Suamiku Si OB Ganteng

Suamiku Si OB Ganteng
Ch.67 Bagian masa lalu


__ADS_3

Kelahiran Elza seperti sebuah keberkahan bagi Jordan. Sebab setelah kelahiran putri kecil Ellard dan Zola itu membuat hubungan antara dirinya dan Zola kian membaik. Zola memang putrinya yang berhati malaikat. Padahal ia telah begitu menyakiti dan menorehkan luka di hati putrinya, tapi dengan lapang dada Zola memaafkan semua kesalahannya. Bahkan kini, seperti sudah menjadi rutinitasnya setiap satu Minggu sekali, Zola akan membawa Elza ke minimarket miliknya. Seumur hidup, baru kali ini ia merasakan benar-benar memiliki seorang putri. Dulu, baik Clara maupun Catherine tidak pernah mau menemaninya ke minimarket. Mereka hanya datang bila membutuhkan sesuatu seperti saat sedang kehabisan uang.


Lalu Zola?


Bukan salah Zola, sebab saat kecil Zola pernah menemuinya di minimarket. Masih dapat Jordan ingat dengan jelas saat Zola masuk ke minimarket dengan wajah ceria. Binar cintanya begitu kentara, tak dapat ditutupi. Tapi binar itu mendadak lenyap saat Jordan mengusirnya seraya membentak. Tanpa sadar, bulir bening mengalir begitu saja dari pelupuk mata Jordan saat lagi-lagi ia mengingat bagaimana sikapnya selama ini dengan Zola.


"Dad, kau menangis?" tanya Zola lembut saat melihat Jordan yang sedang menyusun barang-barang di etalase tiba-tiba terpaku dan menangis.


"Ah, tidak, Zo. Mata dad hanya kemasukan debu." dusta Jordan. Ia berkilah, tak mau Zola kembali terkenang masa-masa menyedihkannya dulu.


"Dad, Daddy tidak bisa berbohong padaku!" sanggah Zola. Lalu ia menyerahkan baby Elza kepada baby sitter yang sengaja dipekerjakan Ellard untuk membantu dan menemani Zola kemanapun. Setelah itu, ia menarik sebuah kursi yang tidak jauh dari posisinya dan duduk tepat di samping Jordan. Dengan cekatan, Zola membantu menyusun shampo-shampo yang baru masuk dan menempelkan harganya untuk mempermudah pembeli agar tidak perlu banyak bertanya perihal harga.


"Kau memang selalu mengerti, dad, sayang. Bodohnya dad yang tidak pernah mengenal lebih dalam tentang dirimu, putri kandung dad sendiri. Dad masih ingat, terakhir kau datang ke kemari saat kau masih kecil. Bila biasanya orang tua lain tampak senang saat anaknya datang, tapi dad malah membentak dan mengusirmu. Wajah berbinar mu tiba-tiba berubah jadi murung. Binar indahnya seketika berubah menjadi mendung. Andai dad bisa kembali ke masa lalu, dad ingin sekali merengkuhmu dan mengatakan maaf." tukas Jordan pelan seraya terisak. Ia menyeka air matanya kasar. Bukan bermaksud mengingatkan Zola tentang masa kelam itu, tapi sungguh ia hanya ingin menyampaikan permohonan maafnya untuk kesekian kalinya.


"Dad, please, jangan ungkit lagi masa itu. Biarlah semua jadi masa lalu. Yang penting kini kita bisa bersama, dad. Walaupun Zo tidak bisa setiap hari menemui dan menemani, Daddy, tapi yakinlah, Zo sangat menyayangi daddy." tukasnya pelan dan penuh kesungguhan.


Jordan tersenyum lebar lalu meraih bahu Zola dan mendekapnya erat penuh kasih sayang.


...***...


Dengan wajah lelah, lagi-lagi Joana datang ke Shoppa Lova. Tapi tidak seperti kemarin, kali ini Joana datang menjelang makan siang. Di saat yang sama, Zola turun dari mobil yang mengantarnya sambil menggendong baby Elza.


Belum sempat Zola masuk ke dalam gedung, pintu masuk telah terbuka terlebih dahulu. Di depannya telah berdiri sesosok pria bertubuh gagah dan atletis dan rahang tegas, serta jangan lupakan sorot mata tajam namun sayangnya tampan sambil melebarkan tangan.


Tau kehadirannya lah yang ditunggu, Zola langsung berjalan cepat dan masuk ke dalam dekapan hangat itu. Joana yang melihat adegan romantis itu seketika mematung. Pantas saja Ellard begitu tegas menolak kehadirannya, pasti bukan hanya karena ia masih membenci dirinya, tapi juga untuk menjaga perasaan perempuan yang ia terka pasti adalah istri dari Ellard Miguel.


