
Suasana pagi yang masih sejuk dan dingin disertai sedikit mendung di Kota Malang membuat Setiap orang akan betah untuk berlama-lama bersantai.
Setelah semua Makanan di piring berpindah kedalam perut masing masing , Tiba saatnya mereka untuk beranjak dari tempat duduknya.
" Pak Semuanya Berapa ??...
Tanya Emil pada si penjual lontong. Bilda sedikit kaget ketika Elim menanyakan harga semua pesanannya. Dan berniat membayarkan makanan yang di makan oleh ya.
"Semuanya Jadi 38.000 Mas ...
Dengan cekatan si penjual menghitung jumlah makanan yang harus di bayar.
Emil menyodorkan uang Kertas Bergambar presiden Soekarno disana.
"Yang kecil saja mas... Bapak Ndak punya kembalian, Hari ini uangnya pada Gede-gede semua, Receh bapak habis.
Jawab si penjual dengan sopan dan ramah.
"Tidak papa pak, Tidak usah di kembalikan Titip saja Sama Bapak kalau ada yang mau makan Boleh di gratiskan dari sisa uang itu...
Ucap Emil kemudian, seraya mengajak Bilda beranjak dari tempat tersebut.
Antara Bilda dan Emil masih berjalan beriringan dengan jarak yang lumayan jauh namun juga tidak terlalu jauh.
"Acaranya mau kemana Dok Habis ini ??
Tanya Emil pada Bilda diiringi senyum manis dari wajah tampan Emil.
"Mungkin Pulang saja ka" ...
Jawab Bilda sekenanya
" Lusa ada Praktikum dari Tante Nurmala, Rencananya Bilda akan mempelajari beberapa materi yang belum begitu Bilda pahami. ...
Ucap Bilda kemudian
"Aku antar yaa....
Ucap Emil begitu saja dari Bibir nya.
"Emmm... Nggak usah Ka. Bilda pulang sendiri saja
Tolak Bilda dengan senyuman dan pandangan yang menunduk.
"Maaf ka, Hanya saja Bilda tidak mau ini menjadi fitnah Terhadap kakak dan aku. Tidak ada Satu orang perempuan Dengan Seorang Laki-Laki melainkan yang ke tiga nya adalah Syaiton.
Ucap Bilda kemudian yang mengetahui, Emil terdiam dengan penolakan Bilda.
"Dan terima kasih ka Emil untuk Traktiran makanya "
Ucap Bilda dengan riang dan sopan.
"Tidak masalah Dok, Saya senang"
Jawab Emil dengan Senang dan Sopan.
"Bahkan meskipun harus mentraktirku setiap hari aku Tidak akan Keberatan"
Ucap Emil kemudian
Seketika menghentikan langkah Bilda yang merasa kaget.
Sedetik kemudian Bilda pamit pada Emil dan melangkahkan kakinya dengan cepat menuju Gerbang masjid dan melenggang pergi.
Emil masih memantung menyaksikan kepergian Bilda dengan malu-malu.
*********
Di kosan
Tring... tring.... tring ...
Assalamualaikum Mas...
Waalaikumsalam Bil. Apa kabar.
__ADS_1
Ucap Ardi pada Bidadari ya di Ujung telepon
Bilda dan Ardi masih begitu canggung ketika berkomunikasi, hal ini juga dilakukan untuk menjada diri dari fitnah .
"Alhamdulillah mas Bilda Baik, Ini baru saja sampai di kos. tadi pagi Bilda mengikuti kajian Ahad pagi di masjid Raya. Ohya ada apa mas ?...
Jawab Bilda kemudian di iringi dengan Tanya nya..
"InshaAllah Siang nanti Siang aku akan Perjalanan Pulang ke Malang.
Belum Bilda sempat menjawab Ardi telah menyampaikan Sesuatu lagi
"Apa kau senang ???...
Ucap Ardi seketika Membuat Bilda Tertegun
Bilda tidak langsung menjawab. namun justru mengucapkan kalimat lain.
"Mas hati-hati ya,... Semoga Allah melindungi Mu dari segala mara bahaya.
Ucap Bilda . yang seketika diaminkan oleh Ardi .
**********
Mengetahui jika Ardi akan kembali ke Malang sore ini sudah dapat di pastikan bahwa besok ia sudah akan sampai di kota tersebut.
Deg
Deg
Deg
Seketika jantung Bilda berdegup sangat kencang. Entah perasaan apa yang dia rasakan.
Bahkan Bilda sendiri tidak mampu untuk mengartikannya.
Sedetik kemudian Bilda Terkesiap. Mengingat beberapa materi praktikum yang belum sempat dia Pelajari lebih dalam.
Mampu mengalihkan Pikirannya yang sedari tadi kacau balau.
*********
Ucap Ardi ketika menemui sepupunya di sebuah coffe shop Dekat UMM.
Melihat kedatangan Ardi , sepupu yang lumayan lama tidak bertemu itu seketika melepas kerinduan, karna kesibukan masing -masih
Berjabat tangan Ala2 Laki2 dan Kemudian mengobrol santai.
"Wissss... Tuan Pejabat Sepertinya lagi Berbunga-bunga nihh... Cerita dong bro....
