
********
Setelah menyelesaikan Tugas dan tanggungjawabnya untuk mengisi Kajian Ahad pagi. Tiba saatnya Emil harus bersiap-siap untuk Menjemput kepulangan Orang tuanya di Bandara.
Bu Azizah dan Pak Lukman merupakan orangtua kandung dari Emil Abizar Al Maheer , mereka sering melakukan kunjungan keluar Negeri dalam rangka Bisnis. Tidak jarang samai ber bulan-bulan mereka Di Negeri orang.
tring,,,tring,,,tring,,,
"Assalamualaikum ma...
Ucap Emil Dengan sopan .
Waalaikumsalam Nak, Emil bisa jemput mama kan ??
InshaAllah ma, Emil akan berangkat sekarang juga....
Ucap Emil. yang kemudian di iyakan oleh mamanya
Perjalanan menuju bandara membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 2 jam perjalanan Malang ke Surabaya. Jadi Emil memutuskan untuk berangkat lebih awal agar tidak membuat kedua orang tuanya menunggu.
Emil singgah sebentar ke rumah orangtuanya untuk memastikan bahwa para asisten rumah tangga telah membersihkan setiap sudut rumah, Mengganti Semua Seprai dan sarung bantal di kamar orang tuanya.
Meskipun ditinggalkan dalam keadaan bersih, dan selalu dibersihkan oleh para pembantu tapi Emil tetap ingin menyambut kedua orang tuanya dengan baik.
Selanjutnya memastikan Semua Makanan kesukaan papa dan mama telah siap untuk di hidangkan.
"Bude ... Apa semua sudah siap ?...
Tanya Emil kepada seorang Asisten rumah tangga yang paling lama ikut dengan mereka. Bude Darsi namanya merupakan orang yang mengasuh Emil sejak kecil.
Bude Darsi tinggal di rumah tersebut bersama suaminya. Umur mereka bahkan sedikit lebih tua dari orang tua Emil.
Bude Darsi sangat menyayangi Emil seperti menyayangi anaknya sendiri karena memang Bude Darsi dan suaminya tidak memiliki anak.
"Sudah Nak Emil ... Bude sudah siapkan semua makanan. kesukaan Bapak sama Ibuk.
Ucap Bude Darsi dengan sopan dengan menundukkan pandangan.
"Disimpan saja dulu bude, nanti kalau mama sama papa sudah sampai bisa bude hangatkan lagi.
Instruksi Emil kepada Asisten rumahtangganya tersebut. Dan dijawab anggukan oleh Bude Darsi.
Bude, Sepertinya Emil akan berangkat sekarang.....
Ucap Emil kemudian ..
"Hati-hati dijalan Nak Emil ...
Ucap bude Darsi mengiringi langkah Emil menuju pintu Keluar.
Brummmmm.....
Suara mobil Mewah kepunyaan Emil yang mulai berjalan menyusuri padatnya kota.
Tidak heran di kota malang Setiap Weekend akan lebih Ramai dari hari biasanya karena memang potensi wisata yang dimiliki kota tersebut terbilang sangat banyak
Yang pastinya banyak orang dari luar kota malang Berdatangan, hanya untuk sekedar melepas penatnya setelah satu Minggu berkutat dengan pekerjaan.
Setelah perjalanan yang cukup melelahkan. Terlebih Emil tidak Meminta supir untuk mengantarkannya. Emil lebih senang berkendara sendiri dibandingkan harus diantarkan oleh orang lain.
Setibanya di bandara Emil memeriksa jam tangannya yang menunjukan pukul 10.05 ...
Emil bergegas memarkirkan mobilnya di tempat yang dirasa dekat dengan Pintu Keluar, kemudian memutuskan mencari Mushola yang ada di area bandara tersebut untuk sejenak melaksanakan sholat Dhuha
Sudah menjadi kebiasaan bagi Emil untuk melaksanakan sholat Dhuha, kebiasaan itu sudah mulai dia rutin lakukan sejak berada di Pesantren
__ADS_1
Emil melangkah menyusuri lorong bandara tersebut untuk mencari Mushola yang ada di sana.
Setiap pasang mata yang melihatnya akan merasa kagum dengan ketampanan Emil.
Dipadu padankan dengan busana yang sedang ia kenakan. Kemeja Kurta dengan Celana Cinos warna Abu, membuat tampilan Emil hari ini semakin sempurna.
Emil memang tidak mengganti pakaiannya setelah dari kajian Ahad pagi, dia masih mengenakan pakaian yang sama ketika menghadiri Acara nya tadi pagi.
tring,,,, tring,,,tring,,,,
Bunyi telepon Emil , dimana panggilan tersebut dari mamanya.
"Assalamualaikum ma....
Ucap Emil
" Emiel di masjid ma, barusaja solat Dhuha ini, Mama dimana Emil akan kesana ...
Ucap Emil seraya mengangkat beban tubuhnya yang semula duduk bersimpuh, untuk segera berdiri dan menemui kedua orangtuanya.
"Mama di Depan Pintu keluar di, kamu kesini ya... Bawa mobil sekalian aja"
Ucap Bu Azizah kepada Emil kemudian
Semula rencana Emil adalah ingin menemui orangtuanya terlebih dahulu, namun dia urungkan dan memilih Mengambil mobil yang terparkir di parkiran dulu baru kemudian menemui orangtuanya.
Emil melajukan kendaraanya dengan pelan untuk mencari dimana kedua orang tua nya menunggu.
