Suamiku Si OB Ganteng

Suamiku Si OB Ganteng
Ch.59 tiga bedebah


__ADS_3

Sesuai permintaan Arriana, setelah kondisinya membaik, Zola pun segera diboyong Ellard dan mertuanya itu ke mansion milik keluarga Miguel. Hati Zola bahagia bukan kepalang. Setelah sekian tahun tidak pernah lagi merasakan kehangatan, kasih sayang, dan perhatian dari keluarga, justru kini ia mendapatkan semua itu dari keluarga suaminya.


Zola sangat-sangat mensyukuri pertemuannya dengan Ellard. Apalagi saat ia bisa merasakan kasih sayang Arriana dan Jhonny yang begitu tulus. Ia seakan lahir kembali di keluarga itu. Kedua orang tua Ellard memperlakukannya layaknya anak kandung sendiri.


"Hei, sweety! Why do you cry? Apa aku berbuat salah? Atau ada yang mengganggumu?" tanya Ellard saat melihat bulir-bulir air mata jatuh dari sudut mata Zola. Ellard pun dengan cepat menyeka buliran itu menggunakan ibu jarinya.


Lalu Zola merebahkan kepalanya di dada Ellard kemudian menggeleng pelan, "Tidak, Ell. Semuanya baik padaku. Seperti dirimu yang selalu memperlakukanku penuh kasih." ucapnya terjeda sebab Zola sedang menyeka lelehan di hidungnya. "Sorry." ujarnya saat membuang bekas tisu sambil tersenyum malu. "Aku cuma bahagia, Ell. Akhirnya, aku bisa juga merasakan kasih sayang orang tua. Mom Arriana dan Dad Jhonny begitu baik dan sayang padaku. Bahkan mereka memperlakukanku seperti anak kandung mereka sendiri, di saat ayah kandungku sendiri mengabaikanku." imbuh Zola lagi.


Ellard pun mengusap puncak kepala Zola dengan sayang lalu mengecupnya. "Kau pantas untuk diperlakukan dengan baik, Sweety. Kau pantas untuk dicintai dan disayangi. Aku yakin, ayahmu akan menyesali semua perbuatannya yang telah mengabaikanmu hingga bertahun-tahun lamanya. " ujar Ellard meyakinkan.


"Apa mungkin?" Zola mendongakkan matanya hingga mereka saling bersirobok.


"Sangat-sangat yakin." ujarnya dengan penuh kesungguhan.


...***...


Pagi itu kantor Shoppa Lova tampak sangat riuh. Ya, akhir-akhir ini memang di kantor Shoppa Lova sering terjadi keriuhan. Mulai dari kedatangan CEO baru, diangkatnya Zola sebagai sekretaris CEO, kedekatan Zola dengan seorang OB dan CEO mereka, lalu kenyataan bahwa OB yang selama ini sering digosipkan dekat dengan Zola merupakan CEO mereka yang menyamar. Lalu keriuhan apa lagi yang terjadi kali ini?


Ternyata itu ada hubungannya dengan tiga orang karyawan Shoppa Lova, yaitu Regan, Clara, dan Keira. Baik di sosial media, media cetak, maupun media elektronik telah mengabarkan tentang ketiga karyawan Shoppa Lova itu yang ditangkap polisi.


Jordan yang begitu panik, tanpa mencari tahu dahulu ke kantor polisi apa penyebab putri dan menantunya ditangkap itu pun segera melajukan mobilnya menuju Shoppa Lova untuk meminta bantuan pada Ellard agar membebaskan bukan hanya Regan dan Clara, tapi juga Catherine. Ia tidak begitu tau permasalahan yang terjadi antara istri, anak, dan menantunya itu.

__ADS_1


Setibanya di depan lobi kantor Shoppa Lova, Jordan segera turun dari mobil dan menyerahkannya kunci pada petugas valet parkin lalu menuju bagian resepsionis.


"Permisi, bisa bertemu tuan Ellard Miguel!" ucap Jordan dengan senyum ramah.


Karyawan resepsionis lalu mengangkat wajahnya menatap Jordan dengan dahi berkerut, "Sudah ada janji?" tanyanya ramah seperti biasa ia menanyakan tamu-tamu yang berkunjung ke perusahaan.


"Belum." sahutnya lesu.


"Kalau begitu, maaf tuan, Anda tidak bisa menemui tuan Ellard. Silahkan Anda membuat janji terlebih dahulu." ujarnya menyarankan.


"Begini saja, katakan ada Jordan, ayah Zola ingin bertemu." ucapnya dengan wajah memelas.


