Suamiku Si OB Ganteng

Suamiku Si OB Ganteng
Ch.66


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti tak ada kata jemu, Joana lagi-lagi datang ke Shoppa Lova untuk menemui Ellard. Terhitung sudah beberapa hari ia mendatangi perusahaan marketplace itu namun selalu berakhir pengabaian dan penolakan. Baik Ellard maupun Gerry tiada yang mau mendengarkan permohonan Joana. Sedangkan proses pencarian asisten pribadi kedua tetap berlangsung karena mereka belum menemukan yang cocok.


Seperti hari ini, Joana sengaja datang pagi-pagi sekali untuk menemui Ellard. Ia berharap Ellard mau memberikannya kesempatan untuk berbicara apalagi ia sedang sangat membutuhkan pekerjaan ini.


Setelah berapa hari keberuntungan seperti tak berpihak padanya, namun tidak dengan hari ini. Sepertinya, keberuntungan sedang berpihak padanya. Semoga, batinnya.


"Ellard ..." teriak Joana saat melihat Ellard turun dari mobilnya.


Ellard yang baru benar-benar menginjakkan kakinya ke lantai depan gedung perusahaan, sontak menaikan alisnya sebelah saat mendengar seseorang memanggilnya. Senyum sinis tiba-tiba mengembang saat Ellard melihat sosok yang memanggilnya itu.


Joana lari tertatih-tatih mendekati Ellard. Nafasnya bahkan sampai tersengal-sengal karena berlarian, takut kehilangan jejak Ellard lagi.


"Ell ... aku mohon, berikan aku kesempatan bicara padamu. Sebentar saja. Aku mohon." Joana tampak memelas. Dapat Ellard lihat, tubuh Joana lebih kurus dibandingkan terakhir kali mereka bersama.


"Maaf, aku tidak punya banyak waktu." tegas Ellard tanpa mau banyak basa-basi.


Lalu Ellard melangkahkan kakinya menjauhi Joana yang tampak kecewa. Tapi seolah pantang menyerah, Joana berlari berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Ellard.


"Ell, berikan aku kesempatan bekerja. Aku mohon. Aku membutuhkan pekerjaan ini. Aku tau, dari semua kandidat, hanya aku yang memenuhi persyaratan. Jangan karena masalah kita di masa lalu kau bersikap tidak profesional dengan menolakku bekerja di sini. Aku berjanji akan bekerja sebaik mungkin. Aku mohon!" ucap Joana memelas dengan langkah lebarnya berharap Ellard mau memberikan kesempatan untuknya bekerja. Tapi Ellard seakan tuli, ia benar-benar tak memperdulikan Joana yang terus memohon.


"Ell, aku tau, aku banyak salah padamu, aku mohon maaf. Aku menyesal dan kini baik aku dan keluargaku telah menuai karmanya, aku mohon maafkan aku. Aku mohon berikan aku kesempatan untuk bekerja dengan mu. Aku berjanji, aku akan bekerja sebaik mungkin. Aku mohon Ell!" pekik Joana saat ia telah masuk pintu masuk perusahaan. Joana hendak mengejar masuk ke ruangan itu, tapi sayangnya pihak keamanan menghalanginya.


"Lepaskan! Lepaskan aku! Ell, berikan aku kesempatan berbicara padamu. Ellard ..." teriakmya lagi namun Ellard telah menghilang di balik lift yang akan membawanya menuju ke lantai tertinggi gedung itu.

__ADS_1


Joana menghela nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Sepertinya perbuatannya di masa lalu benar-benar membuat Ellard kecewa hingga membencinya sangat dalam.


Flashback on


Joana, Ellard, dan Gerry adalah teman kecil. Mereka selalu bersama. Ellard tak pernah membeda-bedakan dalam hal berteman. Walaupun Gerry dan Joana hanya berasal dari keluarga biasa saja, tapi Ellard tetap memperlakukan keduanya dengan baik. Ellard yang merasakan kenyamanan saat bersama Joana, belum lagi perhatian yang kerap ia dan keluarganya berikan kepadanya, menumbuhkan rasa sayang tak biasa pada Joana dan keluarganya.


Hingga saat Ellard menginjak high school, Ellard menyatakan perasaannya pada Joana dan disambut baik oleh Joana. Saat itu, Ellard merasa Joana adalah cinta pertamanya. Apalagi dari cara bersikap dan memperlakukan, Ellard meyakini Joana tulus mencintainya. Karena itu, akhirnya mereka pun menjalin hubungan.


Ellard yang sudah mulai merintis bisnis sejak belia, tentu sudah memiliki pundi-pundi dollar tersendiri. Ia tak segan memberikan apapun yang Joana minta. Bahkan saat ia masih rutin diberi uang saku oleh orang tuanya pun ia kerap memakai uang itu untuk membantu keuangan keluarga Joana. Hingga suatu hari, semua rahasia keluarga itu terungkap dan membuat Ellard kecewa. Lalu ia memilih memutuskan hubungannya tepat di hari kelulusannya dan pergi dari negara itu untuk melanjutkan pendidikannya di negara lain.


