Suamiku Pasienku

Suamiku Pasienku
RUMAH SAKIT X


__ADS_3

Beberapa hari setelah pertemuan Ardi dan Bilda. membuat dirinya merasa ada sesuatu yang berbeda. semakin dia pikirkan semakin membuat kepala Ardi menjadi pusing. Bahkan setelah bertemu dengan ayahnya dan Disibukan dengan segala macam kegiatan dan Berkas-berkas untuk mutasinya di Kota Kelahirannya. namun tetap saja bayang-bayang Bilda tidak dapat dia hilangkan.


".....Ardi... Tumben nak kamu di rumah aja. biasanya kamu selalu ketemuan sama teman-temanmu, atau Bertemu Emil, agar kamu ada kegiatan sayang, nggak bengong aja di rumah...." ucap ibu Nurmala kepada putranya. dia merasa sedikit berbeda dengan tingkah putranya tersebut, pasalnya setiap dia pulang ke Malang dia selalu Memprioritaskan Bertemu dengan Teman Semasa SMA nya, atau sekedar bertemu Emil Sepupu yang paling dekat dengannya.


Ardi hanya diam dan tidak membalas apa yang di ucapkan mamanya, dan mengalihkan dengan pertanyaan lain ..." Ohya Tumben Jam segini mama sudah pulang dari Rumah Sakit, apa mama sedang tidak enak badan ? ..." tanya Ardi setelahnya.


".... Nggak hari ini mama Hanya ada 1 pasien Operasi, dan Sedikit Pasien yang Mama Visit, jadi mama putuskan untuk pulang lebih cepat..."


"Ohhh.... oke mam Ardi sepertinya mau Istirahat dikamar ya". dengan melenggang meninggalkan ibunya yang masih bengong di ruang tengah.


"... Aneh sekali anak ini, sejak kapan dia suka masuk kamar sore-sore begini, tidak biasanya dia bersikap seperti itu, hemmm". batin ibu Nurmala dengan menghembuskan nafasnya


"... Ohya Ardi Sepertinya Sore nanti papa mu akan pulang, bagaimana kalau nanti malam kita makan malam di luar saja ?..." dengan sedikit berteriak ibu Nurmala berbicara. pasalnya putranya itu sudah menaiki tangga menuju lantai dua di rumahnya.


".... Terserah mama Saja lah..." jawab Ardi dengan malas


*********"


"...Assalamualaikum ma... "


dengan diikuti oleh kedua ajudannya yang selalu setia mengantarkan kemana saja tuannya pergi. Ayah Ardi masuk kedalam Rumahnya.


"....Waalaikumsalam... Papa..." dengan senyum sumringah yang selalu dia tampilkan ketika menyambut suaminya pulang. Meskipun mereka sepasang suami istri yang sibuk namun terlihat bahwa hubungan keduanya sangat harmonis diusianya yang sudah tua. kehangatan yang selalu di tampilkan dimana pun mereka berada. Dan rasa hormat yang selalu di tunjukan ibu Ira pada suaminya. Meskipun Ibu Nurmala juga sebagai wanita karir, namun tidak pernah lupa dengan tugas dan tanggung jawab nya ketika dirumah


Dengan meraih tas yang ada di tangan suaminya dan mencium takzim punggung tangan suaminya. kemudian menggandengnya ke Ruang Tengah, begitu romantisnya pasangan tersebut, yang membuat setiap yang melihat merasa iri.


"...Ohya Diki , Husen... kalian istirahatlah dan mintalah Siti menyiapkan makanan ...." ucap pak Bambang kepada kedua ajudannya tersebut .


"... Baik Pak..." jawab kedua ajudan tersebut dan pergi meninggalkan majikanya di ruang Tengah.


"Papa sudah makan ? mau mama siapkan makanan atau minuman ?? Tanya Bu Nurmala pada suaminya.


"Tidak usah repot-repot ma, tadi di kantor ada Kegiatan Rapat Tahunan jadi papa sudah makan Bersama yang lain di kantor ...." dengan lembut Pak Bambang menjawab istrinya

__ADS_1


"Papa sebaiknya mandi dan Bersih-bersih dulu, mama akan buatkan Kopi Kesukaan Papa ..." dengan senyum manis terukir di wajah Bu Nurmala


Pak Bambang berjalan memasuki kamarnya yang berada di lantai satu rumah mereka, dan Bu Nurmala bersiap membuatkan kopi kesukaan pak Bambang.


"...Ini Kopi papa, mama letakan di Meja yaaa.... Sembari meletakan cangkir kopi yang di bawanya. kemudian duduk di sofa yang ada di kamar mereka, dengan kebiasaan Bu Nurmala membaca buku sains kesukaannya. selain untuk Menambah ilmu pengetahuan juga merupakan kewajiban bagi seorang dokter untuk menambah wawasan.


"....Ma... Ardi dimana, ? ... apa dia tidak tau papa akan pulang sore ini ? kenapa tidak menyambut papa, tidak biasanya dia seperti itu..." tanya pak Bambang yang merupakan suami dari ibu Nutmala


Dengan Menghela nafas dan meletakan buku yang di bacanya Bu Nurmala menjawab pertanyaan suaminya "....sejujurnya mama juga bingung pa dengan sikap anak papa itu, akhir-akhir ini sepertinya berubah, mama rasa dia sedang banyak pikiran pa...."


Kemudian Bu Nurmala melanjutkan ceritanya, dimulai pada saat Ardi pulang membawa seorang gadis cantik dan Mengajaknya untuk singgah di rumahnya dan menginap semalam.


