Suamiku Pasienku

Suamiku Pasienku
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

12.23


Selepas acara Siraman Yang berlangsung penuh dengan Haru dan Kebahagiaan seluruh anggota keluarga. Kini saatnya membereskan sisa perlengkapan siraman yang tidak terpakai


Wedding Organizer Yang di percaya untuk membantu kelancaran jalanya setiap acara dan dibantu beberapa keluarga untuk membereskan sisa-sisa acara siraman sebelumnya.


Dalam tradisi orang Jawa meskipun acara sudah di pasrahkan sepenuhnya kepada wedding Organizer namun Guyup rukun yang tercipta tidak pernah mereka hilangkan.


Jadi Beberapa saudara dan bahkan tetangga masih banyak yang saling membantu beberes. dan menyiapkan untuk acara selanjutnya


Didalam kamar pengantin yang sebelumnya telah di dekor secantik dan seindah mungkin, disitu nampak Bilda sedang bersimpuh dan berdoa kepada Robby nya, Memohon ampun dan petunjuk atas segala rasa yang saat ini menyesakkan dada.


Entah apa perasaan yang sedang dirasakannya saat ini namun hal itu sangat membuat Bilda bimbang dan Sangat Mengganggu Pikirannya.


***


Tak ... tak .. Tak...


Suara Sepatu hak tinggi Galuh melewati Ruangan yang saat ini dipersiapkan untuk acara Dodol Dawet yang dalam istilah Jawa dimaknai Menjual Es Dawet.


Dengan Segala rasa percaya diri yang dia miliki, melenggang santai di antara para orang yang tengah berada disana.


Tidak satupun Luput dari pandangan Setiap mata yang saat ini berada di sana.


Hampir semua orang mengagumi kecantikan yang dimilikinya, namun tidak sedikit juga yang mencibir cara berpakaiannya.


"Ehh bukanya itu artis yang sekarang udah gak pernah muncul itu ya..."


"Ehh.. Itu model Jeng.."


"Ngapain ya dia kesini, ?"


"Apa Temennya Mba Bilda ya" Bisa jadi sih mungkin selain artis dia dokter juga kali, jadi mbak Bilda temenan sama dia"


"Ah.. tapi Ndak sopan lah masak Ke acara nikahan di kampung pakaiannya kaya gitu, Ndak sopan lah jeng".


Terdengar sruwing sruwing orang mengomentari Galuh dengan Berbisik-bisik


"MAaf Buk!! .. Bilda nya dimana ya ?" Tanya Galuh kepada seorang ibu yang masih bengong memandang kecantikannya


Seketika ibu tersebut kaget dan bertanya kembali


"Emm... Maaf Mbak nyari siapa ya ??" Dengan sopan


Dengan perasaan dongkol Galuh mengulangi pertanyaannya


"SAYA NYARI BILDA !!! Ibuk tau nggak dimana ?" dengan tatapan angkuh dan nada bicara tinggi dia bertanya pada orang tua tersebut.


Belum juga pertanyaan tersebut di jawab , Pak Wawan sudah keluar rumah dan menanyakan ada apa kah gerangan kenapa terjadi keributan.

__ADS_1


hal itu dikarenakan suara Galuh yang memang bisa terdengar dari jarak 100 meter pun.


"Maaf ada apa ya nak , Nyari Bilda ?? " tanya pak Wawan dengan sopan kepada Galuh.


"Saya nggak butuh ya sama bapak, Saya kesini cuma mau ketemu sama Orang yang namanya Bilda !!!" Ucap Galuh kemudian dengan Berkacak pinggang.


"Ohh... Baiklah, silahkan duduk terlebih dahulu, biar Bilda nya di Panggilkan " Jawab pak Wawan masih dengan nada sopan


Tanpa mengucapkan sepatah katapun Galuh dengan angkuhnya langsung duduk diatas kursi yang sebelumnya terlah di siapkan untuk acara Siraman.


Setiap sudut tempat tersebut tidak lepas dari Pandangan mata Galuh, Sebuah senyum licik tersungging dari mulut Galuh saat itu ketika matanya membaca sebuah tulisan yang berisikan


One Stop Closer Bilda & Ardian - Tidak ada foto dalam ataupun Karikatur disana karena Bilda dan Ardi tidak melakukan Sesi Prewedding sebelumnya , jadi setiap sudut hanya di hiasi dengan Tulisan, Doa, dan kata-kata mutiara cinta.


Sesekali Galuh memainkan Ponsel untuk mengurangi kejenuhan menunggu Bilda yang sedang sholat sebelumnya.


"Silahkan Mba di minum dulu tehnya..." Ucap seorang ibu yang mengantarkan minuman pada Galuh saat itu.


Sudah menjadi kebiasaan di Daerahnya apabila ada tamu yang datang di acara pernikahan akan di suguh kan beberapa Makanan dan Segelas seh hangat.


