
"Jadi ... mereka telah menikah?" seru Arriana tak percaya.
Jhonny hanya mengulum senyum karena ia sudah sejak awal mengetahui hal tersebut. Diam-diam, ia selalu mengawasi pergerakan anak laki-lakinya tersebut. Tujuannya agar Ellard tak pernah salah langkah. Beruntung ia memiliki anak lelaki yang sangat bertanggung jawab dan tak pernah melakukan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya sendiri apalagi orang lain.
Jhonny juga sudah menyelidiki latar belakang Zola. Sejauh yang ia tau, Zola bukan hanya cantik dan tangguh, tapi ia juga anak yang baik, hangat, dan perhatian. Ia sangat mendukung tindakan Ellard yang ingin menjadikan Zola miliknya. Walaupun harus melakukan cara yang terkesan aneh, tapi selama itu masih dalam tahap wajar ia tak akan menentangnya.
Jhonny mengutuk kebodohan orang tua Zola terutama ayahnya. Bagaimana seorang ayah sampai tega mengabaikan anak sendiri dan lebih menyayangi anak lainnya. Seharusnya Jordan bisa bersikap adil pada kedua putrinya. Ia juga mengutuk perbuatan Jordan yang berselingkuh hingga menghadirkan Clara tanpa memikirkan nasib dan perasaan anak dan istrinya. Ia berjanji, ia akan memperlakukan Zola sebaik mungkin seperti putrinya sendiri.
Mata Arriana memicing, menatap tajam Ellard. Ellard tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.
"Dasar anak kurang ajar kamu, Ell! Kamu tidak memberitahu mommy kalau kamu menikah, hah! Kamu sudah tidak menganggap mommy sebagai ibu lagi, hah!" Arriana mendelik lalu ia memukul-mukul dada Ellard. Tanpa sadar, air mata Arriana mengalir dari ekor matanya membuat Ellard dan Zola makin serba salah. Lantas Ellard mencekal tangan Arriana dan memeluknya erat.
"I'm so sorry, mom. Please, forgive me, mom! Ell melakukannya mendadak, kalau tidak cepat, Ell takut, menantu mommy itu berubah pikiran. Mommy tau, Ell bahkan rela menjadi OB supaya bisa mendapatkan menantu mommy yang cantik itu." ujar Ellard menceritakan secara singkat perjuangan dirinya mendapatkan Zola sambil menyeka air mata Arriana.
"Dan kau Dad, Daddy sudah tau tentang pernikahan Ellard tapi kenapa Daddy hanya diam dan tidak memberi tahu Mommy? Malam ini hingga seminggu ke depan, pokoknya Daddy tidur di luar. Tidak boleh masuk ke dalam kamar." ancam Arriana yang sudah kadung kesal.
Jhonny menelan ludah kasar mendengar ancaman Arriana, ia lalu berjalan dan memeluk Arriana dari belakang. Tak peduli Ellard dan Zola masih berada di sana.
"Maafin Daddy, mom. Daddy hanya tak ingin terlalu ikut campur urusan Ellard. Daddy hanya ingin melihat apa yang ia lakukan. Selama semuanya masih dalam kata wajar dan tidak masalah, tentu Daddy diam saja. Daddy juga tak ingin ikut campur urusannya. Daddy hanya menunggu Ellard menjelaskan sendiri semuanya dan alasannya." tukas Jhonny menjelaskan. Tapi Arriana yang sudah kadung kesal, ia tak mempedulikan permohonan maaf Jhonny.
Ellard tersenyum simpul, sedangkan Zola tersenyum malu-malu.
Lalu Arriana merangkul pundak Zola dan menariknya agar ikut dengannya. Ellard yang ingin mencegah, malah mendapat tatapan tajam dari Arriana membuatnya hanya bisa mendesah kasar. Lalu Jhonny dan Ellard saling melirik sambil mengulum senyum melihat tingkah Arriana yang sedang kesal.
__ADS_1
"Ayo, sayang! Kita makan malam bersama. Biarin aja tuh para laki-laki berusaha sendiri. Kita makan dulu setelah itu temenin mommy ngeteh ya! Mommy juga ingin tahu lebih banyak tentang kamu." ujar Arriana dengan tersenyum lebar. Sejujurnya ia sangat bahagia karena ternyata Ellard telah menautkan hati pada seorang gadis yang cantik dan sepertinya juga baik. Kalau tidak baik, tentu Jhonny akan menentangnya sejak awal. Tapi sebaliknya, Jhonny membiarkan artinya Zola memang menantu yang layak dan pantas untuk putranya.
Lalu keluarga itu pun makan malam bersama. Makan malam itu didominasi oleh suara Arriana yang memberikan perhatian pada Zola dengan menawarkan berbagai macam lauk padanya. Ellard hanya bisa tersenyum bahagia melihat betapa ibunya itu menyayangi Zola padahal mereka baru malam ini bertemu.
Kini Zola sedang dikuasai oleh Arriana. Mereka tengah mengeteh bersama di taman belakang mansion. Sesuai perkataannya, Arriana sedang mengorek segala informasi tentang sang menantu. Ellard dan Jhonny sudah gelisah di ruang tamu sambil melirik jam tangannya.
