Suamiku Pasienku

Suamiku Pasienku
Pulang


__ADS_3

-Beberapa saat kemudian mobil telah sampai di hadapan ketiganya, dan Emil pun mempersilahkan masuk ketiganya.-


-Dimana posisi duduk Pak Lukman dan Emil berada di bagian depan, sementara Bu Azizah dan Bilda berada di bangku tengah.-


"Bil.. kamu benar tidak mau ke rumah sakit dulu..."


Ucap Bu Azizah dengan rasa khawatirnya.


"Enggak usah Tante, Bilda baik-baik aja , nanti sampai rumah Bilda obati InshaAllah akan segera sembuh...."


ucap Bilda dengan nada lembut dan sopan.


Meskipun memang terasa sungguh sakit namun Bilda selalu menampakan senyum manisnya.


"Mama nggak usah khawatir, Bilda bisa obati dirinya sendiri kok ..."


Jawab Emil dengan santai dan senyum Santai.


"Emill.... !!!"


Ucap Bu Azizah tidak terima dan kesal terhadap putranya, Justru hal itu membuat Emil semakin dibuat tertawa. Mamanya begitu mengkhawatirkan Bilda.


"Emang bener kok ma, kenyataan itu... Bilda pasti bisa ngobatin sendiri, nggak usah harus ke rumah sakit...."


Goda Emil kepada Bu Azizah yang mengetahui mamanya Kesal karena dianggap telah mengabaikan Bilda.


Bilda hanya senyum-senyum melihat tingkah anak dan mamanya tersebut.


"Awass !! ya kamu ngomong gitu lagi, mama jewer kamu Emil !!!!"


Ketus Bu Azizah pada putranya karena merasa gemas dengan sikap Emil.


"Ma.... Kita nggak perlu kerumah sakit karna bilda sendiri itu Dokter ,"


Ucap Emil kemudian, karena merasa mamanya sudah uring-uringan dengan sikap yang ditunjukan nya.


"Ohyaa? Bener bil ??"


Tanya Bu Azizah yang di balas dengan anggukan oleh Bilda


"Calon Spesialis Malah !"


Tambah Emil kemudian.


"Wahh Hebat sekali kamu, Nggak nyangka lho Tante kamu


Calon Spesialis. Habisnya masih kayak Anak Kuliahan"


Ucap Bu Azizah diiringi dengan tawanya.


"Tante bisa aja ... Ucap Bilda dengan senyum-senyum malu."


" Habis Perempatan Arahnya kemana bil ?"


Tanya Emil yang tidak mengetahui arah nya.


"Habis perempatan belok Kanan, Arah Jalan Pattimura, Gang sebelas sebelah Kanan jalan Masuk ka. Bangunan Nomer 13 disitu Kost Bilda."


"Okk..."


***************


Ditempat lain ..


Ardi Baru saja bangun dari tidurnya, setelah sebelumnya sholat subuh lalu tidur kembali.


"Tring, tring, tring"

__ADS_1


"Ar Lo lagi dimana, Balik Bandung gak bilang-Bilang ..."


Tanya seseorang di Ujung telpon.


"Kemarin Man, Gue dah sampai Bandung dari Jumat Malem, Dua hari gue di sini, rencana sore nanti gue balik ke Malang lagi."


Jawab Ardi kepada Arman.


Arman merupakan teman satu kantor dan satu devisi dengan Ardi sebelumnya ketika masih sama-sama kerja di sebuah kantor pemerintahan di Bandung.


"Wah gak bilang-bilang Lo broo... Gimana kalau kita ketemuan dulu sebelum Lo balik lagi."


"Oke, Jam berapa bro ?"


"Sekarang gimana ? , Ditempat Biasa !"


"Oke bro."


Ardi Bertemu dengan temanya di sebuah restoran di Hotel X, Seperti yang sudah di sampaikan temanya.


Ardi datang Lebih dulu dan Memesan Beberapa menu makanan yang biasa di pesan dulu ketika sedang berkumpul.


Ardi sengaja memilih Temat dekat jendela kaca di restoran tersebut agar lebih nyaman ketika mengobrol dengan sahabatnya.


"Hay Ar, Udah dari tadi Lo sampai ??"


"Nggak, Gue juga baru aja sampai ko, Gue persenin Loe makanan kaya biasanya bro."


"Ok, Thanks bro.. Ucap Arman kemudian ."


"Ar ada beberapa hal sebenernya yang pengen gue tanyain ke elo."


Ucap Arman serius.


"Tanya Aja bro, kaya sama siapa aja, Biasanya juga loe langsung Nyrocos aja..."


"Nggak, nggak penting juga sih sebenernya, Cuma ini soal mantan loe yang Model itu ..."


"Lo bilang udah Selesai sama dia kan ?"


Tanya Arman dengan serius dengan tatapan tegas kearah Ardi.


"Kalau loe suka ambil aja bro, gue dah gak mau hubungan lagi sama dia."


