Suamiku Si OB Ganteng

Suamiku Si OB Ganteng
Ch.22 Maafkan Daddy, Zo!


__ADS_3

Tidak seperti biasanya, pagi ini Zola mau diantar bekerja oleh Ellard. Bukan tanpa alasan karena pagi ini Zola sedang tidak enak badan. Ellard sudah melarangnya untuk bekerja, tapi Zola tetap memaksa dengan alasan bosan sendirian di rumah.


"Kamu serius pingin kerja Zo? Aku takut kamu kenapa-napa nanti. Kamu istirahat di rumah aja ya?" bujuk Ellard seraya menyerahkan segelas air dan obat penurun panas.


"Nggak, aku pingin kerja. Aku bosan Ell kalau sendirian ditinggal di rumah." tolak Zola yang masih kekeh ingin bekerja.


Sebenarnya Ellard rasanya ingin memaksa Zola istirahat di apartemen saja dan dengan senang hati ia akan menemani agar Zola tidak merasa bosan, tapi karena ia baru saja menggantikan sang ayah memimpin Shoppa Lova, tentu tidak mungkin baru hari ke 2 kerja ia sudah meliburkan diri.


"Sebenarnya aku ingin kau istirahat saja , biar aku menemani supaya kamu tidak bosan


Tapi tidak mungkin aku tidak kerja kan kamu tau sendiri aku hanya OB tentu tidak bisa libur seenaknya."


"Iya Ell, aku tau. Siapa juga yang mau minta temenin kamu." decak Zola dengan bibir mengerucut.


"Tapi ingat, jangan terlalu lelah, kalau kamu nggak kuat, hubungi aku, oke!" ujar Ellard yang diangguki Zola. "Ayo aku antar!"


"Eh, aku pergi sendiri aja, Elo, aku kuat kok!"


"Aku antar atau kamu tinggal aja di rumah?" tukas Ellard tegas.


"Huft ... Ni orang doyannya maksa. Iya iya , aku ambil tas dulu." kesal Zola dengan langkah gontai ia mengambil tasnya yang tergeletak di atas kasur.


Zola diantar Ellard dengan moge bututnya. Di perjalanan, Ellard tersenyum samar sembari memandangi Zola yang tengah bersandar di pundaknya. Awalnya Zola menolak berpegangan dengannya, tapi bukan Ellard namanya bila tidak bisa menaklukkan Zola. Dengan sedikit ancaman, walau setengah hati akhirnya Zola mau berpegangan dengannya. Sebenarnya bukan berpegangan, lebih tepatnya memeluk sebab tangan Zola kini tengah melingkari perut Ellard.


Bila Ellard sedang tersenyum-senyum bahagia, Zola malah sibuk menetralkan jantungnya yang berdegup tidak karuan.


'Duh jantungku kok berdebar begini? Bagaimana kalau Ell dengerin?' racau Zola dalam hati. "Tapi nyaman juga ya meluk gini. Punggungnya pelukable banget.' Zola tersenyum-senyum sendiri dari balik punggung Ellard.


...***...


Setibanya Ellard di perusahaan, ia segera mematikan motornya dan membantu Zola turun. Ia juga membantu melepaskan helm yang dipakai Zola. Beberapa karyawan Shoppa Lova yang mulai berdatangan memandang Zola dengan iri sebab perlakuan Ellard terlihat sangat manis di mata mereka. Apalagi Ellard merupakan idola baru karyawan Shoppa Love mengalahkan Regan.


"Wah, manis banget ya si OB itu!"

__ADS_1


"Sebenarnya namanya siapa sih? Setiap ada yang nanyain namanya dia selalu diam. Ada yang ngajakin juga diam. Kami sampai ngira dia bisu. Kalau aku nggak denger dia bicara sama Zola mungkin selamanya mengira dia bisu."


"Hebat banget ya Zola bisa menaklukkan si muka datar dan dingin OB ganteng itu."


"Emang pantas dia disebut the most wanted beautiful girl di Shoppa Lova."


