Suamiku Pasienku

Suamiku Pasienku
KABAR BAHAGIA


__ADS_3

Bandung Kota Kenangan Begitulah Sapaan Kota tersebut. Pagi ini terlihat Raut wajah yang berbinar dari Seorang Ardi. Entah Apa yang membuatnya bahagia. Dia hanya Sangat Bersemangat Pagi ini untuk Menuju Kantor yang tidak akan Lama lagi dia tinggalkan.


Ardi Merasa Bandung Merupakan Kota Yang sangat Nyaman Untuk Nya singgah. Tidak hanya kenangan Manis yang terukir di setiap sudut kota ini namun juga Kenangan Pahit yang diberikan oleh Galuh kepadanya. Yang tidak akan Pernah Ardi Lupakan.


tring... tring... tring....


Ardi nampak membulatkan matanya melihat Satu Nama yang tertulis di layar Handphone miliknya, dimana kontak tersebut dia namai *Bidadari ku* .


Dia merasa sangat senang akhirnya Bilda menghubunginya. Hatinya yang sedari tadi sangat bersemangat , saat ini lebih bersemangat lagi, hingga seluruh rongga dadanya merasa sesak akan rasa yang ada.


"Assalamualaikum Mas Ardi....


Ucap Bilda dari ujung telepon, menyapa Ardi dengan halus dan nada bicara yang terdengar sangat menyenangkan bagi Ardi.


"Waalaikumsalam Bil... Emmm ada apa ?? emm maksudku apa kabar ?.


Jawab Ardi dengan Gagapnya. karena sangat bahagia sampai Ardi merasa gugub.


"Mas. Bilda mau membicarakan soal khitbah yang mas Ardi sampaikan tempo hari. ..


Dengan Tenang Bilda berbicara tanpa ada rasa bimbang dalam hatinya.


Ardi pun Dengan Rasa bahagia mendengarkan setiap kalimat yang diucapkan oleh Bilda dengan seksama. Tanpa Melewatkan Satu Kalimat pun, meski dia belum tahu apa jawaban yang akan dia terima , akankah dia di terima ataukah Dian akan kembali di tolak. yang jelas Ardi merasa sangat Bahagia dan harinya berbunga-bunga


"Bilda sudah memikirkan dengan sungguh-sungguh dan sudah Bilda sampaikan kepada orang tua Bilda mengenai niat baik mas Ardi....


Ucap Bilda Kemudian


Ardi masih terus diam, dengan tetap mendengarkan Apa yang di sampaikan Bilda,tanpa menjawab satu patah kata pun.


"Dan Untuk keputusan Niat baik Mas Ardi terhadap Bilda, InshaAllah semua Bilda serahkan Kepada Ayah dan Bunda... Dan Bilda Mau menyampaikan Pesan Ayah, kalau Mas Ardi Memang serius dengan niatan Untuk Mengkhitbah Bilda maka Ayah menunggu kedatangan Mas di rumah ...


Ucap Bilda dengan tenang namun ada perasaan gugub didalam jiwanya. Tanpa terasa bulir bening lolos begitu saja dari sudut mata gadis cantik tersebut.


"Alhamdulillah... Ucap Ardi penuh semangat.


Ardi sangat bersemangat dan bahagia mendengar penuturan yang di sampaikan oleh Bilda .


padahal dia tau jika saat ini statusnya masih sama Mungkin di terima , Mungkin Juga di tolak. Karna Bilda mengatakan Segala keputusannya Diserahkan Kepada Ayah dan Bundanya.


Karna Bilda Sadar Dia pun telah ber Ikhtiar dengan Istiqoroh sebelum menyampaikan semua pada Ardi.


"InshaAllah.. InshaAllah secepatnya aku akan datang menemui Ayahmu ... Dan Besar harapanku Kedua Orangtuamu Merestui ku...


Ucap Ardi kemudian


Namun hanya di jawab dengan Senyum simpul di ujung telepon, tanpa dapat dilihat oleh Ardi.

__ADS_1


"Baiklah Bilda rasa cukup Mas, Bilda juga memiliki beberapa kegiatan Pagi ini. Jadi Emm.. Assalamualaikum .. Ucap Bilda sebelum menutup telepon.


"Ehhh... Bilda tunggu...


Ucap Ardi sebelum Bilda benar-benar menutup teleponnya


"Bolehkah Aku sering-sering menghubungimu ???


Ucap Ardi dengan nada malu-malu


"Silahkan.... Jawab Bilda kemudian masih dengan suara lembut


" Iyessss....


Suara kegirangan Ardi yang jelas terdengar oleh Bilda diujung telepon nya


" Ohya... Waalaikumsalam Bidadariku....


Tut.. Tut...Tut...


Bunyi telpon yang sudah diakhiri.


