Suamiku Pasienku

Suamiku Pasienku
Rencana Jahat Galuh


__ADS_3

Sebenarnya dia malas untuk menanggapi mantan kekasihnya tersebut tapi, dia menghargai nya karna sebelumnya mereka pernah menjalin hubungan


Meskipun saat ini Ardi sangat membencinya. Dan sudah menutup rapat pintu hatinya


" Udah lah galuh tidak perlu basa-basi Sebenarnya apa mau kamu ??"


"Aku nggak mau apa-Apa, aku cuma mau kamu !!"


Ucap tegas Galuh kepada Ardi.


Merasa sangat jengah dan jengkel dengan ucapan Galuh, Ardi beberapa kali menyesap Minuman yang ada di hadapannya.


"Seharusnya kamu jaga harga dirimu di hadapan laki-laki , Jangan kau selalu bersikap seperti itu..."


"Ohh apa mungkin itu yang selalu kau lakukan kepada semua laki-laki yang mendekatimu."


"Maaf itu tidak berlaku padaku. !!!"


"Hatiku, Sudah benar-benar tertutup Rapat untuk mu!!"


Jelas Ardi dengan kata-kata Tajam dan nada tingginya. Menjelaskan Betapa dia saat ini sudah sangat tidak mengharapkan Galuh.


"Hal itu membuat Galuh merasa geram namun dia hanya diam tak menjawab perkataan Ardi."


malah sebaliknya dia menunggu reaksi obat yang telah dia berikan ke minuman Ardi sebelumnya.


Disaat yang bersamaan Ardi merasa sangat pusing, Kepalanya berkunag-kunang, Semakin lama semakin berat, menekan dan beberapa kali Ardi berusaha memijat pelipisnya, Berusaha menguasai dirinya kembali, namun hal itu sia-sia dia lakukan ...


Beberapa kali Ardi mencoba bangkit dari tempat duduknya namun usahanya selalu gagal. Seketika pandanganya menjadi gelap dan


Brug...


Tidak lama kemudian Ardi Tidak sadarkan diri dengan posisi kepala sudah diatas meja.


Terlihat senyuman licik di wajah Galuh...


"Karna dia merupakan Artis yang profesional saat itu juga dia memainkan perannya."


"Mas mas tolong mas... Mas tolong... !!"


Ucap Galuh dengan panik nya memohon bantuan dari karyawan yang ada di restoran tersebut.


"Kenapa mba ??"


setelah beberapa karyawan datang ke arah Galuh.

__ADS_1


"Tolong mas sepertinya Pacar saya sedang kurang sehat, mendadak pingsan mas..."


Ucap Galuh dengan nada panik dan Bingung


"Mas saya bisa minta tolong, untuk mengangkat nya ke kamar ??"


"Baik mba , Mari saya bantu ucap beberapa karyawan menawarkan diri."


*************


"Ardi... Ardi, Selamanya kamu harus tetap menjadi milikku"


"Kalau aku tidak bisa memilikimu, maka siapapun juga tidak akan bisa mendapatkan mu! "


Ucap Galuh dengan lantang disertai Amarah.


Ketika Ardi telah benar-benar tidak sadarkan diri. Galuh memanfaatkan kesempatan itu untuk Melu*uti Pakaian Ardi.


Tangan Galuh aktif bergerak kesana dan kemari, Mer*ba setiap bagian tubuh Ardi dengan penuh gair*ah


Menc*mb*i Setiap jengkal tubuh Ardi, memberikan tanda kepemilikan disana. Melampiaskan Setiap kemarahannya. Menyalurkan segala hasr*at dalam dirinya.


"Ahhh..."


Des*Han yang lolos begitu saja dari bibir sexy Galuh.


Setelah puas dengan aksinya, Galuh berbaring tepat di samping tubuh Ardi yang tidak menggunakan sehelai benangpun.


Dipeluknya tubuh Kekar itu dengan Erat, Masih dengan Hasrat yang menggebu.


Waktu menunjukan angka 23. 45 Ardi berusaha mengumpulkan kesadarannya.


Tubuh kekarnya merasakan ada benda yang menindih di bagian dada bidangnya.


Berusaha melihat di bawah remang-remang cahaya lampu.


Mendapati seseorang tengah Berbaring di sampingnya, sontak Ardi merasa kaget dan segera menghambur keluar dari Ranjang tersebut.


Ardi mendapati tubuhnya tanpa busana, dia sangat terkejut dengan seseorang yang sebelumnya tidur bersama nya yang tak lain adalah Mantan kekasihnya Galuh.


"Apa yang sudah kamu lakukan!!!"


Teriak Ardi penuh amarah dan Sorot mata Tajam.


Teriakan yang sangat menekankan telinga itu sontak membuat kaget Galuh, dan Segera terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Emmmh ... Sayang , Kenapa teriak-teriak? "


"Aku tidak tuli"


Ucap Galuh sembari menggeliatkan tubuhnya diatas kasur


"Hei, Jal*Ng !!! Beraninya kau menjeb*kku!!"


Ucap Ardi dengan lantang, dadanya bergemuruh, Jiwanya serasa di bakar, Terlebih setelah mengetahui Terdapat tanda merah di sekujur tubuhnya.


Ardi merasa jijik, dia semakin Marah dan Meluapkan segala emosinya.


"Kita telah melakukanya.. Jadi untuk apa kamu menyesalinya, toh kamu juga menikmatinya"


Ucap Galuh dengan santai dan senyuman kemenangan.


"Aku rasa kau memang sudah Gil*... Kau sudah tidak waras!!


Ucap Ardi dengan penuh penekanan.


"Sayang, Kamu benar, aku memang sudah gila, aku gila karena mencintaimu"


Ucap Galuh dengan manja seraya menunjuk kearah Ardi, Nada bicara tanpa penyesalan.


Sejenak Ardi terdiam dan segera mengenakan seluruh pakaiannya.


"Ingat !!sampai kapanpun aku tidak akan pernah Menerimamu lagi Jal*Ng!!! "


Ucap Ardi dengan penekanan masih dengan amarahnya yang memuncak, tepat di telinga Galuh , dan setelahnya melenggang pergi meninggalkannya sendiri.


Mendengar ucapan tersebut Galuh seketika mematung, sedetik kemudian Berteriak


"Sial*nnnn kamu Ardi"


Ucap Galuh dengan lantang melihat sikap dan kepergian Ardi dengan penuh Amarah.


Didalam kamar tersebut Galuh Melemparkan Apapun yang dapat dia jadikan pelampiasan Kemarahannya.


Menangis sejadi-jadinya dan Meluapkan segala kekesalannya.


Ardi bergegas menuju luar hotel dan ketika telah sampai di loby hotel Ardi mempercepat langkahnya menuju luar hotel tersebut


Ardi baru saja tersadar jika saat ini sudah malam, bahkan hampir tengah malam dan Hari pun akan berganti. Dia telah melewatkan waktu penerbangan Pesawat yang akan Mengantarkan Nya kembali ke Kota kelahirannya.


Arsi sangat menyesal, Dia sangat merutuki kebodohan dirinya dengan menanggapi Galuh di Restoran sebelumnya.

__ADS_1


Jika Ardi tau kejadiannya akan seperti ini dia tidak akan mau hanya untuk sekedar ber basa - basi dengan mantan kekasihnya tersebut.


__ADS_2