Suamiku Pasienku

Suamiku Pasienku
Emil Abizar Al Maheer


__ADS_3

[[ Assalamualaikum Bilda, Ahad pagi ini rencana ke masjid atau tidak ? InshaAllah nanti akan di isi oleh salah satu temanku, Beliau Lebih senior dan sangat Paham mengenai Bisnis dalam pandangan Islam ]]


[[Ohya Kemarin mama nanyain kapan Bisa ketemu sama kamu ]]


Pesan yang di kirim Emil melalui Smartphone milik ya kepada Bilda.


[[ Waalaikumsalam,Oh .. iya ka. terima kasih atas informasinya, cuma mungkin Bilda tidak hadir Kajian Ahad pagi besok, Rencana Bilda akan Pulang Ke rumah, Ada Acara keluarga yang harus Bilda hadiri ka]]


[[Untuk Tante Azizah inshaAllah Ahad Minggu depan bisa ka, Nanti Bilda akan temui Tante Azizah]]


Balas bilda Melalui Smartphone miliknya.


**********


Malam ini adalah acara pertemuan keluarga besar Ardi, disana hadir juga Orang tuan dari Emil, dan Emil juga Sudah sedari tadi berada di kediaman Orang tua Ardi.


Acara pertemuan ini selain untuk silaturahmi antara keluarga besar juga karna akan membahas soal lamaran Ardi terhadap seorang gadis pilihannya. Dan menginformasikannya kepada seluruh keluarga besar Ardi.


Setelah perbincangan antar keluarga akhirnya ditentukan siapa saja yang dapat hadir dan ikut dalam acara lamaran Ardi nanti.


Termasuk Emil dan Kedua orang tuanya nanti juga akan ikut mengantarkan Ardi ke Acara lamarannya.


"Gue ikut seneng bro Lo udah nemuin Pilihan Hati Lo"


Ucap Emil ketika Acara resmi telah selesai dan kini tiba saatnya saling Bercengkerama santai antar saudara.


"Makasih ya bro"


"Gue Harap Lo segera nyusul, Jangan kelamaan bisa-bisa nanti gak kebagian"


Ujar Arsi kepada Emil dengan nada ejekan dan tawa cekikikan.


Setelah bercerita tentang banyak hal dan bercanda dengan semua saudara, akhirnya keluarga Emil pamit untuk segera pulang, mengingat saat itu waktu sudah menunjukan angka 22.15.


Ketika di depan rumah Ardi , Emil dengan sigap membukakan pintu mobil untuk kedua orang tuanya tersebut.


Emil merupakan anak yang sangat memuliakan orang tuanya dan sangat menyayangi keduanya. Tidak pernah sekalipun Emil marah atau berkata keras kepada kedua orang tua yang sangat dia cintai.


"Emil , sepertinya kamu harus segera menyusul langkah Ardi"


Ucap pak Lukman dengan Pelan, Memecah kesunyian di dalam mobil tersebut.

__ADS_1


Emil hanya membalas dengan senyuman yang tidak terlalu jelas karna cahaya lampu yang temaram .


"Kalau kamu tidak segera memutuskan, nanti mama yang akan putuskan buat kamu"


Ucap Bu Azizah ketus


"Kemarin mama ketemu lagi sama temen mama waktu SMA, Kamu ingat Diandra ? Dia sebentar lagi menyelesaikan program masternya. Kalau kamu mau nanti mama kenalin sama kamu"


Ucap Bu Azizah dengan semangat.


"Ma... Udah deh jangan mulai terus"


Sebetulnya Emil merasa jengah setiap kali orang tuanya menanyakan soal pernikahan, perempuan, dan sejenisnya.


Bukan apa-apa Hanya saja Emil ingin mencari sendiri tambatan hatinya.


"Emil, Papa dan mama itu sudah tua, dan kamu anak satu-satunya papa dan mama, Apakah Permintaan ini terlalu berat buat kamu ? "


Tanya pak Lukman Seketika membuat Emil malu dan Merasa Sedih dengan topik pembicaraan yang di sampaikan oleh papanya.


