
Dengan menghempaskan tubuhnya diatas kasur yang sudah dia gunakan untuk istirahat sejak beberapa hari yang lalu setibanya kembali dia di Kota yang dulu pernah dia tinggali selama empat tahun untuk mengenyam pendidikan kedokteran ya. dan kini kembali ke Kota tersebut untuk Program Spesialisnya.
"... Lelah sekali rasanya, Sepertinya aku butuh mengistirahatkan Tubuhku sebelum Besok aku memulai Kegiatanku dirumahsakit...." gumam Bilda kepada dirinya sendiri.
Tring... tring...
dering handphone Bilda bila, dilihatnya tertera nama Bunda disana.
.assalamualaikum bunda..
"... waalaikumsalam nak, bagaimana kabarmu hari ini?, Kegiatan hari ini bagaimana nak?, semoga berjalan dengan lancar yaa..." ucap Bu Ira diujung telepon
"Alhamdulillah bunda, Bilda rasa Bilda betah disini, selain Suasana Malang yang selalu Bilda sukai,juga karna Teman-teman satu program dengan Bilda yang ramah dan baik bund ...." dijawab nya pertanyaan Bu Ira dengan senyuman manis diwajah cantik Bilda
Setelah berbicara panjang lebar saling bertukar kabar dan Bercerita banyak hal akhirnya telepon di tutup dan Bilda beranjak ke kamar mandi untuk mandi dan segera melaksanakan sholat Magrib.
********
Pagi hari dengan sedikit tergesa-gesa Bilda berjalan ke Rumah sakit dimana jarak kos dengan rumah sakit yang di tuju guna untuk melaksanakan program residen nya tidak tidak terlalu jauh sehingga Bilda memutuskan untuk berjalan kaki.
"... Perasaan aku belum telat kenapa semua orang sudah berkumpul ..." Batin Bilda dengan menundukkan pandangannya mengetahui bahwa dirinyalah orang terahir yang masuk ke Ruangan Stase pertamanya itu.
Dalam ruangan tersebut semua dokter residen sudah berkumpul dan di beri penjelasan dan pengarahan selama mereka menjalankan tugasnya dibangsal tersebut oleh dokter spesialis senior yang sudah lama berkecimpung dalam dunia Bedah.
".... Bagaimana sudah jelas rekan-rekan semua?.... Dokter tersebut bertanya sembari memandangi satu persatu Dokter Residen di hadapannya, dan alangkah terkejutnya. mata dokter Spesialis Bedah tersebut tertuju pada satu gadis yang mengenakan jilbab besar menutup seluruh dadanya, dengan mengenakan gamis warna lemon senada dengan kerudung yang di gunakan, gadis itu nampak anggun dan mempesona. gadis yang dilihatnya masih menundukkan pandangannya dan mendengarkan apa yang diucapkan oleh Dokter lain yang menyambut mereka di bangsal tersebut.
".... Baik saya rasa cukup, saya persilahkan rekan-rekan semua untuk menjalankan tugas masing-masing di bangsal ini dan jangan sungkan bertanya kepada perawat senior atau dokter apabila kalian menemukan kesulitan.... " kembali dokter Spesialis Bedah itu Berkata.
Kemudian setelah ya semua dokter residen Berpencar menjalankan masing-masing tugasnya di bangsal bedah tersebut.
"... Bilda ...tidak salah kan kamu Bilda yang kemarin nginep dirumah tante ?... tanya Bu Nurmala yang merupakan dokter bedah senior di Rumah sakit tersebut Sekaligus merupakan Orang yang menyambutnya tadi ketika berada di bangsal bedah.
"... Tante... ehh... emm Maksut saya Dok... dengan perasaan kaget bercampur rasa Sungkan , ..." Maaf dok saya datang terlambat .." ucap Bilda dengan sopan dan rasa bersalah karena telah datang terlambat.
"Panggil saja Tante, Bilda.. dengan senyum merekah di bibir wanita tersebut.
"Tapi Dok, emm Maksut saya Tante, Tante merupakan Senior saya di rumah sakit ini. rasanya sungkan bagi saya memanggil dengan sebutan Tante...
" Baiklah kalau begitu terserah Bilda saja mau panggi apa..." dengan senyum tulus di waja Bu Nurmala.
".... Ohya bil saat makan siang nanti bisa Tante bicara denganmu sebentar sekalian makan siang di kantin..."
"Tentu saja Tante , dengan senang hati Tan"... , Jawab bilda dengan senyum merekah di bibirnya yang menambah pesona ayu gadis tersebut
**********
Setelah segala aktifitas yang pada di rumahsakit pagi ini, tiba waktunya untuk makan siang. Bilda pun telah selesai melaksanakan sholat Dzuhur di bangsal nya, kemudian melenggang keluar untuk menepati janjinya makn siang bersama Bu Nurmala. tak lupa dia meninggalkan Jas Dokternya di Ruangan.
__ADS_1
"... Tante sudah lama? maaf Tante Bilda tadi sholat dulu di ruangan, Ucap Bilda seraya duduk di bangku depan Bu Nurmala.
