi.


Semua saudara berkumpul di kediaman Pak Wawan dan Bu Ira. rumah dengan nuansa Jawa modern dengan halaman yang sangat luas, yang tidak hanya mampu menampung saudara tapi juga mampu menampung seluruh undangan yang datang


dalam konsep pernikahan, pak Wawan dan Bu Ira memilih Tema pernikahan yang mengusung adat Jawa Yang mana terdapat beberapa acara atau ritual sebelum dilaksanakan ijab qobul.


Untuk itu pihak keluarga Ardi telah tiba di dua hari sebelum acara ijab qobul. karena harus melakukan sederet acara sebelumnya dan untuk mengikuti acara pengajian ada malam Midodareni .


***


Acara Siraman


Pagi hari ini Terlihat Persiapan acara siraman sudah siap, Bilda pun sudah siap dengan busana ada untuk acara siraman tersebut,

__ADS_1


Pada adat Jawa, prosesi pernikahan adat ini ditujukan untuk calon mempelai wanita dan dilakukan sebelum hari pernikahan. Salah satu prosesi pernikahan adat Jawa yang tidak pernah dilewatkan adalah prosesi siraman.


Meskipun terlihat sederhana, namun prosesi siraman ini memiliki makna dan filosofi yang dalam bagi mempelai. Berikut makna dan urutan prosesi siraman adat Jawa yang perlu kamu ketahui


Sederet prosesi siraman adat Jawa yang terbilang panjang ini tentu memiliki makna mendalam yang sangat berarti bagi kehidupan baru sang mempelai.


Upacara siraman adat Jawa ini merupakan simbol untuk meluruhkan segala hal negatif dari diri calon pengantin sehingga bisa masuk ke gerbang pernikahan dengan diri yang sudah suci kembali


Terlepas itu merupakan kegiatan yang menyimpang atau tidak dalam agama. Namun keluarga Bilda memaknainya dengan kebaikan.


Siraman merupakan proses memandikan atau mengguyur calon pengantin dengan air kembang sebelum prosesi ijab kabul dilaksanakan. Biasanya dilakukan satu hari sebelum ijab kabul berlangsung. Untuk lebih lengkapnya, simak urutan dan tata cara prosesi siraman dalam pernikahan adat Jawa berikut.


Sungkeman


Prosesi siraman akan dibuka dengan prosesi sungkeman. Calon pengantin wanita akan melakukan sungkeman kepada kedua orang tua terlebih dahulu.


Jika kakek dan nenek dari calon mempelai wanita hadir dalam prosesi pernikahan adat Jawa ini, maka merekalah orang pertama yang harus dituju calon mempelai wanita untuk menjalankan sungkeman. Setelah prosesi sungkeman selesai, acara dilanjutkan ke prosesi siraman.


Banyu Siraman


Sebelum prosesi siraman dimulai, ada persiapan siraman adat Jawa yang perlu dilakukan, antara lain menyiapkan air dari tujuh sumber mata air.


Biasanya, yang melakukan siraman adalah pihak mempelai wanita. Namun kalau pihak mempelai pria ingin melakukan siraman juga, maka perwakilan dari pihak mempelai pria secara simbolis harus menjemput campuran air dari tujuh mata air tersebut untuk dipakai juga pada prosesi siraman pihak mempelai pria.


Siraman


Setelah semua persiapan siraman siap, maka prosesi siraman pun bisa dimulai. Tata cara siraman pertama dilakukan oleh ayahanda dari mempelai wanita, lalu dilanjutkan dengan sang ibunda.


Hal itu dilakukan dengan tata cara yang sama oleh Bilda maupun Ardi, namun untuk tempat mereka berbeda.


Acara siraman Bilda dilakukan di rumahnya, sementara Ardi melakukan prosesi siraman di Hotel tempat nya menginap bersama Seluruh Keluarga dan Saudara


Masing-masing menyiram sebanyak tiga kali, yaitu satu siraman di kepala, satu siraman di pundak atau badan, dan satu lagi siraman di kaki.


Setelah ayah dan ibu, siraman diteruskan oleh pini sepuh, orang terdekat yang sudah ditunjuk untuk mengikuti prosesi siraman. Jumlah orang yang menyiram haruslah ganjil, biasanya berjumlah 7 orang, namun bisa juga 5 atau 9 orang.


Syarat orang yang melakukan siraman kepada pengantin selain orang tua:


Masih dalam ikatan pernikahan, tidak boleh yang sudah bercerai, tidak menyandang status janda atau duda, Sudah memiliki keturunan


Pecah Kendi

__ADS_1


Setelah seluruh pini sepuh sudah selesai melakukan siraman, ayah dari mempelai wanita akan menuangkan sisa air dari kendi kepada sang anak untuk digunakan berwudhu. Kendi yang kosong tersebut dipegang oleh kedua orang tua, kemudian dijatuhkan ke tanah sehingga pecah.


Proses menjatuhkan kendi tersebut diiringi ucapan β€œNiat ingsun ora mecah kendi, nanging mecah pamore anakku [nama mempelai wanita]”. Pemecahan kendi tersebut menjadi simbol pecahlah pamor sang anak sebagai wanita dewasa dan memancarlah sina pesonanya.


Potong Rikmo (Memotong sebagian kecil dari rambut mempelai)


Prosesi siraman adat Jawa dilanjutkan dengan memotong rambut dari mempelai wanita atau disebut dengan potong rikmo.


Utusan besan juga akan menyerahkan potongan rambut mempelai pria untuk disatukan. Gabungan potongan rambut ini lalu dikubur di halaman rumah.


Prosesi siraman adat Jawa pada tahap ini bertujuan agar semua hal buruk dikubur bersamaan dengan rambut, sehingga kelak kedua mempelai hanya disertai kebaikan dan kebahagiaan dalam rumah tangganya.


Bopongan


Setelah semua selesai, prosesi siraman adat Jawa akan diakhiri dengan sang ayah menggendong calon mempelai wanita menuju kamar.


Hal itu dilakukan Urut dan Runtut oleh kedua Mempelai meski di lakukan di tempat yang berbeda


Setiap prosesi selalu di lakukan dengan penuh khidmat oleh Bilda dan keluarganya.


Namun tidak seperti hari-hari sebelumnya Bilda selalu ceria dan bahagia.


Hari ini Bilda terlihat lebih murung dan kurang bersemangat. Bilda merasa ada sesuatu yang berbeda dengan perasaanya hari ini.


Ditengah gundah gulana hatinya saat ini, Bilda selalu berusaha tenang dan positif thinking dalam menyikapinya.


Bilda lebih memilih untuk melaksanakan sholat ketika acara Siraman telah selesai


Karena setelah acara siraman ini masih ada beberapa acara lain lagi.


Bilda selalu mendahulukan Sholat sebelum acara atau kegiatan lainya.


Selain untuk menunaikan kewajiban sebagai umat muslim, sholat juga merupakan penyejuk dan penenang ketika suasana hati sedang gundah dan gulana.


***


[[ Terima kasih Sudah Mampir di Karya Saya πŸ₯°πŸ™, Jangan Lupa Dukungannya yaa ]]


[[Mohon Masukannya ya - Jangan Lupa Tinggalkan Komentar ya Guys- Be smart Reader]]


😍πŸ₯°πŸ™

__ADS_1


__ADS_2