
Brakkk ...
Regan menutup pintu kamar apartemen miliknya dengan kasar. Beruntung Clara segera mundur satu langkah saat Regan hendak menutup pintu tadi, kalau tidak, bisa dipastikan akan ada benjolan besar di dahi atau bisa juga bibir dan hidungnya jadi bengkak karena hempasan pintu yang begitu keras.
Clara tersenyum sinis sambil menggelengkan kepalanya melihat reaksi Regan yang luar biasa marah mengetahui kenyataan bahwa sang mantan kekasih telah menikah dengan seorang OB. Mengingat fakta itu, rasanya Clara ingin terbahak. Ia lantas teringat dengan ibunya. Ini kabar baik menurut Clara, tentu kabar baik ini harus ia kabarkan pada orang tuanya, bukan.
"Hallo, mom." sapa Clara dengan girang. Saat ini ia sedang merebahkan diri di sofa ruang tamu. Ia enggan masuk ke dalam kamar. Ia yakin, dari suara berisik yang ia dengar, suaminya itu pasti sedang mengamuk dengan melemparkan semua barang yang ada di dalam sana. Ia dan Regan memang berbanding terbalik, bila Regan sedang sangat sedih juga kecewa, maka ia sedang begitu bahagia.
"Hallo, Cla. Ada apa? Dari suaramu, sepertinya kamu sedang sangat-sangat bahagia hari ini." ujar Catherine menilai. "Kau ada kabar bahagia apa, sayang?" tanyanya lagi.
"Oh mommy, kau memang selalu tau apa yang aku rasakan. Yah, memang saat ini aku sedang sangat bahagia, mom. Kau tau, anak perempuan kesayangan daddy telah menikah." ujar Clara. Nadanya begitu girang, membuat Catherine bertanya-tanya, mengapa Clara justru bahagia.
Catherine mengerutkan keningnya, "Mengapa kau justru bahagia mendengar kabar ini?"
"Tentu aku sangat bahagia, mom, sebab yang dinikahinya itu sangat jauh dari Regan. Ya, aku akui kalau untuk ketampanan, OB itu lebih tampan dan macho, tubuhnya juga lebih atletis, tapi sayang, dia hanya seorang OB, mom. Kau bayangkan, Zola menikah dengan OB. hahahah .... Bukankah, ini sangat lucu, mom? Mungkin dia ingin menyaingi ku dengan menikahi pria yang lebih tampan dari Regan, tapi tetap saja dia hanya seorang OB, pecundang pesuruh. Gajinya takkan cukup untuk biaya hidup seperti kita." ujarnya seraya terbahak. Ia merasa sangat puas melihat kehidupan Zola pasti jauh dari kata cukup, bahkan kekurangan. Ia masih ingat, motor yang digunakan Ellard merupakan moge jadul yang sudah sangat usang. Ia menggelengkan kepalanya, merutuki kebodohan Zola yang malah memilih menikahi seorang OB.
Tapi tiba-tiba Clara teringat adegan di ruang kerja CEO mereka, bagaimana bisa Zola menikah dengan OB lalu menjalin hubungan asmara dengan CEO mereka? Clara menyeringai, ia yakin CEO mereka tidak tau kebusukan Zola. Kalau ia tau sebenarnya Zola telah memiliki suami, pasti ia akan marah.
"Apa kau tadi bilang, Cla? Zola menikah dengan OB? Astaga ... Daddy mu pasti akan sangat murka saat mengetahui hal tersebut. Tapi baguslah, dengan begitu, ia tidak bisa menyombongkan diri. hahaha ... Hidupnya pasti akan makin sengsara. Ini benar-benar berita bagus, Cla." puji Catherine bahagia.
"Tapi mom, ada berita yang tak kalah gila, bahkan sangat gila." ujar Clara membuat Catherine makin penasaran.
"Apa itu?"
"Mom, kau tau, ternyata Zola juga ada main gila dengan atasan kami. Pantas saja ia tiba-tiba diangkat sebagai sekretaris CEO, ternyata dia menjalin hubungan terlarang secara diam-diam." ujar Clara sambil menyeringai.
__ADS_1
"Astaga ... kau serius, Cla? Ini bukan sekedar rumor, bukan?" tanya Catherine dengan nada rasa tak percaya.
"I'm so serious, mom! Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana ia bercumbu mesra di ruangan CEO. Bahkan aku sempat mengambil gambar dan fotonya." ujar Clara bersungguh-sungguh.
