
Setelah semua perlengkapan telah siap untuk di bawa Bilda memanggil perawat untuk membantunya mengantar Emil kedepan rumah sakit.
Bilda dengan telaten menyiapkan semua barang-barang kepunyaan Emil yang sebelumnya dia gunakan selama di rumah sakit. seperti charger handphone dan laptop, serta perlengkapan lainya.
Emil hanya duduk dan memperhatikan sikap Bilda yang sangat telaten dalam melakukan segala hal.
Selama satu Minggu di rawat sedikit banyak Emil telah memperhatikan gadis tersebut dan merasa kagum dengan kepribadiannya.
"Ka....
Panggil Bilda kepada Emil yang sedari tadi melamun.
"Semua barang sudah siap, kita turun sekarang ... dengan lembut dan sopan Bilda memberi tawaran.
Baiklah... Jawab Emil singkat.
Ohya untuk administrasi, semuanya sudah di urus oleh Tante Nurmala jadi saat ini Kaka tinggal pulang ke rumah saja dan jangan lupa banyak istirahat...
Ucap Bilda panjang lebar seraya memberikan wejangan kepada Emil . karena Bilda sangat tahu saat ini Emil belum sembuh secara sempurna.
"Saat recovery seperti ini maka harus lebih banyak memperhatikan kondisi Kaka. terlebih makanan dan aktivitas Kaka. dan jangan Lupa kontrol tepat waktu ya Kak... Ucap Bilda mengingatkan Emil ,
Tanpa di sadari mereka Pintu lift telah terbuka dan seorang sopir pribadi Emil telah siap menjemputnya.
"Terima kasih... Ucap Emil sebelum pergi meninggalkan Bilda di loby rumah sakit.
Bilda menerima ucapan terima kasih dengan mengangguk dan senyum di bibirnya.
Setelah beberapa langkah meninggalkan Bilda, Emil berbalik dan mengatakan sesuatu kepada Bilda.
"Masih bolehkah aku menghubungimu kedepannya ?
Tanya Emil dengan ekspresi datar menyembunyikan rasa canggungnya.
InshaAllah... Jawab Bilda dengan senyuman .
***************
Setelah kepulangan Emil , Bilda kembali beraktifitas seperti biasanya. Masih dengan kesibukannya mengontrol usahanya yang berada di Jawa Tengah dan juga Fokus terhadap Kegiatan ya di Rumah Sakit.
Tak jarang di sela-sela waktu luangnya Bilda mengikuti kajian Ahad di Masjid dekat Tempat tinggalnya. Merupakan kegiatan yang rutin dia lakukan ketika dulu mengenyam pendidikan Dokternya.
tring,,, tring,,,tring,,,,
"Assalamualaikum mas Ardi...
"Waalaikumsalam Bilda ...
Ucap Ardi dengan senyum dan Bahagia di dalam dadanya.
Afwan , tumben mas telepon jam segini, apa mas Ardi tidak ke kantor ??
Tanya Bilda kemudian.
"Hari ini Aku mengurus beberapa surat penting untuk Keperluan Mutasi ku bil.. Ucap Ardi di ujung telepon sana.
"Ohh iya mas, semoga di lancarkan ya segala urusannya
..
"Tentu Urusanku akan semakin lancar jika ada Bidadari Sepertimu yang selalu mendoakan ku... Ujar Ardi dengan lembut
Seketika Bilda merasa Malu Wajahnya Merona, Senyum mengembang di bibirnya yang menampakan Chubby di pipinya. Karena rasa malunya Bilda menutup separuh wajahnya dengan tersenyum.
"Aku harap , aku tidak salah berucap, dan aku harap memang aku lah yang ada dalam doamu ...
Lanjut Ardi karena tidak mendapatkan jawaban dari Bilda.
InshaAllah mas... Ucap Bilda dengan lembut dan sopan
Datangnya jodoh, Maut, dan rezeki Sudah Allah tetapkan jauh sebelum kita dilahirkan..
Ucap Bilda kemudian
"Mas Ardi tidak perlu merisaukan hal itu kita pasrahkan saja semua pada ketetapan Allah....