"... tidak apa. dadi tante langsung kesini setelah selesai tindakan di ruang Operasi, jadi tidak butuh waktu lama untuk sampai kesini sayang "....
Bilda hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman manis yang terukir di pipinya.
"... Ohya tante merasa nyaman Bil dekat dengan kamu, .. ucap Bu Nurmala to the poin
..." Rasanya Jarang dijaman sekarang masih ada gadis lugu seperti kamu, ohya Bilda asalnya darimana ?? ... Tanya Bu Nurmala pada Bilda , untuk mencairkan suasana dan untuk mengakrabkan dirinya dengan gadis manis tersebut.
Dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya Bilda menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang di tanyakan oleh Bu Nurmala dengan sopan dan santun. Tanpa disadari Banyak sekali perbincangan yang mereka lakukan di kantin tersebut, hingga jam makan siang pun telah habis.
Bilda sendiri tidak ambil pusing dari pertanyaan yang di tanyakan oleh Bu Nurmala meskipun sifatnya Pribadi. karna dia tahu wanita yang ada di depannya adalah orang yang baik. jadi Bilda pun merasa nyaman mengobrol dengannya. selain merupakan pembimbingnya di setase pertamanya beliau juga telah menolong nya saat itu.
***********
Bu Nurmala masuk kedalam rumahnya dan mencari dimana anak semata wayangnya berada sana sedari pagi dia berangkat ke Rumah sakit belum juga bertemu dengannya. dan ternyata Ardi sedang duduk bersantai di Taman Belakang, di pinggir kolam renang pribadi yang ada di rumah ya.
... Ardi... panggil Bu Nurmala , yang seketika membuyarkan lamunan nya
... Mama sudah pulang, tumben lebih cepat dari biasanya... ucap Ardi kemudian.
Hanya dibalas dengan senyuman eh Bu Nurmala tanpa menjawab pertanyaan Ardi, sambil duduk di bangku Pinggir kolam renang, tepat di sebelah Ardi duduk bersantai . sedetik kemudian Bu Nurmala membuka obrolan dengan putranya.
"Ardi.... sudah makan sayang ? ohya Pergilah menemui Emil datang ke Perusahaanya supaya kamu tidak kesepian, Bukan kah beberapa hari lagi kamu akan Ke Bandung Lagi?... tanya Bu Nurmala pada Anaknya
"... Ardi sedang tidak ingin ma, rasanya pengen menghabiskan waktu di rumah sebelum berangkat ke Bandung..." ucap Ardi dengan nyengir seraya menggaruk rambutnya yang tidak terasa gatal.
"Ohhh... Baguslah" Jawab Ardi sekenanya...
"Kamu gak pengen kenalan sama salah satu dari mereka di ?? Cantik cantik lhoo, ada sih yang sudah nikah, ada juga yang sedang hamil, tapi tadi ada juga yang masih gadis"... ucap Bu Nurmala dengan senyumannya mencoba memancing semangat Ardi .
Dengan menghembuskan nafas berat Ardi menjawab "... Kapan-kapan saja ma, Ardi sedang ingin fokus dengan Berkas berkas Mutasi Ardi sekarang ini ma. Pengen Cepet-cepet aja pindah aja ke Malang biar Deket sama mama"... ucapnya dengan santai
"... Ohh ya tadi mama ketemu sama Bilda lhoo di Rumah Sakit...
..." Apa? mama ketemu sama Bilda ? dia sakit ? sakit apa ma ?? Tanya arsi dengan memberondong kepada Bu Nurmala
... seketika Bu Nurmala terheran-heran dan mengeryitkan dahinya dengan tatapan tajam... melihat perubahan ekspresi anaknya yang menjadi bersemangat sejak mendengar nama Bilda. gadis yang baru dikenalnya dua Minggu yang Lalu dan Baru sekali mereka bertemu.
"... hey .. hey .. hey... stop bertanya seperti itu boy, siapa yang bilang Bilda sakit ?? tanya Bu Nurmala setelah mendengar pertanyaan Ardi yang bertubi-tubi
...Lalu buat apa Bilda ke rumah sakit ma, kalau dia nggak sakit.... dengan memandang tajam kearah mamanya. melemparkan pertanyaan lagi.
... kok kamu jadi semangat sekali sih di mama cerita soal Bilda... dengan senyum menyeringai Bu Nurmala mencoba mengartikan ekspresi Ardi.
... Emmm E.. maksut Ardi itu Ardi kan baru kenal sama Bilda , dan dia baru sampai di kota ini beberapa hari yang kalau,kenapa sudah Masuk Rumah sakit... ? jawab Ardi mencoba meyakinkan mamanya
__ADS_1
"Sudah sudah... mama capek mau istirahat di kamar dulu ya... Goda Bu Nurmala dengan sedikit suara memancing putranya.