*************


Beberapa Minggu telah berlalu, Bilda menjalani hari-harinya dengan tenang, dan fokus pada program yang sedang dijalaninya. berharap kedepannya dirinya bisa memberi manfaat bagi banyak orang.


Dimana sejak kecil memang cita-cita Bilda menjadi seorang Dokter, dan Saat ini sedang dia upayakan untuk dapat dia raih.


Pemandangan tersebut terlihat oleh Bilda dari Kaca Lantai 6 Rumah Sakit Tempat Bilda Berada saat ini. Coretan Baju , Coretan Celana, Dan Warna rambut yang sudah sangat Beraneka ragam tak luput dari pandangan bilda.


Meskipun terkesan tidak penting kegiatan yang di lakukan para remaja tersebut, namun bagi Bilda itu merupakan keunikan tersendiri. Melihat remaja bersorak Sorai dengan bahagianya. Meski sebetulnya banyak kegiatan positif lain yang dapat mereka lakukan untuk menyambut kelulusan mereka.


Namun kembali lagi pada masing-masing orang yang memaknai Kebahagiaannya dengan berbagai macam cara dan ekspresi yang di tunjukan.


Duarrrr..... Dar... Dar....


Terdengar Terdengar suara tabrakan Beruntun Yang tak terelakan antara Beberapa mobil dan Remaja SMA tersebut.


Hal itu pun tidak luput dari pandangan mata Bilda.


Astagfirwllohaladzim... Ucap Bilda ketika melihat peristiwa tersebut secara langsung...


Seketika UGD Rumah Sakit tersebut dipenuhi oleh Pasien yang berlumuran darah, patah tulang, dan luka-luka ringan lainya.


Untuk pasien yang mengalami luka ringan Hanya dilakukan pengobatan di UGD saja. namun bagi pasien yang mengalami Cedera serius langsung di ya Gani oleh spesialis.


Saat itu di bangsal tempat Bilda berada terdapat beberapa pasien yang mengalami luka serius, tidak hanya remaja SMA saja namun juga Beberapa Orang dewasa turut menjadi korban tabrakan beruntun tersebut, yang tentunya mengalami luka serius.

__ADS_1


***********


Bilda merasa sangat lelah seharian ini dengan segala aktivitasnya tidak hanya di bangsanya yang begitu banyak pasien berdatangan. dia juga turut serta Membantu Bu Nurmala melakukan beberapa Operasi pasien.


Rasanya lelah sekali... Badan Ohh Badan.... aku tau kau butuh istirahat....


gumam Bilda didalam kamarnya , seraya menghempaskan tubuhnya diatas kasur.


Tring... Ting.... Suara nada pesan masuk dari handphone Bilda.


*Assalamualaikum Bidadariku, Bagaimana kabarmu hari ini ?


Sapa Ardi melalui handphone


Seketika melihat pesan yang di kirimkan oleh Ardi, membuat hati Bilda berdegup kencang dan ada rasa senang.


"Waalaikumsalam Ma. Alhamdulillah Bilda Baik-baik saja..


Jawab Bilda kemudian


Terlihat Bilda dengan senyum manisnya yang senantiasa menghiasi. masih dengan saling berbalas pesan dengan Ardi yang berada di luar kota. Perasaan mau-malu dan bahagia bercampur menjadi satu dalam diri keduanya.


Setelah Mengobrol panjang dan lebar Mereka memutuskan untuk menyudahi obrolan mereka dan melanjutkan aktifitas masing-masing.


tring... tring... tring...


Belum juga satu menit Bilda meletakkan handphone miliknya. sudah kembali menerima panggilan.


"Assalamualaikum Bilda.... Ucap wanita di ujung telepon


"Waalaikumsalam Tante Nurmala, ada apa Tante?


Ucap Bilda dengan nada lembut.


" Bil... Tante bisa minta tolong sama kamu ??


Ucap Bu Nurmala benuh harap


"InshaAllah Tante, kalau Bilda bisa bantu InshaAllah akan Bilda bantu Tan.


Jawab Bilda dengan senyum di wajahnya. Mengingat seseorang yang sedang menghubunginya merupakan orangtua Ardi.


"Jadi gini bil... Salah satu pasien yang mengalami tabrakan beruntun tadi adalah keponakan Tante, Kebetulan Orang tuanya sedang di Luar Negeri Jadi tidak bisa menemani, Dan lagi sekarang Tante sedang ada Seminar 4 Hari di Jakarta. Tante Bisa minta tolong Kamu Untuk menjaganya.


Ucap Bu Nurmala di ujung telepon


Bilda hanya diam dan memahami apa yang disampaikan oleh Bu Nurmala.

__ADS_1


InshaAllah Tante.. jawab Bilda


"Tidak harus selalu kamu tunggu, sesekali sambangi ruangannya mungkin dia membutuhkan sesuatu. .. ucap Bu Nurmala


__ADS_2