"Nah sejak saat itu Ardi jadi berubah pa sikapnya lebih pendiam, dan mama lihat Ardi belum sekalipun keluar rumah sejak kepulangannya, selain pergi ke kantor papa untuk mengurus Berkas-berkas mutasinya itu.... Jawab Bu Nurmala dengan serius


"... Mama pikir Ardi menyukai gadis itu pa. Tapi apa mungkin Ada rasa cinta padahal mereka baru bertemu sekali dan itu tanpa di sengaja ???"


"... Emmm... dengan menyeruput kopi buatan istrinya seraya menganggukkan kepala pak Bambang paham apa yang di bicarakan istrinya tersebut.


********


Ceklek.


Pak Bambang Masuk kedalam kamar Ardi , dimana dia dapati putranya sedang Bersimpuh diatas sajadah miliknya menjalankan ibadah wajib 3 raka'at.


sembari menunggu putranya selesai sholat pak Bambang duduk diatas sofa di dalam kamar Ardi.


"Papa.... papa pulang jam berapa, Kenapa Ardi nggak tau papa sudah di rumah ?... tanya Ardi merasa kaget papanya telah di rumah dan mengenakan baju rumahan dan bukan seragam kantornya.


"Papa sore tadi sampai rumah nak, Bagaimana kamu bisa tau papa pulang, kamu saja menyibukkan dirimu di dalam kamar .... ucap pak Bambang kemudian


Dibalas Ardi dengan senyuman nyengir merasa tidak bersalah.


Setelah merapikan perlengkapan Sholat nya Ardi mendekati ayahnya yang Didi diatas sofa dan mencium punggung tangan ayahnya dengan takzim.

__ADS_1


"Ardi.... dengan nada lembut pak Bambang mencoba bicara dengan putranya.


Sementara Ardi hanya menyimak apa yang akan di sampaikan oleh ayahnya dan tidak berniat membuka suara.


Dengan menarik nafas dalam kemudian menghembuskan perlahan pak Bambang memulai pembicaraannya.


"Ardi... papa rasa sudah saatnya kamu mencari pendamping hidup, papa pikir kamu sudah waktunya untuk membina rumah tangga, agar kedepannya kamu ada yang mengurus, apa kamu tidak ingin seperti papa, pulang kantor di buatkan Kopi oleh mamamu...." Tanya pak Bambang dengan senyuman tipis di wajahnya.


Ardi hanya terdiam sambil mengerutkan keningnya tanpa menjawab pertanyaan ayahnya dan hanya mendengar apa yang disampaikan oleh ayahnya, dia sendiri menyadari usianya telah mencapai 34 Tahun, Diaman usia tersebut merupakan usia yang matang bagi seorang laki-laki untuk membina rumah tangga. Apalagi Ardi merupakan pria mapan dan memiliki penghasilan tetap yang menjanjikan. Memang sudah seharusnya dia memikirkan itu.


".... Apa kau menyukai gadis yang diceritakan mama mu itu ?... tanya pak bambang yang kemudian membuyarkan lamunan Ardi


"... Maksut papa Bilda ??? Hahaha... papa ada ada saja, bagaimana bisa Ardi menyukainya, kalau Bertemu saja kami Baru satu kali, itupun Tanpa sengaja...." ucap Ardi menjawab pertanyaan ayahnya dengan masih diiringi suara tawanya.


....tapi bagaimana papa bisa tau, apa yang aku pikirkan saat ini , entahlah ... Batin Ardi seraya menghembuskan nafas dengan berat


**********


Di tempat lain, seorang gadis berparas cantik yang memiliki tubuh seksi dan memiliki darah blasteran Belanda sedang duduk dengan risau mencoba menghubungi mantan kekasihnya yang telah memutuskan beberapa bulan lalu karena ulahnya, yang telah menyelingkuhi nya dengan rekannya sesama Artis.


Galuh Candrakirana , Begitulah gadis itu disapa, Gadis berparas cantik yang memiliki tubuh seksi, seorang Artis Sinetron di ibukota, Namanya Cukup dikenal saat ini Karna Skandalnya yang Berhubungan dengan Seorang Aktor Lawas Yang sudah cukup Berumur.


Berkat skandal itulah Ardi mengetahui Perselingkuhan yang dilakukan kekasihnya itu, Yang di ketahui ya telah dilakukan sudah sejak 2 tahun lamanya . sehingga dia memutuskan untung Tidak lagi menjalin hubungan dengannya. Ardi merasa dirinya hanya dimanfaatkan eh Galuh.


******


"... Bagaimana apakah ada yang belum jelas dari apa yang saya paparkan, silahkan untuk bertanya jika dirasa masih ada ya g belum jelas dengan pembagian masing-masing stase yang akan di lalui selama dua tahun kedepan ..." ucap seorang dokter yang menyambut kedatangan para Dokter Residen yang akan menjalankan tugasnya selama 2 tahun di rumah sakit tersebut .


".... sepertinya sudah cukup jelas dok ...." ucap salah seorang dokter.


"..... Baiklah jika dirasa sudah tidak ada yang mau di tanyakan, saya rasa cukup perkenalan kita hari ini, kalian bisa memulai jadwal Besok ,dan Wassalamu'alaikum warahmatullahi...."


Setelah kepergian Dokter yang Menyambut para residen tersebut keluar dari ruangan. kemudiaan seseorang masuk kedalam ruang rapat tersebut dan Memperkenalkan diri, beliau merupakan salah satu staf di Rumah sakit tersebut yang bertugas dalam penerimaan Mahasiswa Magang, ataupun PKK Lapangan Perawat, Bidan, Fisioterapis, Rekam Medis, Dokter, Coas, dan juga Residen.

__ADS_1


__ADS_2