"... Ma .. mama kan belum jawab pertanyaan Ardi"... tanya Ardi dengan raut wajah Cemberut
Dengan Menghirup nafas dan menghembuskan perlahan Bu Nurmala menceritakan Pertemuan nya dengan Bilda, mulai dari Terkejutnya dia melihat salah satu Dokter Residen yang ternyata salah satunya adalah Bilda dan menceritakan Asal usul Bilda lengkap dengan alamat rumah dan nama orangtua Bilda yang berada di satu kota di daerah Jawa tengah.
Mata Ardi mendadak berbinar mendengar cerita dari mamanya. entah rasa apa yang ada dalam dirinya yang pasti dia merasa sangat senang mendengar kabar tersebut.
"Ma... boleh gak Ardi Besok anter mama ke Rumah sakit, Biar Pak Joko istirahat juga ma , Emmm... maksut Ardi Em sebelum berangkat ke Bandung , setidaknya Ardi harus berbakti pada satu-satunya wanita cantik di hati Ardi ini ..." ucap Ardi meyakinkan sambil menarik turunkan alisnya.
Meskipun Ardi berbasa basi dengan apa yang di ucapkan tapi Bu Nurmala tau arah pembicaraan Ardi yang ingin bertemu dengan Bilda , bukan semata- mata untuk mengantarkannya ke rumah sakit. tapi hal itu justru membuat hatinya senang karna Tanpa disadari Bu Nurmala tau isi hati putranya.
**********
"... Lho kamu kok diluar Bilda ... ?? tanya Bu Nurmala pagi itu setibanya dia dirumah sakit dan membuka pintu mobilnya. berbeda dengan Ardi yang terlihat masih anteng di dalam mobil , karena belum mengetahui jika mama nya mengobrol dengan beilda...
"Tante Nurmala,"... jawabnya dengan sumringah seperti tidak pernah ada rasa lelah setelah semalaman begadang di ruang jaga.
"... kemarin Bilda bertukar sift Tante dengan teman Bilda yang sedang hamil itu, jadi Bilda masuk Siang dan ini baru turun piket... jawab bilda dengan sopan
Didalam mobil Ardi yang tanpa sengaja melihat Bilda mengobrol dengan mamanya di parkiran lewat kaca spion di mobilnya, langsung menghambur keluar dan menemua keduanya.
Dengan ekspresi kaget Ardi menyapa Bilda ...
Hay... Bilda.. apa kabar .. dengan senyum merekah di bibirnya.
...Assalamualaikum Mas Ardi ... dengan nada menekan , mengingatkan Ardi sebaiknya mengatakan salam dari pada Hay...
Dengan malu Ardi menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal itu dengan menjawab salam dari Bilda.
"... Ohya Ardi Kebetulan ini Bilda Turun piket, sekalian saja kamu antaran dia pulang ke kosnya"... ucap Bu Nurmala mencoba mencairkan suasana, namun sebelum Ardi menjawab tawaran mamanya, buru-burubilda menolak dengan halus dan mengatakan akan Berjalan kaki saja, karena udara pagi kota malang sangat sejuk .
Dengan sedikit memaksa bunurmala mencoba meyakinkan Bilda ..." Bill.. Tante tau kamu pasti capek kan, semalam Tante dapat kabar banyak pasien masuk, pasti kamu tidak istirahat semalaman kan??... ucap Bu Nurmala mencoba mencari celah
"... Sudah sudah biar Ardi antar saja, lagian Ardi juga tidak sedang sibuk kok bil... ya sudah pagi ini mama ada beberapa jadwal operasi di, kamu antar Bilda pulang ya... dengan senyum mengembang ke arah anaknya Bu Nurmala melenggang pergi meninggalkan kedua sejoli tersebut.
Tanpa menunggu aba-aba Ardi bergegas membuka pintu mobilnya sebelum Bilda kembali menolaknya untuk yang kedua kalinya.
dengan perasaan canggung Bilda memasuki mobil Ardi dan kemudian mobil melaju dengan Kecepatan Sedang.
"...Ohya bil apa kamu sudah sarapan ? Kebetulan aku belum sarapan , bagaimana kalau kita sarapan dulu ?? .. Ucap Ardi membuka obrolan dan menawarkan Bilda untuk sarapan bersama .
... Emm sebetulnya Bilda belum sarapan Mas, cuma bukanya setiap pagi Mas Ardi sudah di sediakan Sarapan Oleh Tante Nurmala, Benarkah mas Ardi belum sarapan pagi ini ?
Rasa ragu muncul dalam diri Bilda melihat Ardi yang selalu tersenyum sedari tadi, membuatnya bertanya-tanya dengan maksut dan tujuanya. dan lagi rasanya tidak mungkin Ardi belum sarapan.
Oh... Emm jadi pagi tadi mama buru-buru kerumah sakit bil jadi kami tidak sempat sarapan... ucap Ardi sambil menggaruk pelipisnya yang tidak terasa gatal.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kita sarapan Soto Lamongan saja bagaimana mas... Tawar Bilda dengan pandanganya yang selalu menunduk dan senyum manisnya.
Siappp.... jawab Ardi seketika ....