Karyawan resepsionis itu terkejut saat mendengar penuturan Jordan, "Oh kalau begitu, tunggu sebentar. Saya hubungi asisten Gerry terlebih dahulu." ujarnya ramah lalu tanpa banyak bicara lagi ia segera mengangkat telepon dan menghubungi asisten Gerry. Tak berapa lama, ia pun mempersilahkan Jordan menemui Ellard. Ia mengantarkan hingga tepat di depan pintu ruangan Ellard. Hanya dengan mengetuk pintu sebanyak 3 kali, pintu berwarna coklat itupun terbuka. Jordan pun segera masuk setelah dipersilahkan.


Jordan berdeham untuk menetralisir rasa terkejutnya, lalu ia pun mulai berbicara.


"Saya mohon lepaskan Regan, Clara, dan Catherine." ujarnya to the point.


Ellard mengerjapkan matanya lalu terkekeh pelan sambil menggeleng-gelangkan kepalanya.


"Atas alasan apa saya harus menuruti permintaan Anda?" tanya Ellard dengan kedua tangan menopang dagunya.

__ADS_1


"Karena saya ayah mertuamu." ucapnya yang sontak saja membuat Ellard tertawa renyah karena tak habis pikir dengan pernyataan Jordan.


"Kapan saya menikahi anak Anda? Bukankah anak Anda telah menikah dengan Regan?" ucapnya dengan sebelah sudut bibir terangkat ke atas.


"Saya tahu saya banyak salah dengan Zola, tapi bagaimanapun aku tetaplah ayahnya." tegas Jordan tak terima tidak diakui sebagai ayah.


Ellard tersenyum sinis sambil menatap Jordan. Sebenarnya ia adalah tipe orang yang menghormati orang yang lebih tua, tapi setelah tau bagaimana sikap Jordan selama ini dengan Zola, ia rasa ia tak perlu terlalu menghormatinya. Anggap saja sebagai efek jera.


"Ayah yang mengabaikannya, lebih menyayangi putri lainnya, menelantarkannya, selalu menyalahkannya, begitu maksud Anda tuan?" sarkas Ellard seraya terkekeh membuat Jordan bungkam seribu bahasa. Lalu Ellard berjalan menuju mejanya dan mengambil beberapa berkas yang ia simpan di laci.


"Saya akan memperlihatkan sesuatu. Setelah melihat ini, beritahu saya apakah Anda masih tetap ingin melepaskan ketiga bedeb*h itu." serunya dengan emosi yang membuncah.


Lalu Jordan pun mulai membuka satu persatu map yang disodorkan Ellard. Wajahnya pias seketika saat melihat apa yang terdapat di dalamnya. Mulai dari bukti-bukti pelecehan yang dilakukan Regan terhadap Zola hingga percobaan pemerkosaan. Adajuga bukti kecurangan Regan dalam perusahaan, yaitu penggelapan dana. Lalu bukti keterlibatan Clara yang bekerja sama dengan Keira untuk menjebak Zola dengan obat perangs*ng agar diperkosa pria hidung belang. Juga bagaimana Clara mencoba mencelakai Zola di rumah sakit, lalu bukti kejahatan Catherine yang melenyapkan nyawa ibu Zola dengan membekap hidungnya saat di rumah sakit.


Biarpun kejadian itu telah terjadi bertahun-tahun yang lalu, namun dengan kekuasaan Ellard, ia berhasil mendapatkan rekaman CCTV hari dimana ibu Zola meninggal. Sebenarnya saat itu Zola melihat kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri dari balik pintu kamar mandi, tapi karena ia masih kecil, ia tidak memiliki kemampuan apa-apa untuk melakukan pertolongan maupun pembelaan. Untuk melaporkannya pun tak mampu karena suaranya yang tak pernah dianggap oleh ayahnya sendiri. Hingga akhirnya Zola untuk pertama kali menceritakan kisah memilukan itu pada Ellard. Ellard yang mendengarnya pun lantas segera mencaritahu kebenarannya dengan mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Catherine.


Jordan tergugu sambil menutup mulutnya tak percaya. Orang-orang yang ia sayangi ternyata semua berhati iblis dan anak yang ia telantarkan ternyata begitu menderita atas perbuatan dirinya dan orang-orang terdekatnya.


"Jadi bagaimana tuan Jordan? Anda akan tetap membela iblis-iblis itu?" tanya Ellard dengan sebelah tangan menumpu dagunya, sedangkan sebelahnya lagi di pegangan kursi.


Jordan mengalihkan pandangannya ke arah Ellard lalu ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

__ADS_1


"Tidak!" seru Jordan tegas. "Saya minta, hukum mereka seberat-beratnya." imbuhnya lagi dengan pasti membuat Ellard tersenyum puas.


__ADS_2