"Dad, mari kita temui mereka! Ini sudah cukup malam , Dad apalagi Zola baru keluar dari rumah sakit pagi tadi. Ia harus segera istirahat." tukas Ellard yang sebenarnya bukan hanya memikirkan kesehatan Zola, tapi ia sudah rindu memeluk dan menghirup aroma tubuh Zola.
"Ah, itu benar. Kita bisa jadikan alasan itu supaya kita bisa menarik mommy dan Zola ke kamar kita masing-masing." sahut Jhonny sambil tersenyum lebar.
Jhonny yang memiliki sifat sama persis dengan Ellard, ah lebih tepatnya Ellard lah yang mengcopy semua sifat Jhonny yang hanya akan tersenyum lebar dengan orang terdekat saja. Sedangkan dengan orang lain, ia akan bersikap dingin dan tak tersentuh.
Lalu kedua lelaki beda generasi itu menuju taman belakang untuk mengintervensi percakapan Arriana dan Zola.
"Kamu sakit, sayang?" tanya Arriana penasaran.
"Aku tidak apa-apa kok, mom. Mom tidak usah khawatir." tukas Zola tak ingin membuat Arriana merasa bersalah.
"Iya mom, Zola sedang sakit. 3 hari yang lalu ia mengalami kecelakaan. Beruntung Raline melihatnya dan membawanya ke rumah sakit dan baru pagi tadi Zola diperbolehkan pulang." jelas Ellard yang membuat Arriana makin merasa bersalah.
"Maafkan, mommy sayang. Mommy tidak tahu kalau kau sedang sakit. Oh, jadi Raline yang membawamu ke rumah sakit? Beruntung ada yang melihatmu sayang, bila tidak, mommy pasti akan merasa makin bersalah karena tidak mengetahui menantu mommy mengalami kecelakaan. Tapi kamu tidak apa-apa kan sayang?"
"Zola tidak apa-apa, mom. Zola sudah baikan kok. " ujar Zola lembut.
__ADS_1
Lalu Arriana mengusap pelan puncak kepala Zola , "Ya sudah, sekarang istirahat ya sayang. Mommy tidak ingin kau sampai sakit. Selamat malam, sayang."
"Selamat malam juga, mom. Selamat malam, dad." ujar Zola yang diangguki keduanya.
Lalu Ellard merangkul pinggang Zola dan mengajaknya masuk ke kamarnya di mansion itu. Mata Zola membelalak saat melihat kamar Ellard yang luasnya sama dengan luas apartemen miliknya.
"Ini beneran kamar kamu, hubby?" tanya Zola dengan mata membulat. Ellard tersenyum lalu menganggukkan kepala.
Lalu mata Zola memicing saat melihat sebuah pigura yang tergeletak di atas nakas membuat Zola penasaran. Ia pun mendekati nakas dan mengambil pigura itu untuk mengamati foto siapa yang ada di pigura itu. Tapi Zola tidak mengenalnya. Namun, dari bagaimana gaya Ellard dan perempuan itu berpose, dapat ia lihat kalau mereka memiliki hubungan spesial.
"Kamu sedang apa, sweety?" tanya Ellard. Lalu mata Ellard membulat saat melihat apa yang dipegang Zola. Segera ia mengambil pigura itu dan membuangnya di tempat sampah.
"Maaf sweety, aku lupa menyingkirkannya. Sebab sudah lama aku tidak masuk ke kamar ini. Bahkan sepulangnya aku dari Milan, aku tidak pulang kemari dan masuk ke kamar ini. Aku justru langsung menuju apartemen yang memang diperuntukan untukku saat sedang berkunjung ke negara ini." ujar Ellard menjelaskan. Ia tak mau Zola sampai salah paham dan berpikir macam-macam. Apalagi sampai berpikir ia masih memiliki perasaan dengan wanita lain.
"Hmm ... aku harap tidak ada orang ketiga dalam hubungan kita, Hubby. Sebab kalau ada, seperti yang kau tau, aku pasti akan meninggalkanmu sama seperti aku meninggalkan Regan." tegas Zola yang diangguki Ellard. Lalu Ellard memeluk erat tubuh Zola dan melukis cap strawberry di leher Zola hingga membuatnya meremang.
"Aku lelaki setia, sweety. Jadi tak perlu ragu padaku. Kalaupun suatu hari nanti ada orang yang berusaha memisahkan kita, aku mohon jangan mudah percaya. Tanyakan dulu padaku kebenarannya. Ingat, kunci keharmonisan adalah komunikasi, selain jujur dan setia tentunya." ucap Ellard dengan sungguh-sungguh. Zola pun tersenyum lalu mengecup bibir Ellard sekilas membuat Ellard terkejut dengan tingkah Zola barusan.
Merasa dapat lampu hijau, Ellard pun melakukan serangan dadakan dan membungkam bibir Zola dengan luma tannya membuat Zola mengerang nikmat lalu kegiatan mereka pun berlanjut ke kegiatan yang lebih panas lagi. Hareudang euy!
...***...
...Happy reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1