"Ell ... " panggil Joana sendu membuat kedua orang yang sedang berpelukan itu segera melepaskan pelukannya. Lalu Ellard beralih meraih tubuh mungil Baby Elza dari pelukan Zola.


Zola mengerutkan dahinya saat menatap wajah sendu Joana.

__ADS_1


"Ell, aku mohon dengarkan aku! Berikan aku kesempatan bekerja di perusahaanmu. Aku janji akan bekerja sebaik mungkin sesuai keinginanmu." tukasnya pelan seraya mengiba.


Tapi Ellard seakan buta dan tuli, ia segera berlalu dari sana seraya merangkul pinggang Zola membuat air mata Joana seketika tumpah.


"Hubby ... " panggil Zola lembut membuat Ellard seketika menghentikan langkahnya.


"Ada apa Wifey?" tanyanya sambil mengerutkan dahi.


"Perempuan itu, siapa?" tanya Zo.


"Dia bukan siapa-siapa." sahut Ellard lembut.


"Tapi mengapa dia sepertinya sangat mengenalmu? Cobalah de ...."


brakkk ...


"Hei, bangun! Hei, jangan pingsan di sini!" ucap salah seorang penjaga keamanan kantor.


"Suhu tubuhnya sangat tinggi." ucap seorang perempuan yang kebetulan lewat.


Zola pun segera melepaskan diri dari Ellard untuk melihat perempuan itu.


"Bawa dia ke bagian kesehatan dan suruh periksa secepatnya lalu kabari aku di kantor tuan Ellard." tegas Zola memberikan instruksi.


"Baik, nyonya." sahut beberapa orang di sana.


"Zo, mengapa kau harus mengurusi perempuan seperti itu?"


"Ell, bagaimana pun dia, kita ini manusia, jangan karena dia memiliki kesalahan di masa lalu membuatmu kehilangan rasa kemanusiaanmu!" tukas Zola lembut tapi cukup menohok di batinnya.

__ADS_1


Kini Zola dan Ellard serta baby Elza sudah berada di ruangan Ellard. Melihat Elza tertidur nyenyak, Zola pun segera membaringkannya di box bayi yang memang disediakan Ellard di kantor khusus bila Zola datang membawa bidadari kecil mereka.


"Jadi hubby, tolong jelaskan siapa perempuan itu! Aku yakin, kalian memiliki hubungan di masa lalu." tanya Zola tegas menuntut penjelasan.


Ellard menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, mungkin inilah saatnya menceritakan salah satu bagian masa lalunya. Sebenarnya Ellard sudah tidak ingin mengingatnya kembali, tapi ia takut hal ini akan menjadi masalah di kemudian hari.


"Baiklah." sahut Ellard sendu. "Namanya Joana. Dia dulu adalah teman kecilku sekaligus mantan kekasih. Dia .... " Lalu Ellard pun menceritakan semua tentang Joana yang ia ketahui hingga alasan perpisahan mereka.


"Kau masih mencintainya?"


Ellard menggeleng tegas dan langsung meraih tangan Zola lalu mengecupnya


"Di hatiku hanya ada namamu, satu untuk selamanya, Wifey. Jangan pernah ragukan itu!" tegas Ellard.


"Lalu mengapa kau menolak dia bekerja di sini?" tanya Zola penuh selidik. "Hal itu bukan karena kau masih mencintainya kan ?"


"No, sayang. Itu tidak benar. Aku hanya ingin mencegah sesuatu yang bisa menjadi bumerang bagiku di kemudian hari, sweety. Bagaimana pun dia bagian masa lalu ku. Selain itu, aku takut dia kembali bertingkah bila diberi kesempatan bekerja di sini mengingat dia dulu pernah menipuku. Dan aku tidak mau itu terjadi. Aku juga tidak mau kau sampai salah paham dan melukai perasaanmu." Ellard menjelaskan kekhawatirannya pada Zola.


Zola tersenyum, ternyata Ellard begitu memikirkan perasaannya.


Tak lama kemudian, seseorang tampak mengetuk pintu. Ellard dan Zola mempersilahkannya. Ternyata itu adalah dokter perusahaan yang ditugaskan memeriksa keadaan Joana.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Zola.


"Tekanan darahnya rendah, sepertinya ia juga kurang istirahat, dan lambungnya juga bermasalah akibat makan yang tidak teratur. Selain itu, sepertinya ia sedang dalam masalah berat hal itu juga bisa menjadi pemicu masalah lambungnya makin parah." ungkap dokter itu.


"Terima kasih, dok. Sebentar lagi kami ke sana untuk melihatnya." ujar Zola seraya tersenyum. Ellard hanya terdiam. Dia mengikuti saja apa yang akan dilakukan istrinya itu.


...***...

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2