Jawab Ardi dengan santai dan terkesan Acuh. Kalimat itu tidak lantas segera di Tanggapi oleh Arman. Namun Dia justru melemparkan pernyataan lain.


"Beberapa Minggu yang lalu dia datang ke kantor bro. Dia Nyariin Lo, Wajah dan penampilannya kacau banget bro waktu gue liat..."


"Kayaknya dia bener-bener frustasi Lo tinggalin dia deh...


Tambah Arman dengan serius memberikan informasi pada Ardi.


"Gue dah lupain semua kenangan sama dia bro, dah gue tutup rapat semuanya..."


Ucap Ardi dengan tegas


"Dan Lagi Gue juga udah mulai Membuka lembaran baru bersama calon Istri gue nantinya."


"Loe dah ad calon Ar? Serius ??"


Ucap Arman dengan nada tak percaya.


"Serius gue bro, Gue dah mutusin mau Langsung nikah aja . Dan InshaAllah Gak akan lama lagi."


Jawab Ardi serius, pada sahabatnya tersebut yang masih bengong tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Oke lah bro, gue cuma bisa doain semoga Lo Bahagia. .."

__ADS_1


"Amin..."


Tanpa mereka sadari, sedari tadi telah ada sepasang mata yang memperhatikan mereka , mendengarkan semua percakapan antara Ardi dan Arman.


Tatapan penuh kebencian dan Amarah yang Menggebu. Tidak sedikitpun percakapan mereka terlewat dari pendengaran Galuh.


Ingin sekali rasanya Galuh melampiaskan kemarahannya saat itu juga, namun dia urungkan, dan seketika dia berhasil menguasai dirinya.


Ketika tatapan Galuh masih dengan tajam melihat kearah Ardi dan Arman, seketika rencana jahat muncul di benak Galuh.


Sebelumnya Galuh telah merencanakan sebuah trik Untuk menjebak Ardi , namun belum juga rencana itu dia jalankan, Ardi telah kembali ke Malang dan Memutuskan menetap disana.


Sehingga Rencana itu dia Urungkan begitu saja. Namun setelah mengetahui Ardi di kota tersebut, Galuh memanfaatkanya untuk berusaha menjebak Ardi kembali.


Galuh tidak ber basa-basi dia langsung memanfaatkan momen tersebut untuk segera memulai aksinya.


"Hayy Ar... Apa kabar, Lama gak ketemu , Kamu masih sama kaya yang dulu ya... Tetap Ardi ku..."


Sapa perempuan sexy tersebut dengan nada manja dan menggoda.


"Kebetulan dua hari ini aku pemotretan di hotel ini untuk Beberapa produk iklan."


Ucap Galuh ketika tidak mendengar tanggapan dari Ardi. Emosinya sudah mulai terpancing, namun dia dapat menguasai dirinya.


Dia sadar saat ini kessmpatanya, dia tidak akan melewatkan hal itu, begitu saja.


Arman yang di hadapannya pun sampai tidak kuasa menahan kecantikan dari Galuh, sampai dia harus beberapa kali menelan salivanya.


"Glek ..."


"Ardi tidak memperdulikan ucapan Galuh, justru dia malah memalingkan pandanganya kearah jendela kaca di samping tempat duduknya."


"Ar.. Bisa kita bicara ..."


Ucap Galuh manja dengan penuh harap.


Ardi masih tidak memberikan jawaban, sesekali dia menyesap Kopi pesanan nya.


"Oke bro , sepertinya gue ada urusan, gue duluan ya broo... Nice to meet you bro , Lain kali gue bakal main ke Malang bro..."


Ucap Arman berpamitan dan segera meninggalkan tempat tersebut.


Setelah kepergian Arman, dengan Percaya diri Galuh duduk di hadapan Ardi ditempat dimana Tadi Arman duduk.


"Apa mau mu ?"


Ucap Ardi Singkat dan ketus.


"Sayang, Sabar dong aku kesini cuma karna aku kangen sama kamu... bisa kan kita ngobrol baik-baik."


Ucap Galuh dengan lembut.


Galuh semakin dibuat meradang tatkala Ardi sama sekali tidak memperdulikannya, emosinya memuncak dan hampir saja dia melepaskan amarahnya....


Namun belum sempat Galuh Mengeluarkan kata-Katanya handphone Ardi berdering dan Segera Ardi Bangkit menuju salah satu sisi Restoran untuk mengangkat telepon nya.


Hal itu Justru di manfaatkan oleh Galuh Galuh untuk menuangkan Obat tidur ke Gelas minum Ardi.


Dengan senyum licik nya Galuh memulai aksinya.


Setelah selesai Dengan panggilannya. Ardi kembali ketempat duduk semula,


Sebenarnya dia malas untuk menanggapi mantan kekasihnya tersebut tapi, dia menghargai nya karna sebelumnya mereka pernah menjalin hubungan


" Udah lah galuh tidak perlu basa-basi Sebenarnya apa mau kamu ??"


************

__ADS_1


[[Jangan Lupa Dukungan dan Semangatnya ya guys Bua Author]]


__ADS_2