"Iya , waktu itu Regan, sekarang si OB ganteng . Tapi kenapa dia bisa batalin nikah sama Regan ya?"


"Aku kasi tau kalian ya, tapi jaga rahasia." ucap salah seorang karyawan wanita, yang diangguki karyawan lainnya, "Kata Clara sih Zola ketahuan selingkuh jadi Regan mutusin hubungan mereka. Terus karena pernikahan nggak mungkin dibatalin, jadi orang tua Regan milih Clara untuk menggantikan Zola."


"Ah, nggak mungkin. Pasti itu fitnah." ujar karyawan lainnya. "Sebab aku liat sendiri, Reganlah yang selingkuh dengan Clara padahal waktu itu dia masih berhubungan sama Zola. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Regan sedang berciuman dengan Clara di ruang kerjanya."


"Oh ya! Wah, hubungan mereka emang rumit." timpal yang lainnya.


"Ingat, hubungi aku kalau kamu nggak nyaman dan pingin pulang." pesan Ellard sebelum Zola masuk ke dalam lift.


"Tapi aku kan nggak punya nomor ponsel kamu?" ujar Zola.


"Aku udah masukkin kok. Periksa aja." ujar Ellard membuat Zola melongo.


"Dasar aneh!" gerutu Zola.


"Kamu mau lihat nama kontak kami di ponsel aku nggak?" tanya Ellard. Zola rasanya ingin mengangguk tapi ia gengsi dan memilih mengedikkan bahu.


"Udah, jangan sok nggak mau tau, aku tau kamu penasaran kan! Berhubungan aku calon suami yang baik hati dan pengertian, maka aku akan memperlihatkannya padamu. Nih ..." ujar Ellard seraya menunjukkan layar ponselnya.


"My lovely wifey?" ucap Zola dengan mulut menganga membuat Ellard tersenyum geli.


...***...


Zola memulai pekerjaannya seperti biasa. Namun pikirannya justru sibuk memikirkan keadaan Clara. Ia penasaran bagaimana keadaan Clara saat ini? Ia menoleh ke kanan dan ke kiri sembari memasang telinganya, kalau-kalau saja ada yang membicarakan keadaan Clara. Ia juga sebenarnya khawatir ada yang membicarakannya yang tidak-tidak dan menyalahkan dirinya atas peristiwa kemarin. Tetapi sampai waktunya jam makan siang, tidak ada satu orang pun yang membicarakan tentang Clara membuat Zola bernafas lega, mungkin keadaan Clara baik-baik saja pikirnya.


...***...

__ADS_1


"Sial! Sebenarnya apa hubungan asisten Gerry dengan Zola? Mengapa ia membelanya sampai mendatangi diriku? Gara-gara dia , Regan jadi marah padaku karena aku ketahuan hendak membodohi mereka dengan pura-pura jatuh didorong Zola." decak Clara kesal karena niatnya menjebak Zola diketahui asisten Gerry.


"Memangnya kamu benar-benar tidak tau apa hubungan mereka? Tidak mungkin seseorang sampai turun tangan sendiri bila tidak ada hubungan." ujar Catherine seraya mengupas apel untuk Clara.


"Clara benar-benar tidak tau, mom sebab Clara tidak pernah melihat mereka bicara berdua satu kali pun." sahut Clara.


"Mungkin itu murni karena pekerjaan. Bukankah dia asisten pribadi CEO kalian. Dia tidak mau nama baik Shoppa Lova tercoreng atas insiden itu jadi ia sengaja mendatangimu langsung agar kau tidak memperpanjang masalah." tukas Catherine.


"Aku harap juga begitu, mom. Bagaimana pun, aku tak rela dia mendapatkan yang lebih baik dari Regan. Walaupun Regan lebih tampan, tapi untuk ukuran kemapanan dan kedudukan sudah pasti asisten Gerry yang menang." pungkas Clara dengan sorot mata penuh kebencian.