"Gila ... benar-benar gila. Mom tidak menyangka, ia kini sudah seperti jal*ng. Tapi kau harus hati-hati, Cla, kalau ia memang menjalin hubungan dengan CEO kalian, bisa saja ia melaporkan semua perlakuanmu padanya. Bisa-bisa, kau dipecat dari sana." pesan Catherine untuk Clara.
"Yes, mom, i know. Aku pasti akan berhati-hati." sahut Clara.
...***...
Pagi-pagi sekali, Zola sudah sibuk berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan. Menu sarapan pagi ini adalah salad sayuran, omelette campur daging asap cincang, bacon, dan segelas susu untuk Zola lu kopi untuk Ellard.
Ellard baru saja mengerjapkan matanya. Tangannya meraba ke samping, namun sisi itu justru terasa dingin, sepertinya telah lama ditinggal. Ellard tersenyum, ia yakin kalau istrinya tersebut sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka. Diliriknya jarum jam yang masih menunjukkan pukul 6.45, Ellard menyeringai. Ia pun bergegas berdiri. Dengan hanya memakai celana bokser, ia Keluar dari dalam kamar dan berjalan menuju dapur.
Zola yang sedang asik menata salad buatannya di atas sebuah piring, tiba-tiba tersentak saat ada sepasang lengan kekar yang memeluk tubuhnya dari belakang. Ia sangat hafal aroma itu. Aroma maskulin dari tubuh seorang lelaki yang kini mulai ia cintai. Zola tersenyum dalam diam. Ia tetap melanjutkan pekerjaannya meski konsentrasinya sedikit terganggu akibat tangan dan bibir nakal Ellard.
"Aku lapar, Zo!" bisiknya tepat di telinga Zola, membuat perempuan itu meremang.
"Aaah, ayolah Ell, kalau kau lapar, seharusnya kau lekas basuh wajahmu lalu makan, bukannya mengganggu ku menyiapkan sarapan."
"Tapi aku tidak ingin sarapan itu."
"So, kau mau sarapan apa, hm? Kau ingin makan sesuatu? Katakan saja, biar aku buatkan."
"Kau tidak bisa membuatnya sendiri, sweety. Sarapan ini harus kita lakukan berdua. "
__ADS_1
"Apa itu? Kalau begitu, mari kita buat bersama!" ujar Zola sambil berusaha menahan hasratnya.
Ellard tersenyum menyeringai, "Ayo!"
"Aaaaa ..." pekik Zola terkejut saat tiba-tiba saja Ellard menggendongnya menuju kamar mandi.
Zola mengerutkan keningnya saat menyadari arti kata lapar dan harus dibuat berdua. Matanya memicing ke arah Ellard yang telah tersenyum lebar.
"Jadi sarapan ini yang kau mau?" Zola mendelik tajam. Bukannya takut, Ellard justru tersenyum seraya cengengesan.
"Ini adalah sarapan spesial ala Ellard Miguel. Selain menyehatkan, juga bisa menghasilkan baby yang lucu-lucu." tukasnya di depan wajah Zola sebelum ia mulai menyatukan bibir mereka dan memadu kasih sesuai keinginan Ellard.
...***...
"Ell, kenapa kau memakai pakaian jas lengkap?" tanya Zola bingung saat melihat Ellard justru memakai setelan jas formal, tidak seperti biasanya memakai pakaian lusuh untuk meyakinkan bahwa ia hanya seorang karyawan biasa.
Ellard tersenyum lebar lalu memeluk Zola dengan erat.
"Kau hari ini akan datang ke kantor dengan tuan Muda Miguel, bukan Ellard si OB, sweety. " jelas Ellard membuat Zola penasaran apa direncanakan Ellard.
"Kau serius?" tanya Zola untuk meyakinkan lalu Ellard pun tersenyum sambil mengangguk. Zola pun hanya menurut saja apa yang direncanakan oleh Ellard.
"Kau tau sweety, aku sudah tak sabar melihat raut wajah bingung orang-orang yang suka membicarakan dirimu." ungkap Ellard.
"Tapi apa ini tidak masalah?" tanya Zola khawatir.
__ADS_1
"Ini tidak masalah, sweety. Kau nikmati saja semuanya. Tak perlu pusing memikirkan orang-orang tak berguna itu." pungkas Ellard membuat Zola terdiam.
...***...