Suamiku Si OB Ganteng

Suamiku Si OB Ganteng
Ch.48 Ancaman Regan


__ADS_3

"Eugh ..." Zola melenguh seraya merentangkan kedua tangannya untuk melakukan peregangan otot tubuhnya yang kaku karena terlalu lama berkutat di layar komputernya.


Zola melirik cangkir kopinya , ternyata isinya telah tandas, padahal tadi masih berisi separuh.


"Ish, ini pasti kerjaan tuan super menyebalkan itu!" desis Zola saat ingat tadi Ellard lah yang tiba-tiba menghampirinya lalu meminum kopi miliknya hingga tandas tak bersisa.


Lalu ia membuka sedikit pintu ruang kerja Ellard, kemudian menyembulkan kepalanya.


"Hubby, mau kopi?" tawar Zola. Ellard yang tengah sibuk memeriksa berkas, lantas berhenti saat mendengar suara seseorang yang sangat dicintainya. Ellard pun mendongakkan kepalanya menghadap ke arah Zola.


"Hmmm ... boleh! " sahutnya seraya tersenyum manis.


"Ell, kayaknya mulai sekarang kopi kamu nggak perlu aku kasih gula deh!" ujar Zola dengan tatapan datar.


Ellard mengerutkan keningnya, merasa bingung.


."Kenapa?" tanya Ellard dengan dahi yang berkerut.


"Sebab kamu itu udah manis, kalau ditambah gula, nanti makin manis, aku khawatir hal tersebut akan meningkatkan kadar gula di dalam darahmu yang berakhir dengan penyakit diabetes." ujar Zola sambil menahan tawanya.


Ellard terkekeh geli sambil menggelengkan kepalanya saat mendengarkan candaan garing Zola.


"Mau belajar menggombal, hm?"


Zola hanya menyengir lebar lalu segera pergi menuju pantry untuk membuat kopi mereka.


Saat Zola hendak mengambil kopi, tiba-tiba ada sebuah tangan kekar yang mencengkram tangan Zola lalu menyudutkannya ke dinding. Zola membelalakkan matanya saat melihat siapa itu.

__ADS_1


"Re, apa yang kau lakukan, hah! Lepas!" Zola menggeram tertahan. Ia mencoba memberontak tapi Regan justru makin menyudutkannya di dinding. Kedua tangan Regan kini telah berada di sisi kanan dan kiri Zola. Mengunci pergerakannya agar tidak bisa kabur.


Mata Regan yang sedang tertutup oleh kabut amarah dan kekecewaan, tak mempedulikan rontaan Zola. Regan justru makin mendekatkan wajahnya ke Zola, namun dengan cepat, Zola memalingkan wajahnya ke samping agar tidak bertatapan mata dengan Regan.


Tapi Regan tidak terima, ia justru mencengkram dagu Zola agar menghadap ke padanya. Mata Zola memerah menahan amarah. Regan terkejut saat melihat mata Zola. Dulu di mata itu ada binar cinta untuknya, tapi kini yang ada hanyalah kebencian dan kekecewaan.


"Lepaskan aku!" desis Zola lantang.


"Tidak." sahut Regan cepat.


"Mengapa? Kita sudah tidak memiliki urusan apa-apa lagi, Re. Semua sudah berakhir."


"Tidak, aku tidak mau berakhir. Aku masih mencintaimu, Zo. Mengapa kau tak mau kembali padaku. Kalau kau mau aku meninggalkan Clara, maka aku akan segera meninggalkannya."


"Tapi dia sedang hamil anakmu."


"Maaf aku tidak bisa. Kini aku sudah menjadi milik orang lain."


"Milik orang lain? Maksud kamu OB itu atau CEO kita?" sinis Regan.


Zola tertawa miring, sepertinya rumor tentang hubungannya dengan Ellard telah menyebar.


"Itu urusan ku, Re. Mau aku bersama dengan siapapun, itu urusanku. Bukan urusanmu."


"Apa bagusnya menjalin hubungan dengan seorang OB, hm? Walaupun dia tampan, tapi pekerjaannya hanya seorang OB. Kau tidak akan memiliki masa depan bila hidup bersamanya. Sedangkan dengan Tuan Muda Miguel, dia itu orang terpandang. Dia pewaris tunggal keluarga Miguel, pasti tuan Jhonny akan menentang hubungan kalian. Aku tidak ingin mereka membuat kau terluka, Zo. Mari kembalilah padaku, tinggalkan mereka. Aku akan menerima dan mencintaimu sepenuh hati. Aku berjanji, bila kau mau kembali, aku akan melupakan semua masa lalu kita, termasuk meninggalkan Clara dan kita akan memulai semuanya kembali dari O. Aku hanya ingin bersamamu , Zo." bisik Regan.


Dapat Zola rasakan deru nafas Regan menerpa wajah Zola. Tapi karena rasa itu sepertinya telah lenyap tak bersisa, Zola tetap bersikap biasa saja. Tiada lagi jantung berdegup kencang, tubuh meremang, semuanya biasa saja. Membuat Zola yakin, ia tidak lagi mencintai Regan seperti dulu. Kini kisah cinta antara dia dan Regan telah benar-benar berakhir.

__ADS_1


"Hubungan kita telah berakhir, Re jadi jangan berharap padaku lagi."


"Kenapa, hah? Kenapa kau berubah secepat itu? Apa karena mereka bisa memuaskanmu?" Regan murka. Sisi egoisnya seakan tersentil akibat penolakan Zola. Ia tidak terima. Baginya, Zola hanya miliknya.


Zola tertawa sinis, dipandanginya wajah tampan Regan yang nyaris tanpa cela.


"Kalau iya kenapa? Seperti yang kau ketahui, aku sudah menjadi milik mereka." ujar Zola dengan salah satu ujung bibir terangkat.


"Kau hanya milikku, Zo!" desis Regan tidak terima dengan pernyataan Zola.


"Itu dulu, sebelum kau mengkhianati ku dengan jal*ng itu." sahut Zola lantang.


Regan tergelak mendengar jawaban Zola.


"Bukankah kau tidak ada bedanya dengan Clara, Zo!" desis Regan. "Kau pun sedang bermain dengan dua pria, apa salahnya ditambah aku. Pasti akan lebih menyenangkan mendapatkan 3 orang pria tampan. Aku akan memuaskan mu. Membuatmu melayang. Jadi kau bisa membandingkan, mana yang lebih bisa memuaskanmu. Aku yakin, aku akan jadi pemenangnya. Bagaimana, kau mau sayang?" bisik Regan dengan ujung jemari ia bermain di leher Zola.


Zola menepis tangan Regan dan meludah ke samping.


"Cih, sampai mati aku takkan pernah melakukan itu. Aku tidak suka berbagi sesuatu dengan orang lain. Aku tidak suka barang bekas, Re." ujar Zola dengan tersenyum mencemooh.


"Breng*k! Kau akan menyesali kata-katamu, Zo. Kau hanya akan menjadi milikku. Tunggu saja." desis Regan.


Lalu Regan melepaskan cengkeramannya dan berlalu begitu saja dari pantry membuat Zola meluruh ke lantai . Dipukulnya dadanya yang terasa sesak akibat perbuatan Regan.


Zola menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ia mencoba menenangkan dirinya agar tidak membuat Ellard khawatir. Setelah ia mulai merasa tenang, ia kembali membuat kopi sesuai tujuannya tadi.


...***...

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2