Seketika Emil merasa sedih karena belum bisa mengabulkan permintaan terbesar orang tuanya. Sepele mungkin bagi kebanyakan orang, namun bagi Emil ini merupakan pilihan yang sulit.


Bagaimana pun membina sebuah rumah tangga merupakan ibadah seumur hidup.


'Emil hanya berfikir untuk mencari wanita yang tepat untuk bersama dalam melakukan ibadah di sepanjang waktunya"


"Huhh...."


Hembusan nafas Emil dengan berat ...


"Baiklah Pa... Ma... InshaAllah seceatnya Emil akan menikah"


"Mama dan papa tidak perlu mencarikan jodoh, sudah semuanya percayakan pada Emil "


"Papa sama Mama masih percaya kan sama anak mu ini "


Ucap Emil dengan serius tapi santai..


Emil berusaha membuat hati orang tuanya senang. Dengan mengiyakan Keinginan mereka.


Meski Emil sendiri tidak tahu akan menikah dengan siapa.

__ADS_1


Sungguh pilihan yang berat bagi Emil.


************


Ditempat yang lain Galuh merasa sangat sedih.


Setelah usahanya untuk menjebak Ardi waktu itu dia pikir telah berhasil, namun kenyataanya dia harus menelan pil pahit lagi karena mengetahui bahwa tambatan hatinya akan melamar gadis lain.


Tanpa pikir panjang Galuh menyewa seorang untuk memata-matai Calon istri Ardi, Galuh meminta informasi se lengkap-lengkapnya dari orang tersebut meski Galuh harus membayar malah untuk pekerjaannya.


Kesedihan yang sangat mendalam di rasakan oleh Galuh, dimana dia menerima ancaman dari Indra tentang janin yang dikandungnya. dan juga Ardi yang akan benar-benar meninggalkannya.


[[Ingat sayang, kamu harus makan tepat waktu, Anak kita butuh banyak nutrisi ]]


Pesan yang di kirim Indra untu Galuh.


Indra pun sebetulnya merupakan laki-laki yang baik, hanya saja pergaulan membawanya kepada lingkungan yang buruk.


Galuh selalu mengabaikan pesan yang di kirim indra, dia tidak pernah membuka peluang bagi Indra untuk berdekatan dengan dirinya.


***************


Hari menjelang acara lamaran rumah Ardi di sibukkan dengan beberapa hal , keluarga Ardi menyiapkan beberapa hadiah sebagai buah tangan untuk keluarga Bilda


Tak lupa pula Ardi menyiapkan satu cincin spesial untuk calon Bidadari nya tersebut.


Menyiapkan beberapa keperluan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk keberangkatan. karena tidak hanya keluarga Ardi nanti yang akan datang. namun juga beberapa keluarga lain akan datang dalam acara tersebut.


Di tempat lain keluarga Bilda juga telah mempersiapkan beberapa persiapan untuk penyambutan, mulai dari membersihkan rumah sampai membuat dekor Ala-Ala kekinian untuk menyambut keluarga Ardi.


Suasana Bahagia dari kedua keluarga sangat terasa, Rasa haru bercampur bahagia yang menjadi satu. Dia hati yang sebentar lagi akan menjadi satu.


Acara yang akan di selenggarakan pada Hari Sabtu akhir pekan ini , namun Bilda telah sampai di rumahnya Jumat Sore di hari sebelum.


Bilda sengaja Menempuh perjalanan Udara , Hal itu untuk meng efisien kan waktu yang dimiliki, jika dibandingkan dengan perjalanan darat yang membutuhkan waktu 6-8 jam perjalanan.


Selain mempersiapkan diri Bilda juga mempersiapkan mental dan hati untuk memulai perjalanan panjangnya tetap berdoa dan memohon kepada Allah. semoga Ardi merupakan jodoh yang tepat yang Allah siapkan untuk dirinya.


Meskipun Bilda mengajukan cuti untuk 2 hari namun dia dia tetap memiliki tugas-tugas praktikum lain yang tetap harus tetap dia Selesaikan.


Acara tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu malam . sehingga hari Minggu nya Bilda bisa kembali ke kota malang.

__ADS_1


Meskipun ini merupakan hari penting untuknya Bilda tetap berusaha menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.


__ADS_2