
Merasa kaget dengan Pertanyaan Ardi pak Wawan seketika menguasai diri agar tidak terlihat kalut menghadapi situasi yang sedang dialaminya
"Begini... Nak Ardi" Tampak nada bicara yang sedikit ragu dari Pak Wawan melalui ujung telepon
"Iya Pak..."
Terdengar Hembusan nafas dan suara yang berat di ujung telepon "Nak Ardi Bisa kesini bersama dengan Orang Tua nak Ardi, Ada beberapa hal yang mau bapak tabayun kan dengan Nak Ardi dan Keluarga."
Ucapan pak Wawan kemudian dengan tampak sedikit keraguan.
"Ada apa pak ?" Tanya Ardi dengan bingung.
"Bukankah Untuk acara Pengajian masih nanti Bagda magrib ya pak ? " Timpal Ardi kemudian masih dengan rasa penasarannya.
"Ini bapak kedatangan tamu, Yang bapak rasa diantara kita perlu Tabayun!!" Ucap pak Wawan dengan pelan karena mulutnya pun sudah merasa sangat kelu
"Pak , semuanya baik-baik saja kan ? kenapa suara bapak seperti sedang ada masalah ?? Dengan nada sedikit tinggi karena merasa panik, Ardi mencoba Menelisik dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Seketika Semua orang yang ada di kamar tersebut merasa heran , kenapa tiba-tiba Ardi meninggikan suaranya.
Dengan tatapan heran semua orang memandang Ardi
"Nak Ardi ... Bapak rasa nak Ardi mengenal seseorang yang bernama Galuh, Bapak butuh penjelasan dari nak Ardi, Bapak Harap Nak Ardi kesini bersama Orang tua nak Ardi..." Ucap pak Wawan kemudian seraya mematikan telepon tanpa mengucapkan salam.
"Galuh" gumam Ardi
Bibir Ardi yang seketika menjadi kelu, satu nama yang membuat hatinya merasa Khawatir.
Hening
Meskipun banyak orang yang ada di kamar tersebut namun sekitar menjadi hening tanpa suara karena.
"Ada Apa Ar...?? " Tanya Bu nurmala dengan rasa penasaran.
Pertanyaan Bu Nurmala seketika membuyarkan lamunan Ardi dan rasa penasaran orang yang ada di dalam kamar tersebut.
Tidak hanya orang tua Ardi saja yang merasa khawatir, namun juga Om dan Tante Ardi, Serta beberapa saudara yang ada di sana Termasuk juga Emil merasa khawatir dengan perubahan sikap Ardi.
"Ar.. Lo nggak papa ?? Tanya Emil yang mencoba mendekati sepupunya tersebut. dengan pandangan Ardi yang masih kosong entah apa yang sedang ada di pikirannya saat ini.
Emil yang merasa khawatir semakin mendekat dan Memegang Pundak Ardi yang sedang duduk di Sofa sudut kamar hotel tersebut, Memastikan bahwa semuanya baik-baik saja.
Seketika Ardi menyandarkan Badanya di sandaran sofa tersebut dengan menghembuskan Nafas kasar. Beberapa kali dia Mengusap wajahnya dengan kasar.
Mengetahui kondisi sedang tidak baik-baik saja Emil berinisiatif untuk menyuruh Beberapa orang yang ada di kamar tersebut untuk keluar.
Bukan Bermaksud mengusir namun hal itu Emil lakukan agar Ardi dapat dengan tenang untuk menyampaikan permasalahan yang sedang di hadapinya.
__ADS_1
Setelah sebagian besar orang keluarga Ardi keluar dari kamar tersebut, dan hanya tertinggal orang tua Ardi, Emil, dan juga kedua orang tua Emil.
Bukan tanpa Alasan kedua orang tua Emil tetap berada di ruangan tersebut, selain karena Emil dan keluarga merupakan orang terdekat keluarga Ardi, juga karena Pak Lukman dan Bu Azizah merupakan orang yang paling di tua kan di keluarga besar mereka setelah Almarhum Kakek nenek mereka meninggal.
Dalam situasi yang tegang tersebut seketika membuat Bu Nurmala merasa khawatir, dan hal itu pun di sadari oleh Bu Azizah orang tua Emil.
"Dik kamu yang tenang ya, tunggu Ardi biar dia Bicara dulu" Ucap Bu Azizah kepada orang tua Ardi dengan lembut.
"Ardi...!" Ucap Pak Lukman dengan tenang dan hati-hati
Dalam situasi tersebut Pak Bambang dan Bu Nurmala hanya terdiam menunggu reaksi dari anaknya.
"Pakde Tau Kamu sedang tidak baik-baik saja, jadi kami harap kamu mau menceritakan permasalahanmu " Ucap Pak Lukman yang langsung pada inti pemikiran Ardi.
"Siapa yang baru saja menghubungi mu? "
"Apa yang dia katakan padamu Ar, Ceritakan kepada kami"
Ucap pak Lukman kemudian dengan tenang duduk di depan Ardi.
Dengan Menghembuskan Nafas pelan Ardi memulai pembicaraannya.
Ardi pun seketika berfikir bahwa permasalahan ini tidak akan selesai dengan hanya dia yang berdiam diri, Apapun permasalahanya harus lah di hadapi, Ardi yakin akan selalu ada solusi untuk ya saat ini.
