Suamiku Pasienku

Suamiku Pasienku
Emil


__ADS_3

"Pak Wortelnya seperempat yaa... Ucap Bilda kepada tukang sayur yang kebetulan lewat depan kosnya.


"Mungkin siang nanti aku buat Sup Ayam Sama bubur...


Gumam Bilda seraya masuk ke dalam kosnya.


Hari ini Bilda mendapat jadwal Sif sore, sehingga sebelum berangkat Bilda berencana membuatkan Sup Ayam dan bubur untuk sepupu Ardi yang tak lain merupakan keponakan dari Bu Nurmala.


**********


Ceklek


"Assalamualaikum " Bilda mengucapkan salam dan membuka pintu kamar VVIP di rumah sakit tersebut. melihat ke kanan dan ke kiri ternyata tidak menemukan sosok yang sedang di carinya.


Bilda mempertajam telinganya sehingga dia tau orang yang sedang di carinya berada di Toilet kamar tersebut.


"... Baiklah aku akan menunggu .. gumam Bilda


Bilda sengaja datang 1 jam lebih awal dari jadwal biasanya karna sengaja dia akan mampir untuk menemui sepupu Ardi .


Ceklek ... pintu kamar mandi terbuka


Astaghfirullah... Ucap Bilda keras.


Terlihat sosok kali-laki tampan yang sedang berdiri di depan kamar mandi dengan menatap intens ke arah Bilda.


"Ya Allah Bodohnya aku... " Batin Bilda merutuki dirinya sendiri yang tidak menanyakan apakah keponakan Bu Nurmala perempuan atau laki-laki.


"Ohhh kamu yang di ceritain sama Tante Nurmala ya... Sapa Emil dengan ramah pada Bilda.


Betul... jawab Bilda pelan dan dengan menundukkan pandangan.


"Maaf ka sebelumnya saya lancang masuk ke kamar Kaka. ... Ucap Bilda kemudian dengan rasa tidak enak.


"Nggak papa, santai aja . Ohya kamu Bilda kan, Tante Nurmala banyak cerita soal kamu kemarin ... ucap Emil dengan senyumannya yang menggoda..


Ohya ... batin Bilda mendengarkan ucapan Emil


Emil merupakan sepupu dari Ardi yang selisih umurnya hanya 1 tahun , jika Ardi 34 Jika Emil berumur 35 tahun. Emil merupakan pengusaha di kota tersebut yang bergerak di bidang furniture yang merupakan pengusaha sukses di usianya yang tergolong masih cukup muda.


Ohya ka. maaf ini tadi saya buat Sup ayam sama bubur, Kakak bisa memakainya nanti... ucap Bilda kemudian


" Nanti .! tapi aku maunya sekarang , ucap Emil seketika dengan senyum simpulnya, yang melihat Bilda selalu menundukkan pandangan darinya


"emm... baiklah kalau begitu, Duduklah akan aku siapkan sebentar.


Bilda meletakkan tas dan jas dokternya kemudian mulai membuka rantang yang di bawanya, tepat di nakas dekat Ranjang tidur Emil.


Tanpa disadari Emil sedari tadi menatap gadis di depannya tanpa berkedip. seketika hatinya merasa senang... ada rasa kagum dalam dirinya pada sosok gadis di depannya itu.


"Tante Nurmala gak salah, minta bidadari secantik dia datang ke sini, kalaupun harus sakit lama aku pasti betah" ...


Batin Emil dalam hati dan tanpa sengaja dia senyum-senyum sendiri


Karna sedang sibuk dengan pikirannya sendiri dan tatapan yang tak henti-hentinya mengagumi gadis di depannya sampai dia lupa Bilda sudah menyodorkan mangkuk berisi bubur dihadapan Emil


"Astaghfirullah... maaf bil, aku sedang kurang fokus aja. mungkin efek obat bius kemarin.... ucap Emil coba memberi alasan.