Galuh tetap diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun,samai saat ibu yang mengantarkan minum tersebut pergi.


"Kampungan!.." dengan nada mengejek Galuh mencela apa pun yang terlihat oleh matanya. Hanya itu yang di ucapkan Galuh saat melihat dan memandang makanan yang di hidangkan untuknya


Beberapa orang yang memandang dirinya dengan angkuh masih saja memberikan komentar


"Gak nyangka ya aslinya sama di Tv beda banget sifatnya"


Beberapa pembicaraan mereka dapat di dengar oleh pasang telinga Galuh, Yang seketika langsung memandang dengan acuh ucapan mereka.


***


Tok...tok...tok...


Suara pintu kamar Bilda.


"Iya masuk, Tidak dikunci... " Jawab Bilda masih dengan posisi duduk diatas sajadah dengan melepas mukena bagian atasnya.


"Bilda..! Apa sudah Selesai Sholatnya nak? Tanya Bu Ira sambil masuk kedalam kamar anak semata wayangnya, yang di ikuti oleh pak Wawan dibelakangnya.


"Alhamdulillah bunda, sudah selesai" ucap Bilda dengan senyum manis dan nada khas lembutnya.


"Apa sudah mau ke acara selanjutnya Bun??


"Bukanya masih jam 12.20 bun? Acara selanjutnya bukanya Bagda Ashar ya ? Tanya Bilda merasa kaget kedua orangtuanya datang bersamaan ke kamarnya.


"Bukan"


"Itu didepan, Sepertinya ada teman kamu nyariin, Coba di temuin dulu " ucap Bu Ira dengan lembut.

__ADS_1


"Siapa ya Bun, perasaan temen Bilda nggak ada yang ke sini hari ini, kalau untuk acara resepsi memang Bilda undang beberapa teman SMA dan kuliah" Ucap Bilda dengan sedikit rasa bingung.


"Ya udah di temui saja dulu bil, Mungkin ada kepentingan" Ucap pak Wawan kemudian .


"Baiklah, Bilda Bereskan ini dulu nanti Bilda keluar yah ".. Ucapnya kemudian .


***


"Assalamualaikum..." Ucap Bilda dengan sopan ketika melangkah mendekati tempat duduk Galuh sebelumnya.


"Maaf ... Ada keperluan apa ya Mbak nyari saya ".. ucap Bilda dengan senyum dan sopan santunnya.


Bilda yang seketika itu langsung memposisikan duduk di hadapan Galuh.


Setelah mendengar ucapan Bilda , Galuh tidak langsung menjawabnya. dia hanya memandang Bilda dari atas sampai ke bawah, yang di ulanginya berkali-kali.


Sontak hal itu membuat Bilda merasa risih dengan tindakan yang dilakukan Galuh terhadapnya.


"Maaf mba, Ada keperluan apa ?" Ucap Bilda lagi karena tidak mendapati jawaban dari Galuh.


Pertanyaan tersebut seketika membuat Galuh kaget dan tersadar dari lamunannya


Wajah sih oke ... penampilannya aneh, beneran Ardi suka sama cewek model kaya gini ? Masak iya gue kalah sama Gadis kampungan kaya dia !! Batin Galuh setelah mengetahui gadis yang ada didepannya adalah Bilda.


"Emm..!! Yahhh, Jadi Kamu yang namanya Bilda " Ucap Galuh dengan nada sinis dan senyum yang terlihat hanya di salah satu sudut bibirnya.


"Iya mba. Saya Bilda, mba ada keperluan apa ya menemui saya ??" Tanya Bilda masih dengan nada sopan.


"Oke!!! aku juga tidak akan berlama-lama , Jadi langsung saja ke intinya !!! Ucap Galuh serius


"Saat ini aku sedang mengandung anak Ardi, Jadi aku mohon sama kamu!! Batalkan pernikahanmu sama Ardi !!!"


Deg..


Hening


Suasana Mencekam dirasakan saat itu


Dengan tatapan mata sendu , Tanpa disadari sudut mata Bilda berembun , Butiran butiran bening Lolos begitu saja di Pipi putih dan halus tersebut.


Kesedihan yang dia rasakan bagai Tusukan Seribu belati, yang menusuknya secara tiba-tiba. Menghujam Sampai pada Bagian dasar jiwanya. Hingga kesedihan Yang terasa Dan Air mata saja lah yang mampu menggambarkan ya tanpa ada Kata didalamnya.


Tanpa bisa berkata Apapun mendengar ucapan yang baru saja dia dengar Dari mulut seorang wanita yang sejak beberapa menit lalu duduk di hadapannya. Hanya Air Mata yang mampu menggambarkan sejuta rasa yang dirasakan Bilda saat ini.


***


[[ Mohon Dukungannya Ya Guys - Dengan Support Karya Author]]


[[Mohon Koreksinya juga ya- Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya ]]

__ADS_1


[[Terima Kasih - Be Smart Reader]]


__ADS_2