Ucap Emil yang sudah hapal dengan tabiat Ardi ketika sedang jatuh cinta.
Karena sedari kecil mereka terbiasa bersama , membuat hubungan diantara keduanya terjalin begitu akrab.
Mereka mulai terpisah sejak Orang Tua Emi memutuskan l menyekolahkan Emil di pondok.
Pada saat kukiahpun mereka tidak bersama, Emill yang memilih Mengambil beasiswa ke Australia dan menyelesaikan Study SI dan Gelar Masternya disana.
Sementara Ardi memilih Melanjutkan pendidikan dengan Ikatan dinasnya. Sampai Akhirnya Arsi di tugaskan Pada Sebuah kantor pemerintahan di Daerah Bandung.
"Enggak Brooo... gue cuma seneng aja sekarang dah menetap di Malang.
Ucap Ardi mencoba mengalihkan topik pembicaraan
"Elo sendiri kapan Mo nikah, Jangan Bilang mau jadi Perjaka tua....
Goda Ardi dengan Nada ledekanya, dibalas Emil dengan senyuman ...
"Entah lah bro gue masih belum kepikiran... Ohya Lo mau gue persenin apa ???
Ucap Emil kemudian. Yang dijawab Erdi dengan Terserah .
"Susah sih bro.... Lo kebanyakan main sama kertas sih, makanya gak kenal sama cewek ...
Goda Ardi lagi....
__ADS_1
Mereka tertawa bersama seperti anak kecil yang baru saja bertemu nmdengan teman lamanya, saling bercerita kegiatan masing masing.
namun diantara mereka tidak pernah ada yang menceritakan soal perempuan.
Mereka hanya bercanda mengenai hal itu, karena Ardi tau jika sepupunya itu dulunya anak pondok dan sedikit kolot kalau soal perempuan . jadi Ardi mencoba menghargai Privasi Emil.
Ibu kandung Emil merupakan Saudara tiri dari Dari Pak Bambang atau ayah dari Ardi. Itu sebabnya mereka sangat dekat sejak kecil, sering bermain bersama menghabiskan waktu berdua.
***********
Beberapa hari setelah Sampai ya Ardi di kota malang dia tidak lantas lalu menemui Bilda.
sedikit banyak dia telah paham karakter gadisnya itu, dia tidak akan mau diajak bertemu begitu saja.
Bilda sangat menjaga pandanganya,dan juga menjaga Marwahnya...
Menjaga dirinya dari Fitnah-fitnah yang mungkin saja akan datang dari mana saja.
Sehingga keduanya memutuskan untuk tetap bersilaturahmi Lewat telepon.
Dan itu tidak jadi masalah bagi Ardi
*********
Sore hari ketika Ardi sedang menunggu ibu nya di parkiran tanpa sengaja dia melihat Bilda yang keluar dari Rumah Sakit ......
Sejenak Ardi memperhatikan langkah Bilda, Kemudian dengan sigap membuka pintu mobilnya untuk mengejar Bilda. ...
"Bilda .. !!
Teriak Ardi ketika mendapati Bilda semakin menjauh.
Bilda kemudian berbalik mencari sumber suara yang telah memanggilnya.
Kemudian dia tau bahwa suara itu adalah suara Ardi,yang berdiri mematung di Seberang
Deg
Deg
Deg
Lagi dan lagi jantung Bilda berdetak tak beraturan , begitu juga Ardi yang merasakan Dadanya Sangat sesak karna rasa bahagianya bertemu calon Bidadari ya.
Beberapa saat kemudian Ardi telah berada tepat dihadapan Bilda namun berjarak cukup jauh.
"Aass.. Assalamualaikum Mas ....
Ucap Bilda dengan Terbata bata
"Waalaikumsalam ...
Jawab Ardi kemudian dengan suara yang masih ngos ngos An karena berlari kearah Bilda.
Belum sempat keduanya saling bertanya atau Mengobrol, tiba tiba dari arah lain Bu Nurmala datang.
" Ardi... Mama nyariin kamu, tadi kamu bilang nunggu di dalem mobil, mama Samapi sana kamu nggak ada....
Ucap Bu Nurmala dengan sedikit ketus pada anaknya yang membuat dia harus mencari-cari keberadaanya
"Ohhh ada Bilda juga yaaa.... Ucap Bu Nurmala kemudian.. dan di balas dengan anggukan oleh Bilda seraya mencium punggung tangan calon mertuanya itu dengan takzim.
"MashaAllah..... Bidadariku Sungguh Solihah...
Ucapan itu begitu saja lolos dari Bibir Ardi yang seketika membuat Bilda Tersenyum malu...
Arsipun mendadak menjadi malu yang tanpa menyadari keberadaan mamanya.
"Mulutttt... Ohhh mulut kenapa kau tidak bisa di kontrol " Batin Ardi merutuki dirinya sendiri atas tindakan bodohnya
Ardi hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal.
Bu Nurmala hanya menatap keduanya dengan Pandangan yang mengisyaratkan Kebahagiaan diiringi dengan senyuman bahagia.
[[ Suport ya guys ... Jangan Lupa Mawarnya... Jempolnya.... Sehat dan Lancar rejeki selalu Guys ]]
__ADS_1