Didalam ruangan yang sengaja di buka pintunya itu Emil banyak memberikan pertanyaan terhadap Bilda dan di jawab Bilda dengan sopan. Setelah beberapa saat Bilda melihat jam yang ada di tangannya


"Ka maaf sepertinya aku harus pergi dulu, sudah waktunya operan jaga dengan temen, nanti kalau ada apa-apa Kakak bisa panggil perawat. ... ucap Bilda sambil sambil mengambil tas dan jas dokternya

__ADS_1


Kalau aku maunya kamu yang Dateng kesini ??...


Goda Emil kemudian.


Sontak Bilda merasa kaget dengan ucapan Emil dan tanpa sengaja memandang wajah Emil dengan mata tajam.


"Bisa-bisanya dia bicara seperti itu.. Sabar... batin Bilda


dan tanpa menjawab pertanyaan Emil Bilda melenggang pergi meninggalkan Emil di dalam ruangan.


Tak lupa sebelumnya mengucapkan salam dan menutup pintu kamar tersebut.


***********


Assalamualaikum Bilda .... Pesan terkirim ke handphone Bilda.


Bilda merasa heran dengan pesan yang baru masuk kepadanya karna nomer tersebut baru pertama kali mengirimkan pesan kepadanya.


Aku Emil... Pesan berikutnya.


Baru setelah ya Bilda berencana membalas pesan Emil, setelah mengetahui si pengirim merupakan Emil, namun ternyata Emil mengirimkannya pesan lagi


Save .... yang mengisyaratkan bahwa Bilda harus menyimpan nomornya.


Seketika Bilda menghapus beberapa kata yang sudah mulai dia ketik namun belum sempat dia kirimkan.


"......"


*************


Ditempat lain Galuh selalu berusaha untuk mendapatkan hati Ardi kembali, berusaha sekuat tenaga untuk membuat Ardi bertekuk lutut lagi dihadapannya


Dalam hati Ardi saat ini hanya ada Bilda, setiap doa dan sujudnya selalu dia panjatkan untuk bidadari hatinya itu saat ini.


"Di beri aku kesempatan sekali lagi, aku janji akan memperbaiki semuanya...


ucap Galuh dengan wajah memelas


"Apa yang mau kamu perbaiki ?" ucap Ardi dengan santai dan tenang.


"Bukankah sebelumnya aku telah memberi kesempatan? Apa kamu pikir aku hanya pelampiasan ? dan satu hal lagi yang perlu kamu tau Saat ini sudah ada satu nama yang telah mengisi hatiku ..


sambung Ardi kemudian dengan senyum simpulnya


Galuh hanya mampu tertunduk lesu duduk di hadapan Ardi. Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Ardi. Ucapan dingin namun sangat mengena di hati Galuh


Bulir-bulir bening tak terasa telah jatuh di pipi Galuh. Disaat yang bersamaan Ardi telah melenggang pergi meninggalkannya sendiri di dalam coffe shop tersebut.


"Ardi, aku tau aku salah, aku tau telah mengorbankan cinta kita demi popularitas ku. tapi aku tidak pernah membohongimu tentang perasaanku...


Batin Galuh dalam hati dengan di sertai Isak tangisnya melihat kepergian orang yang selama ini selalu dia cintai


Galuh merupakan dara cantik kelahiran Jogja yang berusaha mengadu nasip di ibu kota. sebelum terkenal seperti sekarang Galuh seorang gadis yang ambisius dan akan berusaha sekuat tenaga untuk menggapai apa yang dia impikan termasuk meng halal'kan segala cara demi karir ke aktrisan nya.


***********


"Ada apa? kenapa memandangku seperti itu ?? ...


tanya Bilda pada Emil yang terus saja memandanginya


Kamu Cantik...

__ADS_1


tanpa disadari emil kata-kata itu lolos begitu saja dari mulutnya ...


"....."


Bilda hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. masih tetap dengan menundukkan kepalanya.