Hari itu Gerry menemani Ellard yang hendak pergi ke sebuah mall untuk mencari hadiah kelulusan Joana. Saat mereka hendak memasuki sebuah toko ponsel, tiba-tiba Gerry menangkap sosok Joana sedang bergandengan mesra dengan seorang pria. Gerry pun segera memberitahukan Ellard. Wajah Ellard memerah saat melihat bagaimana Joana bergelayut manja di lengan pria yang ia ketahui merupakan senior mereka dulu di high school. Lalu mereka berdua pun membuntuti kedua orang itu yang sedang masuk ke sebuah cafe. Beruntung saat itu mereka memakai hoodie jadi mereka pun dapat menutupi kepala mereka.


"Baby, kau masih berhubungan dengan si cupu itu?" Saat itu Ellard memakai kacamata karena ia mengalami masalah kesehatan dengan matanya. Ellard juga tipe anak lelaki pendiam dan kurang bergaul. Akibatnya, beberapa orang mengatakannya cupu tapi ia tidak mempedulikan sama sekali.


"Maaf, Ren. Aku tidak bisa memutuskannya bisa-bisa Daddy marah padaku. Kau tahu bukan, dia itu sumber keuangan bagi keluargaku. Seluruh kebutuhanku dan keluarga ku, dia yang memenuhinya. Tapi kau tak perlu khawatir, aku hanya mencintaimu." jelas Joana.


"Apa dia pernah menyentuhmu seperti aku?"


Joana menggeleng, "Sepertinya dia impoten." tukas Joana asal.


"Benarkah?" tanya Darren tak menyangka.


"Hmm ... Aku pernah menggodanya tapi ia tidak bereaksi sama sekali." imbuhnya tanpa rasa bersalah tanpa ia sadari Ellard dan Gerry mendengarkan semua perkataan Joana dengan rahang mengetat.

__ADS_1


Lalu bertepatan di hari kelulusannya, Ellard memutuskan hubungannya dengan Joana. Tentu Joana tak terima, bisa-bisa ayahnya marah besar padanya. Hingga Joana mendatangi apartemen Ellard dan mencoba menggoda Ellard dengan tubuhnya berharap itu bisa membuat Ellard tergoda dan tidak jadi meninggalkannya. Namun ternyata pendirian Ellard tetaplah kuat. Ellard bahkan menatap jijik saat melihat bagaimana cara Joana membujuknya dengan menawarkan tubuhnya. Ellard pun mengusir Joana dengan tatapan jijik membuat Joana tertunduk malu dan pergi dari hadapan Ellard.


Flashback off


Ellard telah kembali ke mansion keluarganya. Wajah lelahnya berganti binar bahagia saat melihat Zola sedang bermain dengan baby Elza yang berada di box bayi ruang tamu.


"Halo sweety, i Miss you." bisik Ellard di telinga Zola membuat Zola seketika meremang dengan buku kuduk yang berdiri.


"Ha-halo, Ell. I Miss you, too." sahut Zola terbata akibat efek dari nafas hangat Ellard yang menerpa telinga dan lehernya.


"Apa kabar baby Elza? Apa dia nakal?"


"Elza masih bayi, hubby. Tidak mungkin ia bisa berbuat nakal." sergah Zola tak terima anaknya disebut nakal. "Tapi kalau rewel, iya. Mungkin karena efek imunisasi siang tadi." imbuh Zola membuat Ellard melotot.


"Mengapa kau tak bilang princess kita imunisasi hari ini?" Ellard mendelik kesal saat ia tidak diberitahu kalau Elza diimunisasi hari ini.


"Bukankah kau sibuk hari ini jadi aku tidak ingin mengganggumu, Hubby."


"Sesibuk apapun diriku, kalian tetaplah prioritas bagiku, Wifey, jadi jangan pernah merasakan menganggu ataupun merepotkan ku. Kalian segalanya bagiku dan aku ingin selalu dilibatkan dalam setiap urusan kalian termasuk urusan tumbuh kembang anak kita. Jadi Wifey, aku mohon mulai sekarang libatkan aku dalam hal apapun, oke! " tukas Ellard dengan sorot mata penuh kesungguhan.


Zola mengangguk pasti seraya tersenyum manis lalu ia mengecup bibir Ellard singkat sebagai jawaban. Ia merasa sangat beruntung memiliki suami seperti Ellard yang begitu menyayangi, mencintai, dan memperhatikan dirinya dan anak mereka.


...***...

__ADS_1


...Happy reading 🥰🙏🥰...


__ADS_2