Clara tampak sedang mengingat kejadian semalam saat asisten Gerry tiba-tiba saja datang. Clara tampak tersenyum lebar saat melihat asisten Gerry datang ke ruangannya. Ia pikir asisten Gerry mengunjunginya karena peduli padanya, tapi justru hal tak terdugalah yang terjadi. Asisten Gerry dengan wajah datarnya melemparkan sebuah flashdisk ke atas pangkuannya membuat ia, Regan, Jordan, dan Catherine membulatkan mata mereka.


"Berhenti menyebarkan berita bohong kalau Zola berusaha mencelakakan mu." ujar asisten Gerry dengan wajah dingin dan datar.


"Maksud Anda? Mengapa Anda membela Zola? Di sana bukan hanya ada saya saja tapi juga ada beberapa karyawan Shoppa Lova, Regan juga ada di sana. Mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana Zola mendorong saya hingga terjatuh. Beruntung kandungan saya kuat bila tidak, mungkin aku sudah keguguran." kilah Clara tidak terima saat mendengar asisten Gerry malah membela Zola dan memojokkannya.


Asisten Gerry tersenyum sinis dengan sebelah sudut bibir yang terangkat, "Kau masih mau berbohong? Baiklah, akan aku buktikan siapa yang benar dan salah di sini!" ujar Asisten Gerry seraya mengangkat jari telunjuknya. Beberapa saat kemudian, majulah seorang anak buah Gerry seraya menyerahkan laptop kepadanya. Lalu Gerry membuka salah satu folder itu dan menunjukkan bagaimana Clara membuat dirinya jatuh sendiri, sedangkan Zola yang mendorong pelan bahu itu agar Clara melepaskan pelukannya. Gerry menunjukkan potongan rekaman CCTV itu dari berbagai sudut hingga membuat wajah Clara memerah karena malu.


"Bagaimana? Kau masih mau berbohong, hm?" tanya Gerry dengan sorot mata tajamnya membuat Clara tertegun di tempat.


Begitu pun Regan yang wajahnya sudah memerah karena murka. Ia tadi sudah sempat salah paham dan menegur Zola. 'Kurang ajar! Mengapa aku begitu bodoh , mudah sekali ditipu? Pasti Zola akan makin membenciku karena menuduhnya mencoba menyakiti Clara.' Regan menggeram frustasi.


Sedangkan, Jordan wajahnya tertunduk lesu. Ia tak menyangka, putrinya sendiri mencoba memfitnah putrinya yang lain. Ia akui, ini salahnya karena terlalu memanjakan Clara dan mengabaikan Zola.


'Pasti Zola sangat membenciku sebab selama ini aku selalu menyalahkannya atas apapun. Bahkan kini aku baru menyadari, semua masakan yang terhidang di atas meja dulu adalah masakan Zola, bukannya Catherine apalagi Clara.' gumam Jordan dalam hati.


Ya, semenjak kepergian Zola, Catherine sendiri lah yang memasak. Dan Jordan dapat merasakan perbedaan yang begitu kentara antara masakan Catherine yang sekarang dengan sebelum Zola keluar dari rumah. Kini ia yakin 100% , masakan yang selalu terhidang baik lagi, siang, maupun malam adalah buatan Zola. Namun dulu ia justru selalu menyalahkan Zola yang selalu bermalas-malasan, tak pernah mencoba membantu Catherine dan Clara memasak padahal semua masakan yang tersaji tersebut sebenarnya Zola lah yang memasaknya.


Jordan memijit pelipisnya yang pening karena baru menyadari ia telah begitu menyakiti putrinya itu. Bukan hanya mengabaikan, ia juga kerap memarahi, menyalahkan, dan pilih kasih. Bahkan saat mengetahui perselingkuhan Regan dan Clara, ia masih menyalahkan Zola sehingga Zola memilih angkat kaki dari rumah itu.


'Maafkan Daddy, Zo! Maafkan kesalahan Daddy yang terlambat ini. Daddy harap, kau mau memaafkan Daddy , nak.' gumam Jordan dalam hati.


...***...

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2