" Baiklahhh Bidadariku...
__ADS_1
Jawab Ardi dari ujung telepon, Bilda merona mendengar ucapan Ardi.
***********
Ditempat lain....
Indra yang mengetahui bahwa Galuh masih menyimpan Rasa terhadap Ardi pun merasa sangat geram .
Karena kemarahannya tersebut Indra berusaha untuk menjebak gadis itu agar dia dapat memiliki Galuh seutuhnya.
Indra yang sangat menyayangi Galuh merasa tidak rela jika Galuh mendekati mantan kekasihnya itu lagi.
Pada kenyataanya Ardi sudah tidak memiliki perasaan apa pun terhadap Galuh.
Tring,,, tring,, tring,,,
"Halooo.... untuk apa kau menghubungi ku lagi ?
Ucap Galuh dengan kasar
"Tenang sayang , Kenaa kamu selalu marah-marah kepadaku? Ucap Ardi kemudian
"Aku, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyukaimu!!
Nada bicara Galuh yang meninggi!!
"Benarkah ?? apa kau lupa siapa yang kau cari ketika kau di bawah sayang .. ?
Ucap Indra dengan menekan nada bicara nya. merasa geram dengan tingkah Galuh yang bagai kacang lupa pada kulitnya.
***********
Dirumah sakit..
Bilda... Bisa Tante bicara sama kamu?
Ucap Bu Nurmala, sontak Bilda terkejut
"Bisa Tante, kebetulan ini Bilda sudah selesai semuanya"
Ucap Bilda kemudian dengan senyum ramahnya.
Ucap Bu Nurmala dengan penuh permohonan, Bilda sedikit ragu takut merepotkan, namun tetap dia mengiyakan ajakan Bu nurmala.
Tiba di Kos, Bilda mempersilahkan masuk Bu Nurmala kedalam kamarnya.
Kamar yang cukup Luas dan Bersih untuk ukuran satu orang. Terlihat beberapa buku berjajar di Rak bagian pojok kamar, Di sudut lain terdapat sebuah dapur kecil yang biasa untuk Bilda gunakan serta berjajar rapi perlengkapan memasaknya. Dan di sudut lainya terdapat Tempat Sholat yang disampingnya terdapat meja untuk Bilda belajar.
"Bersih, Tapi, dan Sangat terawat.. gumam Bu Nurmala ketika memasuki kamar Bilda untuk pertama kalinya.
"Silahkan masuk Tante... maaf tempatnya sempit. Ujar Bilda dengan sopan.
Maaf Tante Bilda tidak memiliki sofa jadi Tante bisa duduk di sini.
Menunjuk pada sisi kasur tempat tidurnya...
Tante . Bilda tinggal sebentar ke dapur yaaa. .. Ucap Bilda seraya melangkah ke Mini Kitchen di Kamarnya.
"Bil.. ta te bisa numpang sholat ?
Ucap Bu Nurmala. Kemudian Bilda mempersilahkan dan menyiapkan mukena Bersih miliknya.
Setelah Bu nurmala selesai sholat, bersamaan dengan Bilda yang selesai menyiapkan beberapa makanan dan minuman untuk Bu Nurmala.
"Mari Tante kita makan dulu .
Ajak bila sambil menunjukan dimana dia menyiapkan semua makanan.
Dengan duduk di Karpet lantai Bilda melayani Bu Nurmala dengan baik dan mempersilahkan nya untuk mencicipi masakan ya.
"Bil...
Ucap Bu Nurmala di sela-sela makannya.
Iya Tante ..
jawab Bilda dengan mendongakkan sedikit kepalangmya.
__ADS_1
"Kemarin Ardi bilang sama Tante mengenai niatan baik Ardi ...
Deg..
Ucap Bu Nurmala yang seketika membuat Bilda kaget. Karna tiba-tiba Bu Nurmala mengatakan hal tersebut.
"Tante mendukung dengan niatan baik Ardi, Namun Tante juga ingin mengatakan beberapa hal pada Bilda. Ucap Bu nurmala...