Bilda berusaha menyibukkan dirinya dengan smartphone yang di Pegang ya, sambil mempelajari beberapa materi yang telah di share di grup WhatsApp tentang materi praktikum yang akan di lakukan.


"Ternyata gadis sepertimu pandai juga memasak, beberapa hari ini aku lebih bersemangat memakan masakan yang kamu buat,dari pada menu di rumah sakit ini...


ucap Emil dengan senyum nya


"Tundukan pandanganmu !...


Ucap Bilda ya g merasa risih karena selalu di pandang oleh Emil.


"Maaf ... Tapi aku hanya mengagumimu ... Jawab emiel kemudian.


Apa kau selalu melakukan hal ini terhadap semua wanita yang kau temui ?? Begitulah ??


Jawab Bilda dengan nada sedikit meninggi karna rasa jengkelnya terhadap Emil


Hari ini jadwal Bilda libur berjaga di rumah sakit, namun dia tetap mendatangi Emil untuk menjenguknya. karena dia telah berjanji pada Bu Nurmala untuk Selalu membesuknya selama di rumah sakit.


"...."


Mendengar ucapan Bilda , Emil hanya terdiam dan tak mengucapkan sepatah katapun .


"Sudah habiskan makananmu, sebentar lagi dokter akan visit", Sepertinya kau sudah di perbolehkan untuk pulang hari ini. ..


Ucap Bilda berusaha mencairkan suasana karna merasa bersalah dan canggung telah meninggikan nada bicara sebelumnya.


" Baiklah . terima kasih... hanya ucapan itu yang mampu keluar dari mulut Emil


"Kenapa tiba-tiba jadi pendiam, aneh... apa perkataanku sangat menyakitkan hatinya...


Batin Bilda , karna merasa Emil bersikap aneh setelah ucapannya yang terahir. Karena di hari hari sebelumnya Emil selalu ceria dan tidak jarang menggodanya atau sekedar menatap intens ke arahnya.


"ahh ... sudahlah... "


Batin Bilda lagi.


Bukan tanpa alasan tiba-tiba sikap em menjadi dingin dan berubah pada Bilda. Emil hanya merasa telah salah dalam mengagumi Bilda, gadis Solehah yang ada di hadapannya. Emil sadar jika pasti laki-laki yang di harapkan Bilda adalah seorang ustadz tokoh agama lainya. terlihat dari cara Bilda memperlakukannya selama di rumah sakit.


Bilda selalu menjaga pandanganya terhadap lawan jenis yang berada di hadapannya.


"Ohya baiklah terima kasih sebelumnya karena kamu telah merawatku selama aku tinggal di rumah sakit ini. Maaf jika sikapku sering membuatmu jengkel"....


"Tapi percayalah aku bukan laki-laki yang seperti kamu tuduhkan barusan"...


Ucap Emil berusaha menjelaskan bahwa tuduhan yang di arahkan kepadanya adalah tidak benar


Sebelum Emil Melanjutkan studi nya di luar Negeri Emil merupakan anak pesantren yang paham betul terhadap batasan-batasan antara laki-laki dan perempuan.


Bahkan setelah pulang ke Indonesia dan Melanjutkan hidupnya menjadi seorang pengusaha. Hingga ia mendapatkan kesuksesan di Usianya yang sekarang ini Emil belum pernah sekalipun Berpacaran dengan wanita manapun.


Bukan karena Emil tidak laku, justru banyak sekali wanita yang datang, namun Emil selalu menolaknya. Bahkan banyak wanita yang sengaja dan terang terangan mendekatinya setelah Emil sukses dan memiliki segalanya.


".. Maaf bukan Maksutku demikian , hanya saja aku tidak menyukai sikapmu " ... Tidak seharusnya kau memandang seseorang yang bukan mahram mu secara berlebihan.


Ucap Bilda dengan lembut dan sopan

__ADS_1


__ADS_2