Setelah Diketahui posisi keduanya. Emil lantas memarkirkan mobilnya tidak jauh dari tempat orang tuanya menunggu. Segera keluar dari mobil dan Menghambur menemui kedua orang tuanya
Maa...Paa....
Panggil Emil dengan mencium punggung tangan keduanya dengan takzim.
Emil menanyakan Barang bawaan orang tuanya untuk dimasukan kedalam bagasi mobilnya.
Setelah Semua barang masuk kedalam bagasi, dan tak lupa Emil membuka kan pintu mobil untuk kedua orang tuanya, dan mempersilahkan masuk.
"Emil Gimana keadaan kamu, Sudah betul -betul pulih ?
Tanya pak Lukman kepada anaknya tersebut.
"Alhamdulillah pa Emil baik-baik saja ....
Ucap Emil dengan lembut diiringi dengan senyuman manisnya
Mereka duduk dengan formasi Emil didepan Kemudi , disampingnya Pak Lukman dan di Bangku Tengah Bu Azizah duduk sendiri.
"Ohya Emil. kemarin Tante mu sempat cerita mengenai orang yang menjagamu ketika di rumah sakit....
Tanya Bu Azizah kemudian
"Mama rasa kita harus menemuinya dan mengucapkan terima kasih, dan mama berniat membelikan nya oleh-oleh untuknya.
Tambah Bu Azizah setelahnya.
"Iya Emil . Sepertinya ucapan mamamu benar, kita harus bersilaturahmi dengannya. Dan sebagai wujud rasa terima kasih kami karna telah menjaga mu selama di rawat.
Emil hanya mengangguk dengan Senyum terhadap kedua orang tuanya.
"InshaAllah Ma... Pa .. Emil akan mempertemukan mama dan papa dagangannya.
Ucap Emil kemudian.
"Mama dan Papa istirahatlah. Perjalanan kita masih lumayan jauh, Setelah sampai Emil akan bangunkan"...
__ADS_1
Tawar Emil kepada keduanya. Namun seketika di tolak oleh Mamanya.
"Mama sama papa Sudah terlalu banyak tidur di pesawat Emil.
Ucap ibu Azizah
Dan lagi sepertinya mama dan papa pergi terlalu lama sampai-sampai di area ini sudah Banyak berdiri bangunan yaaa....
Ucap Bu Azizah seraya menunjuk ke arah luar jendela mobilnya.
"Ohya Emil, Kapan kamu berencana menikah, Apakah kamu sudah punya calonya ??
Tanya pak Lukman dengan nada Lugas dan jelas , terdengar di telinga Emil. Yang seketika mengagetkan Emil.
Emil tidak langsung menjawab pertanyaan papa nya, hanya mengisyaratkan senyuman di bibirnya.
"Kalau kamu tidak Ada Calon gimana kalau papa kenalkan kamu sama Anak Rekan Bisnis papa"
Tawar Pak Lukman Kemudian....
Pa.... Please, Emil Bisa cari calon mantu papa sendiri, papa nggak usah repot-repot....
Jawab Emil dengan nada sedikit Kesal dengan menyempitkan kelopak matanya.
"Sampai kapan Emil. Umurmu sekarang sudah 35 tahun, mama dan papa juga sudah sangat ingin memiliki mantu, Sudah kepingin Menggendong cucu mama..
Ucap Bu Azizah dengan nada sedikit Kesal dan merajuk. ..
Melihat anaknya yang selalu merespon biasa terhadap pertanyaan kedua orang Tuanya.
"Benar, kata mamamu... Coba kamu pertimbangkan tawaran papa...
Tambah pak Lukman kemudian
"InshaAllah pa. Emil akan secepatnya memikirkan hal itu,tapi Emil mohon papa dan mama bersabar.... Biarkan Emil menentukan pilihan Emil sendiri.
Ucap Emil kemudian dengan nada menekan, berharap kedua orang tuanya memahami keinginan ya.
Setelah perjalanan panjang yang dilalui ketiganya, akhirnya mereka sampai juga di gerbang masuk rumah pak Lukman dan Bu Azizah.
Rumah megah dengan parkiran yang sangat luas dan fasilitas nya yang sangat lengkap.
Emil bergegas segera membuka pintu mobil kedua orang tuanya dan mempersilahkan untuk segera masuk kedalam rumah.
*********
Beberapa Minggu kemudian.
Ma... Sepertinya lusa Ardi akan ke Bandung lagi, ada teman Ardi dari Korea yang akan menyewa apartemen ku.
Dan Ada beberapa urusan yang harus Ardi selesaikan disana.
Ucap Ardi kepada Bu Nurmala dan pak Bambang di sela-sela makan malam mereka.
"Baiklah, Papa izinkan kamu ke Bandung lagi, Tapi ingat di, kamu karyawan baru di kantor, apa lagi kamu menjabat sebagai Kepala Bagian... Jadi papa harap kamu memberikan contoh yang baik kepada anggotamu.... Jangan membolos !!!
Tegas pak Bambang kemudian.
" Oke Pa... Ardi akan berangkat weekend ini, Mungkin Berangkat Jumat Sore dan Rencana Ardi Minggu sudah Sampai sini lagi...
Ucap Ardi kemudian, dengan meyakinkan Orang Tuanya....
[[ Jangan Lupa Dukungannya Ya buat Author]]
[[ Jangan Lupa tinggalkan Komen dan Jempolnya ya guys- be smart reader]]
__ADS_1