Dengan Menghela nafasnya. kemudian melanjutkan kalimatnya
Bilda hanya mengamati dan mendengarkan apa yang di sampaikan oleh orang yang ad di hadapannya.
"Tante sangat bahagia dengan niatan Ardi yang ingin meminangmu, Terlebih itu kamu yang di inginkan Ardi. Ardi memang minim dalam hal agama dan mungkin Jauh dibandingkan dengan mu ..
Ucap Bu Nurmala dengan pelan dan kepala menunduk. Berharap Bilda memahami maksut dari ucapanya.
"Meskipun Ardi minim pengetahuan agamanya, tapi Tante lihat sejak mengenalmu dia lebih sering sholat dan mau untuk belajar agama....
Lanjut Bu Nurmala kemudian
Tante harap kamu bisa menerima kekurangan Ardi nantinya dan bisa membimbing Ardi ke jalan yang lebih baik, Tante sangat berharap kamu bisa menjadi menantu Tante ....
Ucap Bu Nurmala penuh harap.
Dalam hati Bilda ada rasa senang, bahagia, dan sedikit rasa canggung dan tegang.
"Tante...
Ucap Bilda dengan lembut , seraya memegang lengan Bu Nurmala, mencoba mencairkan suasana.
Tante... InshaAllah, jika memang Allah izinkan Bilda dan mas Ardi untuk berjodoh , maka Bilda akan menerima segala kekurangan dan kelebihan ya mas Ardi. ..
Dengan tatapan lembut kepada Bu Nurmala dengan sopan dan hati-hati dia mengatakannya.
"Pun Bilda berharap mas Ardi bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan Bilda"
Ucap Bilda kemudian.
Apakah kamu akan menerima Ardi nanti ketika dia melamarmu ??
Ucap Bu Nurmala kemudian , dengan penuh harap kepada Bilda.
Bu Nurmala sangat menyayangi anaknya, jiwa keibuanya sangat tinggi, sehingga saat ini dia ingin memastikan jika anaknya tidak akan terluka ataupun kecewa nantinya. Dengan menanyakan terlebih dahulu jawaban Atas lamaran Ardi terhadapnya.
"InshaAllah Tante, Namun Bilda pun menyerahkan semua keputusan pada Ayah dan Bunda...
Ucap Bilda kemudian dengan senyum simpulnya.
Setelah selesai Dengan obrolannya mereka melanjutkan bersenda gurau di ruangan kecil namun nyaman itu. Tidak hanya tentang Ardi namun Bilda juga menanyakan beberapa hal mengenai Dunia Kedokteran yang saat ini sedang mereka tekuni.
Dilain sisi Bilda sangat bersyukur karna diterima baik oleh keluarga Ardi dan mendapatkan calon mertua sebaik Bu Nurmala dan tak lain adalah Seniornya di Bangsal Bedah.
"Bil ... Udah sore tangen pulang dulu ya. Kapan-kapan Tante main lagi, Dan terima kasih banyak atas jamuan makanya, masakan kamu enak
Bu nurmala kemudian. setelah mendapati jam di tangannya menunjukan pukul 15.13 Bu Nurmala berapmitan dan melenggang keluar Untuk Pulang ke kediamannya.
tring... tring ... tring....
Bunyi dering telepon
"Assalamualaikum mas Ardi...
"Waalaikumsalam Bidadariku....
Jawab Ardi dengan penuh semangat.
"Ada apa mas sepagi ini sudah menghubungi"
Tanya Bilda dengan sedikit penasaran dengan maksut dan tujuan Ardi.
"InshaAllah Lusa aku akan Pulang Ke Malang, Karna Urusan Mutasiku sudah selesai dan Akan Bertugas di Malang....
Ucap Ardi dengan Bahagia dan Semangat menyampaikan kabar tersebut kepada bidadari ya.
"Alhamdulillah, Selamat mas Semoga Allah meridhoi Segala yang mas cita-cita kan.
Ucap Bilda dengan Sopan. Bilda merasa dadanya dipenuhi oleh bunga sehingga sulit rasanya untuk bernafas , karna terlalu bahagia. Namun Ra sa itu tidak serta Merta dia tunjukan kepada Ardi.
__ADS_1
"