Menyadari hal itu Ardi juga tetap merasakan takut dan khawatir dengan kedatangan Galuh yang tiba-tiba dan tepat di hari sebelum pernikahannya.
"Baru saja Ardi mendapatkan panggilan dari Orang tua Bilda" dengan suara pelan Ardi memulai pembicaraannya.
Semua orang memandang serius ke arah Ardi. Termasuk Emil yang ada di sana .
"Orang tua Bilda , minta Ardi, Papa, dan mama untuk ke sana sekarang juga, Ada beberapa hal yang Ingin mereka bicarakan dengan Ardi"
"Ada, apa ? ada masalah apa , ? Kalau hanya di minta kesana Kepa kamu justru Sedih ?". Ucap Bu Nurmala dengan pertanyaan beruntun.
"Orang tua Bilda Hanya menyampaikan bahwa disana ada Galuh Ma... "
"Galuh ?" Ucap beberapa orang di sana secara bersamaan.
"Galuh mantan pacar kamu Ar? " Timbal pak Bambang kepada puteranya, dan hanya di balas dengan anggukan oleh Ardi tanpa berani mengucapkan kata apa pun.
"Ardi , kamu tidak bertindak ceroboh ka !! " ucap Bu Nurmala kemudian dengan nada sedikit emosi.
Bu Nurmala sangat mengenal bagaimana Galuh, Sebelumnya Bu Nurmala selalu melarang hubungannya dengan Galuh, karena merasa memang Galuh tidak cocok dengan Ardi.
Bu Nurmala pun juga mengetahui jika perpisahan Ardi dengan Galuh itu bukan karena ketidak setuju an kedua orang tua Ardi. melainkan karna Galuh berselingkuh dengan orang lain.
Hal itu lah yang membuat Bu Nurmala semakin geram.
__ADS_1
"Sabar dik.... Sabar.." Ucap Bu Azizah berusaha menenangkan Orang tua Ardi.
"Mama mu benar, papa garap juga kamu tidak berbuat konyol yang akan merugikan dirimu sendiri!!" Timpal pak Bambang dengan nada tinggi.
Mengetahui situasi menjadi semakin tidak baik, Emil berinisiatif memberikan solusi
"Emm begini om Tante, Saat ini kita semua sama-sama tidak tau duduk permasalahanya, Emil rasa orang tua Bilda juga tidak menyampaikan pada Ardi, Jadi menurut Emil alangkah baiknya jika kita sekarang ke sana saja, Sama-sama kita cari permasalahanya dan Solusi terbaiknya" ucap Emil mencoba Menenangkan suasana
Hening...
Semua orang saling berfikir dengan kepala menunduk.
Sedetik kemudian Pak Bambang mengiyakan Ajakan Emil, menurutnya memang lebih baik begitu, segera datang dan hadapi setiap permasalahan yang sudah menanti.
***
Emil segera mengambil sikap, mencoba menenangkan anggota keluarga lain, yang sedari tadi menunggu di luar ruangan, menantikan kabar dari Ardi. Beberapa dari mereka ada yang berbisik-bisik mengenai perubahan sikap Ardi yang mendadak, dan juga perubahan raut wajah Ardi saat itu.
Setelah Emil memberikan pengertian pada anggota keluarga yang lain agar tidak ikut panik dalam situasi ini.
Setelahnya Emil bergegas dan bersiap-siap menyiapkan mobil yang ada di parkiran.
Setelah mobil tepat di Depan Pintu Masuk Hotel Emil mempersilahkan semua untuk masuk.
Saat ini Emil berperan sebagai Pelaksana kemudi, disampingnya Ada Ardi, di Bangku tengah terdapat Pak Bambang dan Bu Nurmala dan di belakang Ada Pak Lukman dan Bu Azizah
Mereka Sengaja hanya menggunakan satu mobil saja, hal ini dilakukan untuk mengefisien kan waktu.
Didalam mobil suasana hening, tanpa ada pembicaraan diantara satu sama lain, bahkan sekedar membuka smartphone milik mereka pun tidak dilakukan.
Lima belas menit perjalanan menuju kediaman Bilda akhirnya mobil mereka terparkir di depan Rumah tersebut.
Nampak dari pandangan mereka dekorasi Yang sangat indah , Janur kuning yang melengkung sempurna, Adeg Adeg Pisang raja yang berada di pintu masuk dan segala pernak pernik lainya menyambut kedatangan mereka.
Untuk acara live streaming sudah di hentikan sejak tadi, ketika pak Wawan meminta Wedding Organizer yang di pilihnya untuk tidak melakukan live streaming.
Kedatangan mereka seketika di sambut oleh salah satu keluarga Bilda, yang memang sedari tadi telah menunggu kedatanganya. dan langsung mempersilahkan untuk masuk ke dalam rumah. Langsung mengantarkan rombongan tersebut menuju Ruang keluarga
Dengan langkah gontai Ardi yang di ikuti oleh keluarganya mengikuti orang tersebut, samai pada pintu depan ruang keluarga tersebut.
Sorot mata Ardi seketika tertuju ada sosok yang sangat dia benci, tidak lain dan tak bukan Adalah Galuh.
[[Please Dukungannya untuk Author ya Guys]]
[[Dukungan kalian sangat berarti untuk Author]]
[[Jangan Lupa tinggalkan Masukannya ya - Be a Smart reader guys 😍🥰🙏]]
__ADS_1